25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 21, 2023
in Persona
Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng

Made Sri Astiti, Lie Qiao, Manchika, Trisna Widyastini

TENTU SAJA ada banyak sosok perempuan Buleleng yang mengambil inspirasi dari perjuangan Raden Ajeng Kartini yang hari lahirnya diperingat pada 21 April ini. Inspirasi itu antara lain memperjuangkan hak-hak mereka sebagai perempuan, terutama untuk turut serta bersama laki-laki membangun daerah—tempat mereka tinggal, dan bangsa—tempat mereka bernaung..

Dari yang banyak itu, selama setahun ini terdapat sosok-sosok Kartini yang cukup menonjol untuk dilihat sebagai sosok, yang bukan hanya mengambil inspirasi dari Kartini, melainkan juga menebarkan inspirasi-inspirasi baru bagi perempuan-perempuan lainnya. Mereka adalah sosok-sosok yang mendapatkan pencapaian-pencapaian yang cukup membanggakan pada bidang-bidang yang mereka geluti, baik di bidang pendidikan, olahraga, organisasi maupun di bidang pengembangan generasi muda.

Manchika, Selagi Muda Meningkatkan Kualitas Diri

Putu Manchika Widya Candra (16), masih duduk di bangku sekolah kelas XI pada SMAN 1 Singaraja. Ia baru saja terpilih menjadi Juara 1 pada Pemilihan Jegeg Bagus Buleleng tahun 2023.

Ia kemudian disebut sebagai Jegeg Buleleng yang akan beradu di ajang provinsi untuk merebut posisi Jegeg Bali dalam ajang Pemilihan Jegeg Bagus Bali.

Ia biasa dipanggil dengan nama pendek, Chika. Ia lahir di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sejak duduk di  bangku SMP ia terus berjuang melatih dirinya untuk menjadi perempuan yang bukan hanya cantik secara fisik, tapi juga cantik dalam memelihara kecerasan akal dan budi.

Manchika

Di SMP ia sempat terpilih menjadi Putri Spensa (SMPN 1 Singaraja). Di bangku SMA ia sukses menjadi Putri Smansa (SMAN 1 Singaraja). Ia terus berlatih untuk masuk dalam kompetisi-kompetisi yang lebih luas di luar sekolah.

Ketika Dinas Pariwisata Buleleng menginisiasi ajang Pemilihan Jegeg Bagus Buleleng, ia tak ragu untuk itu. Ia masuk dalam jajaran 10 finalis, dan akhirnya menang.  “Selagi muda saya harus terus meningkatkan kualitas diri,” katanya.

Ia punya kemampuan juga dalam hal publik speaking. Semua itu diraihnya bukan dengan hasil yang instan, banyak proses yang dilaluinya. Ia secara tekun berlatih, dan lebih banyak secara otodidak, melalui video tutorial di YouTube, melakukan praktik berkomunikasi di depan cermin, serta meminta koreksi dari orang terdekat sebagai evaluasi diri agar selalu menjadi lebih baik.

Dengan terpilihnya ia sebagai Jegeg Buleleng, maka ia pun bersiap untuk menajalani berbagai kesibukan. Ia menandatangani MoU untuk mengikuti segala ketentuan selama dua tahun. Ia kan sibuk menularkan hal-hal baik kepada perempuan generasi muda di Buleleng, baik dalam hal pariwisata, budi pekerti, dan budaya.

Semua persiapan untuk maju menjalankan kegiatan Jegeg Buleleng difasilitasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng dan bersinergi dengan Semeton Jegeg Bagus (Sejebag) Buleleng.

“Chika sendiri nantinya akan siap menekuni setiap kesibukan yang ada karena selain itu menjadi tanggung jawab, Chika sendiri memang pribadi yang suka menyibukkan diri sendiri dengan berbagai hal yang positif untuk peningkatan kualitas diri Chika,” kata Chika.

Menjelang perhelatan Jegeg Bagus Bali, ia mengaku segala persiapan telah lakukan mulai dari pendalaman materi mengenai kepariwisataan di Bali, pengembangan potensi diri, serta peningkatan kemampuan public speaking.

Semua persiapan itu mendapat dukungan penuh dari Pemkab Buleleng melalui Dispar Buleleng, misalnya dengan mengundang pembicara dari luar sebagai pemateri, dan transportasi juga didukung. selain itu organisasi Sejebag juga selalu mensupport utamanya dari sisi pengalaman dan dukungan moral dalam menangani rasa gugup di panggung.

Chika berharap dengan terpilihnya ia sebagai Jegeg Bagus Bali, ia bisa lebih mengenalkan secara spesifik lagi keunggulan yang dimiliki Buleleng dari sisi pariwisata sehingga menjadi suatu keunikan yang bersifat menjual, dengan itu akan lebih banyak wisatawan lokal bahkan mancanegara yang ingin mengetahui kelebihan pariwisata yang dimiliki Bali Utara.

Lie Qiao, Dari Buleleng Mewakili Indonesia

Buleleng memiliki sosok Kartini muda yang berkiprah di kancah internasional. Namanya Lie Qiao. Ia seorang Atlet Kriket Tim Nasional (Timnas) Kriket Putri Indonesia yang terhitung masih belia, yaitu berusia 17 tahun.

Ia tergabung di dalam tim nasional kriket yang akan berlaga pada ajang South East Asia (SEA) Games 2023 di Kamboja. Lie Qiao bersama 14 orang rekan setimnya saat ini tengah berlatih secara intens melalui kegiatan training camp di Jimbaran, Badung.

Lie Qiao memiliki target bersama Timnas Kriket Nasional Indonesia untuk meraih medali emas pada cabor kriket Sea Games. Secara pribadi ia berharap dapat menjadi atlet kriket yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Gadis kelahiran Singaraja, 15 Mei 2006 ini melakukan persiapan serius menuju SEA Games 2023. Ia  tekun berlatih di training camp. Lie Qiao mengikuti seluruh program latihan yang dijadwalkan setiap hari oleh pelatih dengan durasi dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 18.00, selain itu pola makan dan kebugaran tubuh juga dijaga dengan baik.

“Saya juga mengambil latihan tambahan di luar jam latihan, untuk meningkatkan kemampuan saya,” katanya.

Teori terkait teknik pun tidak luput dipelajari oleh Lie Qiao dengan mengamati langsung teknik kakak-kakak seniornya saat berlatih atau bertanding. Selain itu, dirinya juga sering menjelajah Youtube untuk melihat video aksi-aksi pemain kriket di seluruh dunia.

“Saya lihat cara mereka bermain, cara mereka memukul, melempar, di Youtube saya menonton pemain-pemain yang sudah profesional,” ungkapnya.

Lie Qiao mencintai olahraga kriket sejak di bangku sekolah dasar. Olahraga itu dikenalkan oleh gurunya yang mengikutsertakan siswi asal Kelurahan Kaliuntu itu pada lomba tingkat pelajar sekolah dasar se-Kabupaten Buleleng.

Ketekunannya dalam cabor kriket berlanjut hingga bangku sekolah menengah pertama. Perlombaan pun juga diikutinya. Namun, akibat pandemi Covid-19 kegiatan kriket sempat vakum.

Lie Qiao (kanan)

Pada bangku sekolah menengah atas, Lie Qiao kembali melanjutkan kegiatan kriketnya. Pada jenjang inilah Lie Qiao ditunjuk oleh tim nasional untuk bertanding pada ajang South East Asia (SEA) Games yang berlangsung dalam waktu dekat ini.

Anak dari pasangan suami istri Lie Ban Hiau dan Ni Nyoman Sukanasih itu terbilang sangat berprestasi. Tercatat banyak ajang kejuaraan kriket telah dijajal olehnya, mulai daerah hingga internasional meliputi Porprov Bali, Kualifikasi Word Cup, Kartini Cup, dan menjadi pemain di timnas U-19 putri di South Afrika, pada Januari 2023 lalu.

Meskipun sebagian besar waktunya digunakan untuk kegiatan kriket, namun sebagai seorang siswi SMAN 1 Singaraja Lie Qiao tidak melupakan tanggung jawabnya untuk belajar. Lie Qiao mengaku memerlukan tenaga dan waktu ekstra untuk menyeimbangkan kehidupan sebagai seorang atlet kriket dan seorang pelajar.

“Jujur sih cukup sulit bagi waktunya, selama dispensasi membuat saya jarang datang ke sekolah, segala macam tugas dan ulangan saya kerjakan di waktu luang setelah latihan,” pungkas siswi yang menyukai mata pelajaran sejarah itu.

Made Sri Astiti, Berjuang di Dunia Pendidikan

Made Sri Astiti, S.Pd., M.Pd. kini dikenal sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja. Ia bisa disebut pejuang, karena selalu mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan sekolah dengan memegang prinsip bahwa guru merupakan pengabdian mendidik anak bangsa untuk menjadi generasi yang berakhlak dan juga cerdas.

Ia tentu saja sangat memegang teguh prisip dari RA Kartini, untuk menjunjung tinggi kaum perempuan karena dijaman sekarang perempuan harus tangguh dan layak untuk mendapatkan pedidikan yang setinggi-tingginya.

Perjuangan Dri Astiti dalam menjadi tenaga pendidik dimulai pada tahun 1997 di Lombok Tengah. Sri Astiti yang berlatar belakang sebagai guru matematika ini juga pernah mengajar di SMA Negeri 2 Denpasar, SMA Negeri 4 Singaraja dan selama 6 tahun juga pernah menjadi kepala sekolah di SMA Negeri 3 Singaraja.

Sebagai seorang perempuan, Sri Astiti sangat mengagumi sosok dari RA Kartini karena baginya perempuan harus berperan aktif dalam dunia pendidikan.

“Perempuan harus tangguh layaknya RA Kartini,” tegasnya.

Sebagai perempuan, kata dia, harus mampu dalam segala hal dan jangan lagi beranggapan bahwa perempuan itu lemah, justru perempuan merupakan pondasi dalam rumah tangga tidak hanya dalam dunia karir.

Made Sri Astiti, S.Pd., M.Pd.

Selain sebagai kepala sekolah yang ternama di Singaraja, Sri Astiti juga memiliki kewajiban dalam lingkungan keluarga yaitu menjadi seorang istri dan ibu dari seorang anaknya. Semua peran harus dilakoninya dengan seimbang serta bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Di era milenial ini, menurut Sri Astiti, emansipasi benar-benar memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berprestasi dibidangnya, sama halnya dengan apa yang dilakukan pria, namun sebagai perempuan ditengah semangat emansipasi perempuan juga harus tetap dalam kodratnya dengan artian perempuan tidak hanya mengejar impian saja namun juga tetap berbakti kepada keluarga.

Sri Astiti membagikan tipsnya bagi kaum perempuan agar sukses dalam dunia karir dan berkeluarga yaitu bersinergi bersama-sama yang didasari pada komunikasi, koordinasi dan berkolaborasi.

“Itulah poin-poin penting untuk mencapai puncak kesuksesan, tentu tidak mudah dalam menerapkannya apalagi kita memiliki banyak peran sebagai seorang istri, ibu dan peran lain dalam pekerjaan. Dan satu lagi kita harus berani keluar dari zona nyaman,” jelas ibu yang hobi berolahraga itu.

Dalam dunia pendidikan, Sri Astiti selalu menggaungkan masa depan anak didiknya dengan menumbuhkan karakter dan budi pekerti yang baik serta diimbangi dengan disiplin yang tinggi, menurutnya anak yang pintar gampang dicari namun anak yang berkarakter dan memiliki kedisiplinan merupakan pondasi yang kelak mereka akan bawa dikeseharian dalam pergaulan.

Sri Astiti berharap melalui momen ini, semangat Kartini harus dimiliki oleh setiap perempuan, tidak cukup dalam berumah tangga saja juga harus berperan aktif dalam dunia karir. “Perempuan harus mampu, harus berjuang dan harus tangguh. Jangan pernah mengeluh apapun halangan dan rintangannya,” katanya.

Trisna Widyastini, Perempuan Pengawas Pemilu

Ni Nyoman Trisna Widyastini (40) adalah sosok Kartini yang berjuang di tempat yang berurusan dengan dunia politik, yakni Pemilu. Ia kini menjadi Koordinator Sumber Daya Manusia di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng.

Dan, ia selalu berpesan kepada perempuan lainnya di Buleleng, agar tetap memiliki peran  penting dan ikut andil mengisi ketersedian kuota perempuan dalam pelaksanaan Pemilu Tahun 2024.

Menurutnya, para perempuan dewasa ini telah mampu membuktikan kegigihan dan keuletannya dalam berperan besar untuk kemajuan bangsa sesuai bidangnya masing-masing. Dengan perannya di Bawaslu yang sebagian besar mengarah ke tata kelola sumber daya manusia dirasa dapat memberdayakan masyarakat sekitar, menyampaikan isu-isu tentang perempuan melalui langkah nyata serta membuktikan bahwa kaum perempuan juga bisa melaksanakan tugas dengan adanya pengakuan kesetaraan gender.

“Kita ajak dan rangkul mereka untuk sama-sama mengambil posisi yang sudah ditentukan demi mengedepankan emansipasi wanita,” jelasnya.

Kesetaraan gender tersebut membuktikan banyaknya lahir para pemimpin perempuan di segala aspek keorganisasian yang ada di Indonesia, dan pihaknya sangat berbangga juga diberikan kesempatan sebagai satu-satunya komisioner perempuan di Bawaslu Buleleng.

Tentunya dengan kesibukannya itu harus ada yang dikorbankan seperti waktu bersama keluarga demi profesionalisme pekerjaan yang digelutinya, dengan berbekal dukungan penuh dari keluarga tersebut dirinya semakin bersemangat untuk menjalani tugas nya yang notabene mengajak peran serta perempuan dalam pelaksanaan.

Ni Nyoman Trisna Widyastini

“Astungkara karena komitmen kita merupakan pekerja penuh waktu segala pengabdian untuk pekerjaan tersebut di dukung penuh dari orang tersedekat,” kata wanita jebolan Fakultas Ekonomi Unud ini.

Sebagai salah satu perempuan yang sudah merasakan asam garam dalam kehidupan, ia berpesan kepada generasi penerus yang menjadi kartini milenial nantinya agar menjadi pribadi yang konsisten mengambil keputusan dan tekun dalam menjalani segala pekerjaan yang sedang ditekuni sehingga tercapai segala tujuan yang sudah rencanakan sebelumnya.

Ia berharap untuk para wanita di Buleleng agar bisa membuktikan jika kaum perempuan juga bisa setara dalam melakukan kegiatan dari segala aspek dan sisi manapun dengan kaum laki-laki. [T][Adv]

  • Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.
Tags: bulelengHari KartiniPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Setengah Buta Penjual Pepaya di Pasar Bendo

Next Post

Tahun 1951 di Desa Kedis Pernah Tercipta Tari Pancasila, Kini Dihidupkan Lagi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Tahun 1951 di Desa Kedis Pernah Tercipta Tari Pancasila, Kini Dihidupkan Lagi

Tahun 1951 di Desa Kedis Pernah Tercipta Tari Pancasila, Kini Dihidupkan Lagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co