3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Wisata Baduy sebagai Donatur Kesejahteraan Sekitar

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 17, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BAHASA menunjukkan bangsa, bahasa adalah senjata ampuh yang bisa menghancurkan tebal dan kokohnya tembok pemisah dan kekakuan berpikir. Bahasa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi,  mengubah,  merekayasa pikiran, bahkan  bisa memaksa siapa pun patuh mengikuti konseptual yang dibuat oleh si penulis.

Penggunaan  diksi dan bahasa yang menarik, tepat dan lazim akan merangsang pembaca ikut melibatkan diri untuk menelaah dan menggali  konsep, ide dan gagasan yang dituangkan oleh sang penulis. Artinya, jika kita (penulis) ingin beramal jariah melalui tulisan dan dengan mudah bisa mempengaruhi publik, maka gunakan dan manfaatkan diksi dan bahasa yang nyentrik, unik, kekinian (update) serta argumentatif (lazim) dalam setiap tulisan kita. Insyaallah jika tulisan kita selalu menggunakan resep atau menu di atas,  tujuan untuk mencerahkan umat, menjernihkan situasi dan atau menginspirasi serta  mengajak publik atau umat untuk berbuat pada kebaikan ( amal ma’rut nahi munkar ) melalui tulisan akan dengan mudah tercapai.

Dunia hari ini adalah dunia informasi,  siapa yang lebih duluan menguasai informasi dan lihai mengemas dan memproduksi informasi maka ia adalah “Raja”  yang akan menguasai dunia ( Asep Kurnia, Januari 2025). Etnis Baduy yang mendunia adalah salah satu sumber informasi yang masih diminati publik dan laku untuk “dijual”.

Para pemburu berita tentang budaya masih intensif  mempublikasikan hasanah budaya Baduy dengan berbagai ragam media. Penulis pun memiliki hak yang sama untuk sama-sama berpartisipasi  mengkomunikasikan berbagai informasi kekinian Baduy sesuai dengan ragam informasi yang update sekali. Semoga saja penulis termasuk nominasi atau kategori sebagai “Raja Informasi” kekinian Baduy.

Jika ditanyakan pada publik  siapa suku Baduy itu, maka siapa pun akan dengan mudah mendapatkan jawaban tinggal  “klik” saja, maka berkat bantuan pakar yang serba tahu, yah siapa lagi kalau bukan sang empu bernama “mbah google’. Namun, keterjaminan akurat atau sahih tidaknya informasi yang didapat tidak ada jaminan, karena informasi yang tersimpan di jagat internet tidak selalu tersaji berdasarkan kajian utuh secara ilmiah.

Berbagai penggalan atau keserampangan penyajian informasi masih terjadi dilakukan oleh mereka sebagai akibat dari hanya memandang bahwa penyajian informasi sebagai konten yang ingin mengejar, meraih dan memenuhi hasrat di-subscribe. Ibadah jariah secara keilmuan masih banyak dikesampingkan , mereka lebih banyak mengejar material atau finansial dari kemasan penyajian informasi.

Banyak pihak yang diuntungkan dengan Wisata Baduy | Foto Dok.Penulis

Informasi kekinian Baduy yang sedang menggeliat dan booming di media sosial adalah salah satu dampak dari dibukanya program destinasi wisata dengan ikon kemasan bertajuk Saba Budaya Baduy (SBB),yang secara terus menerus dan sporadis dipublikasikan oleh para juru berita baik yang legal maupun  illegal. Sehingga masuk pada berita yang tak terkendali dan itu tidak bisa dibatasi apalagi dicegah, karena saat ini sudah masuk pada era globalisasi dan digitalisasi yang didukung oleh kebebasan berekspresi. Hari ini, siapa pun memiliki kebebasan untuk  berkreasi dan berekspresi, termasuk dalam mengemas dan menyajikan sebuah informasi.

Penulis merasa berkepentingan dan berkeperluan untuk ikut andil dalam memberikan sajian informasi yang diperuntukkan memperlengkapi. Lebih jauhnya, berupaya memberi perbandingan demi meluruskan berbagai informasi  seputar etnis Baduy yang masih dianggap terpenggal-penggal atau yang terlalu jauh dari tingkat kebenarannya. Mohon dicatat baik baik yahh, bukan berarti penulis lebih tahu segalanya tentang Baduy, tetapi penulis lebih banyak bersinggungan dengan Baduy, baik secara geografis maupun secara demografi lebih kurang 31 tahun mendampingi mereka ( dua generasi). Istilahnya : “Tiada hari tanpa bertemu dengan Baduy”.

Geliat Dahsyatnya Pengunjung Baduy

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak dibukanya Saba Budaya Baduy para pengunjung tanah ulayat Baduy menunjukan peningkatan yang luar biasa (dahsyat) bila dibandingkan dengan waktu sebelum Baduy dibuka sebagai  destinasi wisata. Tahun ini adalah tahun ketiga SBB dibuka. Angka pengunjung per bulan di tahun 2024 sudah rerata di atas 1000 orang. Tetapi di akhir di Desember tahun 2024 angka lebih dari 1000 pengunjung.Itu diukurnya per minggu; dan di minggu akhir tahun 2024 mengawali tahun 2025 terjadi ledakan pengunjung diluar ekspektasi, sampai 5  hari berurut turut  (terjadi kemacetan sejauh 2 KM). Dan puncak kemacetan terjadi pada hari Minggu tanggal 5 Januari 2025.

Berjubelnya pengunjung Baduy secara signifikan tidak hanya berdampak pada meningkatkan kesejahteraan warga Baduy saja, tetapi berdampak pula pada geliat perekonomian (pendapatan dan kesejahteraan) masyarakat daerah sekitarnya sebagai penyangga tempat masuknya para wisatawan. Pun demikian pada pihak lain yang terlibat dan semua pihak yang bersentuhan  dan berkepentingan terhadap lancarnya pengelolaan, pelayanan dan pengendali arus wisatawan.

Akses, infrastruktur, fasiltas, sarana dan penunjang lainnya kini sudah mulai terbangun secara bertahap, investor mulai melirik menanamkankan investasinya. Warung -warung kecil bermodel penyaji kuliner pun kini sudah mulai bermunculan. Penginapan  pun sudah mulai dibangun.

Pengunjung berjubel di Baduy | Foto Dok.Penulis

Kondisi paparan paragraf di atas memberi makna bahwa sesungguhnya keberadaan etnis Baduy selalu memberi manfaat bagi semua pihak, terutama bagi tetangga sekitarnya. Bermunculannya toko-toko kecil di kampung atau desa pendamping Baduy pada awal dan dasarnya karena untuk dan demi memenuhi kebutuhan sandang pangan warga Baduy. Namun secara  ekonomis dan bersamaan ternyata memberikan lahan yang menggiurkan pada pelaku bisnis lokal untuk mendulang keuntungan yang berkelanjutan melalui perdagangan.

Ketika Baduy dibuka sebagai wilayah destinasi wisata, maka lahan bisnis begitu terbuka untuk semua pihak dan faktualnya telah dapat menumbuhkan perekonomian, meningkatkatkan kesejahteraan ( income per capita ) masyarakat diluar Baduy. Perihal terjadi geliat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Baduy itu sudah tidak harus dibicarakan kepastiannya lagi, walau belum secara signifikan pemerataannya. 

Geliat pertumbuhan perekonomian di luar Baduy pun menjadi cepat dengan kurva menaik yang luar biasa. Situasi singkat yang penulis narasikan di atas menunjukkan dan mengarahkan bahwa:  “Baduy  selalu menjadi donatur untuk mendulang kesejahteraan berbagai pihak”.  [T]

Nantikan tulisan selanjutnya.

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: masyarakat adatPariwisatapariwisata indonesiapariwisata provinsi bantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Segitiga Emas Pariwisata Bali Era Baru 

Next Post

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co