3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
December 27, 2024
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

SETIAP wilayah dan kelompok masyarakat pasti memiliki aturan yang dibakukan sebagai penuntun dan penata laksana pola kehidupan, panduan, dan rujukan berkehidupan yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur hubungan dan perilaku sosialnya.

Keberadaan hukum atau aturan pastinya  tidak ditentukan oleh besar dan kecilnya suatu komunitas. Setiap kelompok masyarakat sudah pasti membutuhkan aturan untuk mengatur dan melaksanakan pola kehidupannya  dalam  rangka menjamin   keberlangsungan hidup kelompoknya.

Komunitas adat terpencil di Indonesia terus berjuang untuk mendapatkan perlindungan hukum berupa undang-undang keadatan. Itu semua bukti nyata bahwa kelompok masyarakat yang berada wilayah hukum NKRI memerlukan jaminan  kepastian hukum bagi keberlangsungan hidup kesukuannya.

Untuk menaunginya paling terendah atau paling  sederhananya bisa dibuatkan berupa Peraturan Daerah (Perda). Seperti Suku Baduy misalnya, yang sudah memiliki payung hukum dengan telah diterbitkannya  Perda No 32 Tahun 2001  tentang Perlindungan Atas Tanah Ulayat Masyarakat  Baduy, yang diperkuat oleh Surat Keputusan Bupati No 590/kp.233/huk/2002 tentang Penetapan Batas-batas Detail Hak Ulayat Masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak  tanggal  16 Juli  2002.

Di dalam sebuah organisasi apakah itu pemerintahan, lembaga, atau organisasi yang namanya perusaahan, kita sering mengenal  yang namanya Kalender Kegiatan  atau Program Kerja tahunan, atau kalau di kampus ada Kalender Akademik. Biasanya berisi panduan, tuntunan dan sekaligus tuntutan tentang bagaimana ragam kegiatan di berbagai aspek kegiatan kehidupan yang akan dan harus dilakukan oleh anggota organisasinya atau  pejabat negara bersama  masyarakat.

Setiap bulan pasti akan diagendakan berbagai jadwal tentang apa yang pantas dilakukan sesuai dengan bidang garapannya dan target yang harus dicapai. Pada komunitas adat atau kelompok etnis yang keberadaannya telah  diakui negara, mereka memiliki seperangkat  tuntutan  hukum adat dan budaya  yang tentunya berbeda satu sama lainnya (adanya keragaman).

Keberadaan hukum adat di masing-masing komunitas itu tiada lain dan tiada bukan adalah untuk menjamin keberlangsungan hidup dan kehidupan kelompoknya agar tidak punah dihantam oleh arus perubahan zaman.

Kalender Adat

Baduy merupakan etnis yang keberadaannya tetap ajeg dan konsisten menjalankan atau melaksanakan segala amanat leluhurnya dan tegas menegakkan hukum adat. Ia tetap eksis penuh percaya diri, tidak serta-merta terpengaruh oleh proses pembombardiran pemoderenan yang begitu gencar menjelajah wilayah pedesaannya. Meskipun penduduk Baduy Luar yang berbatasan langsung dengan masyarakat luar Baduy beberapa warga sudah menggunakan alat komunikasi smartphone untuk menjalankan usahanya.

Mereka di tanah ulayatnya yang hanya berjarak sekitar 100-110 KM dari Kota Metropolitan Jakarta sebagai ibu kota Negara Indonesia sampai saat ini tetap damai, aman , nyaman, tertib dan harmonis menjalankan, dan melaksanakan pola kehidupan adatnya, tetapi tetap intens berinteraksi dengan dunia luar.

Tingkat keterpengaruhan atau perubahan pola kehidupan adat oleh budaya para pengunjung relatif kecil. Mereka begitu terampil menyeleksi atau mengadopsi pola hidup modern yang akan bedampak negatif pada model kehidupan adatnya. Mereka itu sepertinya kaku tetapi fleksibel, tertutup tapi terbuka, atau sebaliknya; terbuka tapi tetap tertutup. Mereka membuka interaksi dengan pihak dunia luar, tetapi mereka bisa membatasinya tanpa membuat pihak lain tersinggung.

Lalu muncul pertanyaan : mengapa Baduy begitu hebat dan kuat bertahan dengan identitas kesukuan yang tetap terjaga, padahal wilayahnya begitu rentan untuk dipengaruhi oleh modernisasi karena seluruh wilayahnya dikelilingi dan dibatasi oleh 6 wilayah kecamatan yang penduduknya sudah berbudaya modern?

Pertanyaan sederhana itu menjadi penting untuk saya sampaikan, alih-alih berbagi pengalaman sebagai individu yang tinggal di tapal batas Baduy, dan kerap kali mendampingi istri mengurus kesehatan warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar. Pada kesempatan lain saya juga ingin mengisahkan ”interaksi Baduy dengan kesehatan”.

Tentunya jawaban untuk pertanyaan di atas bisa dibedah dari berbagai sudut pandang keilmuan. Dari sekian fakta yang penulis gali, salah satu jawaban yang bisa penulis sampaikan adalah bahwa di etnis Baduy memiliki semacam konstitusi baku, dan sangat mengikat ke dalam dan ke pihak luar adat yang di dalamnya berisi tentang runtutan atau rincian dan tahapan lengkap pola kehidupan adat. Dan itu dijadikan panduan pokok dalam menuntun kehidupan masyarakat adat untuk kurun waktu satu tahun. Konstitusi itu bernama: “Kalender Adat – Penanggalan Adat dan Kolenjer”.

Kalender adat suku Baduy disebut Kolenjer yang sudah digunakan sejak dahulu kala. Kolenjer terbuat dari kayu atau bambu dalam bentuk lempengan. Biasanya ditandai dengan ukiran berbentuk garis dan titik. Namun sampai saat ini belum ada catatan yang pasti sejak kapan Kolenjer digunakan masyarakat Desa Kanekes, Baduy.

Nama Bulan di Kalender Adat Baduy

Baduy selalu menyimpan sesuatu yang misteri dan unik. Selain ratusan tahun selalu menutup diri dari interaksi dengan dunia luar, menghindari dan menjauhkan diri dari pengaruh pola-pola kehidupan modern, Baduy juga salah satu kesukuan yang menganut budaya lisan seperti yang mereka katakan, “di baduy mah ngan aya Lisan di nagara aya tulisan, di baduy mah aya Carek di nagara aya Coret, di baduy mah ngurus bathinna di nagara ngurusan lahirna..” (di Baduy cuma ada lisan/ucapan, di negara ada tulisan;  di Baduy cuma ada petunjuk, di negara ada aturan tertulis;  di Baduy ngurus bathinnya /doa,  di negara mengurus lahiriah/materi). 

Dampak nyata dari budaya lisan tersebut  tentunya jika kita atau pihak luar (researcher) ingin mengetahui tentang silsilah kesukuan mereka dan atau ingin menggali aspek  sosial budaya, agama/kepercayaan mereka, serta segala informasi dan kerahasiaan tentang siapa Baduy dengan segala proses sosial kehidupannya hanya bisa didapat atau digali melalui  ngobrol, observasi dan  wawancara dengan para pemuka adat dan masyarakat. Mereka kesehariannya terkadang  sulit ditemui, karena sibuk dengan tugas melaksanakan berbagai kegiatan adat (ritual) yang sudah tersusun di dalam kalender adat.

Informasi atau kesejarahan mereka tidak didokumentasikan seperti etnis lain yang sudah adaptif dengan budaya tulisan. Maka, jangan kaget sampai saat  di dunia ilmu pengetahuan kita sulit menemukan literatur tentang suku Baduy yang autentik dan originalitas, ilmiah, kredibel, berkualitas serta akademis. Contoh kecil, seperti melacak bagaimana menentukan perhitungan penanggalan kalender adat yang dijadikan panduan kehidupan sehari-hari mereka sangatlah sulit.

Seperti kita ketahui, dalam sistem penanggalan umum kita mengenal ada dua sistem yang dijadikan acuan yaitu sistem Masehi dan Hijriah . Kalender adat suku Baduy memiliki kesamaan, tetapi juga keunikan bila dibandingkan dengan kalender Masehi maupun  kalender tahun Hijriah (kalender Islam). Sama sama memiliki jumlah bulan sebanyak 12, tetapi beda nama dan beda memulai perhitungan awal tahunnya.

Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah adalah nama bulan pada kalender Islam. Januari – Desember nama bulan pada kalender Masehi.

Susunan nama bulan di penanggalan adat  Baduy adalah : “Safar, Kalima,  Kanem,, Kapitu, Kadalapan, Kasalapan, Kasapuluh, Hapit Lemah, Hapit Kayu, Kasa, Karo dan  Katiga”. Dalam bulan-bulan tersebut diisi dan terisi secara lengkap serta tersusun oleh segala kegiatan adat untuk selama satu tahun.

 Seluruh kegiatan adat (ritual) yang tercantum di kalender adat tersebut sangat mengikat dan wajib dilakukan oleh masyarakatnya tanpa terkecuali. Kalender adat itu menjadipatokan dan acuan pokok-pokok kehidupan mereka. [T][Bersambung]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Riwayat “Menak” Banten dan Asal-Usul Banten Versi Orang Baduy
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Tags: bantenJawa Baratkalendermasyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merawat Tradisi Bumbu Bali Lewat Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024

Next Post

Haulu dan Kisah Pilu Para Perajin Perahu Kayu dari Pulau Poteran

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Haulu dan Kisah Pilu Para Perajin Perahu Kayu dari Pulau Poteran

Haulu dan Kisah Pilu Para Perajin Perahu Kayu dari Pulau Poteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co