23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
December 27, 2024
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

SETIAP wilayah dan kelompok masyarakat pasti memiliki aturan yang dibakukan sebagai penuntun dan penata laksana pola kehidupan, panduan, dan rujukan berkehidupan yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur hubungan dan perilaku sosialnya.

Keberadaan hukum atau aturan pastinya  tidak ditentukan oleh besar dan kecilnya suatu komunitas. Setiap kelompok masyarakat sudah pasti membutuhkan aturan untuk mengatur dan melaksanakan pola kehidupannya  dalam  rangka menjamin   keberlangsungan hidup kelompoknya.

Komunitas adat terpencil di Indonesia terus berjuang untuk mendapatkan perlindungan hukum berupa undang-undang keadatan. Itu semua bukti nyata bahwa kelompok masyarakat yang berada wilayah hukum NKRI memerlukan jaminan  kepastian hukum bagi keberlangsungan hidup kesukuannya.

Untuk menaunginya paling terendah atau paling  sederhananya bisa dibuatkan berupa Peraturan Daerah (Perda). Seperti Suku Baduy misalnya, yang sudah memiliki payung hukum dengan telah diterbitkannya  Perda No 32 Tahun 2001  tentang Perlindungan Atas Tanah Ulayat Masyarakat  Baduy, yang diperkuat oleh Surat Keputusan Bupati No 590/kp.233/huk/2002 tentang Penetapan Batas-batas Detail Hak Ulayat Masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak  tanggal  16 Juli  2002.

Di dalam sebuah organisasi apakah itu pemerintahan, lembaga, atau organisasi yang namanya perusaahan, kita sering mengenal  yang namanya Kalender Kegiatan  atau Program Kerja tahunan, atau kalau di kampus ada Kalender Akademik. Biasanya berisi panduan, tuntunan dan sekaligus tuntutan tentang bagaimana ragam kegiatan di berbagai aspek kegiatan kehidupan yang akan dan harus dilakukan oleh anggota organisasinya atau  pejabat negara bersama  masyarakat.

Setiap bulan pasti akan diagendakan berbagai jadwal tentang apa yang pantas dilakukan sesuai dengan bidang garapannya dan target yang harus dicapai. Pada komunitas adat atau kelompok etnis yang keberadaannya telah  diakui negara, mereka memiliki seperangkat  tuntutan  hukum adat dan budaya  yang tentunya berbeda satu sama lainnya (adanya keragaman).

Keberadaan hukum adat di masing-masing komunitas itu tiada lain dan tiada bukan adalah untuk menjamin keberlangsungan hidup dan kehidupan kelompoknya agar tidak punah dihantam oleh arus perubahan zaman.

Kalender Adat

Baduy merupakan etnis yang keberadaannya tetap ajeg dan konsisten menjalankan atau melaksanakan segala amanat leluhurnya dan tegas menegakkan hukum adat. Ia tetap eksis penuh percaya diri, tidak serta-merta terpengaruh oleh proses pembombardiran pemoderenan yang begitu gencar menjelajah wilayah pedesaannya. Meskipun penduduk Baduy Luar yang berbatasan langsung dengan masyarakat luar Baduy beberapa warga sudah menggunakan alat komunikasi smartphone untuk menjalankan usahanya.

Mereka di tanah ulayatnya yang hanya berjarak sekitar 100-110 KM dari Kota Metropolitan Jakarta sebagai ibu kota Negara Indonesia sampai saat ini tetap damai, aman , nyaman, tertib dan harmonis menjalankan, dan melaksanakan pola kehidupan adatnya, tetapi tetap intens berinteraksi dengan dunia luar.

Tingkat keterpengaruhan atau perubahan pola kehidupan adat oleh budaya para pengunjung relatif kecil. Mereka begitu terampil menyeleksi atau mengadopsi pola hidup modern yang akan bedampak negatif pada model kehidupan adatnya. Mereka itu sepertinya kaku tetapi fleksibel, tertutup tapi terbuka, atau sebaliknya; terbuka tapi tetap tertutup. Mereka membuka interaksi dengan pihak dunia luar, tetapi mereka bisa membatasinya tanpa membuat pihak lain tersinggung.

Lalu muncul pertanyaan : mengapa Baduy begitu hebat dan kuat bertahan dengan identitas kesukuan yang tetap terjaga, padahal wilayahnya begitu rentan untuk dipengaruhi oleh modernisasi karena seluruh wilayahnya dikelilingi dan dibatasi oleh 6 wilayah kecamatan yang penduduknya sudah berbudaya modern?

Pertanyaan sederhana itu menjadi penting untuk saya sampaikan, alih-alih berbagi pengalaman sebagai individu yang tinggal di tapal batas Baduy, dan kerap kali mendampingi istri mengurus kesehatan warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar. Pada kesempatan lain saya juga ingin mengisahkan ”interaksi Baduy dengan kesehatan”.

Tentunya jawaban untuk pertanyaan di atas bisa dibedah dari berbagai sudut pandang keilmuan. Dari sekian fakta yang penulis gali, salah satu jawaban yang bisa penulis sampaikan adalah bahwa di etnis Baduy memiliki semacam konstitusi baku, dan sangat mengikat ke dalam dan ke pihak luar adat yang di dalamnya berisi tentang runtutan atau rincian dan tahapan lengkap pola kehidupan adat. Dan itu dijadikan panduan pokok dalam menuntun kehidupan masyarakat adat untuk kurun waktu satu tahun. Konstitusi itu bernama: “Kalender Adat – Penanggalan Adat dan Kolenjer”.

Kalender adat suku Baduy disebut Kolenjer yang sudah digunakan sejak dahulu kala. Kolenjer terbuat dari kayu atau bambu dalam bentuk lempengan. Biasanya ditandai dengan ukiran berbentuk garis dan titik. Namun sampai saat ini belum ada catatan yang pasti sejak kapan Kolenjer digunakan masyarakat Desa Kanekes, Baduy.

Nama Bulan di Kalender Adat Baduy

Baduy selalu menyimpan sesuatu yang misteri dan unik. Selain ratusan tahun selalu menutup diri dari interaksi dengan dunia luar, menghindari dan menjauhkan diri dari pengaruh pola-pola kehidupan modern, Baduy juga salah satu kesukuan yang menganut budaya lisan seperti yang mereka katakan, “di baduy mah ngan aya Lisan di nagara aya tulisan, di baduy mah aya Carek di nagara aya Coret, di baduy mah ngurus bathinna di nagara ngurusan lahirna..” (di Baduy cuma ada lisan/ucapan, di negara ada tulisan;  di Baduy cuma ada petunjuk, di negara ada aturan tertulis;  di Baduy ngurus bathinnya /doa,  di negara mengurus lahiriah/materi). 

Dampak nyata dari budaya lisan tersebut  tentunya jika kita atau pihak luar (researcher) ingin mengetahui tentang silsilah kesukuan mereka dan atau ingin menggali aspek  sosial budaya, agama/kepercayaan mereka, serta segala informasi dan kerahasiaan tentang siapa Baduy dengan segala proses sosial kehidupannya hanya bisa didapat atau digali melalui  ngobrol, observasi dan  wawancara dengan para pemuka adat dan masyarakat. Mereka kesehariannya terkadang  sulit ditemui, karena sibuk dengan tugas melaksanakan berbagai kegiatan adat (ritual) yang sudah tersusun di dalam kalender adat.

Informasi atau kesejarahan mereka tidak didokumentasikan seperti etnis lain yang sudah adaptif dengan budaya tulisan. Maka, jangan kaget sampai saat  di dunia ilmu pengetahuan kita sulit menemukan literatur tentang suku Baduy yang autentik dan originalitas, ilmiah, kredibel, berkualitas serta akademis. Contoh kecil, seperti melacak bagaimana menentukan perhitungan penanggalan kalender adat yang dijadikan panduan kehidupan sehari-hari mereka sangatlah sulit.

Seperti kita ketahui, dalam sistem penanggalan umum kita mengenal ada dua sistem yang dijadikan acuan yaitu sistem Masehi dan Hijriah . Kalender adat suku Baduy memiliki kesamaan, tetapi juga keunikan bila dibandingkan dengan kalender Masehi maupun  kalender tahun Hijriah (kalender Islam). Sama sama memiliki jumlah bulan sebanyak 12, tetapi beda nama dan beda memulai perhitungan awal tahunnya.

Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah adalah nama bulan pada kalender Islam. Januari – Desember nama bulan pada kalender Masehi.

Susunan nama bulan di penanggalan adat  Baduy adalah : “Safar, Kalima,  Kanem,, Kapitu, Kadalapan, Kasalapan, Kasapuluh, Hapit Lemah, Hapit Kayu, Kasa, Karo dan  Katiga”. Dalam bulan-bulan tersebut diisi dan terisi secara lengkap serta tersusun oleh segala kegiatan adat untuk selama satu tahun.

 Seluruh kegiatan adat (ritual) yang tercantum di kalender adat tersebut sangat mengikat dan wajib dilakukan oleh masyarakatnya tanpa terkecuali. Kalender adat itu menjadipatokan dan acuan pokok-pokok kehidupan mereka. [T][Bersambung]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Riwayat “Menak” Banten dan Asal-Usul Banten Versi Orang Baduy
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Tags: bantenJawa Baratkalendermasyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merawat Tradisi Bumbu Bali Lewat Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024

Next Post

Haulu dan Kisah Pilu Para Perajin Perahu Kayu dari Pulau Poteran

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Haulu dan Kisah Pilu Para Perajin Perahu Kayu dari Pulau Poteran

Haulu dan Kisah Pilu Para Perajin Perahu Kayu dari Pulau Poteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co