2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat Tradisi Bumbu Bali Lewat Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 27, 2024
in Khas
Merawat Tradisi Bumbu Bali Lewat Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024

Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

AROMA base genep (bumbu lengkap ala Bali) merebak di sisi utara Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Kenikmatan bumbu dan rempah khas Bali itu, bisa dirasakan lewat aromanya yang kuat. Itu baru aromanya saja, apalagi nanti setelah diadon menjadi satu dalam sajian lawar, pasti akan lebih nikmat lagi.

Hari itu, Selasa, 24 Desember 2024,merupakan hari yang paling menggugah selera di Denpasar Festival (Denfest) 2024. Saat itu merupakan pelaksanaan Parade Ngelawar, yang dilaksanakan di Zona D, sebelah kiri Panggung Musik di sisi utara Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Parade Ngelawar (membuat lawar) yang dilaksanakan pada hari ketiga Denfest itu diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa tampak antusias mengikuti Parade Ngelawar tersebut, mereka saling bersaing untuk meracik lawar yang terbaik.

Terdapat enam tim yang berlomba pada hari itu, setiap tim terdiri dari empat orang anggota. Mereka berasal dari pelaku UMKM, Koperasi, serta Institusi Pendidikan. Tidak ada batasan usia untuk mengikuti lomba ini, semua kalangan boleh terlibat, karena memang dibuka untuk umum.

Ketika waktu tepat menunjukkan pukul 10:00 Wita, acara dimulai dengan penyampaian kriteria lomba oleh dewan juri–sebagai bentuk penegasan ulang kepada para peserta. Seusai menyampaikan kriteria perlombaan, para peserta pun disilakan untuk mulai bekerja.

Segala piranti disiapkan terlebih dahulu oleh para peserta sebelum mulai bekerja. Setelah semua perlengkapan dan bahan-bahan lawar siap tersedia, mereka duduk melingkari talenannya masing-masing, di atas terpal yang telah disiapkan sebagai alas.

Salah satu tim bergotong royong menyiapkan lawar | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu tim saat ngelibar (mengiris kulit babi) | Foto: tatkala.co/Dede

Mereka diberikan waktu selama dua jam untuk mempersiapkan lawar terbaiknya. Rasanya sudah seperti menonton kompetisi masak di televisi, mereka tampak begitu gesit dalam bekerja. Beberapa tim terlihat agak sedikit terburu-buru mengerjakannya, terutama kelompok anak-anak muda dari universitas. Tetapi, ada juga tim yang tampak biasa saja, khususnya dari kelompok orang-orang dewasa. Mereka begitu santai, seperti sedang tidak mengikuti lomba, barangkali mereka sudah terbiasa melakukan hal tersebut ketika sedang mebat (mracik dan memasak), terutama dalam upacara adat,  di masyarakat.

Salah satu tim saat ngeramas (irisan kulit babi dirajang) | Foto: tatkala.co/Dede

Display hidangan lawar dari masing-masing tim | Foto: tatkala.co/Dede

Parade Ngelawar ini merupakan lomba yang diselenggarakan oleh Indonesian Chef Association (ICA) bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar. Selain turut memeriahkan rangkaian Denpasar Festival 2024, Parade Ngelawar ini juga menjadi ajang untuk melestarikan tradisi dan budaya Bali, terutama dalam merawat dan menjaga tradisi bumbu khas Bali.

Selain itu, Parade Ngelawar ini juga dinilai oleh tiga dewan juri yang berpengalaman di bidangnya, yang juga berasal dari dari ICA (Indonesian Chef Association). Antara lain, Chef Agung Sukanta, Chef Ketut Sumatra, dan Chef I Nyoman Chandra.

Salah satu dewan juri, Chef Ketut Sumatra mengatakan, selain untuk memeriahkan Denfest, ajang ini juga untuk melestarikan budaya kuliner kita. “Karena banyak anak-anak muda yang tidak atau belum tahu bagaimana proses ngelawar. Jadi, mudah-mudahan tradisi ini bisa diteruskan oleh anak-anak muda secara berkelanjutan,” katanya dengan penuh harap.

Ketika menyampaikan kriteria perlombaan di awal kegiatan, Chef Ketut Sumatra menjelaskan bahwa dalam lomba ini, peserta hanya cukup melakukan proses ngelibar, ngeramas, dan ngadonan lawar. Sementara untuk peneman atau menu pendamping lainnya, disiapkan dan dibawa dari rumah.

“Jadi, yang dinilai adalah lawarnya, karena ini adalah parade ngelawar,” tegas Chef Ketut Sumatra.

Terlepas dari cita rasa lawar yang dibuat, aspek lain yang juga menjadi penilaian penting adalah kebersihan saat proses pembuatan, penyajian atau presentasi, serta kerja sama tim.

Salah satu tim saat men-display hidangan lawar | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu tim saat ngadonan (mengaduk)lawar) | Foto: tatkala.co/Dede

Ketika satu setengah jam berlalu, sebelum genap menyentuh dua jam waktu lomba, beberapa tim tampak sudah menyelesaikan lawarnya. Mereka pun mulai menata lawarnya sedemikian rupa untuk dapat di-display dan dipresentasikan kepada dewan juri. Beberapa tim terlihat tergopoh-gopoh, sepertinya mereka ingin cepat-cepat kelar. Padahal waktu masih lumayan panjang untuk mempersiapkan banyak hal.

Saat pagi telah berganti siang, ketika waktu telah menunjukkan pukul 12:00 Wita, seluruh tim telah tuntas menyelesaikan lawarnya masing-masing. Sesi lomba kemudian dilanjutkan dengan presentasi hidangan oleh seluruh tim di hadapan dewan juri.

Setiap tim silih berganti menyajikan hidangannya di meja juri. Sembari juri mencicipi dan menilai, perwakilan tim juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan, serta bahan-bahan yang digunakan dalam membuat lawar.

Salah satu tim saat mempresentasikan hidangan lawarnya | Foto: tatkala.co/Dede

Heru Pramudia dan rekan timnya saat mempresentasikan hidangan lawarnya | Foto: tatkala.co/Dede

Heru Pramudia, pengajar di Politeknik Internasional Bali yang juga terlibat menjadi peserta bersama mahasiswanya mengatakan, apapun hasilnya nanti, yang jelas lomba ini menjadi salah satu sarana yang bagus untuk belajar tentang kuliner, sekaligus belajar tentang budaya dan tradisi Bali. “Terutama bagi para mahasiswa atau anak muda,” ujar Heru sembari membersihkan sendok seusai melakukan presentasi.

Setelah semua tim mempresentasikan hidangannya, dewan juri pun berdeliberasi cukup lama, diskusi antara mereka tampak alot. Mungkin saja memang sebegitu sulitnya menentukan lawar yang terbaik. Dalam Parade Ngelawar ini, yang dicari hanyalah satu juara saja untuk menerima penghargaan. Entah apa alasannya, barangkali memang tujuannya untuk mencari yang terbaik saja.

Pada akhirnya, setelah sekian lama menimbang-nimbang keputusan. Dewan juri pun mengumumkan total perolehan poin dari seluruh tim yang berlomba, seluruh tim dan penonton menyimak dengan saksama. Suasananya begitu menegangkan, semuanya menanti siapa yang akan menjadi jawaranya.

Tak disangka-sangka, hari itu ternyata menjadi hari keberuntungan bagi tim dari IPB Internasional Bali, mereka berhasil menyabet gelar juara Parade Ngelawar dengan memeroleh 261 poin. Mereka langsung bersorak kegirangan di sudut Zona D, raut wajah bahagia tak bisa mereka sembunyikan ketika melangkah ke depan untuk menerima penghargaan.

Tim IPB Internasional Bali saat menerima penghargaan | Foto: tatkala.co/Dede

I Kadek Agus Ardi Prasetya, perwakilan tim IPB Internasional Bali | Foto: tatkala.co/Dede

I Kadek Agus Ardi Prasetya, perwakilan tim IPB Internasional Bali mewakili teman-teman yang lain mengatakan sangat merasa senang sekali dengan lomba ini. “Ini akan menjadi penghargaan yang paling mengesankan bagi kami di akhir tahun. Sebenarnya, kami sebagai mahasiswa hanya meminjam tempat di kampus untuk prepare. Jadi, hari ini kami mengatasnamakan kampus untuk mengikuti lomba ini,” jelasnya.

“Jujur, sangat tidak menyangka bisa dapat juara. Bagi kami, ini adalah buah dari keberuntungan dan usaha saja,” tandas Ardi dengan senyum bahagia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Garas Prahmantara dan Kawan-kawan Melukis Tempat Sampah di Denpasar Festival 2024, Jadi Live Mural yang Mengesankan
Denpasar Festival: Semangat Warga di Antara Hujan dan Fenomena Solstis
Rentet, Rejang Amustikarana dan Damar Kurung | Sajian Ebano Bali di Denpasar Festival 2021
Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021
Pameran Buku Ala Kadar – Catatan Kecil untuk Denpasar Festival 2016
Tags: denfestdenpasardenpasar festivalkulinerkuliner babilawarlawar bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menerima Tantangan Rasi Bintang: Dari Denfest 2024 Mengenang Aguk

Next Post

Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Kalender Adat dan ”Kolenjer” --- [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co