29 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat Tradisi Bumbu Bali Lewat Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 27, 2024
in Khas
Merawat Tradisi Bumbu Bali Lewat Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024

Parade Ngelawar di Denpasar Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

AROMA base genep (bumbu lengkap ala Bali) merebak di sisi utara Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Kenikmatan bumbu dan rempah khas Bali itu, bisa dirasakan lewat aromanya yang kuat. Itu baru aromanya saja, apalagi nanti setelah diadon menjadi satu dalam sajian lawar, pasti akan lebih nikmat lagi.

Hari itu, Selasa, 24 Desember 2024,merupakan hari yang paling menggugah selera di Denpasar Festival (Denfest) 2024. Saat itu merupakan pelaksanaan Parade Ngelawar, yang dilaksanakan di Zona D, sebelah kiri Panggung Musik di sisi utara Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Parade Ngelawar (membuat lawar) yang dilaksanakan pada hari ketiga Denfest itu diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa tampak antusias mengikuti Parade Ngelawar tersebut, mereka saling bersaing untuk meracik lawar yang terbaik.

Terdapat enam tim yang berlomba pada hari itu, setiap tim terdiri dari empat orang anggota. Mereka berasal dari pelaku UMKM, Koperasi, serta Institusi Pendidikan. Tidak ada batasan usia untuk mengikuti lomba ini, semua kalangan boleh terlibat, karena memang dibuka untuk umum.

Ketika waktu tepat menunjukkan pukul 10:00 Wita, acara dimulai dengan penyampaian kriteria lomba oleh dewan juri–sebagai bentuk penegasan ulang kepada para peserta. Seusai menyampaikan kriteria perlombaan, para peserta pun disilakan untuk mulai bekerja.

Segala piranti disiapkan terlebih dahulu oleh para peserta sebelum mulai bekerja. Setelah semua perlengkapan dan bahan-bahan lawar siap tersedia, mereka duduk melingkari talenannya masing-masing, di atas terpal yang telah disiapkan sebagai alas.

Salah satu tim bergotong royong menyiapkan lawar | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu tim saat ngelibar (mengiris kulit babi) | Foto: tatkala.co/Dede

Mereka diberikan waktu selama dua jam untuk mempersiapkan lawar terbaiknya. Rasanya sudah seperti menonton kompetisi masak di televisi, mereka tampak begitu gesit dalam bekerja. Beberapa tim terlihat agak sedikit terburu-buru mengerjakannya, terutama kelompok anak-anak muda dari universitas. Tetapi, ada juga tim yang tampak biasa saja, khususnya dari kelompok orang-orang dewasa. Mereka begitu santai, seperti sedang tidak mengikuti lomba, barangkali mereka sudah terbiasa melakukan hal tersebut ketika sedang mebat (mracik dan memasak), terutama dalam upacara adat,  di masyarakat.

Salah satu tim saat ngeramas (irisan kulit babi dirajang) | Foto: tatkala.co/Dede

Display hidangan lawar dari masing-masing tim | Foto: tatkala.co/Dede

Parade Ngelawar ini merupakan lomba yang diselenggarakan oleh Indonesian Chef Association (ICA) bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar. Selain turut memeriahkan rangkaian Denpasar Festival 2024, Parade Ngelawar ini juga menjadi ajang untuk melestarikan tradisi dan budaya Bali, terutama dalam merawat dan menjaga tradisi bumbu khas Bali.

Selain itu, Parade Ngelawar ini juga dinilai oleh tiga dewan juri yang berpengalaman di bidangnya, yang juga berasal dari dari ICA (Indonesian Chef Association). Antara lain, Chef Agung Sukanta, Chef Ketut Sumatra, dan Chef I Nyoman Chandra.

Salah satu dewan juri, Chef Ketut Sumatra mengatakan, selain untuk memeriahkan Denfest, ajang ini juga untuk melestarikan budaya kuliner kita. “Karena banyak anak-anak muda yang tidak atau belum tahu bagaimana proses ngelawar. Jadi, mudah-mudahan tradisi ini bisa diteruskan oleh anak-anak muda secara berkelanjutan,” katanya dengan penuh harap.

Ketika menyampaikan kriteria perlombaan di awal kegiatan, Chef Ketut Sumatra menjelaskan bahwa dalam lomba ini, peserta hanya cukup melakukan proses ngelibar, ngeramas, dan ngadonan lawar. Sementara untuk peneman atau menu pendamping lainnya, disiapkan dan dibawa dari rumah.

“Jadi, yang dinilai adalah lawarnya, karena ini adalah parade ngelawar,” tegas Chef Ketut Sumatra.

Terlepas dari cita rasa lawar yang dibuat, aspek lain yang juga menjadi penilaian penting adalah kebersihan saat proses pembuatan, penyajian atau presentasi, serta kerja sama tim.

Salah satu tim saat men-display hidangan lawar | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu tim saat ngadonan (mengaduk)lawar) | Foto: tatkala.co/Dede

Ketika satu setengah jam berlalu, sebelum genap menyentuh dua jam waktu lomba, beberapa tim tampak sudah menyelesaikan lawarnya. Mereka pun mulai menata lawarnya sedemikian rupa untuk dapat di-display dan dipresentasikan kepada dewan juri. Beberapa tim terlihat tergopoh-gopoh, sepertinya mereka ingin cepat-cepat kelar. Padahal waktu masih lumayan panjang untuk mempersiapkan banyak hal.

Saat pagi telah berganti siang, ketika waktu telah menunjukkan pukul 12:00 Wita, seluruh tim telah tuntas menyelesaikan lawarnya masing-masing. Sesi lomba kemudian dilanjutkan dengan presentasi hidangan oleh seluruh tim di hadapan dewan juri.

Setiap tim silih berganti menyajikan hidangannya di meja juri. Sembari juri mencicipi dan menilai, perwakilan tim juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan, serta bahan-bahan yang digunakan dalam membuat lawar.

Salah satu tim saat mempresentasikan hidangan lawarnya | Foto: tatkala.co/Dede

Heru Pramudia dan rekan timnya saat mempresentasikan hidangan lawarnya | Foto: tatkala.co/Dede

Heru Pramudia, pengajar di Politeknik Internasional Bali yang juga terlibat menjadi peserta bersama mahasiswanya mengatakan, apapun hasilnya nanti, yang jelas lomba ini menjadi salah satu sarana yang bagus untuk belajar tentang kuliner, sekaligus belajar tentang budaya dan tradisi Bali. “Terutama bagi para mahasiswa atau anak muda,” ujar Heru sembari membersihkan sendok seusai melakukan presentasi.

Setelah semua tim mempresentasikan hidangannya, dewan juri pun berdeliberasi cukup lama, diskusi antara mereka tampak alot. Mungkin saja memang sebegitu sulitnya menentukan lawar yang terbaik. Dalam Parade Ngelawar ini, yang dicari hanyalah satu juara saja untuk menerima penghargaan. Entah apa alasannya, barangkali memang tujuannya untuk mencari yang terbaik saja.

Pada akhirnya, setelah sekian lama menimbang-nimbang keputusan. Dewan juri pun mengumumkan total perolehan poin dari seluruh tim yang berlomba, seluruh tim dan penonton menyimak dengan saksama. Suasananya begitu menegangkan, semuanya menanti siapa yang akan menjadi jawaranya.

Tak disangka-sangka, hari itu ternyata menjadi hari keberuntungan bagi tim dari IPB Internasional Bali, mereka berhasil menyabet gelar juara Parade Ngelawar dengan memeroleh 261 poin. Mereka langsung bersorak kegirangan di sudut Zona D, raut wajah bahagia tak bisa mereka sembunyikan ketika melangkah ke depan untuk menerima penghargaan.

Tim IPB Internasional Bali saat menerima penghargaan | Foto: tatkala.co/Dede

I Kadek Agus Ardi Prasetya, perwakilan tim IPB Internasional Bali | Foto: tatkala.co/Dede

I Kadek Agus Ardi Prasetya, perwakilan tim IPB Internasional Bali mewakili teman-teman yang lain mengatakan sangat merasa senang sekali dengan lomba ini. “Ini akan menjadi penghargaan yang paling mengesankan bagi kami di akhir tahun. Sebenarnya, kami sebagai mahasiswa hanya meminjam tempat di kampus untuk prepare. Jadi, hari ini kami mengatasnamakan kampus untuk mengikuti lomba ini,” jelasnya.

“Jujur, sangat tidak menyangka bisa dapat juara. Bagi kami, ini adalah buah dari keberuntungan dan usaha saja,” tandas Ardi dengan senyum bahagia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Garas Prahmantara dan Kawan-kawan Melukis Tempat Sampah di Denpasar Festival 2024, Jadi Live Mural yang Mengesankan
Denpasar Festival: Semangat Warga di Antara Hujan dan Fenomena Solstis
Rentet, Rejang Amustikarana dan Damar Kurung | Sajian Ebano Bali di Denpasar Festival 2021
Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021
Pameran Buku Ala Kadar – Catatan Kecil untuk Denpasar Festival 2016
Tags: denfestdenpasardenpasar festivalkulinerkuliner babilawarlawar bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menerima Tantangan Rasi Bintang: Dari Denfest 2024 Mengenang Aguk

Next Post

Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Kalender Adat dan ”Kolenjer” --- [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

by Sugi Lanus
June 28, 2026
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky
Cerpen

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda
Puisi

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan
Liputan Khusus

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

by Jaswanto
June 28, 2026
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
Bulan Juni Milik Empat Presiden
Esai

Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi
Esai

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa...

by Agung Sudarsa
June 28, 2026
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan
Esai

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin...

by T.H. Hari Sucahyo
June 28, 2026
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi
Esai

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua...

by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong...

by Sugi Lanus
June 27, 2026
Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan
Esai

Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten,...

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
Takut Galungan
Dongeng

Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co