23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Garas Prahmantara dan Kawan-kawan Melukis Tempat Sampah di Denpasar Festival 2024, Jadi Live Mural yang Mengesankan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 24, 2024
in Khas
Garas Prahmantara dan Kawan-kawan Melukis Tempat Sampah di Denpasar Festival 2024, Jadi Live Mural yang Mengesankan

Garas dan kawan-kawannya saat melukis mural di Denpasar Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

BERKALENG-kaleng cat, bertangkai-tangkai kuas, serta beberapa gelas-gelas plastik setia menemani empat pemuda itu. Mereka sudah berjam-jam berada di tengah lapangan Puputan Badung untuk menggoreskan kreativitasnya. Mereka adalah Garas Prahmantara dan kawan-kawannya.

Jika Anda sempat berkunjung ke Denpasar Festival 2024, khususnya di areal Panggung Musik dan Panggung Budaya di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Anda akan menemukan tempat sampah berupa box besar bergambar mural di tiga titik. Mural tersebut dikerjakan oleh Garas dan kawan-kawannya, tepat saat hari pembukaan Denpasar Festival 2024.

Hari itu, Minggu, 22 Desember 2024, Garas dan kawan-kawannya tampak sibuk melukis mural, dari satu kotak ke kotak yang lain. Kala itu, saya tengah berkunjung ke Denpasar Festival 2024, saat festival tahunan kota Denpasar itu dibuka. Ketika berjalan-jalan di seputar areal Lapangan Puputan Badung, saya melihat empat orang pemuda tengah sibuk melukis sebuah kotak besar. Awalnya, saya mengira itu adalah sebuah photobox, kemudian terlintas dalam pikiran saya kalau mereka sedang melakukan live mural, namun kegiatannya tidak tercantum di agenda resmi Denpasar Festival 2024.

Ternyata, itu bukanlah sebuah photobox ataupun live mural, melainkan lukisan yang sedang dikejar waktu. Sang konseptor mural, Garas Prahmantara mengatakan, “Awalnya ini mau jadi surprise gitu. Kalau dari kemarin bisa dikerjakan, pagi hari pasti sudah selesai, agar saat hari pembukaan bisa dilihat oleh para pengunjung. Tapi karena situasi hujan yang gak karuan, mau gak mau malah jadi live mural. Jadinya bonus buat para pengunjung, bisa menyaksikan live mural gratis, hahaha!” Ia mengucapkan itu dengan sedikit tertawa.

Tempat sampah bergambar mural di Denpasar Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan masih sukar untuk dibendung, apalagi saat ada perhelatan festival, pasti sampah-sampah akan berceceran di mana-mana. Salah satu faktornya adalah karena tidak ada tempat sampah yang memadai, atau bahkan terlampau jauh jaraknya dari lokasi acara.

Problematika tersebut tentu menjadi perhatian khusus bagi panitia penyelenggara Denpasar Festival 2024. Menyikapi krisis sampah yang tengah masif menjadi perbincangan belakangan ini, perhelatan Denpasar Festival yang ke-17 kali ini punya cara unik untuk mengelola sampah, yaitu dengan menyediakan tempat sampah besar di tiga titik seputar areal festival, yang tentunya amat mudah dijangkau oleh para pengunjung.

Kotak-kotak besar itu tidak hanya sekadar tempat sampah biasa, tetapi juga menjadi salah satu spot yang menarik untuk dilirik, karena berisi mural yang mencuri perhatian. Tak sedikit pula para pengunjung yang mengabadikan diri dengan berswafoto di depan tempat sampah itu.

Keberadaan tempat sampah itu menjadi menarik karena terdapat mural berupa kartun bertemakan sampah dan peduli lingkungan. Selain menjadi suatu karya seni yang bagus, petugas kebersihan juga tidak terlalu penat berkeliling membersihkan sampah, karena sudah terkumpul dalam satu titik. Para pengunjung juga tak perlu khawatir jika tempat sampahnya penuh, karena ada tiga box besar yang siap menampung segala sampah mereka.

Tentu ini menjadi salah satu solusi agar para pengunjung lebih tertib membuang sampah pada tempatnya. Mengingat tempat sampah yang disediakan amat begitu besar, tidak mungkin jika tidak bisa dilihat oleh pandangan mata.

Garas Prahmantara saat melukis mural di Denpasar Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

Garas Prahmantara menceritakan, “Proses pengerjaan mural ini termasuk mendadak, H-1 saya baru diinfo untuk mural di sini. Jadi saya langsung cari beberapa teman untuk membantu, kemudian kita langsung pikirkan konsepnya di lokasi setelah melihat medianya. Ternyata medianya begitu unik, tempat sampah. Bagi saya ini sangat menarik, dan ini pertama kalinya saya melukis tempat sampah!”

Pria lulusan Arsitektur di Universitas Warmadewa ini juga menjelaskan kendala utama dalam pengerjaan mural ini adalah hujan yang tidak menentu. Menurutnya, jika dikerjakan dari H-1 seharusnya mural ini bisa jadi lebih cepat, tetapi karena cuaca yang tidak bersahabat, jadi terpaksa terselesaikan lebih lama, bahkan sampai acara telah berlangsung.

“Ini juga hitam putih karena waktunya terbatas, kalau dapat waktu lebih, ini bisa dibuat berwarna,” ujar Garas sembari menggores kuasnya di tempat sampah itu.

“Satu box ini menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam, jadi hari ini harus segera kami selesaikan semuanya. Sayangnya karena kemarin terkendala hujan, jadinya agak lebih lambat pengerjaannya. Mau gak mau harus ditunda dulu karena hujan, untungnya hari ini hujan hanya sebentar di pagi hari, jadi semoga bisa selesai lebih cepat,” ucapnya dengan penuh harap.

Dalam satu hari, Garas dan kawan-kawannya berhasil menyelesaikan tiga box dengan total melukis 12 sisi. Mereka mengerjakannya sampai larut malam, bahkan sampai hari berganti. Mereka juga mengalami insiden yang tidak terduga, yaitu ketumpahan cat saat melukis. Tetapi, Mereka tak kehabisan akal begitu saja, dengan daya kreativitasnya, mereka mampu mengatasi semua itu dengan sigap. Tumpahan cat itu bisa menjadi seni yang indah di tangan mereka.

Garas menjelaskan, inti dari konsep mural yang dibuatnya adalah bagaimana menarik orang agar mau membuang sampah dengan tertib. Selain itu, ia juga merasa bangga bisa terlibat dalam Denpasar Festival tahun ini. “Walaupun banyak hambatan yang dilalui, jujur saya merasa senang dan bangga bisa terlibat di festival sebesar ini, sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan karya ke masyarakat,” ujar Garas.

 

Tempat sampah bergambar mural di Denpasar Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

Denpasar Festival memang selalu menjadi pesta rakyat yang ramah keluarga. Terutama di hari libur, banyak para pengunjung yang datang untuk menikmati akhir pekan bersama teman, pacar, maupun keluarga. Mereka memanfaatkan waktu untuk bersenang-senang di perhelatan tahunan kebanggaan Denpasar itu. Apalagi di penghujung bulan Desember dipenuhi dengan banyak liburan. Mulai dari libur pasca rapotan, libur natal, hingga libur tahun baru.

Oleh karena itu, tentu saja volume pengunjung ke Denpasar Festival 2024 bisa dipastikan akan padat setiap harinya. Meskipun curah hujan terkadang tidak bersahabat, tak lantas menyurutkan semangat mereka untuk menikmati festival di akhir tahun. Selain itu, akibat dari ramainya pengunjung yang datang, tentu volume sampah yang dihasilkan perhari dari festival tersebut juga akan melonjak.

Pastinya hal tersebut telah diprediksi oleh panitia penyelenggara. Salah satu upaya pengelolaannya adalah dengan menyiapkan tiga box sampah besar di areal Lapangan Puputan Badung. Selain itu, tempat sampah normal yang lainnya juga disiapkan di berbagai sudut festival, mulai dari Kawasan Catur Muka, seputar Jalan Veteran, hingga seputar kawasan Gajah Mada Heritage.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, Anda masih bisa menyambangi Denpasar Festival 2024 sampai tanggal 25 Desember nanti. Akan ada berbagai pertunjukkan budaya, pertunjukan musik, UMKM lokal, kuliner, fesyen, dan masih banyak lagi. Tetapi yang paling penting dari kunjungan Anda adalah, ingat jangan nyampah ya! [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Denpasar Festival: Semangat Warga di Antara Hujan dan Fenomena Solstis
Rentet, Rejang Amustikarana dan Damar Kurung | Sajian Ebano Bali di Denpasar Festival 2021
Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021
Pameran Buku Ala Kadar – Catatan Kecil untuk Denpasar Festival 2016

Tags: denpasar festivalMuralSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Next Post

Karya Ngenteg Linggih Pura Geger Dalem Pemutih     

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Karya Ngenteg Linggih Pura Geger Dalem Pemutih     

Karya Ngenteg Linggih Pura Geger Dalem Pemutih     

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co