24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
December 19, 2021
in Khas
Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021

Mr. Botax dan Undagi Gusta saat diskusi layang-layang di Wantilan Desa Adat Renon, Denpasar

Sebelum memulai tulisan ini, saya harus mengatakan bahwa saya ini hanya penikmat layangan, bukan pembuat. Menikmatinya pun ketika ada festival, atau melihat sekumpulan layang-layang mengindang, apalagi ditambah dengan suara guwang yang bising, saya semakin suka.

Tapi dalam pikiran, saya mengaitkan aktifitas layang-layang sangat erat dengan gairah struktural masyarakat Bali. Di beberapa pengarsipan saya membaca layang-layang dan rare angon berhubungan dengan panen raya, waktu sebagian besar penduduk Bali ini bekerja di bidang pertanian.

Logika pikir saya seperti ini, apapun kegiatan atau suatu produk jika ia memiliki nilai erat pada suatu kebudayaan atau aktifitas masyarakat pasti bersifat langgeng. Kemudian budaya agraris menghilang, setidaknya di Denpasar, sawah-sawah seiring waktu berkurang. Layang-layang bagaimana? Ia diselamatkan dengan adanya festival-festival layang-layang? Apakah itu saja ?

Berbekal pemikiran di atas, saya beranjak ke Wantilan Desa Adat Renon, pada Jumat, 18 Desember 2021,  untuk mengikuti sesi berbagi mengenai layang-layang serangkaian Denpasar Festival (Denpest) 2021 . Narasumbernya undagi I Gede Agus Suprapta, atau biasa dipanggil Gusta, yang dimoderatori oleh Lanang Mr. Botax. Keduanya memang penggiat layang-layang, bahkan keduanya sempat berkolaborasi untuk membuat satu komunitas layangan.

Undagi Gusta menceritakan layang-layang buatannya

Undagi Gusta banyak mengisahkan pengalamannya dalam pembuatan layangan, yang ia lakukan secara otodidak. Dari SD hingga sekarang. Pun sejumlah juara dalam beberapa festival pernah ia raih, dari pengalaman panjang tersebut Gusta mulai merumuskan gegulakan / sikut / ukuran layangan yang sesuai dengan seleranya sendiri. Tentu rumus ini tidak serta merta langsung jadi, melainkan melewati berbagai macam percobaan, ketidakseimbangan, ketidakcocokan, alhasil menemulah Gusta dengan ukuran yang pas.

“Tiang sering mencoba, mengganti-ganti ukuran dengan bagian tertentu, untuk ngecek kengken jadinya layangannya” Ujar Gusta pendiri kelompok Undagi Matre ini.

Dulu sebelum menjual layangan, ia menjual guwang sejak tahun 1992. Kemudian atas dorongan Mr. Botak kawan karibnya, sejak tahun 1997 ia mulai menjual layangan versi gegulakan Gusta. Ia yang dulunya bekerja sebagai dagang nasi jinggo selama 10 tahun, sekarang bekerja fulltime sebagai undagi layangan. Bahkan ketika pandemi sekalipun ia masih mendapatkan orderan dari sejumlah kawan-kawan pencinta layangan.

Saya sendiri tidak menyangka ada bentuk bisnis semacam ini di Denpasar, yang jika ditelisik lebih mendalam Gusta tengah mengembangkan satu bentuk layangan berdasarkan ukuran-ukurannya sendiri, sama seperti bagaimana orang Bali membangun rumah dan membuat perkakas pertaniannya. Orang Bali kerap menggunakan ukuran tubuhnya untuk menentukan ukuran, semisal jendela, tinggi pintu, lebar pintu, pegangan cangkul, pegangan arit dan lain sebagainya. Gusta juga sedang melakukan itu, dalam alam bawah sadarnya ia tengah menerjemahkan ukuran tubuhnya sendiri ke dimensi ukuran layang-layang buatannya.

Mengenai ukuran tubuh ini, ada satu tarian yang saya suka berjudul Sikut Awak garapan Krisna Satya di Helatari Salihara 2021, Krisna sebagai koreografer hendak menerjemahkan bangunan-bangunan ke dalam wilayah tubuhnya. Bangunan – sebut saja arsitektur yang ia gunakan kelindan dari ruang dulu dan sekarang, dalam tarian itu ia mencoba membaca tubuh orang Bali pada ruang aktifitasnya.

Ia pun memakai tubuh perempuan dan tubuh laki-laki untuk membandingkan ukuran-ukuran tersebut, sebab jika dilihat dari perkembangan tubuh, keduanya memiliki fase yang berbeda, seperti dalam pendistribusian lemak, serta ukuran tulang, sungguh sangat berbeda karena berkaitan dengan metabolisme tubuh keduanya.

Barangkali Gusta sedang melakukan autokritik terhadap tubuhnya sendiri, barang kali lo ya. Saya melihat saat ia berdiri, sangat ideal, dengan tinggi dan ukuran tubuhnya saya rasa ia memiliki ukuran kepangusan. Terus terang waktu diskusi, saya ingin mengukur tubuh Gusta, semisal jengkal, ukuran dari kepala ke kaki, lebar kaki, dan lain sebagainya, mungkin saja ada kaitan dengan gegulakan  yang ia rumuskan.

Undagi Gusta menceritakan proses pembuatan layang-layanya

Kemudian diskusi mengarah pada elokan layang ketika mengudara. Mr. Botak selalu menanyakan bagaimana mencapai bentuk elokan yang ideal. Sebelumnya Gusta menjelaskan bahwa elokan yang menurutnya paling ideal ialah ketika layangan bergerak diawali dengan kepala terlebih dahulu, badan, pinggul, barulah ekor. Yang ia jelaskan ialah anatomi layangan bebean sebagai contoh.

Ia pun membagi video dokumentasi tentang elokan ideal. Hal ini ternyata ada hubungan dengan gegulakan yang ia  rumuskan, kaitannya terhadap panjang bambu, ketebalan bambu, serta kerangka tambahan yang berguna untuk menahan sekaligus mengeluarkan angin.

Teknik Gusta secara terang-terangan ia buka, untuk memberi stimulus kepada kawan-kawan pemuda yang hadir saat itu. Ia pun menjelaskan ukuran ini boleh jadi miliknya sendiri, namun tidak menutup kemungkinan bagi kawan-kawan untuk mengembangkan ukuran sendiri atau merumuskan hal yang dianggap penting dalam konteks wilayah selera masing-masing.

Mengenai ukuran wilayah masing-masing, ada layer perkembangan pengetahuan yang menarik bagi saya. Kata Mr. Botak pun diakui oleh Gusta, dulu sebelum ada gegulakan kekinian, setiap layangan memiliki ciri khasnya masing-masing. Jadi kalau festival atau perlombaan mereka biasa mengidentifikasi ukuran layangan berdasarkan wilayah. Setiap daerah memiliki ciri khasnya, betapa variatifnya.

“Tapi sekarang hampir semua layangan sama (memiliki ukuran sama) susah dibedakan, karena ada Gegulakan kekinian,” ujar Mr. Botak

Bagi Gusta sah-sah saja ukuran itu, tapi yang lebih penting adalah melakukan eksperimen sendiri dalam rangka menemukan mengembangkan kreatifitas untuk menciptakan ukuran sendiri. Awalnya mungkin saja melihat dulu yang ada, lalu dikembangkan lagi.

Saya setuju dengan statemen Gusta itu, dalam kesenian sering terjadi, untuk melihat kelompok lain berkembang atau melihat yang dianggap bagus. Jika sampai disitu, berbahaya. Harus dikritik, harus ditanyakan ulang, harus dimodifikasi baik secara pemikiran atau bentuk.

Diskusi hangat hari itu selesai,  waktu yang disediakan oleh panitia mepet dengan pertunjukan berikutnya. Saya diam-diam menyapa Gusta, untuk berterimakasih atas ilmu yang telah dibaginya secara cuma-cuma.

“Kanggiang nggih, tiang tumben niki, pertama kali, jadi narasumber. Bukannya grogi, mungkin ada saya salah ucap atau salah kata, ampura nggih,” kata Gusta.

Sampai tulisan ini selesai, saya masih ingin mengukur tubuh Gusta. Mungkin di lain kesempatan. [T]

_____

BACA JUGA:

17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar
17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar
Tags: denpasardenpasar festivallayang-layang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penulis Tua dan Mareta | Cerpen Wayan Agus Wiratama

Next Post

Exploring Society of Mind and Mind of Society in Colors of Bali

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Exploring Society of Mind and Mind of Society in Colors of Bali

Exploring Society of Mind and Mind of Society in Colors of Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co