23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
December 19, 2021
in Khas
Gegulakan Gusta Dalam Membaca Layangan Ciptaannya | Diskusi Layang-layang Denpasar Festival 2021

Mr. Botax dan Undagi Gusta saat diskusi layang-layang di Wantilan Desa Adat Renon, Denpasar

Sebelum memulai tulisan ini, saya harus mengatakan bahwa saya ini hanya penikmat layangan, bukan pembuat. Menikmatinya pun ketika ada festival, atau melihat sekumpulan layang-layang mengindang, apalagi ditambah dengan suara guwang yang bising, saya semakin suka.

Tapi dalam pikiran, saya mengaitkan aktifitas layang-layang sangat erat dengan gairah struktural masyarakat Bali. Di beberapa pengarsipan saya membaca layang-layang dan rare angon berhubungan dengan panen raya, waktu sebagian besar penduduk Bali ini bekerja di bidang pertanian.

Logika pikir saya seperti ini, apapun kegiatan atau suatu produk jika ia memiliki nilai erat pada suatu kebudayaan atau aktifitas masyarakat pasti bersifat langgeng. Kemudian budaya agraris menghilang, setidaknya di Denpasar, sawah-sawah seiring waktu berkurang. Layang-layang bagaimana? Ia diselamatkan dengan adanya festival-festival layang-layang? Apakah itu saja ?

Berbekal pemikiran di atas, saya beranjak ke Wantilan Desa Adat Renon, pada Jumat, 18 Desember 2021,  untuk mengikuti sesi berbagi mengenai layang-layang serangkaian Denpasar Festival (Denpest) 2021 . Narasumbernya undagi I Gede Agus Suprapta, atau biasa dipanggil Gusta, yang dimoderatori oleh Lanang Mr. Botax. Keduanya memang penggiat layang-layang, bahkan keduanya sempat berkolaborasi untuk membuat satu komunitas layangan.

Undagi Gusta menceritakan layang-layang buatannya

Undagi Gusta banyak mengisahkan pengalamannya dalam pembuatan layangan, yang ia lakukan secara otodidak. Dari SD hingga sekarang. Pun sejumlah juara dalam beberapa festival pernah ia raih, dari pengalaman panjang tersebut Gusta mulai merumuskan gegulakan / sikut / ukuran layangan yang sesuai dengan seleranya sendiri. Tentu rumus ini tidak serta merta langsung jadi, melainkan melewati berbagai macam percobaan, ketidakseimbangan, ketidakcocokan, alhasil menemulah Gusta dengan ukuran yang pas.

“Tiang sering mencoba, mengganti-ganti ukuran dengan bagian tertentu, untuk ngecek kengken jadinya layangannya” Ujar Gusta pendiri kelompok Undagi Matre ini.

Dulu sebelum menjual layangan, ia menjual guwang sejak tahun 1992. Kemudian atas dorongan Mr. Botak kawan karibnya, sejak tahun 1997 ia mulai menjual layangan versi gegulakan Gusta. Ia yang dulunya bekerja sebagai dagang nasi jinggo selama 10 tahun, sekarang bekerja fulltime sebagai undagi layangan. Bahkan ketika pandemi sekalipun ia masih mendapatkan orderan dari sejumlah kawan-kawan pencinta layangan.

Saya sendiri tidak menyangka ada bentuk bisnis semacam ini di Denpasar, yang jika ditelisik lebih mendalam Gusta tengah mengembangkan satu bentuk layangan berdasarkan ukuran-ukurannya sendiri, sama seperti bagaimana orang Bali membangun rumah dan membuat perkakas pertaniannya. Orang Bali kerap menggunakan ukuran tubuhnya untuk menentukan ukuran, semisal jendela, tinggi pintu, lebar pintu, pegangan cangkul, pegangan arit dan lain sebagainya. Gusta juga sedang melakukan itu, dalam alam bawah sadarnya ia tengah menerjemahkan ukuran tubuhnya sendiri ke dimensi ukuran layang-layang buatannya.

Mengenai ukuran tubuh ini, ada satu tarian yang saya suka berjudul Sikut Awak garapan Krisna Satya di Helatari Salihara 2021, Krisna sebagai koreografer hendak menerjemahkan bangunan-bangunan ke dalam wilayah tubuhnya. Bangunan – sebut saja arsitektur yang ia gunakan kelindan dari ruang dulu dan sekarang, dalam tarian itu ia mencoba membaca tubuh orang Bali pada ruang aktifitasnya.

Ia pun memakai tubuh perempuan dan tubuh laki-laki untuk membandingkan ukuran-ukuran tersebut, sebab jika dilihat dari perkembangan tubuh, keduanya memiliki fase yang berbeda, seperti dalam pendistribusian lemak, serta ukuran tulang, sungguh sangat berbeda karena berkaitan dengan metabolisme tubuh keduanya.

Barangkali Gusta sedang melakukan autokritik terhadap tubuhnya sendiri, barang kali lo ya. Saya melihat saat ia berdiri, sangat ideal, dengan tinggi dan ukuran tubuhnya saya rasa ia memiliki ukuran kepangusan. Terus terang waktu diskusi, saya ingin mengukur tubuh Gusta, semisal jengkal, ukuran dari kepala ke kaki, lebar kaki, dan lain sebagainya, mungkin saja ada kaitan dengan gegulakan  yang ia rumuskan.

Undagi Gusta menceritakan proses pembuatan layang-layanya

Kemudian diskusi mengarah pada elokan layang ketika mengudara. Mr. Botak selalu menanyakan bagaimana mencapai bentuk elokan yang ideal. Sebelumnya Gusta menjelaskan bahwa elokan yang menurutnya paling ideal ialah ketika layangan bergerak diawali dengan kepala terlebih dahulu, badan, pinggul, barulah ekor. Yang ia jelaskan ialah anatomi layangan bebean sebagai contoh.

Ia pun membagi video dokumentasi tentang elokan ideal. Hal ini ternyata ada hubungan dengan gegulakan yang ia  rumuskan, kaitannya terhadap panjang bambu, ketebalan bambu, serta kerangka tambahan yang berguna untuk menahan sekaligus mengeluarkan angin.

Teknik Gusta secara terang-terangan ia buka, untuk memberi stimulus kepada kawan-kawan pemuda yang hadir saat itu. Ia pun menjelaskan ukuran ini boleh jadi miliknya sendiri, namun tidak menutup kemungkinan bagi kawan-kawan untuk mengembangkan ukuran sendiri atau merumuskan hal yang dianggap penting dalam konteks wilayah selera masing-masing.

Mengenai ukuran wilayah masing-masing, ada layer perkembangan pengetahuan yang menarik bagi saya. Kata Mr. Botak pun diakui oleh Gusta, dulu sebelum ada gegulakan kekinian, setiap layangan memiliki ciri khasnya masing-masing. Jadi kalau festival atau perlombaan mereka biasa mengidentifikasi ukuran layangan berdasarkan wilayah. Setiap daerah memiliki ciri khasnya, betapa variatifnya.

“Tapi sekarang hampir semua layangan sama (memiliki ukuran sama) susah dibedakan, karena ada Gegulakan kekinian,” ujar Mr. Botak

Bagi Gusta sah-sah saja ukuran itu, tapi yang lebih penting adalah melakukan eksperimen sendiri dalam rangka menemukan mengembangkan kreatifitas untuk menciptakan ukuran sendiri. Awalnya mungkin saja melihat dulu yang ada, lalu dikembangkan lagi.

Saya setuju dengan statemen Gusta itu, dalam kesenian sering terjadi, untuk melihat kelompok lain berkembang atau melihat yang dianggap bagus. Jika sampai disitu, berbahaya. Harus dikritik, harus ditanyakan ulang, harus dimodifikasi baik secara pemikiran atau bentuk.

Diskusi hangat hari itu selesai,  waktu yang disediakan oleh panitia mepet dengan pertunjukan berikutnya. Saya diam-diam menyapa Gusta, untuk berterimakasih atas ilmu yang telah dibaginya secara cuma-cuma.

“Kanggiang nggih, tiang tumben niki, pertama kali, jadi narasumber. Bukannya grogi, mungkin ada saya salah ucap atau salah kata, ampura nggih,” kata Gusta.

Sampai tulisan ini selesai, saya masih ingin mengukur tubuh Gusta. Mungkin di lain kesempatan. [T]

_____

BACA JUGA:

17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar
17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar
Tags: denpasardenpasar festivallayang-layang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penulis Tua dan Mareta | Cerpen Wayan Agus Wiratama

Next Post

Exploring Society of Mind and Mind of Society in Colors of Bali

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Exploring Society of Mind and Mind of Society in Colors of Bali

Exploring Society of Mind and Mind of Society in Colors of Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co