13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
December 9, 2021
in Khas
17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar

Sepuluh seniman yang tergabung dalam 10 Fine Art yang berpameran di Gedung DNA Denpasar [Foto: Istimewa]

Menandai 17 tahun terbentuknya “10 Fine Art”, digelarlah sebuah pameran seni rupa di Gedung Dharma Negara Alaya, Jalan Mulawarman 1 Denpasar, Bali. Pemeran dibuka 9 Desember 2021 pukul 17.00 WITA  dan berlangsung sampai tanggal 23 Desember 2021.

Pengantar katalog pameran seni rupa tersebut ditulis oleh Made Susanta Dwitanaya, dan pameran  akan diresmikan  oleh artis dan politikus Rieke Diah Pitaloka.

10 Fne Art  adalah kelompok seniman yang berjumlah 10 orang pelukis Bali, yaitu I Made Dolar Astawa, I Wayan “Apel” Hendrawan, I Wayan “Anyon” Muliastra, I Made Budi Adnyana, Ida Bagus Putu Purwa, A A. Ngurah Paramarta, I Wayan Paramarta, I Made “Romi” Sukadana, I Ketut Teja Astawa dan Vinsensius Dedy Reru.

Pameran kali ini menampilkan 33 karya seni lukis dengan berbagai macam ukuran dan 12 seni patung, yang mengambil model babi, yang di lukis oleh masing masing seniman tersebut, juga dua karya karya patung yang berbahan anyaman kawat anti karat.

. Sejumlah karya dari seniman “10 Fine Art” yang dipamerkan di Gedung DNA Denpasar, 9-23 Desember 2021

Terbentuknya Ten Fine Art berawal dari Tragedi Bom Bali yang melanda Bali pada tahun 2002. Para Seniman tersebut terpukul melihat situasi yang terjadi dengan adanya bom Bali berkat serangan teroris, dengan situasi yang melanda Bali, yang menyebabkan pariwisata sekejap senyap dibuatnya, ekonomi runtuh, banyak pelaku pariwisata alih profesi.

Made Dollar Astawa,  berinisiatif mendatangi kawan kawanya sekedar bersilaturahmi dan  menanyakan kabar,  dengan adanya bom Bali, berharap kawan-kawanya tidak ada yang menjadi korban, banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan yang mana dari mereka banyak menggantungkan pekerjaannya di pariwisata  melalui karya seni.

Misalnya Made Dollar Astawa yang masih bekerja sebagai pelukis layang-layang, Ida Bagus Putu Purwa yang masih bekerja menjadi pelukis keramik di salah satu perusahan keramik kenamaan di Bali, lalu Made Romi Sukadana, Anyon Muliastra, I Gusti Ngurah Paramarta dan Made Budiarsana, selain memperjuangkan gaya lukisnya sekarang, sesekali masih menggantungkan hidupnya dengan menjadi pedagang acung ke berbagai art shop di Ubud.

Lalu ada juga Dedy Reru  selain melukis masih bermain music di beberapa restoran di Lovina, I Wayan Paramarta sendiri yang sudah menjalin kerja sama dengan salah satu art gallery kenamaan di Singapura, sedangkan  I Wayan “Apel” Hendrawan yang baru sembuh dari sakit jiwa, yang selalu aktif dalam kegiatan karang taruna dalam pembuatan ogoh ogoh, yang masih menjadi tukang sablon.  

Ada juga Teja Astawa, yang masih aktif dalam penulisan cerpen di salah satu media di Bali, dan menawarkan lukisan di art shop dengan dukungan pariwisata, sekedar menyambung hidup karena sebagian dari mereka menjadi keluarga muda, dan ada pula yang masih lajang.

. Foto jadul sepuluh seniman yang tergabung dalam 10 Fine Art

Dengan semangat kekeluargaan dan obrolan panjang, dua tahun lamanya, yang mana mereka masih tertatih-tatih untuk menghidupi keluarga mengerjakan berbagai macam hal yang berkaitan dengan dunia kreatif hanya sekadar bisa menanggung keluarga untuk makan.

Pada tahun 2004 akhirnya mereka sepakat membentuk “10 Fine Art” dengan mengontrak sebuah ruko di kawasan Sanur di jadikan Art Gallery, yang mana awalnya mereka kontrak dengan harga 15 juta, pembentukan awal 10 Fine Art itu sendiri, juga karena gagasan sederhana yang hanya memfokuskan biar bisa mengontrak ruko tersebut selama dua tahun, dengan mengumpulkan sepuluh pelukis, biar beban mengontrak ruko tersebut tidak menjadi beban banyak.

Dengan ada ruang alternative tersebut sebagai tempat untuk sharing ide dan rasa kepedulian mengenai seni dan budaya di Bali. Dengan ruang alternative yang mereka miliki. Untuk mengakomodir kegelisahan mereka atas kepeduliannya terhadap Bali melalui seni dan kebudayaan, juga sebagai tempat nongkrong dan membangun networking seniman Bali di Sanur

Kelompok 10 Fine Art, dalam perjalanan berkesenian sudah melakukan pameran di berbagai kota di Indonesia, seperti Jogja Malang dan Jakarta, begitu pula pameran di luar negeri salah satunya di Melbourne Australia, secara perorangan mereka aktif berpameran di dalam dan luar negeri

Pameran perdananya pun dilakukan dengan mengadakan tema telanjang, dengan, melukis diri masing masing dengan telanjang, sebagai pameran perdananya. Ruang seni alternatif sebagai artist initiative mendirikan art gallery.

Setahun setelah dibentuknya 10 Fine Art dan diresmikannya ruang alternative space yang diberi nama 10 Fine Art, sepuluh pematung Bali mengadakan pameran yang di beri tema 10 Balinese Sculpture yang terdiri dari  Carola Vooges seniman patung berkebangsaan Belanda, I Nyoman Erawan, I Ketut Muja, I Made Suagata,  I Wayan Sukenada, I Wayan Jana, I Ketut Selamet, I Wayan Gawiarta, Pande Wayan Mataram, IB Nyoman Darma Putra.

Dari sekian pematung tersebut yang lazim menggunakan bahan kayu dan Batu, seniman patung kontemporer  I Wayan Gawiarta yang alumni ISI Yogyakarta menampilkan karya patung yang berjudul sexy II patung tersebut menggunakan bahan alternatif berbahan tali tambang berbahan plastic yang tidak lazim digunakan di seni patung. Begitu juga karya seni objek art Nyoman Erawan yang merespon bekas bangunan tradisional yang berbahan kayu jati antic yang direspon sedemikian rupa.

Sejumlah karya dari seniman “10 Fine Art” yang dipamerkan di Gedung DNA Denpasar, 9-23 Desember 2021

Beberapa pameran berikutnya pun di 10 Fine Art juga dapat berpameran oleh kelompok Jagor yang terdiri dari  I Wayan Danu, I Wayan Santyasa, dan I Wayan Arnata, juga pameran berdua oleh I Wayan Wirawan, dengan I Kadek Susila Dwiyana, dalam pameran ini pula I Wayan Wirawan mengenalkan salah satu promotor seni rupa kepada Ida Bagus Putu Purwa, dan menjadi titik awal karya karya seni lukis Ida Bagus Putu Purwa mulai diminati oleh beberapa pecinta seni di Indonesia.

Dengan modal nekat dan tertatih- tatih mereka membuat sebuah art gallery, untuk mempromosikan karya mereka, selain memberi ruang kepada seniman lain untuk berpameran, bahkan salah satu curator dan pemerhati seni dari Jerman Thomas Freitag menjuluki mereka sebagai produsen gallery, yang mana mereka yang mengelola gallery, mereka pula yang menghasilkan karya seninya.

Hasil dari penjualan lukisan tersebut pula dimanajemen secara kekeluargaan, dan hasilnya selain digunakan untuk membayar kontrakan berikutnya dan mensponsori kegiatan kesenian, juga digunakan untuk membantu seniman yang tergabung di 10 Fine Art  yang istrinya melahirkan, menikah, dan membantu kawannya untuk membayar uang administrasi sekolah pada saat anak mereka mulai memasuki Sekolah Dasar. Semua itu dilakukan dengan cara kekeluargaan.

Oleh karena itu mari saksikan pameran mereka dari 17 tahun perjalanan 10 Fine Art dengan menghadirkan karya karya segar dan terbarunya di akhir tahun ini. [T]

Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dikuntit Lelaki Kekar Bertato di Hutan Taman Nasional Bali Barat

Next Post

Geliat Bali di Tengah Presidensi G20 Indonesia

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

Geliat Bali di Tengah Presidensi G20 Indonesia

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co