4 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dikuntit Lelaki Kekar Bertato di Hutan Taman Nasional Bali Barat

Made Wirya by Made Wirya
December 10, 2021
in Tualang
Dikuntit Lelaki Kekar Bertato di Hutan Taman Nasional Bali Barat

Suasana jalan di Taman nasional Bali Barat

Minggu 20 Juni 2021, pukul 18.15 WITA. Matahari sudah rebah di cakrawala barat. Pelan saya kayuh pedal keluar dari Pelabuhan Gilimanuk. Mata saya celingukan mencari hotel murah di jalan raya menuju Sekik.

Selama bersepeda, saya berusaha mencari hotel murah dengan kamar di lantai 1, agar sepeda bisa masuk kamar. Selain untuk keamanan, saya tidak mau repot melepas pannier. 

Baju, piranti mandi, dan berbagai macam tool untuk servis ringan, saya masukkan di dalam pannier. Tas yang didesain khusus untuk bersepeda itu  saya gantung di sisi kiri dan kanan rak belakang.

Setelah mencari beberapa saat, saya menemukan hotel kecil tidak jauh dari jalan raya. Melihat kondisi bangunannya, sepertinya  hotel baru selesai dibangun.

“Ada kamar?,” tanya saya pada resepsionis. Perempuan muda, usianya tidak lebih dari 25 tahun.

“Ada Pak.”

Harga resminya Rp300 ribu. Karena pandemi dan sepi pengunjung, didiskon 50%. Saya perhatikan, kelihatannya hanya saya tamu yang menginap di hotel ini.

“Saya besok pukul lima pagi harus sudah berangkat, apakah bisa disiapkan sarapan?”

“Pagi sekali, Pak? Di sini jam lima masih gelap lho. Mau ke arah Singaraja atau Denpasar?”

“Singaraja.”

“Saran saya, sebaiknya pukul enam atau setengah enam saja. Apalagi ke Singaraja harus melewati hutan yang lumayan panjang.”

Rencana semula, saya menuju Pelabuhan Padangbai melalui jalur selatan: Negara, Tabanan, Denpasar, Padangbai. Tapi sahabat saya, Putu Sutawijaya, menyarankan lewat utara.

Salah satu maestro seni rupa Indonesia itu menyampaikan bahwa jalur utara lebih menarik. Menurutnya, Kabupaten Buleleng memiliki banyak pura kuno dengan karakter ukiran yang khas dan unik. Salah satunya adalah Meduwe Karang.

Saya tanya kepada kemenakan saya yang sering ke Padangbai melalui jalur utara. Apakah jalur tersebut ramah buat pengendara sepeda.

“Aman Om. Ada sih tanjakan, tapi nggak terjal. Saya sering lewat sana,” jelasnya.

Saya percaya, dan memutuskan lewat utara.

Senin, 21 Juni 2021 pukul 05.30 WITA.  Setelah makan setangkup roti bakar keju dan teh manis, saya berangkat meninggalkan hotel.

Sepagi itu Gilimanuk masih remang-remang.  Saya nyalakan lampu depan dan belakang. Saya menuju arah Singaraja dalam udara pagi yang menyejukkan.

Beberapa puluh meter sebelum pertigaan Cekik, saya berhenti. Saya lupa menyalakan cyclocomp. Jalanan masih sepi. Satu-dua pengendara motor memberi semangat dengan menunjukkan ibu jari.

Setelah belok ke pertigaan Cekik, saya merasa ada yang mengikuti. Saya lihat dengan sudut mata, seseorang mengendarai sepeda, sepertinya MTB.

Saya mencoba menambah kecepatan, dia juga tidak mau kalah. Saya mulai masuk kerimbunan belantara Taman Nasional Bali Barat yang berkabut tipis.

Jalanan masih sangat sepi meskipun suasana sudah mulai terang. Sinar matahari menerobos celah dedaunan. Panah-panah cahaya menghujam aspal basah dari sisa hujan semalam.

Pesepeda di belakang saya masih terus mengikuti. Saya lirik lagi dengan sudut mata, tubuhnya tampak kekar.  Saya mulai khawatir.

Saya tidak memiliki ilmu beladiri, apalagi ilmu kebal. Saya bukan pendekar silat yang melumpuhkan musuh sekali pukul seperti dalam film. Pun saya juga tidak punya senjata.

“Mau ke mana, Pak?”

Sunyi. Saya ragu apakah dia benar-benar menyapa saya.

“Paak!”

Saya menoleh ke belakang. Orang di belakang saya tersenyum ramah. Lelaki muda, sekitar 30 tahun. Mungkin lebih. Badannya kekar. Tangan kirinya penuh tato.

“Ke Singaraja.”

“Sendiri!?”

“Iya.”

“Berangkat dari mana?”

“Gresik.”

“Wah! Jauh juga ya!.”

“Anda mau ke mana?”

“Dari rumah. Ini mau bersepeda dekat-dekat sini saja.

Saya mengurangi kecepatan sehingga kami bersebelahan. Anak muda itu mengeluarkan ponsel.

“Boleh saya videokan?”

“Buat apa, Bli?”

“Buat saya share ke kawan-kawan komunitas sepeda. Boleh kan, Pak?”

“Silakan.”

Setelah keluar hutan, ada perkampungan kecil. Anak muda itu pamit, katanya mampir menemui kawannya. Kami pun berpisah.[T]

Tags: balap sepedagoweskomunitas sepedasepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Arak Bali Belum Sepenuhnya Legal, Tapi Tenang Saja…

Next Post

17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar

17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen
Ulas Buku

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali
Panggung

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah...

by Agung Sudarsa
July 3, 2026
Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan
Esai

Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk...

by IM Gede Nesa Saputra
July 2, 2026
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4
Panggung

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa
Esai

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini...

by I Wayan Artika
July 2, 2026
Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali
Khas

Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring...

by Dede Putra Wiguna
July 2, 2026
Fiksi

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

by Chusmeru
July 2, 2026
PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton
Esai

PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton

MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB)....

by I Wayan Yudana
July 1, 2026
Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali
Panggung

Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan...

by Nyoman Budarsana
July 1, 2026
The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia
Khas

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta
Ulas Pentas

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

by Azzahra Naya R
July 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co