4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rentet, Rejang Amustikarana dan Damar Kurung | Sajian Ebano Bali di Denpasar Festival 2021

tatkala by tatkala
December 22, 2021
in Khas
Rentet, Rejang Amustikarana dan Damar Kurung | Sajian Ebano Bali di Denpasar Festival 2021

Perembahan seni Ebano Bali di Pelataran Pasar Badung

Ada tiga garapan seni yang menyedot perhatian penikmat seni di ajang Denpasar Festival (Denpest) 2021. Yakni “Rentet” sebuah komposisi musik Selonding, serta Damar Kurung dan Rejang Amustikarana yang meruapakan dua koreografi tari. Meski selonding atau rejang sudah dikenal banyak orang, tapi garapan  seni di Pelataran Pasar Badung, Jumat, 17 Desember 2021 malam itu terkesan baru, apik dan tak hilang kesan klasik.

Garapn itu diepersembahkan Ebano Bali, sebuah sekaa seni yang masih belia di Kota Denpasar. Garapan itu dipersembahkan serangkaian Denpasar Festival (Denfes) ke-14 di Pelataran Pasar Badung, Jumat (17/12).

Sekaa Ebano Bali yang beralamat di Jalan Narakusuma 54 Banjar Sebudi, Desa Tanjung Bungkak, Denpasar itu tampil penuh ekspresif dalam ajang tahunan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar itu.

Tiga sajian seni yang didukung anak-anak muda dari Banjar Bengkel Denpasar ini mengolah ide-ide kreatif dengan menggunakan gamelan Selonding dengan memainkan nada-nada kekinian. Hal itu diwujudkan dalam Tabuh Rentet, sebuah karya musik yang terdengar indah di telinga.

Komposisi musik ini disusun berdasarkan sudut pandang seorang penata yang mencermati gending-gending klasik, seperti di Desa Tenganan, Karangasem. Komposisi ini dimainkan menggunakan saih sadi dengan teknik permainan ngucek.

Rudy Artana selaku komposer menyebut Rentet itu memiliki makna rentetan, yaitu suatu yang berurutan dan memiliki keterkaitan. Kata rentet digunakan berpijak pada formulasi gending yang disusun berdasarkan urutan nada rendah menuju nada tinggi.

Penampilan yang kedua, menyajikan Tari Rejang Amustikarana. Dua gadis dengan busana bernuansa putih itu menyajikan gerak-gerak tari yang polos, namun memiliki makna yang sangat dalam. Tayungan, gerak tangan dan komposisi penari yang sangat sederhana memiliki simbol-simbol dalam menjaga keagungan alam.

Amustikarana merupakan sebuah sikap ketika melakukan Puja Tri Sandya. Bagaimana proses masyarakat Hindu Bali dalam melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa harus fokus dan seimbang. Dua penari itu juga lambing dari sikap amustikarana. 

Semua itu menggunakan rasa bukan pikiran, seperti sikap amustikarana. Tangan kanan dan kiri ditaruh di ulu hati dan ibu jari menuju keatas. Sejalan dengan teknik permainan gamelan selonding, tangan kiri dan kanan harus seimbang, memiliki porsi yang sama dalam memainkan instrumen.

 Para penari memakai busana yang sederhana, namun terkesan sangat indah dan klasik. Penari menggunakan baju putih dan kain putih, di bagian badan dibalut kain cagcag Nusa Penida dikombinasi songket benang khas Klungkung. Gelungannya terinspirasi dari Gelungan Tari Baris kombinasi dengan Gelungan Rejang khas Karangasem. Tari ini ditata Mang Mus dan Hadi Mulyawan sebagai penata iringan.

Diakhir pertunjukannya, Ebano Bali menampilkan Tari Damar Kurung yang dibawakan seorang penari wanita dengan karakter yang sangat kuat. Tari ini, menggambarkan sebuah kebebasan yang sangat penting untuk perkembangan peradaban.

Namun, dalam bersosial harus memiliki batasan tertentu. Penata tari, yakni Mang Mus dan Rudy Artana sebagai penata iringan memvisualkan damar kurung kedalam bentuk karya tari tunggal. Dari perspektif musik, karya ini dibuat berdasarkan eksplorasi penata terhadap harmoni. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dapat pada sebuah eksprimen menghasilkan suara-suara baru dari gamelan selonding.

Memang sangat indah, sehingga komposisi musik baru yang menggunakan media ungkap gamelan selonding ini dapat lebih berkembang kedepannya. Apalagi, digarap lebih spesifik menggunakan ide, tema dan kepentingan musik itu sendiri, pasti menjadi sajian seni yang sangat beda.

Ebano Bali

Lebih menarik lagi, Tari Damar Kurung yang digarap Koreografer Mang Mus dan Komposer Rudy Artana itu dipadu dengan peresmian Patung Ratu Mas Melanting karya dari Putu Marmar Herayukti dan Patung Sang Kala Tri Semaya karya I Nyoman Gede Sentana Putra (Kedux) oleh Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa.

 Artinya, Tari Damar Kurung persembahan pamungkas Sekaa Ebano Bali itu dielaborasi dengan acara peresmian patung sebagai mascot di Pasar Badung itu. “Kami sangat senang dan bangga mendapat kesempatan turut mendukung program Pemkot Denpasar ini,” ucap Pendiri Ebano Bali sekaligus penanggung jawab, I Ketut Kertyasa atau akrab disapa Tut Ker.

Tu Ker, pria yang merupakan alumnus STSI (kini ISI) Denpasar mengatakan, semula Tari Damar Kurung tarian tunggal yang menggambarkan kebebasan sangat penting untuk perkembangan peradaban. Pada saat gladi, sehari sebelumnya ternyata disaksikan oleh Walikota Jaya Negara yang kemudian mengkolaborasikan tari itu sebagai bagian dari upacara peresmuan Patung Ratu Mas Melanting yang ada di Pasar Badung.

“Kami tidak menyangka, Walikota memantau ketika Ebano Bali gladi. Saat itu, beliau memanggil Marmar dan Marmar kemudian menghubungi Anak Agung Gede Agung Rahma Putra untuk mengelaborasi garapan sesuai dengan kebutuhan peresmian,” terangnya.

Atas ide Walikota Jaya Negara, Tari Damar Kurung menjadi lebih manis dan sesuai dengan tema yang diangkat saat itu. Marmar yang menterjemahkan ide tersebut, lalu Gung De Rahma yang mengeksekusi melalui penataan kostum. Hiasan kepala yang semu berbentuk karawista, kemudian dikresaikan menjadi berbentuk hiasan janur yang sangat menarik yang sesuai dengan hiasan kepala pada patung Ratu Mas Melanting.

“Kami sangat senang dengan ide Walikota, sehingga garapan menjadi lebih baik. Kami sekaa yang masih baru dapat berkolaborasi dengan Marmar, pembuat patung ogoh-ogoh terkenal dan Gung Gede Rahma Putra merupakan seorang koreografer & pendiri Yayasan Pancer Langit,” ucapnya penuh syukur.

Tut Ker mengaku senang dengan penampilan seni ini. Ebano Bali yang berawal dari menjual fashion aksesoris kepada para wiatawan itu, kini ikut melestarikan kesenian dan memfasilitasi para seniman muda untuk berkreatifitas.

Aktivitas berkesenian, memang bukan kali pertama baginya. Sebab, sebelum itu pria lincah yang berprofesi sebagai pengusaha ini juga aktif dalam berkesenian. Ia sempat mendidikan dramatari arja, dan seni lainnya. “Di masa pandemi ini, menjadi moment untuk melestarikan kesenian melalui pembinaan dan pelatihan terhadap generasi muda. Kalau penasaran, bisa saksikan melalui You Tube Kreativi Denpasar & MaxStream,” sebut pengusaha muda ini bersemangat. [T/*]

Tags: denpasardenpasar festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayo Kolaborasi Untuk Layanan Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Next Post

Menjadi Ibu dan Menjadikan “Theater of Society” sebagai “Society of Theater”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Ibu dan Menjadikan “Theater of Society” sebagai “Society of Theater”

Menjadi Ibu dan Menjadikan "Theater of Society" sebagai "Society of Theater"

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co