24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Buku Ala Kadar – Catatan Kecil untuk Denpasar Festival 2016

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: facebook

MOBIL Pusling (perpustakaan keliling) Perpustakaan Kota Denpasar tampak parkir di bawah tenda putih. Sejumlah buku tampak bersusun kurang rapi di dalam mobil tersebut. Dari buku anak-anak hingga filsafat ada di sana, tapi tempatnya acakadul, jadi cukup sulit untuk mencari buku yang diinginkan.

Tenda sebelahnya sejumlah meja panjang berbungkus kain putih, satu di antaranya berbaris buku fotokopian, bersampul plastik, koleksi Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar.  Buku yang dipamerkan seluruhnya berbahasa Belanda dan Inggris (merupakan hasil riset orang Belanda saat tiba di Bali).

Di pojok meja  satu spanduk berukuran kecil berisi keterangan tentang perpustakaan terpasang sekenanya. Juga tampak sejumlah origami burung warna-warni tergantung di atas atap tenda.

“Kok buku yang dipajang tidak ada terjemahannya, Pak?” tanya saya kepada petugas stan yang saat itu mengenakan jas endek berwarna merah marun.

“Iya, terjemahannya ada di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Kalau mau ke sana saja lihatnya,” jawabnya sambil tertawa.

“Lalu buat apa buku ini dipamerkan, kan pengunjung tidak mengerti bahasanya, Bapak memang bisa bahasa Belanda, bisa terjemahin ini?” tanya saya sambil menyodorkan satu halaman buku yang menampilkan gambar acara ngaben di Denpasar.

“Susah bahasa Belanda, kayak guten tag, guten morgen, susah, Dik,” jawab petugas sejurus tertawa lebar (maksudnya agar lucu)

“Itu bahasa Jerman, Pak, saya belajar sedikit dulu saat kuliah,” sambar saya dengan ketus.

Heniiiiing……

Sederhana dan kurang persiapan begitulah kesan  saat saya berkunjung ke stand yang berada di depan Pura Jagatnatha tersebut. Sepertinya stand  (sekali lagi)  Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar memilih  menyunyi sendiri dari kemeriahan Denpasar Festival (Denfest) ke-9, pada 28-31 Desember 2016 itu.

***

Sementara di pameran kuliner, beberapa stan benar-benar mempersiapkan segalanya dengan matang,  Kuliner nasi tekor contohnya  begitu memukau dengan  pernak-pernik kelampauannya. Saat memesan makanan di sana, saya jamin pengunjung langsung merasakan atmosfer masa lalu yang pekat. Dindingnya bedeg bambu warna coklat, tempat duduknya kayu berumur, gelas bercorak hijau putih, ceret air tanah liat,  dan sejumlah tumpukan kayu ditata sedemikan rupa menguatkan kesan dapur tempo dulu. Ciamik.

Ada pula stan fashion yang berlomba menyusun produknya sedemikian cermat, tidak tanggung-tanggung lemari display berlampu LED digotong pemiliknya, agar terlihat menarik di mata calon pembeli. Warna-warni produk endek, baju, kamen, keben, kerajinan perak, serta sejumlah produk lainnya menambah suasana festival menjadi kian semarak.

Belum lagi segala hiburan yang disajikan panitia, mulai dari pementasan musik, operet, hingga tarian tradisional pun turut andil dalam rangka meriuhkan suasana beberapa hari sebelum pergantian tahun.

Tanda tanya besar nyangket di kepala saya, kok stan Perputakaan Kota Denpasar terkesan ala kadarnya? Kok tidak ditempatkan di area utama? Kok begitu saja? Kok tidak megah? Kok tidak aeng? Dan pertanyaan kok lainnya.

Padahal keberadaan perpustakaan yang menghadirkan koleksi buku terlebih lagi buku yang berkaitan langsung dengan sejarah kota Denpasar sangat penting. Agar masyarakat tahu hakikat, asal-muasal, seluk-beluk kotanya sendiri. Apalagi jika penyajiannya keratif, menarik dan inovatif tentu pengunjung jadi senang,  Pulangnya tak hanya bawa oleh-oleh manusiawi tapi juga asupan gizi untuk ilmu pengetahuan otaknya.

Saya sudah bertanya kepada petugas yang menjaga stand saat itu, kenapa display-nya tidak ditata meriah dan wah. Tapi petugas hanya menjawab sekedarnya bahwa jika ingin melihat koleksi yang lebih lengkap, langsung saja datang ke kantor arsip.

Kenapa ya sang penjabat tidak melihat kesempatan ini sebagai ajang promosi untuk meningkatkan minat baca  dan mencerdaskan. Juga  bentuk penyeimbang dari kegiatan hura-hura tahun baru yang menyeret manusia ke budaya hedonisme. Ingat sekali lagi..! Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara yang di-survey terkait budaya membaca dan menulis lho. Miris nok. Nyakit keneh ..!

Saya berandai beberapa hal menjadi pejabat di institusi tersebut, tentu stan yang saya tampilkan tidak sembarangan, berkonsep, matang, dengan konten yang sesuai.

  1. Sejumlah buku koleksi terkait sejarah kota Denpasar akan hadir di rak-rak etalase pameran
  2. Buku berbahasa Belanda berikut terjemahannya akan saya usahakan, bagaimana pun caranya, kendati harus ke Perpustakaan Nasional, sebab ini untuk kepentingan bersama.
  3. Film-film dokumenter Bali Tempo Dulu akan diputar secara beruntun dengan menggunakan TV atau LCD proyektor.
  4. Foto Denpasar/Bali Tempo Dulu tentu juga ambil andil, lumayan untuk mempercantik dinding ruang pameran.
  5. Salah satu peninggalan Kota Denpasar yang dianggap paling mewakili kota ini, semisal keris saat perang puputan, akan saya hidupkan lewat teknologi video mapping.
  6. Akan saya display pula buku/lontar tua yang asli, tentu display ini menggunakan kotak khusus, agar tak mudah dijangkau pengunjung.
  7. Akun Sejarah Bali yang terkenal di dunia Instagram itu, saya  ikut sertakan dalam pameran ini, untuk membuat konten sejarah Denpasar dengan konsep kekinian.
  8. Seluruh ruang pameran disulap menjadi rumah orang Denpasar zaman dahulu, beralas tanah, berdinding bedeg, beratap jerami atau duk, serta kelengkapan lainnya.
  9. Terakhir ada photobooth untuk berswafoto yang kemudian di-uploud dengan hastag #denfest #sejarahdenpasar #perpusdenpasar (ini dilombakan, yang paling menarik dan kreatif dapat bingkisan)
  10. Saya buat desain pamflet yang jenaka, kreatif serta menarik, misalnya pamflet bentuk bunga Jempiring, agar pengunjung tak bosan membaca pamflet yang biasanya berisi tulisan dan warna-warna paduan yang tak karuan.
  11. Pameran stan ini saya usulkan untuk berada di pusat keramaian, di Jalan Gajah Mada atau di area Patung Catur Muka. Ini penting lho, tempat menentukan keberhasilan promosi.

Saya tidak muluk-muluk, konsep pameran yang matang, kreatif dan menarik  akan mendatangkan pengunjung yang banyak serta mencerdaskan. Usulan-usulan di atas bisa diwujudkan dengan mudah, apabila orang yang menjabat di instansi terkait memiliki cara pandang yang luas dan fleksibel.

Saya berani berkata seperti ini sebab sebelum pindah ke Bali saya sempat menjadi tim Museum Etnografi, Departemen Antropologi, FISIP, Unair. Setiap pameran kami akan selalu mendebat konsep dan konten hingga matang, sebab itu adalah harga mati untuk diperdebatkan.

Kendati ada acara lain yang menonjolkan pameran buku dalam pelaksanaannya, tapi apa salahnya menggunakan kesempatan yang ada sebagai ajang mencerdaskan warga Denpasar.

Nah, anggoang monto gen neh, yen be jadi walikota mare cang ngidang ngae kene asane!? Hahahaha. Minta dukungannya, nggih… (T)

Tags: Bukudenpasardenpasar festivalPameran
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Cara Sejumlah Orang Bali Menyingkir dari Keriuhan Tahun Baru

Next Post

Bakar-Bakar Uang: Perspektif Klise Pesta Kembang Api

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Bakar-Bakar Uang: Perspektif Klise Pesta Kembang Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co