17 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

I Gede Janitra Rad Winatha by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
in Esai
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

Arsitektur Bali | Sumber foto: Canva

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang datang ke Bali karena sesuatu yang berbeda. Mereka datang untuk melihat kebudayaan yang masih hidup, lanskap yang khas, tradisi yang lestari, dan bangunan-bangunan yang memiliki karakter yang tidak ditemukan di banyak tempat lain di dunia.

Karena itu, Bali tidaklah mempertontonkan gedung yang tinggi atau beton yang besar, melainkan Bali senantiasa diidentikan dengan budaya yang hidup dalam diri maupun arsitekturnya. Ketika berbicara mengenai pembangunan gedung di Bali, sesungguhnya yang sedang dibicarakan dan dipertaruhkan adalah identitas Bali itu sendiri.

Banyak orang mungkin belum mengetahui bahwa Bali memiliki aturan khusus yang mengatur arsitektur bangunan gedung, yaitu Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung. Ketika membaca konsideran atau alasan pembentukan peraturan tersebut, terlihat jelas bahwa Pemerintah Provinsi Bali memahami bangunan bukan hanya sebagai struktur fisik.

Peraturan tersebut secara tegas menyebutkan bahwa bangunan gedung memiliki fungsi-fungsi kultural dan fungsi-fungsi arsitektural. Bahkan disebutkan pula bahwa bangunan dapat mempengaruhi pencitraan identitas kultural suatu masyarakat, termasuk masyarakat Bali yang memiliki karakter budaya khas yang dijiwai oleh Agama Hindu.

Kalimat ini sangat penting, sebab selama ini banyak orang menganggap budaya hanya hadir dalam bentuk upacara, tarian, pakaian adat, atau kesenian. Padahal wajah suatu daerah juga dibentuk oleh bangunan yang berdiri di atas tanahnya. Ketika seseorang tiba di Bali, kesan pertama yang dilihat bukan hanya masyarakatnya, tetapi juga ruang hidup yang dibangun oleh masyarakat tersebut. Karena itulah arsitektur Bali tidak pernah sekadar berbicara mengenai bentuk bangunan.

Di dalam tradisi Bali terdapat konsep Asta Kosala Kosali, sebuah pedoman arsitektur tradisional yang mengatur tata letak, orientasi ruang, ukuran bangunan, hingga hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan sekitarnya. Dalam konsep ini, bangunan tidak dipandang sebagai benda mati yang dibangun hanya untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Bangunan dipahami sebagai bagian dari sistem kehidupan yang harus harmonis dengan alam dan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Asta Kosala Kosali juga tidak berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat berbagai konsep yang dikenal masyarakat Bali seperti Tri Hita Karana, Tri Mandala, Tri Angga, hingga hubungan antara Bhuana Alit dan Bhuana Agung. Karena itu, membangun dalam perspektif Bali sejatinya bukan hanya soal membangun ruang, tetapi juga menjaga keseimbangan.

Saya melihat inilah yang kemudian diterjemahkan ke dalam Perda Nomor 5 Tahun 2005. Perda tersebut mengangkat nilai-nilai yang telah hidup dalam masyarakat Bali selama berabad-abad ke dalam bentuk hukum yang mengikat.

Dalam pengalaman saya mendampingi berbagai proses perizinan usaha dan bangunan di Bali, masih cukup banyak investor yang menganggap arsitektur Bali hanya sebagai tambahan desain atau formalitas administratif.

Namun ketika memasuki tahap verifikasi barulah mereka menyadari bahwa perizinan bangunan bukanlah hal administratif semata. Dalam proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF), aspek arsitektur Bali menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh pemerintah daerah. Pada tahapan verifikasi yang dilakukan oleh Tim Penilai Teknis (TPT) maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penilaian bangunan, salah satu aspek yang sejak awal diperiksa adalah apakah rancangan bangunan tersebut telah mencerminkan karakter arsitektur Bali sebagaimana yang diamanatkan dalam Perda Nomor 5 Tahun 2005 sehingga kewajiban penerapan aristektur Bali bukan hanya persoalan budaya semata melainkan bagian dari kepatuhan hukum, bahkan komitmen arsitektur ini juga menjadi concern dari Pansus TRAP (Tata Ruang, Aset, dan Perizinan) oleh DPRD Bali yang dibentuk sebagai respons atas maraknya pembangunan yang tidak sesuai ketentuan, alih fungsi lahan produktif, dan masalah pengelolaan aset.

Oleh karena itu, setiap pihak yang ingin berinvestasi di Bali perlu memahami bahwa investasi di Bali memiliki karakter yang berbeda dibandingkan banyak daerah lainnya. Bali terbuka terhadap investasi. Bali membutuhkan pembangunan. Bali membutuhkan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Namun investasi yang hadir di Bali juga wajib menghormati aturan dan karakter daerah tempat investasi tersebut dijalankan.

Jangan sampai logikanya dibalik. Jangan sampai Bali dipaksa menyesuaikan diri dengan investasi, padahal seharusnya investasilah yang menyesuaikan diri dengan Bali. Pembangunan boleh berjalan, teknologi boleh berkembang, dan investasi boleh masuk, tetapi identitas Bali tidak boleh ikut hilang di dalamnya.

Di tengah pesatnya pembangunan hotel, vila, kawasan komersial, dan berbagai proyek baru di Bali, komitmen terhadap arsitektur Bali justru menjadi semakin penting. Sebab ancaman terbesar terhadap identitas suatu daerah diawali oleh pergeseran penerapan melalui perubahan-perubahan kecil yang terus berlangsung hingga akhirnya dianggap biasa.

Pada akhirnya, Perda Nomor 5 Tahun 2005 ini adalah pernyataan sikap bahwa Bali memilih untuk tetap berkembang tanpa kehilangan dirinya sendiri. Karena Bali tidak pernah dikenal dunia karena gedung-gedungnya yang tingg melainkan karena kemampuannya menjaga identitas di tengah arus perubahan zaman.

Maka jika ingin berinvestasi di Bali, pahamilah Bali. Jika ingin membangun di Bali, bangunlah dengan menghormati Bali. Sebab yang sedang dijaga oleh aturan ini adalah wajah Bali untuk generasi yang akan datang. [T]

Penulis: : I Gede Janitra Rad Winatha
Editor: Adnyana Ole

Tags: arsitekturarsitektur balibali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

Next Post

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

I Gede Janitra Rad Winatha

I Gede Janitra Rad Winatha

Legal consultant yang tinggal dan bekerja di Bali. Selain aktif di bidang hukum, ia memiliki perhatian pada berbagai isu sosial, politik, pembangunan daerah, pemenuhan hak anak, dan pelestarian budaya Bali. Baginya, ruang publik perlu diisi oleh gagasan-gagasan yang segar, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu mendorong lahirnya diskusi yang sehat serta bermanfaat bagi masyarakat.

Related Posts

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co