2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 10, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

ANTUSIASME pengunjung ke Tanah Ulayat etnis Baduy sejak tiga tahun lalu cukup meningkat secara signifikan, apalagi pasca wilayah adat Baduy resmi mulai  dibuka dan dinyatakan sebagai aset budaya unggulan serta dijadikan ikon program destinasi wisata Kabupaten Lebak ,Provinsi Banten.

Ribuan pengunjung perbulan dari jumlah kunjungan wisawatan domestik dan luar negeri serta perminggu yang datang di hari Jumat, Sabtu dan Minggu ditambah pada waktu liburan adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Ratusan mobil pribadi, motor , klub penggoes sepeda  dan puluhan mobil bus rombongan perminggu bisa dilihat hilir-mudik memasuki areal terminal Ciboleger dan di rest area parkir bertitel Saba Budaya Baduy yang sudah disediakan, walau fasiltasnya masih belum lengkap atau memadai seperti standar parkiran umumnya.

Pengendalian , pengaturan, dan pelayanan terhadap wisatawan pun menjadi menggeliat secara alamiah yang dipandu oleh para pengelola Terminal Ciboleger dan pemandu wisata (lokal , traveler dan guide team) yang tentunya bekerjasama dengan pemilik budaya yaitu Pemerintahan Desa Kanekes sebagai penaung keberadaan etnis Baduy.

Demi untuk merespon para peminat dan pengunjung ( wisatawan) yang berhasrat melihat budaya Baduy, kini pemerintahan Desa Kanekes sudah menyiapkan tiga  Pos pintu gerbang yang sudah resmi dibuka dalam rangka mempermudah dan mendekatkan jarak tempuh para pengunjung  menuju Baduy Luar dan Baduy Dalam.  Pos 3 yang bernama ” Binong Raya” sedang trending topik dan booming di jagat internet. Situasi dan kondisi antara Pos 1 di Ciboleger, Pos 2 di Kampung Cijahe dan Pos 3 yang berada di Lokasi Binong Raya berbeda-beda lokasi dan peruntukannya.

Kendaraan Wisatawan Memadati Area Parkir di Baduy | Foto Dok.Penulis

Jika ada yang bertanya apakah pengelolaan wisata Saba Budaya Baduy itu sudah ditangani secara profesional dan proporsional oleh instansi-instansi terkait? Sehingga ada kejelasan dan ketegasan tentang aturan mainnya tatkala ada wisatawan yang mau berkunjung ke Baduy? Atau ada situs resmi yang menjadi pusat informasi sehingga adanya keseragaman aturan yang dijadikan panduan? Saya belum bisa mengatakan dan menyatakan “Yes or No”, tapi yang jelas sedang ada penataan dan sosialisasi oleh pihak-pihak terkait. Wait and see saja yah.. !!!

Tuntunan Jadi Tontonan

Baduy sejak dulu selalu dijadikan tuntunan oleh berbagai pihak atau kalangan karena banyak menyimpan beragam budaya unik dan local wisdom yang dapat memberi contoh tentang kearifan perilaku sehingga menginspirasi masyarakat lain di luar Baduy.

Kini setelah industri pariwisata merajalela dan dijadikan skala perioritas program unggulan lalu Tanah Ulayat Baduy beserta isinya dibuka menjadi wilayah destinasi wisata unggulan. Pemerintah daerah dengan alasan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy dan sekitarnya serta demi untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) alias mengeruk keuntungan finansial dari  meningkatnya para wisatawan mancanegara negara maupun lokal yang berkunjung . Maka sayup-sayup kekokohan kearifan budaya Baduy mulai nampak digeser, bergeser dan tergeser, lalu memudar menjadi areal tontonan publik dengan intensitas yang cukup tinggi.

Adanya analisa pergeseran nilai dari asalnya sebagai tuntunan yang kemudian secara senyap dan merayap berubah ke arah menjadi tontonan bukan hoak dan bukan provokasi, tapi ada faktualitas yang sulit untuk dibantah. Apapun alasannya, bahwa frekuensi dan intensitas pengunjung yang datang ke wilayah Baduy tujuan utamanya adalah ingin melihat kondisi riil kehidupan dan sosial budaya suku Baduy. Dan ketika melihat pada hakekat mereka menonton bukan?

Lalu siapa yang dilihat dan ditonton, kalau bukan masayarakat Baduy dan wilayah Baduy. Dua diksi ini cukup untuk menjelaskan bahwa akibat dibukanya Wisata Budaya Baduy yang kemudian diperhalus  dan diganti dengan nama Saba Budaya Baduy, maka sulit dihindari bahwa lambat laun tapi pasti Baduy akan jadi tontonan.        

Dua Sisi

Frekuensi dan intensitas pengunjung ke suatu daerah wisata akan identik dengan meningkatnya putaran uang di lokasi sekitar areal wisata , itu rumus baku. Pendapatan warga sekitar dan seputar lokasi  wisata dipastikan meningkat, pengadaan sarana dan fasilitas untuk memanjakan pengunjung juga pasti mengalami peningkatan. Dan itu adalah goal finishing dari dibentuknya destinasi wisata agar warga daerah sekitar destinasi meningkat kesejahteraannya melalui layanan pada para wisatawan. 

Wisatawan Berpose Bersama Orang Baduy | Foto Dok.Penulis

Geliat ekonomi warga Baduy dan status sosial ekonomi warga Baduy yang terlewati dan menjadi tujuan wisata sangat mencengangkan. Perubahan pola kehidupan  sepuluh kampung di Baduy Luar jalur Pos 1 yang rutin dilalui dan menjadi tujuan wisata sungguh sangat luar biasa dan sangat mengagetkan.

Rumah adat penduduk yang dulu sangat sederhana dan sepi karena selalu ditinggal berladang, kini disulap dengan desain modern dan berubah fungsi menjadi “mini market” yang siap menjajakan berbagai pernak pernik , kain tenunan, koja, baju dan kaos Baduy, buah buahan andalan ( durian ) dan souvenir lainnya. Sehingga geliat ekonomi melalui para pelaku UMKM meningkat secara pesat.

Alhasil dari satu sisi atau sudut pandang geliat kesejahteraan dan kemakmuran warga di kampung tersebut mulai kelihatan. Namun di sisi lain, pola kehidupan adat mulai tergerus dan bergeser mengadopsi pola kehidupan modern.

Dilematis itu pun kini mulai  merangsek ke kelompok Baduy Dalam. Rasa keadilan ingin merasakan dan menyamai tingkat kesejahteraan warga Baduy Luar yang terus bersentuhan  dengan para pengunjung ( wisatawan) pada akhirnya muncul, sehingga pintu gerbang kunjungan ke Baduy Dalam pun dibuka secara resmi oleh mereka.

Didirikannya Pos 2 di Cijahe adalah bukti bahwa lokasi tersebut dimaksudkan untuk mempermudah atau memperdekat jarak tempuh yang ingin berkunjung ke Baduy Dalam Cikeusik dan sekitarnya. Karena jika hanya dibuka di Pos 1 saja,  berkunjung ke Tangtu Cikeusik harus menempuk 7-8 jam berjalan kaki, tetapi jika melalui Pos 2 cukup  dengan  1 jam. Akibat dibuka Pos 2, maka warga Baduy Dalam  Cibeo pun membuka Pos 3 di Binong Raya; dan Pos 3 ini lebih representatif bila dibandingkan dengan Pos lain, sehingga pengunjung ke Baduy Dalam lebih membludak lewat Pos 3.

Apakah intensitas wisatawan Saba Budaya Baduy hanya sebatas berefek seperti  penjelasan di atas? Tentunya tidak. Masih banyak efek domino lainnya yang lebih dahsyat. Ikuti edisi tulisan berikutnya.[T]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Kalender Adat dan “Kolenjer” — [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tags: bantenJawa Baratmasyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Soar Adnyana, Dari Tukang Pahat Jadi Dagang Tuak Manis Keliling, Dibeli Bupati, Dicicipi Luhut

Next Post

Saltingmu, Azabmu

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Saltingmu, Azabmu

Saltingmu, Azabmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co