25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 10, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

ANTUSIASME pengunjung ke Tanah Ulayat etnis Baduy sejak tiga tahun lalu cukup meningkat secara signifikan, apalagi pasca wilayah adat Baduy resmi mulai  dibuka dan dinyatakan sebagai aset budaya unggulan serta dijadikan ikon program destinasi wisata Kabupaten Lebak ,Provinsi Banten.

Ribuan pengunjung perbulan dari jumlah kunjungan wisawatan domestik dan luar negeri serta perminggu yang datang di hari Jumat, Sabtu dan Minggu ditambah pada waktu liburan adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Ratusan mobil pribadi, motor , klub penggoes sepeda  dan puluhan mobil bus rombongan perminggu bisa dilihat hilir-mudik memasuki areal terminal Ciboleger dan di rest area parkir bertitel Saba Budaya Baduy yang sudah disediakan, walau fasiltasnya masih belum lengkap atau memadai seperti standar parkiran umumnya.

Pengendalian , pengaturan, dan pelayanan terhadap wisatawan pun menjadi menggeliat secara alamiah yang dipandu oleh para pengelola Terminal Ciboleger dan pemandu wisata (lokal , traveler dan guide team) yang tentunya bekerjasama dengan pemilik budaya yaitu Pemerintahan Desa Kanekes sebagai penaung keberadaan etnis Baduy.

Demi untuk merespon para peminat dan pengunjung ( wisatawan) yang berhasrat melihat budaya Baduy, kini pemerintahan Desa Kanekes sudah menyiapkan tiga  Pos pintu gerbang yang sudah resmi dibuka dalam rangka mempermudah dan mendekatkan jarak tempuh para pengunjung  menuju Baduy Luar dan Baduy Dalam.  Pos 3 yang bernama ” Binong Raya” sedang trending topik dan booming di jagat internet. Situasi dan kondisi antara Pos 1 di Ciboleger, Pos 2 di Kampung Cijahe dan Pos 3 yang berada di Lokasi Binong Raya berbeda-beda lokasi dan peruntukannya.

Kendaraan Wisatawan Memadati Area Parkir di Baduy | Foto Dok.Penulis

Jika ada yang bertanya apakah pengelolaan wisata Saba Budaya Baduy itu sudah ditangani secara profesional dan proporsional oleh instansi-instansi terkait? Sehingga ada kejelasan dan ketegasan tentang aturan mainnya tatkala ada wisatawan yang mau berkunjung ke Baduy? Atau ada situs resmi yang menjadi pusat informasi sehingga adanya keseragaman aturan yang dijadikan panduan? Saya belum bisa mengatakan dan menyatakan “Yes or No”, tapi yang jelas sedang ada penataan dan sosialisasi oleh pihak-pihak terkait. Wait and see saja yah.. !!!

Tuntunan Jadi Tontonan

Baduy sejak dulu selalu dijadikan tuntunan oleh berbagai pihak atau kalangan karena banyak menyimpan beragam budaya unik dan local wisdom yang dapat memberi contoh tentang kearifan perilaku sehingga menginspirasi masyarakat lain di luar Baduy.

Kini setelah industri pariwisata merajalela dan dijadikan skala perioritas program unggulan lalu Tanah Ulayat Baduy beserta isinya dibuka menjadi wilayah destinasi wisata unggulan. Pemerintah daerah dengan alasan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy dan sekitarnya serta demi untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) alias mengeruk keuntungan finansial dari  meningkatnya para wisatawan mancanegara negara maupun lokal yang berkunjung . Maka sayup-sayup kekokohan kearifan budaya Baduy mulai nampak digeser, bergeser dan tergeser, lalu memudar menjadi areal tontonan publik dengan intensitas yang cukup tinggi.

Adanya analisa pergeseran nilai dari asalnya sebagai tuntunan yang kemudian secara senyap dan merayap berubah ke arah menjadi tontonan bukan hoak dan bukan provokasi, tapi ada faktualitas yang sulit untuk dibantah. Apapun alasannya, bahwa frekuensi dan intensitas pengunjung yang datang ke wilayah Baduy tujuan utamanya adalah ingin melihat kondisi riil kehidupan dan sosial budaya suku Baduy. Dan ketika melihat pada hakekat mereka menonton bukan?

Lalu siapa yang dilihat dan ditonton, kalau bukan masayarakat Baduy dan wilayah Baduy. Dua diksi ini cukup untuk menjelaskan bahwa akibat dibukanya Wisata Budaya Baduy yang kemudian diperhalus  dan diganti dengan nama Saba Budaya Baduy, maka sulit dihindari bahwa lambat laun tapi pasti Baduy akan jadi tontonan.        

Dua Sisi

Frekuensi dan intensitas pengunjung ke suatu daerah wisata akan identik dengan meningkatnya putaran uang di lokasi sekitar areal wisata , itu rumus baku. Pendapatan warga sekitar dan seputar lokasi  wisata dipastikan meningkat, pengadaan sarana dan fasilitas untuk memanjakan pengunjung juga pasti mengalami peningkatan. Dan itu adalah goal finishing dari dibentuknya destinasi wisata agar warga daerah sekitar destinasi meningkat kesejahteraannya melalui layanan pada para wisatawan. 

Wisatawan Berpose Bersama Orang Baduy | Foto Dok.Penulis

Geliat ekonomi warga Baduy dan status sosial ekonomi warga Baduy yang terlewati dan menjadi tujuan wisata sangat mencengangkan. Perubahan pola kehidupan  sepuluh kampung di Baduy Luar jalur Pos 1 yang rutin dilalui dan menjadi tujuan wisata sungguh sangat luar biasa dan sangat mengagetkan.

Rumah adat penduduk yang dulu sangat sederhana dan sepi karena selalu ditinggal berladang, kini disulap dengan desain modern dan berubah fungsi menjadi “mini market” yang siap menjajakan berbagai pernak pernik , kain tenunan, koja, baju dan kaos Baduy, buah buahan andalan ( durian ) dan souvenir lainnya. Sehingga geliat ekonomi melalui para pelaku UMKM meningkat secara pesat.

Alhasil dari satu sisi atau sudut pandang geliat kesejahteraan dan kemakmuran warga di kampung tersebut mulai kelihatan. Namun di sisi lain, pola kehidupan adat mulai tergerus dan bergeser mengadopsi pola kehidupan modern.

Dilematis itu pun kini mulai  merangsek ke kelompok Baduy Dalam. Rasa keadilan ingin merasakan dan menyamai tingkat kesejahteraan warga Baduy Luar yang terus bersentuhan  dengan para pengunjung ( wisatawan) pada akhirnya muncul, sehingga pintu gerbang kunjungan ke Baduy Dalam pun dibuka secara resmi oleh mereka.

Didirikannya Pos 2 di Cijahe adalah bukti bahwa lokasi tersebut dimaksudkan untuk mempermudah atau memperdekat jarak tempuh yang ingin berkunjung ke Baduy Dalam Cikeusik dan sekitarnya. Karena jika hanya dibuka di Pos 1 saja,  berkunjung ke Tangtu Cikeusik harus menempuk 7-8 jam berjalan kaki, tetapi jika melalui Pos 2 cukup  dengan  1 jam. Akibat dibuka Pos 2, maka warga Baduy Dalam  Cibeo pun membuka Pos 3 di Binong Raya; dan Pos 3 ini lebih representatif bila dibandingkan dengan Pos lain, sehingga pengunjung ke Baduy Dalam lebih membludak lewat Pos 3.

Apakah intensitas wisatawan Saba Budaya Baduy hanya sebatas berefek seperti  penjelasan di atas? Tentunya tidak. Masih banyak efek domino lainnya yang lebih dahsyat. Ikuti edisi tulisan berikutnya.[T]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Kalender Adat dan “Kolenjer” — [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tags: bantenJawa Baratmasyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Soar Adnyana, Dari Tukang Pahat Jadi Dagang Tuak Manis Keliling, Dibeli Bupati, Dicicipi Luhut

Next Post

Saltingmu, Azabmu

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Saltingmu, Azabmu

Saltingmu, Azabmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co