2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kalender Adat dan “Kolenjer” — [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
December 30, 2024
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BAGIAN pertama tulisan ini perihal kalender adat Baduy sebagian sudah dipaparkan, namun pada bagian lainnya masih ada yang perlu dijelaskan agar pemahaman pembaca tentang konsep kalender adat Baduy lebih gamblang , bulat dan lebih komprehensif.

 Saya sadari dengan berbagai keterbatasan yang saya miliki, bahwa tulisan singkat ini tidak mungkin memenuhi azas sempurna seratus persen. Namun paling tidak bisa menghilangkan sedikit kehausan pembaca tentang informasi materi di atas, begitu juga tentang Kolenjer yang dimiliki suku Baduy ,baik Kolenjer Sejarah Bumi Alam maupun Kolenjer lainnya.

Ngawagekeun atau Waktu Luang

Sebagaimana telah dijelaskan  di awal bahwa pada intinya sistem penanggalan adat atau kalender umum dengan sistem penanggalan Baduy ada kesamaan, yaitu memiliki jumlah bulan sebanyak 12. Hanya saja pada perhitungan jumlah hari di setiap bulan dan tahun berbeda, hanya dihitung 360 hari bukan 364 atau 365 hari yang disebut adanya tahun kabisat.

Jumlah hari di setiap bulan dari bulan Safar – Katiga rata-rata  hanya 30 hari. Pada sistem penanggalan Baduy, sisa hari antara 4-5 hari itu digunakan sebagai waktu luang atau  ngawagekeun untuk menentukan perhitungan penanggalan berikutnya.

Waktu Luang tersebut tidak dimasukkan atau tidak dihitung ke dalam jumlah hari pada tahun  berikutnya atau pada tahun sebelumnya yang akan ditanggalkan atau ditinggalkan.  Dasar pemikiran adanya waktu luang tersebut ditetapkan menjelang akhir tahun pada bulan Katiga dengan menggunakan perhitungan atau berpatokan pada bintang, bulan yang disebut Guru Desa ( Kidang). Penetapan penanggalan atau kalender adat  itu disahkan oleh Keputusan Lembaga Adat Tangtu Tilu Karo Tujuh.

Pada kejadian tertentu atau luar biasa, di sistem Penanggalan Adat Baduy dikenal istilah yang disebut ngamajukeun  atawa  mundurkeun  bulan jeung tahun ( dimajukan atau dimundurkan perhitungan bulan dan tahun) akibat adanya pergeseran panen yang kurang baik ( gagal panen). Perhitungan ini lebih rumit lagi bila kita sandingkan dengan sistem Masehi atau Hijriah. Penulis pun sampai saat ini masih kesulitan untuk memahami perhitungan bahkan tidak paham-paham karena tidak tahu cara perhitungan Kolenjer-nya.

Bulan Sakral

Yang menarik dari bulan dan penanggalan Baduy adalah bahwa rentetan atau sistematika susunan bulan tersebut merupakan urutan berbagai kegiatan adat, mulai dari kegiatan ritual Seba di minggu pertama awal bulan Safar sebagai tanda dimulainya tahun baru kalender Baduy sampai kegiatan ritual khusus Ngalaksa ( silaturahmi  kepada kerabat) di Kawalu Tutug pada akhir bukan Katiga. . Kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin yang berurutan dan berkesibambungan secara baku dengan acara adat lainnya yang berlaku pada setiap tahun.

Kegiatan yang dicantumkan pada kalender adat Baduy yang ditetapkan dan dibakukan tersebut  secara garis besar dibagi menjadi dua bagian.  Pertama,  kegiatan upacara adat ( ritual khusus) yaitu : Seba Baduy ( ritual adat sebagai rasa syukur) di bulan Safar, Muja ( pemujaan) pada tanggal 17-18 pada bulan Kalima, acara geseran perkawinan, sunatan dan selamatan-selamatan pembuatan rumah dari bulan Kalima akhir – bulan  Kasapuluh  dan acara Kawalu dari bulan Kasa, Karo dan Katiga.

Kedua, kegiatan khusus Ngahuma atau berladang dari bulan Safar sampai bulan Katiga. Tahapan-tahapannya sangat jelas, mulai dari tahapan Narawas ( memilih dan memulai membuka batas lahan untuk dijadikan tempat berladang ), Nyacar (memotong pohon kayu dan membabad rumput yang disekitar lahan yang mau dijadikan  ladang atau huma ), Nukuh ( mengumpulkan kayu ,  dedaunan dan rumput hasil Nyacar di beberapa tempat sampai kering ) di huma Serang ( ladang adat milik bersama) pada bulan Safar, Kalima dan Kanem.

Dilanjutkan dengan kegiatan Ngaduruk ( membakar pepohonan, dedaunan,  dan rumput  yang sudah kering hasil  dari Nukuh, abu hasil pembakaran dijadikan untuk pupuk padi yang akan  ditanam). Ngaseuk ( kegiatan utama menanam padi ) huma Serang dan Nyacar di huma Puun  (ladang milik tokoh adat yang sedang menjabat) di bulan Katujuh.

Pada bulan Kadalapan diisi oleh kegiatan Ngored ( membersihkan atau menyiangi  lahan yang ditanami padi ) di huma Serang. Nukuh, Ngaduruk dan Ngaseuk huma Puun, bersamaan dengan Nukuh dan Ngaduruk huma Tangtu (ladang khusus untuk kepentingan masyarakat). Di bulan Kasalapan kegiatannya Ngored di huma Serang dan huma Puun lalu Ngaseuk di huma  Tangtu.

Pada bulan Kasapuluh serempak Ngored dan Meuting (menginap untuk beberapa saat)di huma. Di bulan Hapit Lemah diisi dengan kegiatan Ngirab Sawan (membasmi hama padi), Ngored dan Meuting. Di bulan Hapit Kayu kegiatan nya adalah Ngored, Ngubaran Pare ( mengobati padi atau memberantas hama) dan Meuting.

Pada bulan Kasa kegiatannya khusus hanya untuk Panen di huma Serang, di bulan Karo khusus panen di huma Puun, dan pada bulan Katiga Panen di huma Tangtu ( Baduy Dalam) dan masyarakat Baduy secara keseluruhan ( Baduy Luar).

Nach , begitulah hebat dan apiknya hukum adat  Baduy  yang disusun secara rapih, rinci serta baku di kalender adat , sehingga daya ikat untuk dilaksanakan secara rutin oleh warga adatnya menjadi kuat dan sangat mengikat.  Hukum adat tidak sekadar diucapkan, tetapi langsung menjadi kurikulum kehidupan mereka; atau bahasa lainnya sebagai pemandu dan penuntun kehidupan kesukuan Baduy.

Dari sekian kegiatan adat yang telah dijelaskan di atas, ada kegiatan yang secara spesifik menjadi icon baduy yaitu Ritual Muja, Kawalu, Ngalaksa dan Seba, kegiatan ritual Adat tersebut jatuh pada bulan bulan _Safar, Kalima, Kasa Karo dan Katiga.. Maka bagi masyarakat Adat Baduy bulan-bulan tersebut diakui sebagai bulan kramat , disebut bulan larangan dan bulan penuh catatan khusus sehingga bulan tersebut diistilahkan atau dikatagorikan sebagai “Bulan Sakral bagi kesukuan mereka. [T]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: bantenJawa Baratkalendermasyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Digantung dan Perjamuan di Sudut Hunian | Dari Pameran “Peta Tanpa Arah” Undiksha

Next Post

Apa Tantangan Arsitektur di Bali Saat ini dan Masa yang akan Datang?

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails
Next Post
Apa Tantangan Arsitektur di Bali Saat ini dan Masa yang akan Datang?

Apa Tantangan Arsitektur di Bali Saat ini dan Masa yang akan Datang?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co