12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anjing Digantung dan Perjamuan di Sudut Hunian | Dari Pameran “Peta Tanpa Arah” Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
December 30, 2024
in Ulas Rupa
Anjing Digantung dan Perjamuan di Sudut Hunian | Dari Pameran “Peta Tanpa Arah” Undiksha

Perjamuan di ruang pameran Peta Tanpa Arah mahasiswa Undiksha | Foto: tatkala.co

SETELAH tongkat trisula itu ditancapkan di sebuah tongkok, pintu pameran seni bertajuk “Peta Tanpa Arah” pun dibuka. Pameran itu dibuka oleh Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd. selaku Dekan Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Jumat, 27 Desember 2024. Pameran akan ditutup pada 10 Januari 2025.

Pameran itu diisi oleh 21 mahasiswa prodi Pendidikan Seni Rupa semester 7 di Galeri Paduraksa, FBS.

“Seni bukan hanya memberikan ruang untuk kontemplasi. Tapi juga memaknai pesan,” kata I Gede Nurjaya, Dekan FBS itu.

Para pengunjung yang di antaranya adalah dosen dan mahasiswa lintas jurusan mulai bergegas masuk setelah pintu pada ruang pameran itu dibuka. Instrument musik jegog yang keluar—dalam ruangan menyambut mereka datang. Berderet lukisan dan beberapa karya kriya, tekstil dan prasi—cukup menarik perhatian semua mata.  

Terlebih lima ekor anjing digantung tanpa suara mengorok di sebuah tembok dekat pintu masuk. Ironis. Mata anjing itu pasrah sedih dengan lidah ngelel di mulut berdarah. Anjing itu mati di kanvas ukurun 130 x 80 cm dengan judul “Who Is The Next?” karya I Made Bayu Saka.

Bayu menunjukkan karyanya | Foto: tatkala.co/Son

Dengan teknik menumpuk beberapa warna pada lukisannya, Bayu Saka cukup memberi teror mengerikan. Ia menggambarkan anjing itu tersiksa dengan latar merah—darah.

“Ide dari lukisan yang saya buat memvisualkan ketimpangan atau kenistaan hewan (anjing) yang hidup di sekitar kita. Penampilan dari figure anjing yang merasakan ketidakadilan sehingga terabaikan oleh sifat manusia,” kata I Made Bayu Saka.

Secara sederhana, Bayu Saka merasa tidak suka jika anjing dimakan manusia, atau sebaliknya. Ia seakan ingin mempertegas kalau ikan lele boleh dimakan, kalau anjing jangan. Anjing jangan disiksa. Digebuk atau ditindih batu. Apalagi, “Naik Anjing aja, Naik Anjing”—JANGAN!

Memandang lukisan karya Bayu itu, saya memikirkan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia terbiasa makan daging B1 (anjing) sebagai hidangan khasnya. Dan hal itu, sebagaimana dalam lukisannya, hal-hal yang diprotes Bayu. Secara sederhana Bayu merasa kasihan pada anjing.

Hal itu tentu saja pikiran yang amat sederhana. Bagaimana kalau Bayu mengarahkan narasi, misalnya, ia membenci satu komunitas penyiksa anjing. Yang ketika anjing disiksa, si penyiksa merasa puas dan bahagia. Pula setelah anjing disiksa, mayat anjing digelontorkan di jalan atau digantung tanpa hormat. Itu barangkali lebih terasa protesnya.

Suasana pameran Peta Tanpa Arah di Undiskha | Foto: tatkala.co/Son

Tetapi kritik sosial tentang cinta kasih pada anjing lokal, melalui lukisan “Three Brother”, Made Bayu bolehlah dikatakan cukup menimpuk manusia kota yang kerap mengurus anjing-anjing top global ketimbang top lokal—sebagai pets.

Anjing lokal kerap ia lihat berserakan di jalan luntang-lantungdengan gudik. Sedangkan anjing impor, diajak jalan-jalan pagi menggunakan troli bayi dengan asik. Sehat. Jadi, siapa yang anjing?

Seorang pengunjung, Andi Wiryatama, tampak berdiri cukup lama di depan lukisan itu, lalu segera pergi setelah agak lama menatap lukisan dan mengobrol banyak hal.

Ia lanjut berkelana melihat-lihat isi pameran sampai mentok di lukisan tubuh telanjang milik Ni Made Sahsikirani dengan tajuk “Milikmu”, kemudian mentok lagi ke belakang tembok itu melihat beberapa karya patung dan beberapa karya lukisan dan photografi, hingga DKV.

Setelah 15 menit ia mondar-mandir dan merasakan secara detilnya karya-karya yang dipamerkan di sana. Tampaknya ia merasa puas hari itu karena dapat mengobrol langsung dengan si pemilik tentang proses kreatifnya.

Perjamuan Minimalis

Sementara di pojok kiri ruang pameran, ibu dosen—Bu Witari, duduk di kursi (karya seni tekstil) dengan hiasan dinding penuh corak dan warna yang menarik.

Ada empat karya di pojok kiri itu, yaitu hiasan dinding, hiasan kursi dan meja, dan hiasan lampu dengan judul “Hunian Penuh Untaian” karya Ni Luh Putu Vanehsa Axelia Damayanti.

Perjamuan flora dan fauna di ruang pameran | Foto: tatkala.co/Son

Anyaman makrame dan Bu Dosen | Foto: tatkala.co/Son

Vanesha tampaknya sangat perhatian dengan tali-temali yang ia rajut. Tak sedikitpun karyanya menyon atau off side dari pola yang ia buat. Apik. Walaupun visual yang ditampilkan hanya memperlihatkan bagaimana anyaman makrame yang menjadi hiasan dekorasi pada sebuah ruangan terbatas. Tapi itu cukup memberi kesan sederhana dan minimalis yang nyaman untuk hidup slow living.

Anyaman tali katun berwarna putih tampak manis dipadu-padankan dengan cahaya lampu berwarna jingga. Meja di bawahnya jadi lebih menarik dilihat karena anyaman taplak meja yang berwarna hijau toska. Bantal kursi coklat dapat membantu rasa nyaman seseorang saat duduk di kursi itu.

Hiasan dinding di belakangnya juga dapat dinikmati secara visual karena memiliki perpaduan warna dan corak yang beragam. Menandakan gejolak emosi si pembuat.

“Suatu saat, nanti saya akan membuatkannya untuk rumah sendiri,” kata Vanesha berencana.

Dengan jarak yang tak jauh dari ibu dosen yang sedang mampir di Hunian Vanesha, Andi Wiryatama mengambil tempat duduknya di sebuah perjamuan “Flora dan Fauna” karya Ketsia Rahel yang tak jauh dari karya tekstil tadi.

Di sana, terdapat beberapa karya keramik yang berbentuk bulatan menyerupai bentuk seperti piring yang di atas piring itu dibentuk dengan bentuk flora seperti bunga mawar, bunga matahari, bunga raflesia, bunga teratai, dan bentuk fauna seperti kepiting, kuda laut, dan gurita.

Perjamuan itu diletakkan di meja berbentuk bundar dengan beberapa kursi untuk pengunjung duduk menikmatinya. Bukan untuk dimakan. Hidangan itu hanya untuk dinikmati secara visual. Boleh disentuh sedikit, tapi tidak boleh digigit. Awas retak!

Menariknya, untuk menentukan binatang apa yang akan dibuatnya, Rahel —telah menghabiskan waktu sekurangnya satu bulan untuk melakukan pertapaan di ruang kelas atau kamarnya. Juga dengan segala macam konsultasi sana-sini dalam menentukan, hewan apa yang akan di bentuk.

Ada banyak binatang di dunia ini. Ada buaya di sungai dan kucing di darat. Ada ikan emas juga di pasar. Atau mengapa pilih cumi-cumi dan kura-kura serta kuda laut?

“Karena bentuknya yang unik. Kalau ikan dan kucing, itu sudah biasa,” jelas Rahel.

Pameran kriya Perjamuan Folar dan Fauna | Foto: tatkala.co/Son

Dalam proses pembuatannya, perempuan asal Medan itu telah menghabiskan delapan kilo tanah dan membutuhkan tiga sampai empat hari untuk membuat satu perjamuan. Pertama, ia membuat piringnya terlebih dahulu dengan alat memutar atau mesin, kemudian barulah miniatur flora atau atau fauna itu dibuatnya menyusul setelah agak kering si piring.  

Yang membuat lama, lanjut Rahel, terkadang ada yang tidak sesuai sama bentuknya, bongkar lagi. Apalagi kalau pecah, katanya, diulangi lagi dari awal. Terus terkadang juga retak ketika sudah setengah kering. Membuat pikirannya koprol satu hari di hadapan tanah liat.

Di perjamuan karakter kura-kura, ia menggambar laut dan pasir. Bercerita kura-kura itu hendak pergi ke laut dari pesisir. Hanya saja, pewarnaannya dengan cat akrilik menutupi bahan dasarnya dari tanah liat, sehingga, untuk dikatakan ini jenis keramik atau bukan, membuat misteri para pengunjung karena tertutup oleh cat. Sehingga tidak ternikmati secara mendalam bahwa itu dari tanah liat, bukan dari kertas atau kayu.

Kata seorang dosen, cerita Rahel, “Harusnya menggunakan cat untuk gelatsir bukan akrilik biar terlihat karakter tanahnya!”

Bagaimana menurut, Bung Andi?

“Keren!” kata Andi Wiryatama.

“Oke!” kata saya. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

“Peta Tanpa Arah”, Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha dengan Beragam Gagasan Kritis
Menantang Definisi Prasi | Catatan Pameran “Peta Tanpa Arah” Mahasiswa Seni Rupa Undiksha
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaPameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Gagasan Perempuan di Panggung Teater | Catatan Pentas ”Karena Aku Perempuan” di Galeri Indonesia Kaya

Next Post

Kalender Adat dan “Kolenjer” — [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Kalender Adat dan “Kolenjer” --- [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co