2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menantang Definisi Prasi | Catatan Pameran “Peta Tanpa Arah” Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
December 29, 2024
in Ulas Rupa
Menantang Definisi Prasi | Catatan Pameran “Peta Tanpa Arah” Mahasiswa Seni Rupa Undiksha

Karya Reka Biambara dalam pameran mahasiswa seni rupa di Undiksha Singaraja | Foto: Purwita

AWALNYA saya kira pameran TA (Tugas Akhir), ternyata bukan. Pameran yang digelar oleh mahasiswa jurusan seni rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja di di  Galeri Paduraksa FBS, 27 Desember 2024 sampai 10 Januari 2025.itu adalah pameran studi khusus, semacam muara atas studi atau riset mahasiswa terhadap pilihan bidang ilmu seni rupa meliputi seni lukis, grafis, patung, tekstil, patung, keramik, penulisan/kuratorial, dan prasimologi.

Mereka yang berpameran adalah Fira Eldiana, Ketsia Rahel, Hendro Priyono, Ida Bagus Dwipayana, Ni Made Sahsikirani, I Made Bayu Saka Palwaguna, Septian Ari Sandi, I Kadek Agus Reka Biambara Putra, Komang Andi Wibawa Putra, Himan Cahyadin, Dewa Made Agung Kusuma Wardana, Restu Stefanny, I Gede Adi Maha Pratama, I Gede Putu Mahesa Pradnya Winata, Muhammad Ainur Rofiq, Ni Luh Putu Vanesha Axelia Damayanti, I Putu Egga Putra Adnyana, Made Cening Gandawangi, Gede Bayuna, I Nyoman Alex Kade, I Gede Agustawan Dwi Mahardika.

Suasana Pameran Peta Tanpa Arah di Gallery Paduraksa Prodi Seni Rupa Undiksha Singaraja | Foto: Purwita

Pameran studi khusus ini menghadirkan hasil studi mendalam mahasiswa terkait bidang-bidang seni rupa dan khusus bidang ilmu terakhir adalah yang paling mencuri perhatian, yaitu berkenaan dengan studi terhadap prasi atau ilustrasi yang pada umumnya ditemukan pada lontar maupun kertas.

Jurusan Seni Rupa, Undiksha, sangat berhasil mengembangkan seni prasi dalam istilahnya dinyatakan sebagai Prasimologi. Mata kuliah ini berkenaan dengan keilmuan terhadap seni ilustrasi khas yang dapat ditemukan pada masa lalu hanya pada media lontar dan kertas, figur dan atribut pembeda tokoh-tokoh yang digambarkan mengadaptasi wujud wayang klasik Kamasan. Kekuatannya pada garis-garis yang ditoreh pada media lontar dan garis-garis yang digurat pada media kertas. Kekuatan lainnya adalah tata cara pemilihan adegan atau tata cara menggambarkan figur tokoh berkenaan dengan konteks latar cerita. Sebab prasi sebagai sebuah ilustrasi tidak terlepas daripada sifat naratifnya yang kuat, dasarnya adalah cerita, baik sastra lisan maupun tertulis, seperti epos dalam kakawin, geguritan atau peparikan.

QR Code E-Catalogue Peta Tanpa Arah | Foto: Purwita

Definisi prasi dalam konteks studi kritis terhadap definisinya telah dilakukan oleh I Gede Gita Purnama A.P melalui tulisannya yang berjudul “Prasi? Sekilas Saja Tentang Penamaan”dan dapat dibaca pada buku Hard-Iman – Kumpulan Tulisan dan Karya Seni Budaya Rupa (2022) terbitan Komunitas Budaya Gurat Indonesia.

Pada tulisan itu dinyatakan bahwa perkembangan prasi kini nampak eksplorasi media yang sangat menarik, kombinasi lontar-tembaga, kombinasi lontar-kuningan, menjadi eksplorasi paling mutakhir kini pada seni jenis ini. Tentu eksplorasi-eksplorasi ini akan kian berkembang ke depan.

Gita Purnama atau yang saya akrabi dengan panggilan Bli Bayu menganalisis arti istilah prasi yang dilontarkan oleh I Ketut Suwidja dalam bukunya Mengenal Prasi (1979) terbitan Gedong Kirtya Singaraja, selain juga menelusuri definisi prasi dari kamus ke kamus dan leksikografi yang melekat pada prasi semisal lukisan pada lontar, lontar komik, gegambaran; sedangkan untuk medianya disebut terbatas pada lontar dan kertas.

Topik tulisannya berkenaan dengan asal-muasal definisi prasi dan melihat kenyataan perkembangan wujud prasi dari masa lalu hingga masa kini. Singkatnya Bli Bayu menyebutnya sebagai karya rupa-sastra untuk menyebut prasi.

Apa yang dinyatakan Bli Bayu pada tahun 2022 nampaknya meledak-ledak dari hasil capaian kreatifnya hari-hari ini di ruang pameran prodi seni rupa Undiksha. Sebab dua karya yang dipamerkan dalam konteks Prasimologi menunjukkan perkembangan melampaui definisi atas prasi itu sendiri.

Tercatat dua nama mahasiswa yang mengambil bidang Prasimologi, yakni I Gede Agustawan Dwi Mahardika dan I Kadek Agus Reka Biambara Putra.

Dwi Mahardika menghadirkan tiga panel karya dengan pendekatan penyajian ilusi optikal, pengerjaan masih dengan teknik tradisional yaitu daun lontar yang ditoreh kemudian dihitamkan dengan arang, akan tetapi tata cara bagaimana karya itu disajikan adalah hal menarik. Ilusi optikal didapatkan dengan menempelkan dua daun lontar seolah menekuk, penempatannya secara vertikal dan berjajar. Jika kita berdiri pada sudut tertentu, baik pada sisi kiri maupun kanan, yang ditetapkan maka kita akan melihat gambar adegan dengan jelas. Sedangkan jika melihat karya ini dari depan maka yang kita lihat adalah karya abstrak. Kualitas goresannya pun detail dan teliti begitu juga dari perwujudan figur dan komposisi.

Meskipun kita familiar dengan tata cara menyajian model ini dalam dunia modern, setidaknya model penyajian optikal seperti ini membuat prasi menjadi lebih segar dan mencuri perhatian dari pada karya lukisan lainnya yang berwarna.

Karya-karya Dwi Mahardika | Foto: Purwita

Tiga panel karya Dwi Mahardika bertema epos Bharatayudha dengan judul “Yudistira Crown and Hope”, “Arjuna Love and Dexterity” dan “Bima Greddy and Power.” Dimensi masing-masing karya adalah 50cm x 50cm. Fokus Dwi Mahardika lebih kepada penghadiran karakter dari tokoh Pandawa, hal itu nampak pada deskripsi karyanya yang lebih menekankan kehadiran karakter pun simbol dan tanda-tanda visual yang dimainkan pada karyanya.

Karya dari Reka Biambara Putra adalah gong dari seluruh karya yang dipamerkan pada ruangan pameran Paduraksa milik Prodi Seni Rupa Undiksha itu. Karya Reka Biambara Putra disajikan dengan instalatif, yaitu membawa fragmen gambelan jegog khas Jembrana ke dalam ruang pameran, akan tetapi bukan itu yang menarik dalam karya ini.

Jegog – Karya Reka Biambara | Foto: Purwita

Setelah mengamati instalasi fragmen jegog, ada detail yang mencuri perhatian yaitu bilah bambu jegog, ada narasi yang digambarkan pada batang instrument musik ini dan sangat kontekstual yaitu fragmen sejarah perkembangan alat musik jegog Jembrana dari masa Kyang Gliduh, Era Genjor, Era Ni Suprik, hingga Era Jayus dan Pekak Jegog.

Hal itu membuat saya harus mendekat lebih dekat sedekatnya pada batang bambu yang besar dan panjang, melihat ilustrasinya lebih dekat, fragmen per fragmen, komposisi visual yang dihadirkan pada batang bambunya. Ada eksplorasi medium yang dilakukan dan tidak terbayangkan sebelumnya bagi saya untuk menghadirkan fragmen ilustrasi narasi sejarah jegog melalui penerapan teknik pyrography pada batang-batang bambu jegog yang besar itu.

Jegog karya Reka Biambara dilihat secara detail | Foto: Purwita

Reka Biambara Putra dengan karya berjudul “Jegog” memiliki nilai yang kompleks.

Pertama, muatan nilai sejarah, bahwa ia melakukan studi kesejarahan dan mengkonstruksinya melalui fragmen-fragmen ilustrasi.

Kedua, pendekatan prasi yang ia lakukan pada karyanya dapat menjadi bahan analisis wacana lebih lanjut terkait definisi prasi itu sendiri.

Ketiga, inovasi yang memadu-padankan unsur utama prasi yaitu ilustrasi bersinggungan dengan keahlian tangan kriya tanpa merubah nada pada batang jegog, intinya sisi aplikatif dan fungsi bilah bambu pada jegog tidak terganggu.

Keempat, wacana kekontemporeran seni rupa Indonesia yang hadir dalam wujud instalatif dan proses dibalik perwujudan karya.

Saya menjadi optimis bahwa Prodi Seni Rupa dan Undiksha sebagai lembaga akademik telah berhasil membawa muatan lokal yaitu seni prasi kepada perkembangannya yang lebih baru dan kontroversial sekaligus dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Asalkan dengan catatan bahwa mahasiswa masih berpegang teguh pada daya imajinatif cipta mereka dan proses riset atau studi yang jelas dan serius.

Dan semoga semangat mereka (mahasiswa seni rupa) sejalan dengan pernyataan kuratorial mereka pada pameran Peta Tanpa Arah yang menyatakan “Kami tahu mau dibawa kemana seni rupa Undiksha 2021.” [T]

Pohmanis, 28 Desember 2024

“Peta Tanpa Arah”, Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha dengan Beragam Gagasan Kritis
Tags: pameran seniPameran Seni RupaSeni Rupaseni rupa undikshaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Alchemy of Shadows”: Pameran Seni Rupa Ketut Suwidiarta di Komaneka Fine Art Gallery, Ubud

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co