12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tingkah dan Alasan-alasan Konyol Orang Bertato – Cerita Kecil Seniman Tato

Gede Dedy Arya Sandy by Gede Dedy Arya Sandy
February 2, 2018
in Esai

Foto: koleksi penulis

TATO masih dianggap hal tabu, buduh, dan menjijikkan, bagi sebagian orang. Bahkan dianggap pelanggaran dalam kehidupan satu lembaga. Buktinya, banyak pekerjaan menutup diri dari tato. Antara lain, kerja PNS.

Padahal tato atau biasa disebut rajah pada tubuh sudah ada sejak beribu-ribu tahun lalu. Kata Wikipedia, kebiasaan rajah atau tato ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Rajah dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing di suatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang.

Tato dibuat sebagai suatu simbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri.

Kini sebagaian orang juga menggunakan alasan-alasan seperti itu kenapa mereka bertato. Sebagian lagi memang ikut-ikutan. Nah, yang ikut-ikutan ini biasanya punya juga alasan-alasan tertentu yang meski masuk akal tapi bisa dibilang lucu bin konyol.

Suka Nato Orang

Saya, orang gila dari utara, selain suka bertato, juga suka nato orang lain. Saya buka studio di sebuah desa di Bali Utara, tepatnya di Padangbulia. Banyak pengalaman lucu yang saya temukan saat membuat tato di tubuh orang lain.

Saya suka dengan hal-hal yang berbau tato sejak kecil, sejak saya senang menggambar.

Suka nato karena saya pribadi menganggap tato itu adalah lambang kesetiaan tertinggi dalam hidup. Gawat bukan? Ah, tidak.

Orang boleh punya harta, mobil, istri yang cantik, tetapi ketika mereka mati hanya tato yang menemani sampai busuk di dalam tanah, ha ha ha ha ha…

Selain itu, saya suka melihat orang merasa senang atas apa yang telah saya berikan kepada orang itu. Saya memberikan tato yang melekat di tubuh. Mereka senang, karena seperti saya, tato bagi mereka juga menambah pesona.

Pelanggan saya dari anak SMA sampai kakek-kakek usia 60 tahun. Selain karena ingin tampak mempesona, banyak juga orang ingin punya tato dengan alasan-alasan yang lucu bahkan kadang konyol. Tingkah mereka pun aneh-aneh.

Cita-cita Kakek yang Terpendam

Suatu hari ada seorang kakek kira-kira berumur 60 tahun. Dia minta ditato. Saya kira kakek itu bercanda. Setelah dia menyerahkan gambar, baru saya tahu bahwa kakek itu serius seken dot metato.

Alasan kakek itu cukup unik. Katanya sejak remaja, ia  pengen membuat tato mawar di kakinya. Selain karena takut sakit, pada masa remaja itu ia takut diculik dan jadi korban petrus pada zaman Orde Baru.

Dari cerita orang-orang tua, sekitar tahun 1980-an memang banyak orang bertato jadi korban penembakan misterius yang dikenal dengan Petrus. Orang-orang yang punya tato tertentu di tubuhnya biasa ditemukan menjadi mayat di tempat-tempat tertentu, seperti di pinggir kali. Bahkan ada yang mengapung di sungai.

Mungkin itulah yang menyebabkan kakek itu menyimpan cita-citanya hingga tua, hingga umurnya sampai sekitar 60 tahun. Tapi tak apa-apa, namanya juga cita-cita, bisa terwujud dengan cepat, bisa juga amat telat.

Tingkah Unik Para Cewek

Nah, pelanggan saya juga banyak cewek-cewek. Tapi kebanyakan cewek pekerja hiburan malam, cewek kafe. Sebagian besar dari mereka tak punya alasan kuat kenapa suka berato. Mereka hanya bilang seneng aja ama tato.

Tapi, meski begitu ada cewek kafe yang minta dibuatkan tato tulisan nama anaknya. Bayangkan betapa cinta dan kangen cewek itu sama anaknya yang ditinggal di kampung, sementara ia cari nafkah di tempat yang tak diketahui oleh anaknya. Miris kan?

Selain nama anak, kebanyakan cewek kafe  ingin ditato dengan tulisan nama pacarnya dan nama suaminya. Yang lucu, cewek yang mentato nama pacarnya sering juga datang lagi dengan permintaan yang mengagetkan. Tatonya ingin diblok atau di-cover, atau dihapus. Alasannya karena sudah putus, hahahaha…

Yang paling lucu, ada cewek yang datang diantar suaminya. Cewek itu ingin ditato di bagian tertentu di tubuhnya. Tato apa yang dia inginkan? Tato dengan tulisan nama selingkuhannya. Astaganaga. Apa suami yang mengantarnya itu tak cemburu dan marah-marah? He he he, dengan bisik-bisik ia jawab: “suamiku tak bisa baca”.

Tapi tetap saja ia waspada kalau-kalau suaminya tahu. Untuk itu, ia minta agar huruf-hurufnya tak terlalu menonjol, tatonya diminta diisi variasi tribal.

Kebanyakan cewek minta ditato di bagian susu, atau di bawah susu. Atau di pinggul. Ada juga di bawah pusar, tepat di atas alat vital. Bahkan ada pelanggan ingin ada tulisan LOVE di bawah pusarnya. Memang ada-ada saja.

Kenapa mereka suka ditato di wilayah-wilayah yang bikin “panas dingin” itu? Tak ada yang memberi alasan yang jelas. Mereka hanya bilang biar seksi saja. Tapi sepertinya mereka terpengaruh dan ingin meniru model-model di majalah tato.

Pertanyaannya, bagaimana rasanya menato cewek di wilayah seksi itu? Ha ha ha, sebagai lelaki normal, kadang terangsang juga. Namun itu terjadi awal-awalnya saja. Setelah konsentrasi pada gambar tato, seluruh “rasa merinding” dan “tegang” itu jadi kabur entah ke mana.

Mulut Besar tapi Takuuuut…

Jangan dipikir cowok selalu lebih berani daripada cewek saat ditato. Sejumlah cowok bahkan banyak yang lebih besar mulutnya (omongannya) daripada nyalinya. Ketika ditato mereka takut. Yang lucu, ada yang datang dengan gaya yang gagah berani, lalu saat ditato tak kuat menahan sakit ditusuk jarum. Nah, baru setengah gambar dia minta ditunda, dan hingga kini tatonya gak selesai-selesai.

Ada juga cowok yang pingsan saat ditato. Saat itu saya menato di bagian punggung. Saya tinggal ganti jarum eh ternyata tamunya sudah bah, pingsan. Untungnya dia ngajak teman, dan temannya berusaha untuk membangunkan dan menyadarkannya.

Nah, orang yang paling berani menghadapi tato adalah anak-anak yang masih SMA. Mereka bukan hanya mempertaruhkan tubuhnya untuk digambari, tapi juga mempertaruhkan masa depannya. Hampir dipastikan peluangnya untuk bekerja di tempat-tempat tertentu pasti langsung sirna.

Entah apa yang ada di pikiran anak-anak SMA itu ketika memutuskan untuk menato tubuhnya. Mungkin seneng tato atau sudah tak punya cita cita jadi PNS. Tapi saya yakin anak anak SMA yang ditato itu kebanyakan calon-calon tukang tato atau jenis seniman lain. Intinya mereka akan menjadi orang yang membuat hidup ini jadi indahlah. (T)

Tags: Seni Rupaseni tattoTubuh
Share495TweetSendShareSend
Previous Post

Cara Hidup dan Pola Pikir Seorang Introvert – Catatan dari Sekitar

Next Post

Maaf, Bu Guru, Kami Tak Ikut Upacara Bendera – Jalan ke Sekolah Begitu Terjal…

Gede Dedy Arya Sandy

Gede Dedy Arya Sandy

Kerap dijuluki "Orang Gila dari Utara". Pelukis dan seniman tato. Tinggal di desanya di Padangbulia sembali membuka studio melukis sekaligus studio tato. Jika datang ke studionya, ia banyak punya cerita menarik bukan hanya soal tato, tapi juga soal kehidupan

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post

Maaf, Bu Guru, Kami Tak Ikut Upacara Bendera - Jalan ke Sekolah Begitu Terjal…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co