10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [8]: Mobil Bergoyang Tengah Malam

Chusmeru by Chusmeru
February 20, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENGAJAR kelas Psikologi Komunikasi bagi Wisnawan Wijaya sangat mengasyikkan. Selain materi kuliah yang memang kekinian dengan kasus-kasus yang terjadi, mahasiswa peserta mata kuliah ini juga sangat aktif di kelas.

Mahasiswa biasa memanggil Wisnawan Wijaya dengan sebutan Mas Wis. Entah siapa yang memulai, panggilan Mas Wis hingga kini masih terus diberikan oleh mahasiswa. Mas Wis tidak pernah menolak panggilan itu. Bahkan dengan senang hati ia menerima panggilan itu. Di tengah usianya yang sudah menginjak 47 tahun, panggilan Mas membuatnya masih merasa muda.

Bukan tanpa alasan mahasiswa memanggil Mas Wis. Wajah Wisnawan Wijaya memang kekanak-kanakan. Mas Wis juga dilahirkan dari keluarga besar Jawa Tengah. Orang tuanya dari Kutoarjo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Wajar jika ia mendapat sebutan Mas.

Mas Wis begitu dekat dengan mahasiswa. Itu karena dalam proses belajar mengajar Mas Wis tidak terlalu kaku. Ia memperlakukan mahasiswa seperti teman atau adik sendiri. Tak heran jika setiap mata kuliah Mas Wis selalu banyak diminati mahasiswa. Seperti mata kuliah Psikologi Komunikasi ini, pesertanya hingga 120 orang. Oleh karenanya mata kuliah ini dibagi menjadi tiga kelas: A, B, dan C.

Semester ini merupakan yang terpadat jadwal kuliah Mas Wis. Waktu kuliahnya pun kemudian menjadi hingga malam hari. Kuliah Psikologi Komunikasi kelas A ini mendapat jadwal kuliah agak malam, pukul 19.30 hingga 21.00. Nyaris setiap perkuliahan ini Mas Wis sampai di rumah larut malam. Apalagi bila Mas Wis membuat kuis dalam kuliah atau diskusi kelompok, perkuliahan bisa selesai lebih malam.

Mata kuliah Psikologi Komunikasi bagi mahasiswa dianggap mengasyikkan. Pokok bahasan mata kuliah ini banyak bersentuhan dengan isu-isu kekinian, seperti sikap, perilaku, maupun motivasi seseorang dalam melakukan tindakan. Mas Wis selalu mengaitkan materi kuliah dengan kasus-kasus yang terjadi saat ini, semisal sikap dan perilaku orang dalam menggunakan media sosial. Atau juga motivasi mahasiswa dikaitkan dengan relasi cinta. Tak heran jika mahasiswa selalu interaktif dalam perkuliahan.

***

Ruang kuliah untuk Psikologi Komunikasi kelas A berada di ruang 11 yang tidak terlalu luas, namun sangat nyaman. Ruangan yang sejuk ber-AC dengan kursi yang masih baru, membuat mahasiswa betah berada di kelas. Ruang ini sering diperebutkan oleh dosen-dosen, sehingga Mas Wis kebagian jadwal kuliah malam. Tak masalah baginya. Kuliah malam justru lebih asyik ketimbang siang hari yang sering membuat mahasiswa mengantuk.

Malam ini Mas Wis menjelaskan materi tentang faktor emosional seseorang yang berkaitan dengan rasa takut. Menurutnya, rasa takut dapat dipicu oleh hal-hal yang tidak diketahui dan tidak bisa dipastikan. Rasa takut juga dapat disebabkan mendengar dan melihat sesuatu atau mendapat informasi yang menakutkan.

Reaksi terhadap rasa takut bermacam-macam. Biasanya denyut jantung menjadi lebih cepat. Wajah menjadi pucat dan tubuh merasakan keringat dingin. Semua itu adalah reaksi psikologis yang disebabkan oleh perasaan takut.

“Coba Tio, sebutkan contoh yang memicu rasa takut,” perintah Mas Wis kepada Septio, mahasiswa yang duduk di barisan tengah.

“Melihat hantu Mas…,” jawab Tio membuat mahasiswa lain tertawa.

“Wahh… horor kamu Tio…,” komentar Mas Wis.

Jawaban Tio mungkin saja spontan. Namun kuliah di malam hari dengan menyebut hantu tentu sesuatu yang menyeramkan. Apalagi kampus tempat Mas Wis mengajar selama ini dikenal sebagai sarang hantu.

Mas Wis mengakhiri perkuliahan pukul 21.30, setengah jam lebih lama dari jadwal kuliah. Bukan lantaran jawaban Tio yang membuat kuliah dihentikan. Hari memang sudah mendekati tengah malam. Sementara besok pagi ia harus mengajar mata kuliah yang lain.

Mas Wis menuju tempat parkir mobil. Malam sudah menunjukkan pukul 22.00. Hanya ada beberapa mobil yang parkir di area kampus. Mahasiswa juga ada yang membawa mobil, tapi tidak lebih dari tiga orang. Sehingga area parkir seperti tampak lengang.

Saat hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba Mas Wis dikejutkan dengan mobil dekanat yang parkir tidak jauh dari mobilnya. Mobil dekanat yang berpelat merah itu tampak bergoyang-goyang. Mas Wis tak habis pikir, mengapa mobil dekanat itu bergoyang. Pikirannya jadi agak curiga. Apalagi belum lama ini beredar viral video mesum mobil bergoyang di Gorontalo.

Tapi siapa yang berani berbuat mesum di dalam mobil dekanat? Begitu pikir Mas Wis. Mahasiswa tentu saja mustahil. Mobil itu pasti terkunci. Mahasiswa tak mungkin bisa masuk ke dalam mobil. Lagi pula mahasiswa mana yang berani kurang ajar di dalam mobil pimpinan fakultas.

“Apakah Pak Rudi, sopir pimpinan?”

Ah, tak mungkin. Mas Wis membantah sendiri pendapatnya. Mana mungkin sopir mobil dinas fakultas berani melakukan perbuatan tak senonoh malam hari di kampus.

Mas Wis memberanikan diri mendekati mobil dekanat yang masih bergoyang itu. Ia mengintip dari balik kaca, siapa yang ada di dalam mobil. Di kegelapan malam agak sulit baginya melihat secara jelas mobil yang berkaca gelap itu. Matanya berusaha lebih mendekat ke kaca mobil. Di bagian depan mobil dia tidak melihat siapa pun.

Betapa terkejutnya Mas Wis ketika matanya tertuju ke tempat duduk di bagian tengah mobil. Seorang perempuan berambut sebahu sedang duduk sambil menggoyangkan kakinya. Pakaiannya serba hitam. Wajah perempuan itu pucat. Matanya sembab memerah dengan tatapan kosong. Mas Wis meyakinkan diri dengan penglihatannya. Ia menggosok-gosok matanya. Kini tatapan perempuan itu malah mengarah kepada Mas Wis.

Seketika Mas Wis ketakutan. Detak jantungnya bertambah cepat. Keringat dingin mengucur dari kening dan lehernya. Apa yang tadi sempat dibahas dalam perkuliahan tentang ketakutan dan kecemasan kini ia rasakan. Ini bukan perempuan biasa, pikir Mas Wis.

Dia memutuskan untuk mundur, menjauh dari mobil. Ia tak mau berurusan dengan hantu perempuan yang menyeramkan di dalam mobil dekanat.

Secepatnya Mas Wis menghidupkan mesin mobilnya. Ia segera tancap gas pulang ke rumah. Berkali-kali ia menengok kaca spion di atas kepalanya, memastikan hantu perempuan yang ada di dalam mobil dekanat tidak mengikutinya. Bulu kuduknya masih berdiri dan rasa takutnya belum sirna ketika istrinya membukakan pintu rumah. Ia langsung minum air putih untuk menghilangkan rasa takutnya.

***

Ternyata bukan hanya Mas Wis yang menyaksikan mobil bergoyang tengah malam di kampus. Widya Novianti, dosen Komunikasi Pembangunan yang biasa dipanggil Novi, juga pernah mengalami hal serupa. Kejadiannya juga saat malam hari, setelah Novi selesai mengajar di program magister. Hal itu ia sampaikan ketika mendengar cerita Mas Wis saat mengobrol di ruang dosen.

Sangat jelas dalam penglihatan Novi, kala itu mobil dekanat yang diparkir di halaman kampus bergoyang-goyang. Awalnya Novi menduga mobil bergoyang karena ada gempa bumi. Namun ia keliru, karena hanya mobil dekanat itu yang bergoyang; sedangkan mobilnya dan mobil mahasiswa tidak ada yang bergoyang.

Sungguh mengerikan. Ketika Novi mendekati mobil dekanat itu, sosok perempuan berbaju hitam sedang menggoyangkan kakinya seraya meronta-ronta di dalam mobil. Lebih menyeramkan lagi, saat Novi mencoba melihat dari balik kaca jendela mobil, perempuan itu justru melotot kepadanya. Seolah penuh amarah, perempuan itu seperti hendak mencengkeram Novi.

Saat itu Novi sudah memastikan bahwa perempuan dalam mobil itu adalah hantu. Secepatnya ia berlari menuju mobilnya. Ia tak mau dicengkeram hantu perempuan itu. Tangan Novi gemetaran ketika hendak membuka pintu mobilnya. Novi hendak menjerit memanggil petugas jaga malam di kampus. Namun mulutnya terasa terkunci. Beruntung ia bisa mengendarai mobilnya sampai ke rumah dengan selamat.

Atas kejadian beruntun itu Mas Wis dan Novi melaporkan kepada Dekan Fakultas. Tentu saja Dekan terkejut mendengar cerita mereka berdua. Dekan segera memanggil Pak Rudi, sopir mobil dekanat. Pak Rudi pun kaget. Sebab ia pun pernah melihat sosok hantu perempuan di dalam mobil yang ia kemudikan dari kaca spion yang ada di atas kepalanya.

“Kok mobil dinas ada hantunya Pak Rudi?”, tanya Dekan.

Pak Rudi berpikir sejenak, lantas menjawab.

“Mungkin itu arwah perempuan yang pernah ditabrak mobil kita hingga meninggal oleh Pak Jayadi, sopir sebelum saya. Mungkin arwahnya masih belum sempurna,” jawab pak Rudi.

Tahun lalu mobil dekanat memang pernah menabrak seorang perempuan di luar kota saat ada perjalanan dinas. Waktu itu yang menyetir Pak Jayadi. Korban tewas di tempat. Pak Jayadi sudah diproses hukum akibat kelalaian yang menimbulkan hilangnya nyawa orang lain, dan harus mendekam di penjara.

“Terus bagaimana ini urusannya Pak Rudi?”, tanya Dekan ikut ketakutan juga.

“Nanti saya minta tolong Pak Sariman, dukun Ebeg di desa saya. Dia sering diminta orang untuk memindahkan hantu,” kata pak Rudi.

Malam harinya, Pak Sariman datang ke kampus. Pak Sariman adalah dukun atau dalang kesenian Ebeg atau Kuda Lumping. Ia biasa berurusan dengan makhluk gaib yang masuk ke dalam tubuh para pemain Ebeg. Pak Sariman pula yang kemudian harus mengeluarkan kembali makhluk gaib dari para pemain Ebeg.

Dekan, beberapa dosen, dan pegawai ikut hadir di tempat parkir mobil fakultas. Mas Wis dan Novi juga penasaran ikut hadir. Tepat pukul sepuluh malam, mobil dinas dekanat kembali bergoyang. Suasana mencekam sangat terasa di pelataran kampus. Hawa dingin terasa menyentuh kulit mereka.

Perlahan Pak Sariman mendekati mobil pelat merah yang biasa digunakan dekanat itu. Tampak ia membaca mantra, kemudian membuka pintu mobil. Mobil masih tampak bergoyang ketika Pak Sariman masuk ke dalam mobil. Semua yang ikut hadir menyaksikan larut dalam suasana menakutkan. Mereka terdiam, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sekitar lima belas menit Pak Sariman berada di dalam mobil. Sayup terdengar suara seorang perempuan menangis. Namun tidak semua orang mendengarnya. Hanya Mas Wis dan Novi saja yang mendengar suara tangisan itu. Tentu saja membuat mereka merinding. Sementara Dekan, pegawai, dan dosen lain tak mendengar suara apa pun.

Pak Sariman keluar dari mobil sambil menggendong perempuan. Usia Pak Sariman yang tidak lagi muda tampak seperti memikul beban berat. Mas Wis dan Novi melihat dengan jelas perempuan itu menangis dalam gendongan Pak Sariman. Orang-orang yang berada di pelataran kampus hanya merasakan hawa dingin tanpa mampu melihat perempuan yang digendong Pak Sariman.

“Dia masih ingin berada di mobil ini. Mobil yang telah merenggut nyawanya. Tapi tadi sudah saya bujuk untuk pindah. Nanti saya pindahkan ke pohon mahoni di ujung sana,” kata Pak Sariman sambil menunjuk pohon mahoni besar yang tumbuh di pojok halaman kampus.

Dengan tertatih-tatih Pak Sariman menggendong hantu perempuan di dalam mobil dekanat itu menuju pohon mahoni. Mas Wis dan Novi hanya bisa terpaku diam sambil memperhatikan setiap langkah Pak Sariman. Hantu perempuan itu sepertinya pasrah. Ia tak lagi menangis pilu. Saat pak Sariman menurunkan perempuan itu di dekat pohon, mendadak hilang dari pandangan Mas Wis dan Novi.

Kini hantu perempuan itu telah berada di tempat baru, di pohon mahoni kampus. Mas Wis dan Novi berharap tidak lagi melihat mobil bergoyang di tengah malam. Mereka juga berharap arwah perempuan itu tenang di alam sana. Sehingga mereka tidak lagi dibayangi ketakutan saat melewati pohon mahoni di kampus.

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen
Kampusku Sarang Hantu [3]: Kuntilanak Beterbangan di Proyek Bangunan
Kampusku Sarang Hantu [4]: Mahasiswa Kesurupan di Ruang Kuliah
Kampusku Sarang Hantu [5]: Tangisan dari Gudang Tua
Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen
Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak Muda yang Semangat dan Percaya Diri dalam Lomba Ngwacén Lontar Bulan Bahasa Bali

Next Post

Like Father, Not Like Son

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails
Next Post
Like Father, Not Like Son

Like Father, Not Like Son

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co