3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Man of the Match” itu Lelaki Penjolok Kabel — Cerita Ogoh-Ogoh Banjar Kelod Kauh, Panji, Buleleng

Gading Ganesha by Gading Ganesha
April 1, 2025
in Khas
“Man of the Match” itu Lelaki Penjolok Kabel — Cerita Ogoh-Ogoh Banjar Kelod Kauh, Panji, Buleleng

Ogoh-ogoh Banjar kelod Kauh Desa Panji Buleleng dan laki-laki penjolok kabel | Foto: Gading Ganesha

LELAKI itu jarang diperhatikan. Nyaris dilupakan. Padahal ia punya peran penting. Jika tak ada lelaki itu, barangkali prosesi dan euforia ogoh-ogoh saat malam pengerupukan menjelang Hari Nyepi tidak akan bisa jalan, atau setidaknya, jalannya tersendat-sendat.

Lelaki penting itu juga ada saat pengarakan ogoh-ogoh di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Buleleng-Bali. Pada malam pengerupukan, Sabtu, 28 Maret 2025, saat mata semua orang tertuju pada ogoh-ogoh yang menjulang tinggi, lelaki itu mengambil peran tak biasa—peran atau tugas yang jarang mau diambil orang.  

Lelaki  itu membawa bambu sepanjang empat sampai lima meter. Bambu itu ia bawa ke sana kemari. Ia berada di depan. Ia harus mendahului jalannya ogoh-ogoh.

Jika tak jalan di depan, ogoh-ogoh tak bisa jalan.  Jika belum beraksi, ogoh-ogoh bisa macet.

Ia adalah lelaki penjolok kabel. Atau di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, lelaki itu biasa disebut “tukang tunjuk kabel”.  Lelaki itu, dengan bambu di tangan, bertugas untuk menyangga kabel listrik, kabel telepon, kabel internet, dan segala jenis kabel, yang melintang rendah, untuk kemudian ditinggikan, agar ogoh-ogoh bisa lewat.

Bambu panjang memang digunakan untuk menyangga kabel yang berserakan dan sembraut di atas kepala. Agar ogoh-ogoh bisa lewat dengan lancar. Diarak keliling desa. Dan orang-orang bersorak.

Ogoh-ogoh yang Tinggi, Kabel yang Rendah dan Semrawut

Di banyak daerah di Bali, kini ogoh-ogoh selalu dibuat lebih besar dan lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya. Tak hanya jadi seni dan budaya, kini ogoh-ogoh seakan jadi penanda kewibaan sebuah banjar dan sekaa teruna. Semakin besar ogoh-ogohnya, semakin tinggi ukurannya, sepertinya kewibawaan banjar dan sekaa teruna akan semakin tinggi. Sehingga, ogoh-ogoh dibuat besar dan tinggi. Paling besar atau paling tinggi, itu membanggakan.

Semakin tinggi ini ternyata juga jadi persoalan. Ogoh-ogoh semakin sulit diarak. Bukan karena semakin berat, tapi semakin ribet jalannya.  Kalau urusan berat, itu masalah ringan bagi pemuda desa. Mereka sedang garang-garangnya menunjukkan kekuatan. Mereka akan dengan mudah bisa mengangkatnya dan mengaraknya sampai jauh.

Laki-laki penjolok kabel selalu berada di depan ogoh-ogoh | Foto: Gading Ganesha

Ini tentang persoalan di atas kepala. Tentang kabel-kabel yang dipasang begitu rendah, membentang melintasi jalan. Ini menyulitkan para pengarak ogoh-ogoh. Seperti kabel untuk internet itu. Kabel fiber optik ini dipasang hanya setinggi tiga sampai empat meter di atas aspal jalan. Menjuntai di pinggir jalan, di tengah jalan dan bahkan menyilangi jalan.

Di sinilah peran pembawa bambu penyangga kabel jadi penentu. Berada di depan memantau kabel-kabel yang merintangi jalan ogoh-ogoh. Begitu ada yang menghambat, lelaki penjolok kabel itu akan bergerak. Lelaki itu tak hanya satu, bisa dua, sampai tiga. Mereka akan bergerak tanpa komando—meninggikan kabel agar ogoh-ogoh bisa lewat.

Setelah ogoh-ogoh lewat, para lelaki itu mesti berlari ke depan melewati ogoh-ogoh, melewati kerumunan. Menyiagakan diri. Tak jarang bambunya tersangkut di ranting pohon di pinggir jalan. Begitu seterusnya hingga ogoh-ogoh bisa sampai di tempat tujuan.

Bambu penyangga atau “tunjuk kabel”, begitu pemuda Desa Panji menyebutnya, dibuat dari bambu yang sudah matang, warnanya menguning, kering dan keras.  Tingginya sampai lima meter. Di bagian atas didesain sedemikian rupa, agar mampu menahan beban kabel. Berjalan dengan bambu sepanjang itu tentu sukar dilakukan.

Lebih Suka Mengarak Ogoh-ogoh Ketimbang Bawa Bambu Panjang

Gede Tirta, adalah salah satu lelaki penjolok kabel itu. Pemuda dari Banjar Kelod Kauh Desa Panji itu menuturkan, tangannya bahkan sampai keram membawa bambu itu sepanjang rute ogoh-ogoh.

Perjalanan memutari banjar memang cukup jauh. Ditambah kini kabel yang mesti ditunjang sangat banyak. “Kabel wifinya hampir di setiap rumah di pinggir jalan.  Jalan sedikit harus berhenti mengangkat kabel,” ujarnya.

Tirta menambahkan, ia dan teman-temanya bergantian. Kadang ia bergiliran dengan pemuda lain, tapi begitu teman-temannya dilihat mengarak ogoh-ogoh, pemuda itu maunya angkat ogoh-ogoh juga. Tak banyak yang mau, karena mereka lebih suka mengarak ogoh-ogoh.

“jadi kami bergiliran dengan pemuda yang lebih senior saja. Yang senior biasanya ambil peran ini. Biar pengarakan tetap berjalan lancar,” kata Tirta penuh bijaksana.

Gede Tirta | Foto: Gading Ganesha

Selain butuh fisik yang prima, petugas penyangga kabel nyatanya juga butuh kedewasaan diri. Pekerjaan yang melelahkan dan tanpa sorotan. Orang-orang hanya fokus menyaksikan pengarak ogoh-ogoh,  pemain baleganjur dan penari.

Melihat begitu banyak kabel yang berserakan dan sembraut, tidak salah jika menyebut Gede Tirta dan para pembawa bambu “tunjuk kabel” ini sebagai man of the match.

Dalam sepak bola, man of the match diberikan kepada pemain yang berperan penting dalam kemenangan atau penampilan maksimal tim. Pemain yang berhak mendapatkan predikat ini biasanya adalah pencetak gol penentu, pencetak gol terbanyak, kiper yang melakukan penyelamatan penting, pemain yang berperan penting dalam penyerangan atau pertahanan. 

Pada malam pengarakan ogoh-ogoh itu, pemuda pembawa bambu “tunjuk kabel” ini layak diberi penghargaan. Mereka memiliki peran penting memastikan tim pengarak ogoh-ogoh dapat berjalan dengan lancar, mengikuti parade dan mengelilingi desa, disaksikan warga desa dengan antusias di hari pengerupukan.

Sementara untuk pemasang kabel-kabel itu patutnya sadar diri. Meski berada di atas, kudu dipasang dengan memperhatikan etika dan estetika. Parade ogoh-ogoh akan ada setiap tahun. Tetapi para pemuda seperti Gede Tirta dan teman-temannya belum tentu ada setiap tahun, mau jadi pembawa tunjuk kabel di setiap malam sebelum Nyepi. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan
Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
Ogoh-ogoh “Ulian Manuse” di Kubutambahan, Tentang Ulah Manusia, Dibuat dari Limbah Plastik
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Tags: bulelengDesa PanjiHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Evolusi Ogoh-ogoh: Dampak Modernisasi Terhadap Tradisi Hindu di Bali

Next Post

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co