13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Man of the Match” itu Lelaki Penjolok Kabel — Cerita Ogoh-Ogoh Banjar Kelod Kauh, Panji, Buleleng

Gading Ganesha by Gading Ganesha
April 1, 2025
in Khas
“Man of the Match” itu Lelaki Penjolok Kabel — Cerita Ogoh-Ogoh Banjar Kelod Kauh, Panji, Buleleng

Ogoh-ogoh Banjar kelod Kauh Desa Panji Buleleng dan laki-laki penjolok kabel | Foto: Gading Ganesha

LELAKI itu jarang diperhatikan. Nyaris dilupakan. Padahal ia punya peran penting. Jika tak ada lelaki itu, barangkali prosesi dan euforia ogoh-ogoh saat malam pengerupukan menjelang Hari Nyepi tidak akan bisa jalan, atau setidaknya, jalannya tersendat-sendat.

Lelaki penting itu juga ada saat pengarakan ogoh-ogoh di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Buleleng-Bali. Pada malam pengerupukan, Sabtu, 28 Maret 2025, saat mata semua orang tertuju pada ogoh-ogoh yang menjulang tinggi, lelaki itu mengambil peran tak biasa—peran atau tugas yang jarang mau diambil orang.  

Lelaki  itu membawa bambu sepanjang empat sampai lima meter. Bambu itu ia bawa ke sana kemari. Ia berada di depan. Ia harus mendahului jalannya ogoh-ogoh.

Jika tak jalan di depan, ogoh-ogoh tak bisa jalan.  Jika belum beraksi, ogoh-ogoh bisa macet.

Ia adalah lelaki penjolok kabel. Atau di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, lelaki itu biasa disebut “tukang tunjuk kabel”.  Lelaki itu, dengan bambu di tangan, bertugas untuk menyangga kabel listrik, kabel telepon, kabel internet, dan segala jenis kabel, yang melintang rendah, untuk kemudian ditinggikan, agar ogoh-ogoh bisa lewat.

Bambu panjang memang digunakan untuk menyangga kabel yang berserakan dan sembraut di atas kepala. Agar ogoh-ogoh bisa lewat dengan lancar. Diarak keliling desa. Dan orang-orang bersorak.

Ogoh-ogoh yang Tinggi, Kabel yang Rendah dan Semrawut

Di banyak daerah di Bali, kini ogoh-ogoh selalu dibuat lebih besar dan lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya. Tak hanya jadi seni dan budaya, kini ogoh-ogoh seakan jadi penanda kewibaan sebuah banjar dan sekaa teruna. Semakin besar ogoh-ogohnya, semakin tinggi ukurannya, sepertinya kewibawaan banjar dan sekaa teruna akan semakin tinggi. Sehingga, ogoh-ogoh dibuat besar dan tinggi. Paling besar atau paling tinggi, itu membanggakan.

Semakin tinggi ini ternyata juga jadi persoalan. Ogoh-ogoh semakin sulit diarak. Bukan karena semakin berat, tapi semakin ribet jalannya.  Kalau urusan berat, itu masalah ringan bagi pemuda desa. Mereka sedang garang-garangnya menunjukkan kekuatan. Mereka akan dengan mudah bisa mengangkatnya dan mengaraknya sampai jauh.

Laki-laki penjolok kabel selalu berada di depan ogoh-ogoh | Foto: Gading Ganesha

Ini tentang persoalan di atas kepala. Tentang kabel-kabel yang dipasang begitu rendah, membentang melintasi jalan. Ini menyulitkan para pengarak ogoh-ogoh. Seperti kabel untuk internet itu. Kabel fiber optik ini dipasang hanya setinggi tiga sampai empat meter di atas aspal jalan. Menjuntai di pinggir jalan, di tengah jalan dan bahkan menyilangi jalan.

Di sinilah peran pembawa bambu penyangga kabel jadi penentu. Berada di depan memantau kabel-kabel yang merintangi jalan ogoh-ogoh. Begitu ada yang menghambat, lelaki penjolok kabel itu akan bergerak. Lelaki itu tak hanya satu, bisa dua, sampai tiga. Mereka akan bergerak tanpa komando—meninggikan kabel agar ogoh-ogoh bisa lewat.

Setelah ogoh-ogoh lewat, para lelaki itu mesti berlari ke depan melewati ogoh-ogoh, melewati kerumunan. Menyiagakan diri. Tak jarang bambunya tersangkut di ranting pohon di pinggir jalan. Begitu seterusnya hingga ogoh-ogoh bisa sampai di tempat tujuan.

Bambu penyangga atau “tunjuk kabel”, begitu pemuda Desa Panji menyebutnya, dibuat dari bambu yang sudah matang, warnanya menguning, kering dan keras.  Tingginya sampai lima meter. Di bagian atas didesain sedemikian rupa, agar mampu menahan beban kabel. Berjalan dengan bambu sepanjang itu tentu sukar dilakukan.

Lebih Suka Mengarak Ogoh-ogoh Ketimbang Bawa Bambu Panjang

Gede Tirta, adalah salah satu lelaki penjolok kabel itu. Pemuda dari Banjar Kelod Kauh Desa Panji itu menuturkan, tangannya bahkan sampai keram membawa bambu itu sepanjang rute ogoh-ogoh.

Perjalanan memutari banjar memang cukup jauh. Ditambah kini kabel yang mesti ditunjang sangat banyak. “Kabel wifinya hampir di setiap rumah di pinggir jalan.  Jalan sedikit harus berhenti mengangkat kabel,” ujarnya.

Tirta menambahkan, ia dan teman-temanya bergantian. Kadang ia bergiliran dengan pemuda lain, tapi begitu teman-temannya dilihat mengarak ogoh-ogoh, pemuda itu maunya angkat ogoh-ogoh juga. Tak banyak yang mau, karena mereka lebih suka mengarak ogoh-ogoh.

“jadi kami bergiliran dengan pemuda yang lebih senior saja. Yang senior biasanya ambil peran ini. Biar pengarakan tetap berjalan lancar,” kata Tirta penuh bijaksana.

Gede Tirta | Foto: Gading Ganesha

Selain butuh fisik yang prima, petugas penyangga kabel nyatanya juga butuh kedewasaan diri. Pekerjaan yang melelahkan dan tanpa sorotan. Orang-orang hanya fokus menyaksikan pengarak ogoh-ogoh,  pemain baleganjur dan penari.

Melihat begitu banyak kabel yang berserakan dan sembraut, tidak salah jika menyebut Gede Tirta dan para pembawa bambu “tunjuk kabel” ini sebagai man of the match.

Dalam sepak bola, man of the match diberikan kepada pemain yang berperan penting dalam kemenangan atau penampilan maksimal tim. Pemain yang berhak mendapatkan predikat ini biasanya adalah pencetak gol penentu, pencetak gol terbanyak, kiper yang melakukan penyelamatan penting, pemain yang berperan penting dalam penyerangan atau pertahanan. 

Pada malam pengarakan ogoh-ogoh itu, pemuda pembawa bambu “tunjuk kabel” ini layak diberi penghargaan. Mereka memiliki peran penting memastikan tim pengarak ogoh-ogoh dapat berjalan dengan lancar, mengikuti parade dan mengelilingi desa, disaksikan warga desa dengan antusias di hari pengerupukan.

Sementara untuk pemasang kabel-kabel itu patutnya sadar diri. Meski berada di atas, kudu dipasang dengan memperhatikan etika dan estetika. Parade ogoh-ogoh akan ada setiap tahun. Tetapi para pemuda seperti Gede Tirta dan teman-temannya belum tentu ada setiap tahun, mau jadi pembawa tunjuk kabel di setiap malam sebelum Nyepi. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan
Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
Ogoh-ogoh “Ulian Manuse” di Kubutambahan, Tentang Ulah Manusia, Dibuat dari Limbah Plastik
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Tags: bulelengDesa PanjiHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Evolusi Ogoh-ogoh: Dampak Modernisasi Terhadap Tradisi Hindu di Bali

Next Post

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co