3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Man of the Match” itu Lelaki Penjolok Kabel — Cerita Ogoh-Ogoh Banjar Kelod Kauh, Panji, Buleleng

Gading Ganesha by Gading Ganesha
April 1, 2025
in Khas
“Man of the Match” itu Lelaki Penjolok Kabel — Cerita Ogoh-Ogoh Banjar Kelod Kauh, Panji, Buleleng

Ogoh-ogoh Banjar kelod Kauh Desa Panji Buleleng dan laki-laki penjolok kabel | Foto: Gading Ganesha

LELAKI itu jarang diperhatikan. Nyaris dilupakan. Padahal ia punya peran penting. Jika tak ada lelaki itu, barangkali prosesi dan euforia ogoh-ogoh saat malam pengerupukan menjelang Hari Nyepi tidak akan bisa jalan, atau setidaknya, jalannya tersendat-sendat.

Lelaki penting itu juga ada saat pengarakan ogoh-ogoh di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Buleleng-Bali. Pada malam pengerupukan, Sabtu, 28 Maret 2025, saat mata semua orang tertuju pada ogoh-ogoh yang menjulang tinggi, lelaki itu mengambil peran tak biasa—peran atau tugas yang jarang mau diambil orang.  

Lelaki  itu membawa bambu sepanjang empat sampai lima meter. Bambu itu ia bawa ke sana kemari. Ia berada di depan. Ia harus mendahului jalannya ogoh-ogoh.

Jika tak jalan di depan, ogoh-ogoh tak bisa jalan.  Jika belum beraksi, ogoh-ogoh bisa macet.

Ia adalah lelaki penjolok kabel. Atau di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, lelaki itu biasa disebut “tukang tunjuk kabel”.  Lelaki itu, dengan bambu di tangan, bertugas untuk menyangga kabel listrik, kabel telepon, kabel internet, dan segala jenis kabel, yang melintang rendah, untuk kemudian ditinggikan, agar ogoh-ogoh bisa lewat.

Bambu panjang memang digunakan untuk menyangga kabel yang berserakan dan sembraut di atas kepala. Agar ogoh-ogoh bisa lewat dengan lancar. Diarak keliling desa. Dan orang-orang bersorak.

Ogoh-ogoh yang Tinggi, Kabel yang Rendah dan Semrawut

Di banyak daerah di Bali, kini ogoh-ogoh selalu dibuat lebih besar dan lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya. Tak hanya jadi seni dan budaya, kini ogoh-ogoh seakan jadi penanda kewibaan sebuah banjar dan sekaa teruna. Semakin besar ogoh-ogohnya, semakin tinggi ukurannya, sepertinya kewibawaan banjar dan sekaa teruna akan semakin tinggi. Sehingga, ogoh-ogoh dibuat besar dan tinggi. Paling besar atau paling tinggi, itu membanggakan.

Semakin tinggi ini ternyata juga jadi persoalan. Ogoh-ogoh semakin sulit diarak. Bukan karena semakin berat, tapi semakin ribet jalannya.  Kalau urusan berat, itu masalah ringan bagi pemuda desa. Mereka sedang garang-garangnya menunjukkan kekuatan. Mereka akan dengan mudah bisa mengangkatnya dan mengaraknya sampai jauh.

Laki-laki penjolok kabel selalu berada di depan ogoh-ogoh | Foto: Gading Ganesha

Ini tentang persoalan di atas kepala. Tentang kabel-kabel yang dipasang begitu rendah, membentang melintasi jalan. Ini menyulitkan para pengarak ogoh-ogoh. Seperti kabel untuk internet itu. Kabel fiber optik ini dipasang hanya setinggi tiga sampai empat meter di atas aspal jalan. Menjuntai di pinggir jalan, di tengah jalan dan bahkan menyilangi jalan.

Di sinilah peran pembawa bambu penyangga kabel jadi penentu. Berada di depan memantau kabel-kabel yang merintangi jalan ogoh-ogoh. Begitu ada yang menghambat, lelaki penjolok kabel itu akan bergerak. Lelaki itu tak hanya satu, bisa dua, sampai tiga. Mereka akan bergerak tanpa komando—meninggikan kabel agar ogoh-ogoh bisa lewat.

Setelah ogoh-ogoh lewat, para lelaki itu mesti berlari ke depan melewati ogoh-ogoh, melewati kerumunan. Menyiagakan diri. Tak jarang bambunya tersangkut di ranting pohon di pinggir jalan. Begitu seterusnya hingga ogoh-ogoh bisa sampai di tempat tujuan.

Bambu penyangga atau “tunjuk kabel”, begitu pemuda Desa Panji menyebutnya, dibuat dari bambu yang sudah matang, warnanya menguning, kering dan keras.  Tingginya sampai lima meter. Di bagian atas didesain sedemikian rupa, agar mampu menahan beban kabel. Berjalan dengan bambu sepanjang itu tentu sukar dilakukan.

Lebih Suka Mengarak Ogoh-ogoh Ketimbang Bawa Bambu Panjang

Gede Tirta, adalah salah satu lelaki penjolok kabel itu. Pemuda dari Banjar Kelod Kauh Desa Panji itu menuturkan, tangannya bahkan sampai keram membawa bambu itu sepanjang rute ogoh-ogoh.

Perjalanan memutari banjar memang cukup jauh. Ditambah kini kabel yang mesti ditunjang sangat banyak. “Kabel wifinya hampir di setiap rumah di pinggir jalan.  Jalan sedikit harus berhenti mengangkat kabel,” ujarnya.

Tirta menambahkan, ia dan teman-temanya bergantian. Kadang ia bergiliran dengan pemuda lain, tapi begitu teman-temannya dilihat mengarak ogoh-ogoh, pemuda itu maunya angkat ogoh-ogoh juga. Tak banyak yang mau, karena mereka lebih suka mengarak ogoh-ogoh.

“jadi kami bergiliran dengan pemuda yang lebih senior saja. Yang senior biasanya ambil peran ini. Biar pengarakan tetap berjalan lancar,” kata Tirta penuh bijaksana.

Gede Tirta | Foto: Gading Ganesha

Selain butuh fisik yang prima, petugas penyangga kabel nyatanya juga butuh kedewasaan diri. Pekerjaan yang melelahkan dan tanpa sorotan. Orang-orang hanya fokus menyaksikan pengarak ogoh-ogoh,  pemain baleganjur dan penari.

Melihat begitu banyak kabel yang berserakan dan sembraut, tidak salah jika menyebut Gede Tirta dan para pembawa bambu “tunjuk kabel” ini sebagai man of the match.

Dalam sepak bola, man of the match diberikan kepada pemain yang berperan penting dalam kemenangan atau penampilan maksimal tim. Pemain yang berhak mendapatkan predikat ini biasanya adalah pencetak gol penentu, pencetak gol terbanyak, kiper yang melakukan penyelamatan penting, pemain yang berperan penting dalam penyerangan atau pertahanan. 

Pada malam pengarakan ogoh-ogoh itu, pemuda pembawa bambu “tunjuk kabel” ini layak diberi penghargaan. Mereka memiliki peran penting memastikan tim pengarak ogoh-ogoh dapat berjalan dengan lancar, mengikuti parade dan mengelilingi desa, disaksikan warga desa dengan antusias di hari pengerupukan.

Sementara untuk pemasang kabel-kabel itu patutnya sadar diri. Meski berada di atas, kudu dipasang dengan memperhatikan etika dan estetika. Parade ogoh-ogoh akan ada setiap tahun. Tetapi para pemuda seperti Gede Tirta dan teman-temannya belum tentu ada setiap tahun, mau jadi pembawa tunjuk kabel di setiap malam sebelum Nyepi. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan
Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
Ogoh-ogoh “Ulian Manuse” di Kubutambahan, Tentang Ulah Manusia, Dibuat dari Limbah Plastik
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Tags: bulelengDesa PanjiHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Evolusi Ogoh-ogoh: Dampak Modernisasi Terhadap Tradisi Hindu di Bali

Next Post

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co