2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 31, 2025
in Panggung
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Ogoh-ogoh Banjar Danginjalan, Guwang | Foto: tatkala.co/Dede

HARI pengerupukan di Desa Guwang, Gianyar-Bali, senantiasa menghadirkan suasana yang penuh semangat, dan parade ogoh-ogoh menjadi salah satu hal yang dinanti-nanti oleh masyarakat setiap tahunnya. Parade ogoh-ogoh merupakan bagian penting dari perayaan Nyepi di Bali, termasuk di Desa Guwang.

Hari itu, dari anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah memadati areal Patung Garuda Wisnu, Guwang, pada Jumat, 28 Maret 2025. Sebelum menyambut hari suci Nyepi yang hening dan sunyi, mereka mengawalinya dengan bersukacita di hari pengerupukan. Mereka menunjukkan bagaimana tradisi ini mampu mengikat seluruh lapisan masyarakat.

Titik utama parade ini adalah di areal Patung Garuda Wisnu–titik nol Desa Guwang, tempat ini menjadi saksi bagaimana semangat kebersamaan mewarnai setiap langkah ogoh-ogoh yang diarak. Parade ogoh-ogoh di Desa Guwang melibatkan tujuh Banjar, yaitu Banjar Wangbung, Banjar Manikan, Banjar Tatag, Banjar Danginjalan, Banjar Sakih, Banjar Tegal, dan Banjar Buluh. Berbagai macam rupa ogoh-ogoh berjalan melintasi jalan-jalan utama desa atau melewati rutenya masing-masing, sampai akhirnya tiba di Patung Garuda Wisnu.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan representasi kekuatan jahat yang dibuat menyerupai boneka raksasa menyeramkan. Nama ogoh-ogoh diambil dari sebutan ‘ogah-ogah’, dalam bahasa Bali, artinya sesuatu yang digoyang-goyangkan. Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa pada petang hari menjelang malam, dengan tujuan membersihkan atau menyeimbangkan lingkungan (somia). Setelah diarak, ogoh-ogoh akan dibakar (pralina) agar unsur-unsur Panca Maha Bhuta (api, air, tanah, udara, dan cahaya) kembali ke asalnya. Secara simbolik, tradisi tersebut menggambarkan dunia yang kembali berada dalam keseimbangan.

Di Desa Guwang, ogoh-ogoh sendiri memiliki makna yang mendalam. Selain sebagai sarana upacara, ogoh-ogoh juga menjadi media bagi anak-anak muda Guwang untuk menuangkan ide-ide kreatifnya, membangkitkan semangat gotong royong, hingga menjadi sebuah karya seni yang bernilai.

Para Warga di Sekitar Patung Garuda Wisnu, Guwang | Foto: tatkala.co/Dede

Sebelum parade dimulai, tradisi orob-orob menjadi ritual penting yang dilakukan oleh masyarakat. Pada waktu sandikala (petang), warga desa secara serentak akan melakukan ritual orob-orob (pembersihan di masing-masing rumah), ritual ini adalah simbol pembersihan jiwa dan alam. Jika sudah selesai melaksanakan orob-orob, barulah semua warga beranjak menonton ogoh-ogoh.

Para warga dan beberapa wisatawan tampak membaur menjadi satu dalam kerumunan, mereka begitu antusias menyaksikan ogoh-ogoh. Masing-masing mencari tempat ternyaman untuk menonton, mereka rela menunggu lama dan tak sudi berpindah tempat, karena tidak mau tempatnya diambil oleh orang lain.

Ogoh-ogoh Banjar Danginjalan, Guwang | Foto: tatkala.co/Dede

Tepat pukul 19:00 Wita, satu per satu banjar mulai berdatangan. Sayup-sayup gamelan baleganjur terdengar dari kejauhan, dan Banjar Wangbung pun mengawali parade tersebut, disusul dengan banjar-banjar yang lain.

Para pemuda dan pemudi masing-masing banjar memiliki tugas yang berbeda-beda, ada yang membawa obor, ada yang membawa papan nama, ada yang menabuh gamelan, dan tentu saja, ada yang mengarak ogoh-ogoh. Beberapa juga ada yang tampak menyalakan bom asap (flare) ketika ogoh-ogohnya diarak, membuat suasananya menjadi semakin dramatis.

Ogoh-ogoh yang diarak bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk raksasa, manusia, hingga makhluk mitologi. Selain ogoh-ogoh, yang juga turut memikat perhatian adalah alunan gamelan baleganjur yang enerjik itu, alunan nada yang mampu membangkitkan semangat. Tak perlu bantuan soundsystem, tabuh baleganjur dengan irama cepat dan ritmis justru membuat suasana jauh lebih meriah, menciptakan atmosfer yang khas.

Sekaa Gong (Baleganjur) Banjar Sakih, Guwang | Foto: dok. STT Banjar Sakih, Guwang

Sekaa Gong (Baleganjur) Banjar Danginjalan, Guwang | Foto: tatkala.co/Dede

Masing-masing Banjar mengerahkan para penabuh gamelan yang terampil, memainkan gamelan dengan kekompakan yang luar biasa. Riuh sorak sorai penonton pun menyambut setiap ogoh-ogoh yang datang. Diiringi tabuh baleganjur yang enerjik, para pengarak ogoh-ogoh begitu bersemangat, mereka memutar-mutar dan menggoyang-goyangkan ogoh-ogoh seraya berteriak kegirangan.

Parade ogoh-ogoh di Desa Guwang tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga bagian dari semangat kebersamaan masyarakat, serta turut melestarikan tradisi, seni, dan budaya Bali. Tak hanya di Desa Guwang, hampir seluruh daerah di Bali melaksanakan parade ogoh-ogoh, parade ini menjadi salah satu bukti bagaimana tradisi tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
Ogoh-ogoh “Ulian Manuse” di Kubutambahan, Tentang Ulah Manusia, Dibuat dari Limbah Plastik
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Tags: Desa GuwangGianyarHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Next Post

Idulfitri ala Mahasiswa Rantau di Singaraja: Bertamu, Menelepon Ibu, dan Menangis Usai Sholat Ied

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Idulfitri ala Mahasiswa Rantau di Singaraja: Bertamu, Menelepon Ibu, dan Menangis Usai Sholat Ied

Idulfitri ala Mahasiswa Rantau di Singaraja: Bertamu, Menelepon Ibu, dan Menangis Usai Sholat Ied

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co