3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
March 28, 2025
in Esai
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.

Salah satu ogoh-ogoh yang diarak di jalan di Denpasar menjelang Hari Nyepi tahun 2025

PADA bulan Maret 2025 ini, terdapat momen penting bagi umat beragama yang memberikan pelajaran berharga. Dimulai dari 10 hari terakhir bulan Ramadan, di mana umat Muslim meyakini hadirnya Lailatul Qadar. Apa sebenarnya yang terjadi pada malam Lailatul Qadar? Keajaiban apa yang ditunjukkan pada malam tersebut? Apakah semua umat Muslim melihat atau menerima bukti nyata Lailatul Qadar?

Pada malam Lailatul Qadar, umat yang beriman memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan merenungkan makna kehidupan. Setiap orang berlomba-lomba berbuat baik, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Mereka berusaha menyucikan jiwa di malam yang lebih baik dari seribu bulan, menyatukan diri dengan keheningan alam semesta. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, merenung, memohon ampunan, dan memasrahkan diri.

Momentum Lailatul Qadar mengajak umat Muslim untuk merenungkan masa lalu, membersihkan diri dari noda dan dosa, serta kembali kepada fitrah. Dengan amalan baik, ketulusan, dan permohonan ampunan, mereka berusaha menghilangkan segala hal negatif dan kembali berbuat kebaikan.

Di Pulau Dewata, Bali, umat Hindu merayakan Nyepi dengan keheningan semesta. Langit tampak bersih, suara-suara diredam, dan umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bersenang-senang), dan Amati Lelanguan (tidak berpergian).

Dalam menjalankan catur brata penyepian, ajaran  umat Hindu ini mengajak untuk lebih mendalami makna kehidupan, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta mencapai ketenangan dan kesucian jiwa.

Mereka merenung dan bersembahyang di Merajan masuk dalam ruang-ruang keheningan berusaha menyatukan jiwa dengan segala pendekatan berdialog pada  penguasa langit dan bumi (Penguasa Semesta).

Meskipun berbeda cara, baik umat Muslim maupun Hindu melakukan pendekatan spiritual dengan merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Umat Hindu merayakan Nyepi sebagai bagian dari Tahun Saka, dengan diawali tawur agung.

Tawur sendiri memiliki arti membayar atau mengembalikan. Hal ini dimaknai sebagai upacara untuk mengembalikan sari-sari alam yang telah digunakan manusia untuk menyelaraskan kehidupan  atau mengingatkan manusia agar selalu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia sesama manusia, dan manusia dengan alam lingkungan sekitarnya. Setelah itu dilanjutkan mengarak ogoh-ogoh sebagai simbol kejahatan yang harus dienyahkan. Hal ini serupa dengan prinsip-prinsip umat Muslim dalam menjalin hubungan manusia (Hablum Minannas) hubungan manusia dengan Allah (Hablum Minallah), hubungan dengan Alam (Hablum minal alam/ lingkungan).

Di sini juga manusia sebenarnya diajak untuk  melenyapkan ego dan nafsu negatif.

Selama 24 atau 36 jam, aktivitas duniawi dihentikan, mengajak kita merenungkan hakikat hidup dan menyelaraskan diri dengan alam semesta. Perbedaan keyakinan menunjukkan kebesaran Tuhan dalam memberikan pengetahuan. Nyepi, Lailatul Qadar, dan Idulfitri adalah puncak-puncak fitrah manusia yang diyakini masing masing pemeluknya.

Nyepi memberikan pengetahuan batin melalui spiritualitas, mengajak umat manusia merenungkan kehidupan, menyelaraskan diri dengan alam, dan menemukan kedamaian dalam keheningan.

Umat Muslim merayakan Idulfitri sebagai kembalinya manusia ke fitrah setelah membersihkan diri dari dosa. Fitrah adalah kemerdekaan universal dari perjalanan keheningan, baik bagi tubuh maupun jiwa. Dengan refleksi diri dan pengendalian nafsu, kita menemukan kemerdekaan sejati.

Lailatul Qadar, Nyepi, dan Idul Fitri mengarah pada pemahaman tentang hakikat penciptaan yang tak pernah diduga manusia. Kita menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Sang Pencipta dan akan kembali kepada-Nya. Kekosongan dalam keheningan adalah ruang untuk merasakan kehadiran-Nya, menyadari keterbatasan diri, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya.

Ketiga momen spiritual ini saling melengkapi, mengajak kita merenungkan diri, membersihkan hati, dan kembali ke fitrah kemanusiaan. Melalui keheningan dan refleksi, kita menemukan kedamaian dan kemerdekaan sejati, serta menyadari hakikat penciptaan. Semoga perjalanan spiritual ini membawa kita kepada kehidupan yang lebih bermakna dan diridhai oleh Sang Pencipta.

Dengan kebersamaan ini bisa saja peristiwa atau gambaran yang diberikan Tuhan dengan kata tak terduga menjadikan sebuah  kesamaan esensi spiritual. Perayaan Lailatul Qadar pada Bulan Ramadan, Nyepi (Tahun Baru Saka), dan Idulfitri, kembalinya fitrah manusia atau meleburlebarkan apa yang telah dilewati sebagai puncak menuju kosong. Ketiganya mengajak umat beragama untuk merenungkan diri, membersihkan hati, dan kembali kepada fitrah kemanusiaan. Melalui keheningan dan refleksi, manusia diajak untuk menyadari keterbatasan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menemukan kedamaian sejati. Perbedaan cara perayaan menunjukkan kekayaan spiritualitas dan kebesaran Tuhan dalam memberikan petunjuk kepada umat manusia. [T]

Penulis: Kardanis Mudawi Jaya
Editor: Adnyana Ole

Refleksi Spiritual Nyepi, Tumpek Wariga, dan Idulfitri dalam Pendidikan Pertanian
Ogoh-Ogoh, Nyepi, dan Idulfitri 
Nyepi: Komunikasi Intrapersonal bagi Umat Hindu
Tags: Hari Raya NyepihinduIdul FitriIdulfitriIslamMuslim
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gairah Kebanggaan pada Buleleng dalam Lagu-lagu HUT Kota Singaraja Ciptaan Angga Prasaja

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Dalam Nyepi, Berburu Lailatul Qadar

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Dalam Nyepi, Berburu Lailatul Qadar

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Dalam Nyepi, Berburu Lailatul Qadar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co