6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Dalam Nyepi, Berburu Lailatul Qadar

Gimien Artekjursi by Gimien Artekjursi
April 5, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Dalam Nyepi, Berburu Lailatul Qadar

DALAM NYEPI

kita padamkan seluruh cahaya hari ini
agar tahu guna kegelapan setelah mata tak henti terpapar sinar
sampai serasa berpijar

kita hentikan semua kerja hari ini
agar bisa menikmati diam istirahat
setelah tak henti diburu tenggat
tak mengindahkan badan dan pikiran yang penat

kita hentikan seluruh keberangkatan hari ini
agar tahu nilai perjalanan setelah sekian jauh jarak ditempuh
tanpa mengindahkan keluh
tanpa peduli seluruh yang ada luluh dan lusuh

kita tutup seluruh kegembiraan hari ini
agar tahu ada ketenangan dan keheningan
selain keriuhan hingar-bingar
tak mengenal jeda
membuat hari-hari menjadi onar dan nanar

Kumendung, 28 Maret 2025

TENTANG LAILATUL QADAR

dari malam ke malam berkelana
mencari penerima
lailatul qadar kehabisan tenaga
lama melayang-layang diangkasa
akhirnya tersangkut jaring internet
tak jadi jatuh di dunia

Kumendung, 21 Maret 2025

BERBURU LAILATUL QADAR*)

malam-malam terakhir ramadhan
aku melesat mengitari semesta dengan seluruh tenaga
berwaktu-waktu sepanjang malam-malam akhir ramadhan

dalam keheningan senyap berburu
tiba-tiba kulihat lailatul qadar di kejauhan
terjerat jaring internet
kehabisan tenaga tak mampu membebaskan diri

kukerahkan seluruh kekuatan menuju ke sana

naas, tinggal sejangkauan menggapai
mendadak baterai habis, sinyal terputus

lailatul qadar hilang dari hadapanku
sebelum tanganku menyentuhnya
sedangkan aku terlempar kembali ke bumi
tanpa lailatul qadar
sampai ramadhan tak tersisa

(aku berharap
tuhan masih memberiku usia
sampai akhir ramadhan tahun depan
aku berharap
jaring-jaring internet itu lapuk terkikis waktu
dan lailatul qadar terbebas sendiri
turun ke bumi
menemuiku di malam-malam terakhir ramadhan
tanpa harus kuburu)

Kumendung, 28 Maret 2025

*)Ketika saya menulis puisi “Lailatul Qadar”, salah satu “murid” Umbu di “Grudag-grudug”, mengatakan: “Menurut Umbu :Berburu Lailatul Qadar”. Konon Umbu beberapa kali berseloroh menggunakan kata ini.

NYANYIAN KECIL DARI DESA KUMENDUNG

sekali waktu memang ada pelangi
melintang di langit atas desaku
tapi tak ada bidadari akan turun mandi
desaku tak punya telaga
adanya hanya parit yang sering tak ada airnya

sungai menggaris batas desa bagian utara
hanya bisa mengalir ke laut
dan di laut
para bidadari pasti tak mau
berebut tempat dengan putri duyung

tapi sawah-sawah masih menghampar
bunga-bunga jagung menyembul
di atas daun-daun hijau
layaknya permadani tergelar di luas dataran

di hamparan sawah lainnya
pucuk-pucuk daun semangka, merah hijau jari-jari cabai
berselang-seling dengan aneka sayur dan rerumputan
saling berebut hidup dan hari esok

bau daun bawang kadang menyeruak di udara pagi
bercampur bau pestisida, dedaunan membusuk
atau kotoran ternak
lenguh sapi dan kambing dan kokok ayam
siang hari
beradu keras dengan suara sound system dari rumah penduduk

di sini orang-orang saling berlomba
di petak-petak persawahan, di jalan-jalan desa, di dalam rumah
di mana saja
berkejaran dengan mimpi dunia
juga harapan
menabung surga
berusaha mengubur neraka

Kumendung, Februari 2025

TENTANG NGENGAT DAN API

kita adalah ngengat
yang melihat api hanya terangnya
tanpa mengenal gunanya panas

ketika sayap-sayap itu hangus
baru kita tahu:
api bisa untuk membakar
bukan hanya menerangi kegelapan

tapi tatkala kita sadar akan manfaat api
nyala itu sudah padam
meninggalkan sisa asap
yang juga segera lenyap terbawa angin

Kumendung, 13 Februari 2025

DI TENGAH LABIRIN KOTA

di tengah labirin kota
setiap orang tersesat dan linglung
menjajakan mimpi dari jalan ke jalan
sampai habis ujung
tak bertemu sudah

tanyamu pada semua yang lewat
tak pernah bisa terjawab
tak ada yang mengerti apa pertanyaan
pun tak tahu apa masalah
tak ada lagi yang tahu
apalagi rasa

di sudut taman seseorang sendiri memetik rindu
dengan senar-senar hatinya
tapi tak ada getar yang terdengar
tidak irama
suara nyanyinya tenggelam di kejauhan cakrawala

di sudut lain
sebungkus nasi basi disuap tangan yang tak tercuci
masihkah harus dicari di tiap butirnya
arti dan makna suci?
hanya mimpi

di tengah simpang siur ketersesatan
kemanapun arah
linglung membentur dinding-dinding
mata terpicing
buta gulita semua di depan mata

bangunlah
cari arahmu kembali
sebelum batu-batu menjadikanmu pondasi
bagi peradaban yang sia-sia dan basi

Kumendung, 31 Januari 2025

TENTANG CAHAYA

gelap walau gulita
tak akan mampu membendung cahaya

berkas cahaya lebih tajam dari apapun
tanpa penghalang
akan terkuak seberapapun pekatnya kegelapan

meski hanya setitik
cahaya tak bisa dimatikan oleh gelap
apalagi menguburnya

Kumendung, 29 Januari 2025

RUANG TUNGGU

di ruang itu yang ada hanya waktu
menjelma tanda baca gagu
titik koma dan sekian rambu-rambu
tanpa ragu menunjuk untuk menunggu

tak ada beda malam atau siang
siapapun yang datang
tak bisa lancang menerjang
semua harus antri walau tak senang

sampai waktunya tiba
giliran namamu dipanggilnya
kau siap atau tak siap
harus segera datang menghadap

Kumendung, 17 Januari 2025

SEPERTI DAUN

seperti daun
gugur
tak ada yang tahu dukanya
tak ada yang mengerti mimpinya
tiba-tiba gugur terkapar di tanah

masihkah mimpi-mimpinya tersangkut
di ruas-ruasnya
di bibir lembarnya?

ketika tiba-tiba gugur
walau tak ada angin melintas
mimpinya tengah riuh bertumbuh
sendiri tiba-tiba melayang

seperti daun
semua yang ada
juga kita

Kumendung, 24 Juli 2024

TENTANG BUNGA

bunga tak pernah meminta warna
ketika mekar
tinggal memamerkan warna yang melekat pada kelopaknya
pada lembar-lembar bibirnya
merah, putih, kuning atau ungu
bunga-bunga mekar tanpa ragu

kumbang, lebah, atau kupu-kupu
datang tanpa pernah diundang
mereka mencari bunga tanpa berpikir membantu penyerbukan
tapi karena mereka
bunga bisa berubah menjadi putik dan berbuah

bunga-bunga musiman akan setia menunggu musim yang datang untuk mekar
tak akan muncul apalagi berkembang sebelum waktunya
bunga-bunga tak kenal musim
akan mekar bila kuncup sudah muncul
tanpa harus menunggu komando atau perintah

tak ada yang mencegah bunga-bunga tumbuh atau berkembang
tak pernah meributkan kapan harus mekar atau kembali kuncup
pun tak ada yang mempermasalahkan kapan layu dan gugur

bunga-bunga selalu setia muncul di ujung-ujung ranting
atau di bagian batang di mana biasanya tumbuh
mewarnai daun-daun dan pokok pohon
sesuai kodrat
menyegarkan keindahan alam
tanpa harus tawar menawar apalagi membuat perjanjian

Kumendung, 16 Januari 2025

Penulis: Gimien Artekjursi
Editor: Adnyana Ole


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi Muhammad Hadriansyah | Hutan Kabut, Kumbang Koksi
Puisi-puisi Novita Dina | Stasiun Kata-kata
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.

Next Post

Daging Sapi Pesanan Ibu | Cerpen Eyok El-Abrorii

Gimien Artekjursi

Gimien Artekjursi

Lahir 3 Agustus 1963. Tinggal di Banyuwangi. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan esei sastra dimuat di media cetak di Bali. Juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) dimuat di majalah Panyebar Semangat dan Jaya Baya (Surabaya).

Related Posts

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails
Next Post
Daging Sapi Pesanan Ibu  |  Cerpen Eyok El-Abrorii

Daging Sapi Pesanan Ibu | Cerpen Eyok El-Abrorii

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co