13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Komang Berata by Komang Berata
January 18, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Komang berata

CARA MENGHUKUM PENGKHIANAT

perempuan menjunjung sebakul bekal untuk kita tertangkap musuh
satu prajurit berambut pirang dan satu prajurit berambut legam
mengapitnya menuju markas besar kita
jangan ada mengokang pelatuk senapan
tiba-tiba kita prajurit
menjauhkan gagang cangkul dari genggaman
kita bukan penembak jitu
besar kemungkinan salah sasar
prajurit bermata sipit yang bergabung dengan kita
membantah tidak mengokang pelatuk senapan
satu peluru lepas, satu prajurit berambut pirang tertumpas
jangan tembak satu prajurit lainnya
dia orang kita
meski dia lebih memilih berkhianat
biarkan dia terbirit-birit lari
beri kesempatan bertemu kita nanti
untuknya jangan pernah sebut nama pengkhianat
pukul dia dengan tatapan mata bengis
tetap mulut menyungging manis
pantang kita meludahi sampah
kotoran sekalipun
segera songsong perempuan yang basah kainnya oleh air kencingnya sendiri
sudah sangat terlambat lama kita melahap bekal
beri dia pulang bergegas
jangan sampai mendekat markas
apalagi sampai tahu markas kita
perjuangan belum menemukan akhir waktu

 

TIGA MAKAM

satu jenazah sangat saya kenal
junjungan saya
habis waktu saya menunggu
tidak ada kerabat menjemput
kehilangan jejak kiranya
dua jenazah lain
sama sekali tidak saya kenal
busana mereka menunjukkan
mereka dari kalangan terhormat
kerabat mereka tidak juga mendekat
habis waktu saya menunggu
menjadikan saya terhormat
penghormatan saya memakamkan mereka
satu makam saya tandai batu
dipahatkan nama
dua makam lainnya saya tandai batu polos
bertahun-tahun berlalu
kerabatnya membongkar makam
dengan nama di hulunya
lalu memuliakannya dengan ritual
dua makam tanpa nama
tetap gundukan tanah biasa
tidak ada menanyakan
mati saya kelak
mati juga kenangan
lidah tidak bercerita
hujan turut mengikis gundukan

Karangasem, 30 Desember 2024

 

PERJALANAN DINI HARI

pukul dua dini hari kami berangkat
dari sidemen
aku ditemani dua adik ayah
menjunjung satu sok ketupat
berisi sedikit lauk
sebagian menjadi bekal di perjalanan
sebagian menjadi oleh-oleh untuk ayah
dipenjarakan di tampuagan
sipir penjara itu orang-orang kita
mata-mata itu orang-orang kita
galaknya luar biasa
meski tidak ada orang belanda
mereka terjemahkan keberadaan tuannya
menangkap dan memenjarakan pejuang
merebut kembali kemerdekaan
orang-orang belanda pantang menyiksa
orang-orang kita yang punya tujuan
sebagaimana belanda merebut kemerdekaan
ketika dijajah jerman

Karangasem, 28 Desember 2024

sok : anyaman bambu berbentuk kubus, bakul

 

SETENGAH BUKIT

setengah bukit ini anugerah raja kepada kakyang
ini anugerah panas, sama sekali tidak menyejukkan
untuk kalian penerus takdir garis panjang setia dan patuh
kehendak raja tidak mungkin kakyang bantah dengan penolakan
maka kepada para penggarap anugerah ini kakyang jual murah
uang hasil penjualan kakyang belikan candu
kenikmatan hanya untuk diri sendiri
kakyang bersama dua karib berjasa membawa lari ke tista
dan menyembunyikan pangeran muda sebelum berhasil disentuh
kerabat yang menggunting lipatan dalam cota lelaki
terhindarlah pangeran muda dari incaran pembunuhan oleh para paman
yang sangat ingin menduduki singgasana
tembok puri yang tebal dan tinggi
tangga bambu menjadi jalan masuk dan keluar puri
masuk bertiga keluar berempat
keris terikat di tangan seperti mengikat
taji ayam disabung
jasa sekecil itu berbalas anugerah sebesar ini
sangat tidak pantas
lebih pantas para penggarap menerimanya
jangan dengarkan mulut penyampai berita panas
teruskan takdir garis panjang setia dan patuh
godaan mengincar luput dari lupa
kepada para penggarap kakyang berjasa meneruskan anugerah setengah bukit

Karangasem, 28 Desember 2024

kakyang : kakek
cota : ujung luar kemben

 

MENGIRIM KETUPAT

kalian berempat
aku beri beban berat
kalian pikul lima ratus ketupat
membawanya bagi rata berempat
dari sidemen ini
menuju tukad arca
lalui tempat jauh dari jalan
tempat paling tersembunyi
yang kalian berempat ketahui
jaga mulut tidak berucap
jika tepergok
katakan kalian membawa ketupat
untuk sangu para pekerja
membangun terowongan di tukad arca
pastikan kalian selamat
tiba di tujuan
ketupat ini sangat dibutuhkan
para pejuang di garis depan
tiba kalian di tukad arca
naik kalian ke dataran di atas tukad arca
kalian berempat tidak akan
bertemu siapa-siapa
bergegaslah
di batu pipih dekat pohon
letakkan sok bodag ketupat
sanan dan salang bawa cepat pulang

Karangasem, 28 Desember 2024

bodag : anyaman bambu berbentuk kubus berukuran besar, bakul besar
sanan : alat memanggul, gandar

 

TUHAN BEGITU DEKAT

di tanah aron pasukan kita terdesak
mata-mata mengirim berita
semua jalan ditempati musuh
di barat, selatan, dan timur
hanya satu arah memungkinkan
diam-diam menyingkir
belukar adalah jalan termudah
berliku-liku pada redup cuaca
gunung agung menjulang di utara
siapakah lelaki berkain serba hitam itu
selalu jauh di depan kita
tidak pernah lenyap dari tatapan kita
tatapannya tidak pernah mengarah kita
sampai kita pada sumur sedalam sejengkal
bergantian kita menimba air setopi baja
topi baja menyentuh dasar sumur
air tidak pernah keruh
air tidak habis-habis di sumur
tidak terlihat sumber air
sekali tenggak habis air di topi baja
dahaga dan lapar kita entah ke mana
penat dan letih kita entah ke mana
lelaki berkain serba hitam melangkah
tanpa dikomando kita juga melangkah
meninggalkan karangasem
siapakah lelaki berkain serba hitam itu
menjadi penunjuk jalan
mencari perlindungan di buleleng
tuhan begitu dekat
menggiring kita selamat

Karangasem, 28 Desember 2024


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi Muhammad Hadriansyah | Hutan Kabut, Kumbang Koksi
Puisi-puisi Novita Dina | Stasiun Kata-kata
Puisi-puisi M. Allan Hanafi | Kucing, Dendam, Ibu
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin
Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Next Post

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang  |  Cerpen Pry S.

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co