25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Komang Berata by Komang Berata
January 18, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Komang berata

CARA MENGHUKUM PENGKHIANAT

perempuan menjunjung sebakul bekal untuk kita tertangkap musuh
satu prajurit berambut pirang dan satu prajurit berambut legam
mengapitnya menuju markas besar kita
jangan ada mengokang pelatuk senapan
tiba-tiba kita prajurit
menjauhkan gagang cangkul dari genggaman
kita bukan penembak jitu
besar kemungkinan salah sasar
prajurit bermata sipit yang bergabung dengan kita
membantah tidak mengokang pelatuk senapan
satu peluru lepas, satu prajurit berambut pirang tertumpas
jangan tembak satu prajurit lainnya
dia orang kita
meski dia lebih memilih berkhianat
biarkan dia terbirit-birit lari
beri kesempatan bertemu kita nanti
untuknya jangan pernah sebut nama pengkhianat
pukul dia dengan tatapan mata bengis
tetap mulut menyungging manis
pantang kita meludahi sampah
kotoran sekalipun
segera songsong perempuan yang basah kainnya oleh air kencingnya sendiri
sudah sangat terlambat lama kita melahap bekal
beri dia pulang bergegas
jangan sampai mendekat markas
apalagi sampai tahu markas kita
perjuangan belum menemukan akhir waktu

 

TIGA MAKAM

satu jenazah sangat saya kenal
junjungan saya
habis waktu saya menunggu
tidak ada kerabat menjemput
kehilangan jejak kiranya
dua jenazah lain
sama sekali tidak saya kenal
busana mereka menunjukkan
mereka dari kalangan terhormat
kerabat mereka tidak juga mendekat
habis waktu saya menunggu
menjadikan saya terhormat
penghormatan saya memakamkan mereka
satu makam saya tandai batu
dipahatkan nama
dua makam lainnya saya tandai batu polos
bertahun-tahun berlalu
kerabatnya membongkar makam
dengan nama di hulunya
lalu memuliakannya dengan ritual
dua makam tanpa nama
tetap gundukan tanah biasa
tidak ada menanyakan
mati saya kelak
mati juga kenangan
lidah tidak bercerita
hujan turut mengikis gundukan

Karangasem, 30 Desember 2024

 

PERJALANAN DINI HARI

pukul dua dini hari kami berangkat
dari sidemen
aku ditemani dua adik ayah
menjunjung satu sok ketupat
berisi sedikit lauk
sebagian menjadi bekal di perjalanan
sebagian menjadi oleh-oleh untuk ayah
dipenjarakan di tampuagan
sipir penjara itu orang-orang kita
mata-mata itu orang-orang kita
galaknya luar biasa
meski tidak ada orang belanda
mereka terjemahkan keberadaan tuannya
menangkap dan memenjarakan pejuang
merebut kembali kemerdekaan
orang-orang belanda pantang menyiksa
orang-orang kita yang punya tujuan
sebagaimana belanda merebut kemerdekaan
ketika dijajah jerman

Karangasem, 28 Desember 2024

sok : anyaman bambu berbentuk kubus, bakul

 

SETENGAH BUKIT

setengah bukit ini anugerah raja kepada kakyang
ini anugerah panas, sama sekali tidak menyejukkan
untuk kalian penerus takdir garis panjang setia dan patuh
kehendak raja tidak mungkin kakyang bantah dengan penolakan
maka kepada para penggarap anugerah ini kakyang jual murah
uang hasil penjualan kakyang belikan candu
kenikmatan hanya untuk diri sendiri
kakyang bersama dua karib berjasa membawa lari ke tista
dan menyembunyikan pangeran muda sebelum berhasil disentuh
kerabat yang menggunting lipatan dalam cota lelaki
terhindarlah pangeran muda dari incaran pembunuhan oleh para paman
yang sangat ingin menduduki singgasana
tembok puri yang tebal dan tinggi
tangga bambu menjadi jalan masuk dan keluar puri
masuk bertiga keluar berempat
keris terikat di tangan seperti mengikat
taji ayam disabung
jasa sekecil itu berbalas anugerah sebesar ini
sangat tidak pantas
lebih pantas para penggarap menerimanya
jangan dengarkan mulut penyampai berita panas
teruskan takdir garis panjang setia dan patuh
godaan mengincar luput dari lupa
kepada para penggarap kakyang berjasa meneruskan anugerah setengah bukit

Karangasem, 28 Desember 2024

kakyang : kakek
cota : ujung luar kemben

 

MENGIRIM KETUPAT

kalian berempat
aku beri beban berat
kalian pikul lima ratus ketupat
membawanya bagi rata berempat
dari sidemen ini
menuju tukad arca
lalui tempat jauh dari jalan
tempat paling tersembunyi
yang kalian berempat ketahui
jaga mulut tidak berucap
jika tepergok
katakan kalian membawa ketupat
untuk sangu para pekerja
membangun terowongan di tukad arca
pastikan kalian selamat
tiba di tujuan
ketupat ini sangat dibutuhkan
para pejuang di garis depan
tiba kalian di tukad arca
naik kalian ke dataran di atas tukad arca
kalian berempat tidak akan
bertemu siapa-siapa
bergegaslah
di batu pipih dekat pohon
letakkan sok bodag ketupat
sanan dan salang bawa cepat pulang

Karangasem, 28 Desember 2024

bodag : anyaman bambu berbentuk kubus berukuran besar, bakul besar
sanan : alat memanggul, gandar

 

TUHAN BEGITU DEKAT

di tanah aron pasukan kita terdesak
mata-mata mengirim berita
semua jalan ditempati musuh
di barat, selatan, dan timur
hanya satu arah memungkinkan
diam-diam menyingkir
belukar adalah jalan termudah
berliku-liku pada redup cuaca
gunung agung menjulang di utara
siapakah lelaki berkain serba hitam itu
selalu jauh di depan kita
tidak pernah lenyap dari tatapan kita
tatapannya tidak pernah mengarah kita
sampai kita pada sumur sedalam sejengkal
bergantian kita menimba air setopi baja
topi baja menyentuh dasar sumur
air tidak pernah keruh
air tidak habis-habis di sumur
tidak terlihat sumber air
sekali tenggak habis air di topi baja
dahaga dan lapar kita entah ke mana
penat dan letih kita entah ke mana
lelaki berkain serba hitam melangkah
tanpa dikomando kita juga melangkah
meninggalkan karangasem
siapakah lelaki berkain serba hitam itu
menjadi penunjuk jalan
mencari perlindungan di buleleng
tuhan begitu dekat
menggiring kita selamat

Karangasem, 28 Desember 2024


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi Muhammad Hadriansyah | Hutan Kabut, Kumbang Koksi
Puisi-puisi Novita Dina | Stasiun Kata-kata
Puisi-puisi M. Allan Hanafi | Kucing, Dendam, Ibu
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin
Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Next Post

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang  |  Cerpen Pry S.

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co