27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Komang Berata by Komang Berata
January 18, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Komang berata

CARA MENGHUKUM PENGKHIANAT

perempuan menjunjung sebakul bekal untuk kita tertangkap musuh
satu prajurit berambut pirang dan satu prajurit berambut legam
mengapitnya menuju markas besar kita
jangan ada mengokang pelatuk senapan
tiba-tiba kita prajurit
menjauhkan gagang cangkul dari genggaman
kita bukan penembak jitu
besar kemungkinan salah sasar
prajurit bermata sipit yang bergabung dengan kita
membantah tidak mengokang pelatuk senapan
satu peluru lepas, satu prajurit berambut pirang tertumpas
jangan tembak satu prajurit lainnya
dia orang kita
meski dia lebih memilih berkhianat
biarkan dia terbirit-birit lari
beri kesempatan bertemu kita nanti
untuknya jangan pernah sebut nama pengkhianat
pukul dia dengan tatapan mata bengis
tetap mulut menyungging manis
pantang kita meludahi sampah
kotoran sekalipun
segera songsong perempuan yang basah kainnya oleh air kencingnya sendiri
sudah sangat terlambat lama kita melahap bekal
beri dia pulang bergegas
jangan sampai mendekat markas
apalagi sampai tahu markas kita
perjuangan belum menemukan akhir waktu

 

TIGA MAKAM

satu jenazah sangat saya kenal
junjungan saya
habis waktu saya menunggu
tidak ada kerabat menjemput
kehilangan jejak kiranya
dua jenazah lain
sama sekali tidak saya kenal
busana mereka menunjukkan
mereka dari kalangan terhormat
kerabat mereka tidak juga mendekat
habis waktu saya menunggu
menjadikan saya terhormat
penghormatan saya memakamkan mereka
satu makam saya tandai batu
dipahatkan nama
dua makam lainnya saya tandai batu polos
bertahun-tahun berlalu
kerabatnya membongkar makam
dengan nama di hulunya
lalu memuliakannya dengan ritual
dua makam tanpa nama
tetap gundukan tanah biasa
tidak ada menanyakan
mati saya kelak
mati juga kenangan
lidah tidak bercerita
hujan turut mengikis gundukan

Karangasem, 30 Desember 2024

 

PERJALANAN DINI HARI

pukul dua dini hari kami berangkat
dari sidemen
aku ditemani dua adik ayah
menjunjung satu sok ketupat
berisi sedikit lauk
sebagian menjadi bekal di perjalanan
sebagian menjadi oleh-oleh untuk ayah
dipenjarakan di tampuagan
sipir penjara itu orang-orang kita
mata-mata itu orang-orang kita
galaknya luar biasa
meski tidak ada orang belanda
mereka terjemahkan keberadaan tuannya
menangkap dan memenjarakan pejuang
merebut kembali kemerdekaan
orang-orang belanda pantang menyiksa
orang-orang kita yang punya tujuan
sebagaimana belanda merebut kemerdekaan
ketika dijajah jerman

Karangasem, 28 Desember 2024

sok : anyaman bambu berbentuk kubus, bakul

 

SETENGAH BUKIT

setengah bukit ini anugerah raja kepada kakyang
ini anugerah panas, sama sekali tidak menyejukkan
untuk kalian penerus takdir garis panjang setia dan patuh
kehendak raja tidak mungkin kakyang bantah dengan penolakan
maka kepada para penggarap anugerah ini kakyang jual murah
uang hasil penjualan kakyang belikan candu
kenikmatan hanya untuk diri sendiri
kakyang bersama dua karib berjasa membawa lari ke tista
dan menyembunyikan pangeran muda sebelum berhasil disentuh
kerabat yang menggunting lipatan dalam cota lelaki
terhindarlah pangeran muda dari incaran pembunuhan oleh para paman
yang sangat ingin menduduki singgasana
tembok puri yang tebal dan tinggi
tangga bambu menjadi jalan masuk dan keluar puri
masuk bertiga keluar berempat
keris terikat di tangan seperti mengikat
taji ayam disabung
jasa sekecil itu berbalas anugerah sebesar ini
sangat tidak pantas
lebih pantas para penggarap menerimanya
jangan dengarkan mulut penyampai berita panas
teruskan takdir garis panjang setia dan patuh
godaan mengincar luput dari lupa
kepada para penggarap kakyang berjasa meneruskan anugerah setengah bukit

Karangasem, 28 Desember 2024

kakyang : kakek
cota : ujung luar kemben

 

MENGIRIM KETUPAT

kalian berempat
aku beri beban berat
kalian pikul lima ratus ketupat
membawanya bagi rata berempat
dari sidemen ini
menuju tukad arca
lalui tempat jauh dari jalan
tempat paling tersembunyi
yang kalian berempat ketahui
jaga mulut tidak berucap
jika tepergok
katakan kalian membawa ketupat
untuk sangu para pekerja
membangun terowongan di tukad arca
pastikan kalian selamat
tiba di tujuan
ketupat ini sangat dibutuhkan
para pejuang di garis depan
tiba kalian di tukad arca
naik kalian ke dataran di atas tukad arca
kalian berempat tidak akan
bertemu siapa-siapa
bergegaslah
di batu pipih dekat pohon
letakkan sok bodag ketupat
sanan dan salang bawa cepat pulang

Karangasem, 28 Desember 2024

bodag : anyaman bambu berbentuk kubus berukuran besar, bakul besar
sanan : alat memanggul, gandar

 

TUHAN BEGITU DEKAT

di tanah aron pasukan kita terdesak
mata-mata mengirim berita
semua jalan ditempati musuh
di barat, selatan, dan timur
hanya satu arah memungkinkan
diam-diam menyingkir
belukar adalah jalan termudah
berliku-liku pada redup cuaca
gunung agung menjulang di utara
siapakah lelaki berkain serba hitam itu
selalu jauh di depan kita
tidak pernah lenyap dari tatapan kita
tatapannya tidak pernah mengarah kita
sampai kita pada sumur sedalam sejengkal
bergantian kita menimba air setopi baja
topi baja menyentuh dasar sumur
air tidak pernah keruh
air tidak habis-habis di sumur
tidak terlihat sumber air
sekali tenggak habis air di topi baja
dahaga dan lapar kita entah ke mana
penat dan letih kita entah ke mana
lelaki berkain serba hitam melangkah
tanpa dikomando kita juga melangkah
meninggalkan karangasem
siapakah lelaki berkain serba hitam itu
menjadi penunjuk jalan
mencari perlindungan di buleleng
tuhan begitu dekat
menggiring kita selamat

Karangasem, 28 Desember 2024


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi Muhammad Hadriansyah | Hutan Kabut, Kumbang Koksi
Puisi-puisi Novita Dina | Stasiun Kata-kata
Puisi-puisi M. Allan Hanafi | Kucing, Dendam, Ibu
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin
Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Next Post

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Komang Berata

Komang Berata

Pemerhati Bahasa Bali, tinggal di Karangasem

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang  |  Cerpen Pry S.

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co