25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang | Cerpen Pry S.

Pry S. by Pry S.
January 18, 2025
in Cerpen
Kami Hidup di Sepanjang Sungai Kalimalang  |  Cerpen Pry S.

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

KAMI HIDUP DI SEPANJANG SUNGAI KALIMALANG. Sebuah tempat di mana setiap hati saling bertaut dan rekaan surga telah berhenti sampai di sini. Kami hidup di sepanjang sungai Kalimalang karena kaki menuntun langkah ini untuk tak usah kemana-mana lagi.

Saat itu, hari masih sore saat seorang nenek tua sedang menyapu halaman rumahnya yang masih tanah. Gugur dedaunan dari pohon yang meranggas di depan rumahnya mulai terkumpul di satu titik untuk kemudian segera dibakar. Angin sore membawa bau lembut daun yang mulai mengering, bercampur dengan aroma tanah basah yang masih tertinggal dari hujan pagi tadi.

Nenek itu tinggal sendiri di sebuah rumah besar yang sudah dibangun sejak ia masih kecil. Almarhum ayahnya sendirilah yang mewariskan rumah itu dalam surat wasiat yang sampai sekarang masih tersimpan rapi bersama dokumen penting lainnya. Dahulu, rumah ini sering dipenuhi suara riuh anak-anaknya yang berlari di halaman, atau suaminya yang bersiul sambil menyiapkan perangkap ikan di sungai Kalimalang. Kini, semua itu hanya tinggal kenangan.

Tapi rumah di pinggiran Sungai Kalimalang itu tak seramai dulu lagi. Anaknya satu-persatu meninggalkan rumah, berkeluarga entah di mana dan mempunyai beberapa orang anak yang bahkan ia sendiri belum pernah melihatnya.

Tak tahukah mereka bahwa seorang cucu adalah salah satu syarat yang dapat menyempurnakan wujud setiap manusia berusia lanjut —seperti halnya ia sekarang? Mungkin suatu hari nanti ia akan pindah dari situ, dari rumah di pinggir sungai itu. Percakapan indah itu pun terjadi perlahan-lahan.

“Nenek sedang apa?” Suara seorang anak kecil tetangganya membuyarkan lamunan.

“Eh, Andin. Ini nenek lagi nyapu,” jawabnya singkat sambil tersenyum kecil.

“Nyapu apa, Nek?”

“Nyapuin daun-daun tua.”

“Kenapa daun-daun tua disapu, Nek?” Si kecil lalu jongkok tak jauh dari tumpukan daun yang disapu Nenek.

“Karena daun-daun tua ini jatuh dari pohonnya, dan hanya akan mengotori halaman kalau tidak dibersihkan.”

“Oo.. Jadi disapu biar bersih ya, Nek?!”

“Iya. Daun yang sudah tua akan rontok dari pohon, jatuh ke tanah, dan tidak berguna lagi. Nanti akan dibakar saja.”

“Nek, Ndin mau bantuin Nenek, nyapuin daun-daun tua. Boleh?”

“Boleh saja. Tapi nggak usah. Ini khan udah kerjaan nenek saban sore. Ndin main aja lagi sama Tiwul, sama Malik, dan sama temen-temen Ndin lainnya.”

“Enggak ah. Ndin mau di sini aja dulu. Ndin mau temenin nenek.”

Tanpa disuruh, anak kecil itu langsung saja duduk di beranda depan rumah itu. Api pelan-pelan mulai membakar tumpukan daun, melahirkan asap putih yang sesak–membumbung naik kemudian hilang dimakan langit sore. Sambil berdiri, nenek cuma bisa diam menyaksikan peristiwa yang ia ciptakan sendiri barusan. Apakah daun-daun tua itu pernah mengira sebelumnya bahwa suatu hari wujudnya akan musnah.

“Dan asap itu pun akan segera terlupakan,” bisik nenek pelan. Si kecil tak mendengar karena bola mata bulatnya memperhatikan pemandangan sederhana ini dengan takjub. Andin lalu berkata, “Nek, kalo Ndin udah gede nanti, Ndin mau nyapu halaman ini juga. Tapi Ndin nggak mau berhenti di situ. Ndin mau nyapu sungai juga, biar sungainya bersih lagi.”

Nenek tertawa kecil, matanya berkaca-kaca. Ia tidak tahu bagaimana menyapu sungai, tapi ia memahami keinginan anak itu. Dipeluknya erat Andin, dan untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa tidak lagi sendirian. “Terima kasih, Ndin. Semoga mimpi kamu terwujud,” bisik nenek di telinga kecil itu.

Bertahun-tahun kemudian, Andin–yang beranjak dewasa, menikah, dan punya dua anak–tinggal di rumah besar milik nenek di samping sungai Kalimalang. Setelah menyapu pekarangan rumah, ia selalu menebar kembang melati di atas nisan nenek di dekat pohon besar depan rumah. Nisan itu menghadap ke sungai, seakan menjadi penjaga abadi tempat ini.

***

KAMI HIDUP DI SEPANJANG SUNGAI KALIMALANG. Sebuah tempat di mana setiap hati saling bertaut dan rekaan surga telah berhenti sampai di sini. Kami hidup di sepanjang sungai Kalimalang karena kaki menuntun langkah ini untuk tak usah kemana-mana lagi.

Sampai suatu hari ada dua orang pemuda yang sedang duduk-duduk di taman samping sungai Kalimalang sehabis hujan gerimis. Mereka bercakap-cakap dalam bahasa sederhana. Dan segalanya seperti terasa menakjubkan. Seorang pemuda tampan berambut tebal hingga jatuh menutupi mata memulai percakapan.

PEMUDA 1:

“Adakah kau percaya padaku sekarang? Saat-saat ini adalah saat yang terbaik sejak 10 tahun persahabatan kita berjalan.”

PEMUDA 2:

“Ternyata kau betul. Untung kau mengajakku ke sini sekarang. Padahal tadinya kupikir akan lebih baik jika di rumah saja. Tidak kusangka sungai Kalimalang bisa sebagus ini sehabis hujan. Dan coba kau lihat di sana, aspal jalan raya seakan memantulkan cahaya keindahan sesungguhnya dari nyala lampu setiap kendaraan yang lewat. Begitu dekat dan nyata. Padahal baru malam ini aku tidak mabuk apa-apa.”

PEMUDA 1:

“Ha.. ha.. ha.. ha! Tidak hanya aku, tapi kau juga betul kawan. Aku bahkan pernah berpikir bahwa Tuhan sepertinya selalu tinggal tak jauh dari sini. Dan lalu.. bagaimana kabar orang tuamu di kampung? Apa-apa saja yang sudah kau bangun selama di sana?”

Untuk selanjutnya kedua pemuda ini bakal terus saling berbicara. Mereka memang teman lama, dan baru malam ini takdir kembali mempertemukan keduanya. Keindahan sungai Kalimalang memaksa kedua pasang mata itu terus menatap setiap sudut yang tersedia. Kelak di masa mendatang, kedua sahabat ini akan terus hidup bertetangga, beristri-anak-dan cucu di sebuah pemukiman sepanjang Sungai Kalimalang.

***

KAMI HIDUP DI SEPANJANG SUNGAI KALIMALANG. Sebuah tempat di mana setiap hati saling bertaut dan rekaan surga telah berhenti sampai di sini. Kami hidup di sepanjang sungai Kalimalang karena kaki menuntun langkah ini untuk tak usah kemana-mana lagi.

Tenangnya alam, segar bau tetumbuhan, udara yang memabukkan, kicau rindu nyanyian burung, lukisan awan di percikan langit; semuanya seperti melebur–berjalan tenang dan membaur seiring arus sungai imaji tanpa polusi yang diairi indahnya kecoklatan.

Jika anda memasuki daerah kami lewat jalan utama, anda dapat melihat barisan panjang dan teduhnya hijau pepohonan tua; bukti bahwa para leluhur kami sangat menghargai keserasian hidup antara manusia dengan alam.

Kenikmatan perjalanan anda menyimak pemandangan sekitar tentunya tak akan mengalami gangguan, sebab aspal yang melapisi jalan raya di bawahnya terbuat dari pasir alam dan kerikil-kerikil keselamatan dalam cairan sutera hitam yang telah mengeras dengan cara lembut.

Dan dapat dipastikan bahwa kami termasuk orang-orang yang berbahagia. Maka silahkan anda lihat sendiri bahwa anak-anak kami tumbuh riang dan subur dengan gizi sempurna yang mengalir di setiap jengkal darahnya.

Beranjak dewasa, generasi muda kami akan bekerja keras untuk menjadikan hidup ini lebih dari sekedar menggapai keinginan; karena bagi kami, hidup adalah sebuah rute berjalan yang tujuannya sudah hadir sejak saat sekarang.

Kami juga akan berbicara kepada siapa saja dengan sopan santun yang menyenangkan, layaknya setiap senyuman adalah lambang kebiasaan yang terlestarikan.

Lalu bagaimana dengan para orangtua? Para orangtua atau yang telah hidup di masa sebelumnya selalu meninggalkan tradisi, budaya, dan petuah bijak hasil pemikiran atas pengalaman selama ini–falsafah sederhana–yang kelak dijadikan bahan pertimbangan serta pembelajaran kami di kemudian hari.

Kami juga memperlakukan daerah pemukiman ini sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk menghabiskan usia lanjut, demi menghadapi saat-saat perpindahan jiwa ke dunia selanjutnya dengan cara indah, halus, dan tenang.

Di sini, kematian merupakan pengalaman baru sebagai ritual suci yang mampu dimiliki setiap insan. Sebuah kematian yang menggairahkan, layaknya gairah akan kehidupan mereka itu sendiri.

Kami semua memang hidup di sepanjang sungai Kalimalang. Sebuah tempat di mana setiap hati saling bertaut dan rekaan surga telah berhenti sampai di sini. Kami hidup di sepanjang sungai Kalimalang karena kaki menuntun langkah ini untuk tak usah kemana-mana lagi. [T]

KLIK untuk BACA cerpen lain

Mors Vincit Omnia | Cerpen Kiki Sulistyo
Bercakap-Cakap dengan Pencuri
Tukang Sulap dan Bocah Pemain Biola | Cerpen Hasan Aspahani
Sedihku Berakhir di Verona | Cerpen Putu Arya Nugraha

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Komang Berata  |  Cara Menghukum Pengkhianat

Next Post

Mencari Idealitas Baleganjur | Ulasan Lomba Baleganjur Taksu Agung Festival 2025

Pry S.

Pry S.

Mantan jurnalis, aktif menulis esai dan resensi musik di Jakartabeat, Pop Hari Ini dan Serunai. Menggeluti dunia programming dan Agile Framework. Kini tinggal dan bekerja di Denpasar.

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails
Next Post
Mencari Idealitas Baleganjur  |  Ulasan Lomba Baleganjur Taksu Agung Festival 2025

Mencari Idealitas Baleganjur | Ulasan Lomba Baleganjur Taksu Agung Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co