14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin

Son Lomri by Son Lomri
November 24, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin

Sonhaji Abdullah

DI DEPANMU CERMIN

Terus urai rambutmu, Luh
Dimana saja
Sampai ditiup angin
Mengurai. Mengurai

Rontok. Mati. Jatuh jatuh
Dan tumbuh. Hidup hidup

Adalah keniscayaan

Sementara keringat tetes menggigil garam
Dari matahari siang utara. Gibaskan itu, rambutmu

Percayalah pada bening kasih di sela kulitmu menguar wangi di kepala
Menguar itu Dewa Dewi memberkati setiap pikiran
Penuh cinta. Penuh perasaan

Di cermin,
Dan matamu bening di cermin
Menandakan kedalaman hatimu
Bukan dongeng

O, urai terus rambutmu, Luh
Urai terus
Sampai ke bawah
Sampai ke bawah
Mengurai. Mengurai

Dan antarkan aku mengurai rambutmu dekat
Lebih lama. Lebih lembut. Lebih dalam

O, Antarkan aku ke sana, Luh. Antarkan aku
Atau kemana saja yang kau mau

Singaraja, 13 November 2024

DERU NAFAS KITA SALING MEMBURU

Angin malam tak lagi dingin
Dan laut sedang pasang pasangnya
Senyap. Kita saling menatap
Dan kejang tubuhku–tubuhmu
Tubuh kita semakin panas, Sayang
Dalam pelukkan

Biarlah, katamu. Biarkan itu darah kita mengalir cepat

Dan Kita tak mesti peduli kepada kepiting berjalan di atas pasir tersapu ombak lalu terseret itu
Atau paus orcha di laut lepas
Sedang tidur pulas atau mimpi buruk tanpa kerlip bintang tidur di permukaan laut

Sementara di tepian,
Di balik hotel orang bule di tepian;

Pantai begitu sepi seketika dan senyap
Selain hanya ada orang mabuk di gang sedang teler berat

Sementara seseorang di dalam mobil, pergi ke dalam hotel entah ke lantai berapa ia berjalan.

Dan kita, masih bertahan memburu yang lain dan memberi makna. Yang,
Lebih mabuk pula dari mereka di gang menghabiskan waktu tawarnya itu gelap

O, Nafasku semakin memburu
Dan kita saling memburu deru dekat
Bibirmu manis. Paling puisi di bawah malam kita paling coklat di bibir

Aku bernafas di nafasmu malam ini
Dan kita saling mendekap. Meminjam. Menyesap. Panas

Kemudian menggigil setelahnya, dan Kita kembali memeluk. Angin menyapu kita dingin sepanjang jalan pulang mabuk cinta. Laut menjadi surut

“Sebait lagi, Sayang. O, sebait lagi di kuda besi. Lebih erat.”

Singaraja, 13 November 2024

TERBUNUHNYA PERLAHAN SEORANG SELIR

Di bawah langit paling lepas itu membujur kaku pasir
Cinta. Sangat mungkin tidak ada kemungkinannya, katamu

O, Nasib menjadi seorang selir, kataku
Cinta hanya setengah di ujung malam. Dan,
Hidup benar benar menderaku berlebihan

Dan tak satupun bintang jatuh menghibur itu di malam terakhir untuk berdoa di hadapan laut yang suci

O, wajah bulan remang yang pelit memintalkan cahaya di rambutmu saat kuurai lembut.
Kau menciumiku dengan kesedihan dan tatapanmu berat. Yang sedih

Merupa bayangan kematianku sendiri paling duka di matamu berair
Yang diantarkan ombak angin dengan dingin menusuk itu sampai ke tulang rusuk

Sementara melepas baju jirah pertaruhanku pada hidup. Tentu. Sesungguhnya paling kecut nasibku ini. Di malam itu
Juga pada setiap pelukan yang lama. Atau sebentar kita beberapa malam

Adalah potongan cinta kecil kecil yang kupungut tanpa rumah
Yang akan tumbuh itu menjadi hutan rimba kesunyian paling lebat di kemudian hari kepadaku

O, perlahan mati aku. Tanpa ampun. Dimana saja. Perlahan

Singaraja, 20 November 2024

WALAUPUN AKU PENGECUT. TAPI AKU INGIN TERUS BERTARUH, BUNG!

Untuk Sutan Syahrir

Manusia akan meninggalkan tanggal hidupnya bersama abu ditiup angin
Atau meninggalkan jejak bayangannya sendiri
Di pohon muda basah gundukkan tanah sebotol air. Tinggal di tanah
Tutup usia itu sambil teler makna,
Atau kosong tanpa tualang yang kering masa muda

“Dan aku memilih pertaruhan!”

Sebelum mati. Kapan saja aku masih hidup, Bung. Percayalah—
Mimpi ku timbun ke Banda Naira bersama perempuan paling kasih

Dan kepada Tuhan,
Benamkan Aku disana kapan aku mati saat kalah-bertaruh tanpa cinta itu

Sunyikan aku di jalan. Sunyikan aku di kapal

“Atau kabulkan doaku; Ia mau diajak ke sana setelah merdeka dirinya dari seorang lelaki yang menawannya. Kalau belum?”

Bersama darah pejuang di masa lalu yang diasingkan. Teteskan saja darahku di sana sendiri di sebuah benteng tua: dengan sunyi. Di tanah

“Kubawa kekalahan sendiri. Hanya sendiri. Bukankah aku selalu begitu, Bung?”
Ketawalah di langit dengan nada mengejek

Tapi berdoalah sesekali untukku,
Kemerdekaan semoga menyertainya segera. Semoga

Singaraja, 19 November 2024.

JALANAN SUNYI DESEMBER

Aku tak begitu siap dengan kesunyian akhir tahun.
Dan sebagaimana pengecut, bawalah aku ke tempat paling rahasia
“Tuhan tak mesti tahu. Atau ia tak mesti tahu!”

Aku ingin bersulang. O, aku ingin bersulang

Buleleng, 18 November 2024

  • BACA puisi-puisi dari PENYAIR LAIN
  • BACA artikel dan puisi lain dari penulis SONHAJI ABDULLAH
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Ingatanku Kepada Kematian
Puisi-puisi IGA Darma Putra dari Paris | Kepada Sunyi, Kabut, Hujan
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Bau Kita Garam dan Darah Yang Sama
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meninggalkan Hiruk-Pikuk Kota dengan Keindahan Sederhana di Bali Farm House, Pancasari-Buleleng

Next Post

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co