12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin

Son Lomri by Son Lomri
November 24, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Di Depanmu Cermin

Sonhaji Abdullah

DI DEPANMU CERMIN

Terus urai rambutmu, Luh
Dimana saja
Sampai ditiup angin
Mengurai. Mengurai

Rontok. Mati. Jatuh jatuh
Dan tumbuh. Hidup hidup

Adalah keniscayaan

Sementara keringat tetes menggigil garam
Dari matahari siang utara. Gibaskan itu, rambutmu

Percayalah pada bening kasih di sela kulitmu menguar wangi di kepala
Menguar itu Dewa Dewi memberkati setiap pikiran
Penuh cinta. Penuh perasaan

Di cermin,
Dan matamu bening di cermin
Menandakan kedalaman hatimu
Bukan dongeng

O, urai terus rambutmu, Luh
Urai terus
Sampai ke bawah
Sampai ke bawah
Mengurai. Mengurai

Dan antarkan aku mengurai rambutmu dekat
Lebih lama. Lebih lembut. Lebih dalam

O, Antarkan aku ke sana, Luh. Antarkan aku
Atau kemana saja yang kau mau

Singaraja, 13 November 2024

DERU NAFAS KITA SALING MEMBURU

Angin malam tak lagi dingin
Dan laut sedang pasang pasangnya
Senyap. Kita saling menatap
Dan kejang tubuhku–tubuhmu
Tubuh kita semakin panas, Sayang
Dalam pelukkan

Biarlah, katamu. Biarkan itu darah kita mengalir cepat

Dan Kita tak mesti peduli kepada kepiting berjalan di atas pasir tersapu ombak lalu terseret itu
Atau paus orcha di laut lepas
Sedang tidur pulas atau mimpi buruk tanpa kerlip bintang tidur di permukaan laut

Sementara di tepian,
Di balik hotel orang bule di tepian;

Pantai begitu sepi seketika dan senyap
Selain hanya ada orang mabuk di gang sedang teler berat

Sementara seseorang di dalam mobil, pergi ke dalam hotel entah ke lantai berapa ia berjalan.

Dan kita, masih bertahan memburu yang lain dan memberi makna. Yang,
Lebih mabuk pula dari mereka di gang menghabiskan waktu tawarnya itu gelap

O, Nafasku semakin memburu
Dan kita saling memburu deru dekat
Bibirmu manis. Paling puisi di bawah malam kita paling coklat di bibir

Aku bernafas di nafasmu malam ini
Dan kita saling mendekap. Meminjam. Menyesap. Panas

Kemudian menggigil setelahnya, dan Kita kembali memeluk. Angin menyapu kita dingin sepanjang jalan pulang mabuk cinta. Laut menjadi surut

“Sebait lagi, Sayang. O, sebait lagi di kuda besi. Lebih erat.”

Singaraja, 13 November 2024

TERBUNUHNYA PERLAHAN SEORANG SELIR

Di bawah langit paling lepas itu membujur kaku pasir
Cinta. Sangat mungkin tidak ada kemungkinannya, katamu

O, Nasib menjadi seorang selir, kataku
Cinta hanya setengah di ujung malam. Dan,
Hidup benar benar menderaku berlebihan

Dan tak satupun bintang jatuh menghibur itu di malam terakhir untuk berdoa di hadapan laut yang suci

O, wajah bulan remang yang pelit memintalkan cahaya di rambutmu saat kuurai lembut.
Kau menciumiku dengan kesedihan dan tatapanmu berat. Yang sedih

Merupa bayangan kematianku sendiri paling duka di matamu berair
Yang diantarkan ombak angin dengan dingin menusuk itu sampai ke tulang rusuk

Sementara melepas baju jirah pertaruhanku pada hidup. Tentu. Sesungguhnya paling kecut nasibku ini. Di malam itu
Juga pada setiap pelukan yang lama. Atau sebentar kita beberapa malam

Adalah potongan cinta kecil kecil yang kupungut tanpa rumah
Yang akan tumbuh itu menjadi hutan rimba kesunyian paling lebat di kemudian hari kepadaku

O, perlahan mati aku. Tanpa ampun. Dimana saja. Perlahan

Singaraja, 20 November 2024

WALAUPUN AKU PENGECUT. TAPI AKU INGIN TERUS BERTARUH, BUNG!

Untuk Sutan Syahrir

Manusia akan meninggalkan tanggal hidupnya bersama abu ditiup angin
Atau meninggalkan jejak bayangannya sendiri
Di pohon muda basah gundukkan tanah sebotol air. Tinggal di tanah
Tutup usia itu sambil teler makna,
Atau kosong tanpa tualang yang kering masa muda

“Dan aku memilih pertaruhan!”

Sebelum mati. Kapan saja aku masih hidup, Bung. Percayalah—
Mimpi ku timbun ke Banda Naira bersama perempuan paling kasih

Dan kepada Tuhan,
Benamkan Aku disana kapan aku mati saat kalah-bertaruh tanpa cinta itu

Sunyikan aku di jalan. Sunyikan aku di kapal

“Atau kabulkan doaku; Ia mau diajak ke sana setelah merdeka dirinya dari seorang lelaki yang menawannya. Kalau belum?”

Bersama darah pejuang di masa lalu yang diasingkan. Teteskan saja darahku di sana sendiri di sebuah benteng tua: dengan sunyi. Di tanah

“Kubawa kekalahan sendiri. Hanya sendiri. Bukankah aku selalu begitu, Bung?”
Ketawalah di langit dengan nada mengejek

Tapi berdoalah sesekali untukku,
Kemerdekaan semoga menyertainya segera. Semoga

Singaraja, 19 November 2024.

JALANAN SUNYI DESEMBER

Aku tak begitu siap dengan kesunyian akhir tahun.
Dan sebagaimana pengecut, bawalah aku ke tempat paling rahasia
“Tuhan tak mesti tahu. Atau ia tak mesti tahu!”

Aku ingin bersulang. O, aku ingin bersulang

Buleleng, 18 November 2024

  • BACA puisi-puisi dari PENYAIR LAIN
  • BACA artikel dan puisi lain dari penulis SONHAJI ABDULLAH
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Ingatanku Kepada Kematian
Puisi-puisi IGA Darma Putra dari Paris | Kepada Sunyi, Kabut, Hujan
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Bau Kita Garam dan Darah Yang Sama
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meninggalkan Hiruk-Pikuk Kota dengan Keindahan Sederhana di Bali Farm House, Pancasari-Buleleng

Next Post

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails
Next Post
Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Burung-Burung di Langit Mekkah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co