6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna

Son Lomri by Son Lomri
August 19, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna

Sonhaji

PANGGUNG KEGELAPAN

Kursi kursi itu ditata sejak pagi. Kemarin.
Sebagaimana seonggok gong akan dipukul berbunyi bangga:
Di tengah kota. Telah panggung berdiri dan megah, agung.

Hari ini dan sampai satu bulan kedepan.
Mereka akan berbicara tentang laut. Tanpa bosan.
Tentang tuhan. Dan tentang dewa yang perhatian. Pada laut.

Lambaian tangan yang lihai. Simbol simbol harap.
Metafora metafora yang menantang deras mengalir-
Seperti sungai yang pergi ke hilir.
Mengingatkan kita semua pada pengatur laut tetapi jahat
Berapa jumlah tongkang tongkang batu berlayar
Menggantikan kekasih laut, nelayan, berlayar?

Menatap tajam ia di atas panggung. Mencoba menjawab beberapa hal yang hilang itu dikepala. Memikirkan. Tetapi tidak satupun menemukannya.
Dan menjelaskan yang lain diatas panggung: Panggung hanyalah pelabuhan terakhir bagi nasib yang buruk, katanya.

Oooo…
O. Tarian yang hilang.
Oooo…
O. Kalimat tanya yang hilang.
Oooo…
O. Laut yang menangis.
Oooo…

Penampil terakhir itu kemudian berdiri mengambil kain pembungkus mayat. Lalu membalutkannya pada mikrofon yang mati. Pada tanda tanya yang hilang.

“Tuan-tuan dan Puan-puan yang terhormat. Penampilan telah selesai…” ucapnya dengan suara agak keras dan serak sebelum akhirnya akan menuntaskan kalimat selanjutnya. Tetapi lampu mati terburu buru dan panggung menjadi tempat gelap. Sangat gelap. Penonton terkejut. Terhibur. Pengatur Laut terhibur. Dan tepuk tangan menyambut meriah ditengah kegelapan.

Bali, 2023

JALAN KUSAM YANG MESTI DICAT WARNA

Ini tahun politik. Ya, sebentar lagi maksudku.
Suasana. Ya, Aku masih ingat betul suasana tahun politik menjelang.
Satu waktu. Jalan di depan rumahku, beton dan berwarna kusam.
Berganti warna menjadi hijau setelah
Pak RT dan Ketua Pemuda menugaskan aku dan beberapa temanku
Yang sedang berkumpul.
Ia berpesan untuk memberinya cat
Berwarna dengan variasi ikan, bintang, dan
Gambar gambar yang bagus sepanjang jalan.
Jangan lupa, kata dia, beri warna hijau yang banyak di setiap ruasnya.

“Sebentar lagi ada Bupati dan Kepala Desa akan berkujung. Lusa. Beliau beliau akan datang, segera cat warna hijau!”

Pak RT itu kemudian memberi kami uang untuk membeli cat
Dan meminjamkan motornya agar segera berangkat ke toko.
Tanpa tahu ini penting atau tidak. Pemuda semacam kami, penganggur.
Sangat senang. Tentu bukan karena tamu kehormatan akan datang!

Tetapi atas pekerjaan yang diberikan dan beberapa rokok kretek dan kopi, gorengan dan sebungkus nasi uduk. Setidaknya nafas kami lebih lama dalam satu hari. Pula dipandang penganggur yang baik beberapa hari jika masih hidup.
Namun. Sekali kali hati penasaran saat memberi warna pada jalan, “Apa fungsinya Bupati dan Kepala Desa sehingga jalan mesti di cat?”

Bali, 2023

JAMUAN MERAH DI LAMPU MERAH

Merah menjamu tanda baik
Berhenti kami menunggu
Tanda giliran pulang. Dari Pantai Panimbangan
Berjalan keluar kami kuning kuning

Tidak dengan hewan banteng yang terpenjara di dalam makna.
Terpakung di tiang listrik kepalanya. Abadi dalam gambar tanpa tubuh yang jelas.
Merah merah kabur warnanya. Pula nilainya barangkali.

Mural kebebasan dan lampu lampu jalan
Sedikitnya menambahkan warna baik kepada tembok
Hari baik kepada banteng sebagai teman.

Ini tanda baik! Lampu telah hijau memberi jalan.
Kami hormat! Pulang penuh semoga.
Semoga selamat.

Singaraja, 2023

TAK APA. UNTUK HARI RAYA

Lele mematil jariku berdarah.
Aku tahan sakitnya. Aku lap dengan bajuku yang bau anyir ikan itu
Tidak lama. Lelepun berdarah. Robek perutnya dan mati.
Lele di masak kemudian.
Menyusul lobster dan kepiting yang sudah bersih menunggu.
Mereka dimasak juga kemudian.

Kenikmatan orang orang yang hendak pergi kearah Denpasar dan Pelabuhan Gilimanuk. Seakan tiada habisnya berhenti dan memesan lele goreng dan dua porsi seafood tawar sebelum melanjutkan perjalanan dengan mobil masing masing.
Tak apa berbanting tulang dengan waktu kerja sore-dini hari dan luka jariku.
Sebab. Bagaimanapun seorang laki-laki mesti berfikir tentang hari raya yang sama: bertemu teman. Berbagi dan sama sama gembira.

Sehingga aku memutuskan untuk bekerja. Menggantikan beberapa karyawannya yang pergi mudik tiga minggu, ke Jawa.
Ya, ditempat warung milik orang china blasteran. Orang memanggilnya dengan sebutan Cak Koko. Terkenal betul masakan seafoodnya di Bali Utara.
Satu minggu sudah bekerja. Sudah kebal jariku dari patilan lele dan capitan kepiting. Ini hari yang baik untuk mengambil uang.

Diberilah aku upah dua ratus ribu rupiah dan waktu libur lima hari. Karena lusa sudah hari raya idul fitri, hari raya agamaku.

Aku terima uang itu penuh suka cita.
Aku masukan kedalam kantung bajuku sebelah kanan.
Tak apa. Untuk hari raya.
“Naskleeenggg!!!!!” batinku.

Singaraja, April 2023.

KUCING SEMALAM

Pagi ini. Tidak ada bau daging tergoreng,
Terkukus atau disate. Tidak sama sekali
Tercium lezatnya. Tidak sama sekali.
Selain. Hanya debu debu yang terbang sesak nafas.
Selain. Setumpuk sampah tercecer ulah kucing lapar berbulu kuning belang belang. Menguar aroma tak sedap. Membangkitkan jiwa pemarah salah satu temanku.
Satu hari penuh.

Saat terbangun dari mimpi basahnya. Ia,
Seakan mendapatkan perintah tuhan yang maha sulit dilakukan saat membuka mata: Membersihkan segala yang kotor di Bumi! Termasuk di atas lantai tentu saja.
Cahaya gelap dari mulutnya seakan menjelaskan kepada yang lain tentang dirinya adalah manusia sangat biasa dan tidak ada Nabi yang dipilih setelah terbangun dari mimpi basah. Maka. Wajarlah jika ia mengomel, kalap dan puas meracau-mengumpat kesetanan.

“Dasar! Kucing tak punya akal! Tak bermoral!” Umpatnya sangat kesal dengan mata mendelik seolah mencari cari kemana kucing itu pergi. Seolah akan diburu walau hanya seekor yang terlihat.
Sementara tanpa celah.

Sapu ditangannya semakin tercekik tiada ampun.
Bahkan debu debu kemarau sampai terbang liar tak menentu:

Hinggap.
Ke Piring. Ke Perut.
Hinggap.
Ke Tembok. Ke Hidung.
Ke Piring. Ke Perut.

Kemana mana.

“Lain kali. Kau bedol saja kepala kucing itu dan mengisinya regulasi regulasi tentang sampah!” kataku. “Bila perlu, bunuh! Jika tetap tak mengerti tinggal di kost kecil bagaimana.”
Waktu terdiam. Hening beberapa saat.

Debu debu kemarau yang hinggap-mengejutkan bangkit dari segala sisi kemudian:
Sepertinya tuhan tak ingin melihat darah kucing tercecer di lantai dan lebih memilih membagi sedikit cahaya pada jiwa orang yang sedang kalap.

“Percuma” katanya kepadaku. “Sebab binatang tidak akan pernah bisa mengerti! Sekalipun itu adalah kucing yang sering pergi ke Kampus. Atau… ke Masjid sekalipun.”

Singaraja, 2023

[][][]

  • BACA puisi-puisi lain
Puisi-Puisi Abed Ilyas | Mata, Air
Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan
Puisi-puisi Chris Triwarseno | Ibu Menjahit Doa-Doa
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Prosa Gerilya: Mengurai Kisah Ngurah Rai” Dalam Festival Powerful Indonesia The Apurva Kempinski Bali

Next Post

Rumah Gadang Sebagai Gelanggang: Upita Agustine dalam Delapan Latar

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails
Next Post
Bukan Liyan, Lebur Tiada Jarak:  Faisal Baraas dalam Leak

Rumah Gadang Sebagai Gelanggang: Upita Agustine dalam Delapan Latar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co