25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna

Son Lomri by Son Lomri
August 19, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Jalan Kusam yang Mesti Dicat Warna

Sonhaji

PANGGUNG KEGELAPAN

Kursi kursi itu ditata sejak pagi. Kemarin.
Sebagaimana seonggok gong akan dipukul berbunyi bangga:
Di tengah kota. Telah panggung berdiri dan megah, agung.

Hari ini dan sampai satu bulan kedepan.
Mereka akan berbicara tentang laut. Tanpa bosan.
Tentang tuhan. Dan tentang dewa yang perhatian. Pada laut.

Lambaian tangan yang lihai. Simbol simbol harap.
Metafora metafora yang menantang deras mengalir-
Seperti sungai yang pergi ke hilir.
Mengingatkan kita semua pada pengatur laut tetapi jahat
Berapa jumlah tongkang tongkang batu berlayar
Menggantikan kekasih laut, nelayan, berlayar?

Menatap tajam ia di atas panggung. Mencoba menjawab beberapa hal yang hilang itu dikepala. Memikirkan. Tetapi tidak satupun menemukannya.
Dan menjelaskan yang lain diatas panggung: Panggung hanyalah pelabuhan terakhir bagi nasib yang buruk, katanya.

Oooo…
O. Tarian yang hilang.
Oooo…
O. Kalimat tanya yang hilang.
Oooo…
O. Laut yang menangis.
Oooo…

Penampil terakhir itu kemudian berdiri mengambil kain pembungkus mayat. Lalu membalutkannya pada mikrofon yang mati. Pada tanda tanya yang hilang.

“Tuan-tuan dan Puan-puan yang terhormat. Penampilan telah selesai…” ucapnya dengan suara agak keras dan serak sebelum akhirnya akan menuntaskan kalimat selanjutnya. Tetapi lampu mati terburu buru dan panggung menjadi tempat gelap. Sangat gelap. Penonton terkejut. Terhibur. Pengatur Laut terhibur. Dan tepuk tangan menyambut meriah ditengah kegelapan.

Bali, 2023

JALAN KUSAM YANG MESTI DICAT WARNA

Ini tahun politik. Ya, sebentar lagi maksudku.
Suasana. Ya, Aku masih ingat betul suasana tahun politik menjelang.
Satu waktu. Jalan di depan rumahku, beton dan berwarna kusam.
Berganti warna menjadi hijau setelah
Pak RT dan Ketua Pemuda menugaskan aku dan beberapa temanku
Yang sedang berkumpul.
Ia berpesan untuk memberinya cat
Berwarna dengan variasi ikan, bintang, dan
Gambar gambar yang bagus sepanjang jalan.
Jangan lupa, kata dia, beri warna hijau yang banyak di setiap ruasnya.

“Sebentar lagi ada Bupati dan Kepala Desa akan berkujung. Lusa. Beliau beliau akan datang, segera cat warna hijau!”

Pak RT itu kemudian memberi kami uang untuk membeli cat
Dan meminjamkan motornya agar segera berangkat ke toko.
Tanpa tahu ini penting atau tidak. Pemuda semacam kami, penganggur.
Sangat senang. Tentu bukan karena tamu kehormatan akan datang!

Tetapi atas pekerjaan yang diberikan dan beberapa rokok kretek dan kopi, gorengan dan sebungkus nasi uduk. Setidaknya nafas kami lebih lama dalam satu hari. Pula dipandang penganggur yang baik beberapa hari jika masih hidup.
Namun. Sekali kali hati penasaran saat memberi warna pada jalan, “Apa fungsinya Bupati dan Kepala Desa sehingga jalan mesti di cat?”

Bali, 2023

JAMUAN MERAH DI LAMPU MERAH

Merah menjamu tanda baik
Berhenti kami menunggu
Tanda giliran pulang. Dari Pantai Panimbangan
Berjalan keluar kami kuning kuning

Tidak dengan hewan banteng yang terpenjara di dalam makna.
Terpakung di tiang listrik kepalanya. Abadi dalam gambar tanpa tubuh yang jelas.
Merah merah kabur warnanya. Pula nilainya barangkali.

Mural kebebasan dan lampu lampu jalan
Sedikitnya menambahkan warna baik kepada tembok
Hari baik kepada banteng sebagai teman.

Ini tanda baik! Lampu telah hijau memberi jalan.
Kami hormat! Pulang penuh semoga.
Semoga selamat.

Singaraja, 2023

TAK APA. UNTUK HARI RAYA

Lele mematil jariku berdarah.
Aku tahan sakitnya. Aku lap dengan bajuku yang bau anyir ikan itu
Tidak lama. Lelepun berdarah. Robek perutnya dan mati.
Lele di masak kemudian.
Menyusul lobster dan kepiting yang sudah bersih menunggu.
Mereka dimasak juga kemudian.

Kenikmatan orang orang yang hendak pergi kearah Denpasar dan Pelabuhan Gilimanuk. Seakan tiada habisnya berhenti dan memesan lele goreng dan dua porsi seafood tawar sebelum melanjutkan perjalanan dengan mobil masing masing.
Tak apa berbanting tulang dengan waktu kerja sore-dini hari dan luka jariku.
Sebab. Bagaimanapun seorang laki-laki mesti berfikir tentang hari raya yang sama: bertemu teman. Berbagi dan sama sama gembira.

Sehingga aku memutuskan untuk bekerja. Menggantikan beberapa karyawannya yang pergi mudik tiga minggu, ke Jawa.
Ya, ditempat warung milik orang china blasteran. Orang memanggilnya dengan sebutan Cak Koko. Terkenal betul masakan seafoodnya di Bali Utara.
Satu minggu sudah bekerja. Sudah kebal jariku dari patilan lele dan capitan kepiting. Ini hari yang baik untuk mengambil uang.

Diberilah aku upah dua ratus ribu rupiah dan waktu libur lima hari. Karena lusa sudah hari raya idul fitri, hari raya agamaku.

Aku terima uang itu penuh suka cita.
Aku masukan kedalam kantung bajuku sebelah kanan.
Tak apa. Untuk hari raya.
“Naskleeenggg!!!!!” batinku.

Singaraja, April 2023.

KUCING SEMALAM

Pagi ini. Tidak ada bau daging tergoreng,
Terkukus atau disate. Tidak sama sekali
Tercium lezatnya. Tidak sama sekali.
Selain. Hanya debu debu yang terbang sesak nafas.
Selain. Setumpuk sampah tercecer ulah kucing lapar berbulu kuning belang belang. Menguar aroma tak sedap. Membangkitkan jiwa pemarah salah satu temanku.
Satu hari penuh.

Saat terbangun dari mimpi basahnya. Ia,
Seakan mendapatkan perintah tuhan yang maha sulit dilakukan saat membuka mata: Membersihkan segala yang kotor di Bumi! Termasuk di atas lantai tentu saja.
Cahaya gelap dari mulutnya seakan menjelaskan kepada yang lain tentang dirinya adalah manusia sangat biasa dan tidak ada Nabi yang dipilih setelah terbangun dari mimpi basah. Maka. Wajarlah jika ia mengomel, kalap dan puas meracau-mengumpat kesetanan.

“Dasar! Kucing tak punya akal! Tak bermoral!” Umpatnya sangat kesal dengan mata mendelik seolah mencari cari kemana kucing itu pergi. Seolah akan diburu walau hanya seekor yang terlihat.
Sementara tanpa celah.

Sapu ditangannya semakin tercekik tiada ampun.
Bahkan debu debu kemarau sampai terbang liar tak menentu:

Hinggap.
Ke Piring. Ke Perut.
Hinggap.
Ke Tembok. Ke Hidung.
Ke Piring. Ke Perut.

Kemana mana.

“Lain kali. Kau bedol saja kepala kucing itu dan mengisinya regulasi regulasi tentang sampah!” kataku. “Bila perlu, bunuh! Jika tetap tak mengerti tinggal di kost kecil bagaimana.”
Waktu terdiam. Hening beberapa saat.

Debu debu kemarau yang hinggap-mengejutkan bangkit dari segala sisi kemudian:
Sepertinya tuhan tak ingin melihat darah kucing tercecer di lantai dan lebih memilih membagi sedikit cahaya pada jiwa orang yang sedang kalap.

“Percuma” katanya kepadaku. “Sebab binatang tidak akan pernah bisa mengerti! Sekalipun itu adalah kucing yang sering pergi ke Kampus. Atau… ke Masjid sekalipun.”

Singaraja, 2023

[][][]

  • BACA puisi-puisi lain
Puisi-Puisi Abed Ilyas | Mata, Air
Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan
Puisi-puisi Chris Triwarseno | Ibu Menjahit Doa-Doa
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Prosa Gerilya: Mengurai Kisah Ngurah Rai” Dalam Festival Powerful Indonesia The Apurva Kempinski Bali

Next Post

Rumah Gadang Sebagai Gelanggang: Upita Agustine dalam Delapan Latar

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Bukan Liyan, Lebur Tiada Jarak:  Faisal Baraas dalam Leak

Rumah Gadang Sebagai Gelanggang: Upita Agustine dalam Delapan Latar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co