4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

Andy Sri Wahyudi by Andy Sri Wahyudi
August 12, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

JEJAK API


: Ahmad Tohari

Sejak bahasa dilahirkan, lelaki itu menghidupinya dengan wangi napas dan hangat perasaan. Segala biji-biji tumbuh segar di beranda. Daun-daun merontokki genting mushola. Suara mesin ketik mengubah tahun dan bulan menjadi keringat dan kekhawatiran. Di jalan desa ia pandangi sawah-sawah bersinaran. Di atas galangan anak-anak berlari entah ke mana. Huruf dan tanda baca beterbangan. Gerimis berbicara sepeti zikir sepanjang musim. Inilah perjalanan titik, tanya, dan koma. Usia tertawa-tawa menyambut surga datang tiba-tiba. Ilalang menghilang. Sungai-sungai naik ke langit. Suara kilat merambat jauh. Memahat jejak api.

Purwokerto – Tasikmalaya 2022

MELIHAT INGATAN

Segumpal tanah di telapak tangan.
Wajah nenek mengambang murung di awang-awang.
Ibu termangu. Ayah berdarah. Sebuah kursi berkaki patah.

Gemericik sungai kecil.
Bayonet tentara belanda. Teriakan kakek dalam hening dan gelap.

Sebatang pohon nangka tumbuh.

Mimpi-mimpi bersayap laron berdatangan. Derit pintu dan jendela kayu. Nyanyian dari bukit-bukit itu.

Sepasang mata melirik.
Kaki-kaki melangkah.
Segaris arah.
Segenggam luka.
Setajam diam.

1 April 2023

PUTRI MALU

menyentuhmu
rawa, hutan, sungai
dan semak belukar.

menyentuhmu
tidur panjang
di punggung tuhan
menata siang
menggambar malam
membawa pertemuan.

bertegur pandang
di hutan liar.

menyentuhmu
rumus semesta kecilku
merapikan ingatan
membuat mimpi di ujung jari.

tidurlah di awang-awang
lupakan aku dan dirimu.

menyentuhmu
perpisahan
tak peduli waktu

Kutai-Jogja, 2022

SUARA LIDAH

Tak berwarna
Menyengat
datang berkilat-kilat

Hidup serupa bunyi dentang jam tua. Menggaung panjang gelap terang.

Tutup semua pintu.

Ceritakan pada ayah dan ibu
kebusukan demi kebusukan.

Dan pergilah
bersama keinginan
tak terkatakan.

20 Maret 2022

ALKISAH AMANDEL

dengarkan sebuah dongeng
tentang goa tak bernama.

tempat orang-orang
bicara janji
matahari

gelap adalah antagonis tak terkalahkan.

aku telah patah,
mengapung pada air muka
pedih.

suara tawa lengket
dan basah.

dingin
tapi
berapi.

di setiap sudut
tak pernah ada aku.

sedari pagi menunggu.

pesawat jatuh
di sungai.

mimpi lupa jalan kembali.

mengapa marah?
bukankah dunia ini baik-baik saja?

jalanan lengang
rumah-rumah tak berpintu.

persis sepertiku yang hilang.

gelap masih saja antagonis.
di sana apa saja datang padaku.

2022

TAMASYA GELAP

Aku menarik tanganmu masuk ke sebuah kota tanpa air mata.
Tak ada jeritan dan umpatan.
Tak ada uang dan jabatan.

Tubuh kita ringan melayang-layang.
Berjalan di udara
menertawai tetangga yang gila harta benda.

Orang-orang tak saling kenal
bebas berpelukan dengan siapa saja.
Langit menghijau seperti remaja
seperti cinta pertama.

Tak ada rumah dan perkakas.
Tak ada keluarga. Tidur dan terjaga pada hari paling kita suka.

Tak ada lapar dan haus.
Udara mendidik kita untuk tidak rakus.

Di tengah kota tubuh meremaja. Hingga cahaya menjemput kita.

Pulang ke dalam sana.

Solo, 2 Februari 2023

KERETA MENUJU SESUATU

Kalender jatuh pada minggu hijau. Seekor lembu berjalan di tubuhmu. Meninggalkan lenguh dan bau yang tua.

Aku menginjakkan kaki pada kota berwarna lima. Datang tak sengaja bersama tawa dan lupa segalanya.

Seperti hilang dari semua mata, dari semua berita, dari pelosok rahasia tak tersentuh. Sampai di sebuah pantai, kapal-kapal berubah batu. Mengajari kita tentang pelayaran dan penyamaran.

Waktu itu Tuhan mengutuk kita menjadi kembang gula. Tersenyum tanpa tanya. Dan tiba-tiba dewasa menghilang begitu saja. Di atas meja tersisa suara kereta dari arah tak bernama. Menembusi segala gelap dan putus asa.

Membawa bara api untuk cinta yang tersesat di sebelah kiri. Membaca dan meraba yang baru saja hilang. Setelah sekian lama berpangku tangan.

22 Januari 2023

PULANG

Buk
aku datang lagi padamu

laut mengantarku pulang
ketika musim badai menjerit panjang.

peluk aku,
Buk.

tubuhku disergap gigil.

aku takut,
Buk.

di luar sana sedang dilanda wabah amnesia

orang-orang lupa pada dirinya.

mereka berlari mencari tempat bunuh diri yang tentram, agamis dan tampak baik-baik saja.

peluk aku,
Buk.

biarkan aku membatu
di jari-jari tanganmu.

Juli 2023

TANAH LAHIR LAVIE

Laut itu, Lavie
selembar masa depan untuk siapa?

Ternak-ternak itu, Lavie
bersuara dan berak di bukit- bukit siapa?

Anak-anak itu, Lavie
berangkat sekolah untuk siapa?

Tambang-tambang itu, Lavie
berlari kepada siapa?

Kita duduk di beranda rumah panggung. mengusir lebah sambil mendengar jeritan batu-batu.

Mulut kita semakin gagap membaca sejarah. di langit awan jauh berarak. membawa siapa saja.

Juga ibu.

Sumbawa Barat, 2023

DI PEGUNUNGAN

Aku melipat-lipat dialog kekalahan.
Dan kekuatan memanjang keluar dari jendela kamar
menjadi hantu berbunga api.

Di ujung desa, malaikat berdatangan
memetik tomat tuk dibawa kepada rahasia.

Tak mungkin aku melupakanmu demi suara gergaji dan sekaleng coca-cola.

Tanah meleleh, mengubah wajah leluhur
semua bersorak-sorai
merayakan keberanian dari bau kemenyan.

Kabut merayap, menutup semua arah merah
orang-orang di depan pintu rumah
berdiri merapal mantra-mantra
menyaksikan diri sendiri yang hampir.

Hampir.

Matran Wetan, 1 Januari 2022

[][][]

  • BACA puisi-puisi lain
Puisi-puisi Chris Triwarseno | Ibu Menjahit Doa-Doa
Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Di Katup Senapan
Puisi-puisi Arif Billah | Demit dan Jin Alas Roban
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu

Next Post

Perpustakaan Sekolah dan Kekasihmu Sebelumnya | Cerpen Yoga Yolanda

Andy Sri Wahyudi

Andy Sri Wahyudi

Lahir di Kampung Mijen, Minggiran Barat, Yogyakarta, 13 Desember 1980. Gemar menabung dan bertualang. Saat ini sedang sibuk menulis, pantomim, dan mematung.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Perpustakaan Sekolah dan Kekasihmu Sebelumnya | Cerpen Yoga Yolanda

Perpustakaan Sekolah dan Kekasihmu Sebelumnya | Cerpen Yoga Yolanda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co