4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

Andy Sri Wahyudi by Andy Sri Wahyudi
August 12, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

JEJAK API


: Ahmad Tohari

Sejak bahasa dilahirkan, lelaki itu menghidupinya dengan wangi napas dan hangat perasaan. Segala biji-biji tumbuh segar di beranda. Daun-daun merontokki genting mushola. Suara mesin ketik mengubah tahun dan bulan menjadi keringat dan kekhawatiran. Di jalan desa ia pandangi sawah-sawah bersinaran. Di atas galangan anak-anak berlari entah ke mana. Huruf dan tanda baca beterbangan. Gerimis berbicara sepeti zikir sepanjang musim. Inilah perjalanan titik, tanya, dan koma. Usia tertawa-tawa menyambut surga datang tiba-tiba. Ilalang menghilang. Sungai-sungai naik ke langit. Suara kilat merambat jauh. Memahat jejak api.

Purwokerto – Tasikmalaya 2022

MELIHAT INGATAN

Segumpal tanah di telapak tangan.
Wajah nenek mengambang murung di awang-awang.
Ibu termangu. Ayah berdarah. Sebuah kursi berkaki patah.

Gemericik sungai kecil.
Bayonet tentara belanda. Teriakan kakek dalam hening dan gelap.

Sebatang pohon nangka tumbuh.

Mimpi-mimpi bersayap laron berdatangan. Derit pintu dan jendela kayu. Nyanyian dari bukit-bukit itu.

Sepasang mata melirik.
Kaki-kaki melangkah.
Segaris arah.
Segenggam luka.
Setajam diam.

1 April 2023

PUTRI MALU

menyentuhmu
rawa, hutan, sungai
dan semak belukar.

menyentuhmu
tidur panjang
di punggung tuhan
menata siang
menggambar malam
membawa pertemuan.

bertegur pandang
di hutan liar.

menyentuhmu
rumus semesta kecilku
merapikan ingatan
membuat mimpi di ujung jari.

tidurlah di awang-awang
lupakan aku dan dirimu.

menyentuhmu
perpisahan
tak peduli waktu

Kutai-Jogja, 2022

SUARA LIDAH

Tak berwarna
Menyengat
datang berkilat-kilat

Hidup serupa bunyi dentang jam tua. Menggaung panjang gelap terang.

Tutup semua pintu.

Ceritakan pada ayah dan ibu
kebusukan demi kebusukan.

Dan pergilah
bersama keinginan
tak terkatakan.

20 Maret 2022

ALKISAH AMANDEL

dengarkan sebuah dongeng
tentang goa tak bernama.

tempat orang-orang
bicara janji
matahari

gelap adalah antagonis tak terkalahkan.

aku telah patah,
mengapung pada air muka
pedih.

suara tawa lengket
dan basah.

dingin
tapi
berapi.

di setiap sudut
tak pernah ada aku.

sedari pagi menunggu.

pesawat jatuh
di sungai.

mimpi lupa jalan kembali.

mengapa marah?
bukankah dunia ini baik-baik saja?

jalanan lengang
rumah-rumah tak berpintu.

persis sepertiku yang hilang.

gelap masih saja antagonis.
di sana apa saja datang padaku.

2022

TAMASYA GELAP

Aku menarik tanganmu masuk ke sebuah kota tanpa air mata.
Tak ada jeritan dan umpatan.
Tak ada uang dan jabatan.

Tubuh kita ringan melayang-layang.
Berjalan di udara
menertawai tetangga yang gila harta benda.

Orang-orang tak saling kenal
bebas berpelukan dengan siapa saja.
Langit menghijau seperti remaja
seperti cinta pertama.

Tak ada rumah dan perkakas.
Tak ada keluarga. Tidur dan terjaga pada hari paling kita suka.

Tak ada lapar dan haus.
Udara mendidik kita untuk tidak rakus.

Di tengah kota tubuh meremaja. Hingga cahaya menjemput kita.

Pulang ke dalam sana.

Solo, 2 Februari 2023

KERETA MENUJU SESUATU

Kalender jatuh pada minggu hijau. Seekor lembu berjalan di tubuhmu. Meninggalkan lenguh dan bau yang tua.

Aku menginjakkan kaki pada kota berwarna lima. Datang tak sengaja bersama tawa dan lupa segalanya.

Seperti hilang dari semua mata, dari semua berita, dari pelosok rahasia tak tersentuh. Sampai di sebuah pantai, kapal-kapal berubah batu. Mengajari kita tentang pelayaran dan penyamaran.

Waktu itu Tuhan mengutuk kita menjadi kembang gula. Tersenyum tanpa tanya. Dan tiba-tiba dewasa menghilang begitu saja. Di atas meja tersisa suara kereta dari arah tak bernama. Menembusi segala gelap dan putus asa.

Membawa bara api untuk cinta yang tersesat di sebelah kiri. Membaca dan meraba yang baru saja hilang. Setelah sekian lama berpangku tangan.

22 Januari 2023

PULANG

Buk
aku datang lagi padamu

laut mengantarku pulang
ketika musim badai menjerit panjang.

peluk aku,
Buk.

tubuhku disergap gigil.

aku takut,
Buk.

di luar sana sedang dilanda wabah amnesia

orang-orang lupa pada dirinya.

mereka berlari mencari tempat bunuh diri yang tentram, agamis dan tampak baik-baik saja.

peluk aku,
Buk.

biarkan aku membatu
di jari-jari tanganmu.

Juli 2023

TANAH LAHIR LAVIE

Laut itu, Lavie
selembar masa depan untuk siapa?

Ternak-ternak itu, Lavie
bersuara dan berak di bukit- bukit siapa?

Anak-anak itu, Lavie
berangkat sekolah untuk siapa?

Tambang-tambang itu, Lavie
berlari kepada siapa?

Kita duduk di beranda rumah panggung. mengusir lebah sambil mendengar jeritan batu-batu.

Mulut kita semakin gagap membaca sejarah. di langit awan jauh berarak. membawa siapa saja.

Juga ibu.

Sumbawa Barat, 2023

DI PEGUNUNGAN

Aku melipat-lipat dialog kekalahan.
Dan kekuatan memanjang keluar dari jendela kamar
menjadi hantu berbunga api.

Di ujung desa, malaikat berdatangan
memetik tomat tuk dibawa kepada rahasia.

Tak mungkin aku melupakanmu demi suara gergaji dan sekaleng coca-cola.

Tanah meleleh, mengubah wajah leluhur
semua bersorak-sorai
merayakan keberanian dari bau kemenyan.

Kabut merayap, menutup semua arah merah
orang-orang di depan pintu rumah
berdiri merapal mantra-mantra
menyaksikan diri sendiri yang hampir.

Hampir.

Matran Wetan, 1 Januari 2022

[][][]

  • BACA puisi-puisi lain
Puisi-puisi Chris Triwarseno | Ibu Menjahit Doa-Doa
Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Di Katup Senapan
Puisi-puisi Arif Billah | Demit dan Jin Alas Roban
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu

Next Post

Perpustakaan Sekolah dan Kekasihmu Sebelumnya | Cerpen Yoga Yolanda

Andy Sri Wahyudi

Andy Sri Wahyudi

Lahir di Kampung Mijen, Minggiran Barat, Yogyakarta, 13 Desember 1980. Gemar menabung dan bertualang. Saat ini sedang sibuk menulis, pantomim, dan mematung.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Perpustakaan Sekolah dan Kekasihmu Sebelumnya | Cerpen Yoga Yolanda

Perpustakaan Sekolah dan Kekasihmu Sebelumnya | Cerpen Yoga Yolanda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co