30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu

I Made Sujaya by I Made Sujaya
August 11, 2023
in Pameran
Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu

Pameran bertajuk “Citra Kata: Sajak-sajak Umbu Landu Paranggi” " Foto: Sujaya

BERTITIK TOLAK dari sajak sepertinya kerap menjadi pilihan kreatif pelukis sekaligus penyair I Nyoman Wirata. Setelah tahun 2021 lalu menggelar pameran “Sketsa Sajak Blengbong” yang merespons sajak para penyair Pos Budaya, Selasa, 10 Agustus 2023 malam, di Dharna Negara Alaya Denpasar, Nyoman Wirata kembali menggelar pameran tunggal dengan menampilkan karya-karya lukisannya yang ditransformasi puisi. Kali ini dia merespons sajak-sajak Umbu Landu Paranggi. Hingga kini, seniman kelahiran Banjar Titih, Denpasar, Bali, 1953 itu tercatat sudah lima kali menggelar pameran tunggal dengan karya-karya transformasi dari sajak ke lukisan.

Pameran bertajuk “Citra Kata: Sajak-sajak Umbu Landu Paranggi” itu digelar serangkaian Festival Umbu Landu Paranggi (FULP) 2023 yang digelar Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP), 6—20 Agustus 2023. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, I Wayan “Kun” Adnyana membuka pameran yang sekaligus juga diisi dengan peluncuran buku Melodia Kumpulan Puisi 1959—2019 karya Umbu Landu Paranggi. Pameran untuk mengenang sekaligus merayakan hari lahir Umbu pada 10 Agustus itu direncanakan berlangsung hingga 20 Agustus 2023.

Foto-foto: Made Sujaya

Karena bertitik tolak dari sajak, di arena pameran, di samping lukisan-lukisan Nyoman Wirata juga disandingkan sajak-sajak Umbu yang menstimulasi lahirnya lukisan. Karena itu, sembari menikmati keindahan garis dan warna dalam lukisan Nyoman Wirata, pengunjung juga disilakan mencecap keindahan kata-kata dalam sajak-sajak Umbu.

Nyoman Wirata berpandangan dari kata imajinasi bermula. Kata, kata-kata dalam sajak, ditransformasi menjadi lukisan. Karena bermula dari sajak atau puisi, maka kembali ke “puisi” atau disebutnya sebagai “lukisan puitik”.

“Antara kata, kata-kata pada sajak (puisi) ada benang merahnya dengan lukisan,” kata Nyoman Wirata.

Bagi Nyoman Wirata, transformasi dari sajak ke lukisan sebagai sebuah transformasi. Menurut Nyoman Wirata, apa yang dilakukannya berbeda dengan representasi yang bisa mengarah kepada upaya mengilustrasi. Menurut Nyoman Wirata, transformasi sebagai proses kreatif merupakan sebuah perburuan pencapain nilai estetik. Sajak atau puisi adalah rimba raya perburuan.

Mengenai pilihan terhadap sajak-sajak Umbu, Nyoman Wirata menyatakan sajak-sajak Umbu kaya dengan kemungkina artistik yang bisa ditransformasi ke lukisan. Sajak-sajak Umbu, imbuh pensiunan guru seni dan budaya ini, mengandung unsur-unsur manusia dengan lingkungan tradisinya, irama, ruang, bentuk, dan warna yang membuatnya menarik sebagai medan perburuan estetik dalam proses kreatif melukis.

“Tapi, ini juga sebentuk rasa hormat secara pribadi terhadap eksistensi Umbu dalam dunia sastra di Bali,” ujar Nyoman Wirata.

Menurut penuturannya, penggarapan transformasi sajak-sajak Umbu ke dalam lukisan ini berlangsung selama setahun namun gagasan menggelar pameran ini telah muncul empat tahun lalu. Pameran ini menjadi semacam pemenuhan janji diri Nyoman Wirata bagi Umbu yang disebutnya sebagai “pengamen bisu”.

Foto-foto: Made Sujaya

Pameran menampilkan 30 lukisan yang ditransformasi dari 17 sajak Umbu. Nyoman Wirata mangakui tak selalu mudah mentransformasi sajak-sajak Umbu. Dia tak memungkiri menemukan juga kesulitan dalam mentransformasi sajak-sajak Umbu. Dia mengakui, dalam mentransformasi beberapa sajak Umbu, dia membutuhkan bantuan membaca sajak W.S. Rendra atau mendengarkan lagu tertentu. “Sajak ‘Denpasar Selatan, dari Sebuah Lorong’ terbilang sangat sulit saya transformasikan,” kata Nyoman Wirata.

Kendati begitu, Nyoman Wirata juga begitu lapang mentransformasi sajak “Ibunda Tercinta” dan “Jagung Bakar Pantai Sanur”. Dua sajak ini bisa melahirkan beberapa lukisan. “Elemen visualnya lebih mudah saya dapatkan,” kata Nyoman Wirata.

Wayan Jengki Sunarta yang menjadi penyusun buku Melodia: Kumpulan Puisi 1959—2019 karya Umbu Landu Paranggi menjelaskan

Rektor ISI Denpasar, Prof. I Wayan “Kun” Adnyana mengapresiasi upaya Nyoman Wirata merespons sajak-sajak Umbu dan peluncuran buku kumpulan puisi Umbu Landu Paranggi. Menurut Kun Adnyana, apa yang dijelajahi Wirata dalam karya-karya Umbu sudah terwujud dalam lukisan yang menarik. Dengan kata lain, aksara sudah menjelma menjadi rupa. 

Foto-foto: Made Sujaya

Kun Adnyana menyebut Umbu telah menginstana dalam memori, mencandi dalam sanubari. Umbu mengajarkan prinsip, siapa pun yang hadir dalam perguruan sastra Umbu mesti jadi, namun tidak harus menggantikan yang lain. Kendati menjadikan mereka yang hadir, Umbu tak menagih apa yang telah diberikan. ‘’Umbu sangat istimewa. Tetapi tidak mau diistimewakan,’’ ujar Kun Adnyana.

Pembukaan pameran “Citra Kata: Sajak-sajak Umbu Landu Paranggi” juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh April Artison, Mas Ruscitadewi dan Wini Artini. [T]

“Direct Message”, Perayaan Diri dan Buah Pikiran Djaja Tjandra Kirana
“Ekara” Nyoman Erawan’s Visual Verse
Dibutuhkan Seni yang Menggugat | Dari Pameran ArtOs Nusantara
Tags: Pameran Seni RupaUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yowana Padangtegal Ngayah Upacara Atiwa-Tiwa: Menjaga Hubungan Sosial Sekaligus Belajar Estetika

Next Post

Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

Puisi-puisi Andy Sri Wahyudi | Jejak Api, Melihat Ingatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co