2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Arif Billah | Demit dan Jin Alas Roban

Arif Billah by Arif Billah
July 22, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Arif Billah | Demit dan Jin Alas Roban

Arif Billah

NGEMBAT WATANG


1/
Mengeram geram Mataram di nganga luka Batavia
Wedono Pesisir Kulon kena getahnya
Alas Roban segera dibutuhkan
Untuk dijadikan lahan, bukan kuburan

Tapi para penebang kayu berubah jadi hantu
lewat pagebluk oleh jin penuh nafsu
Dadungawuk mengamuk, kekuasaannya diremuk
peri prayangan berhamburan dari dalam hutan
meminta jatah preman di hamparan lahan seluas lautan

karena sudah keterlaluan
Bahurekso turun tangan
tanpa segan raja jin ditaklukan
 

2/
Raja Uling kelihatanya sedang berani mbeling
usil bermain air, menjebol bendungan Sungai Lojahan
Alas Roban berubah menjadi tanah yang sakit
Karena radang pada tenggorokannya bangkit

Ulah harus dibayar lunas
Markas sebuah kedung dilibas
menyemburkan mutah darah kehitaman
Bahurekso bermandikan gowok
prajurit Raja Uling yang digorok

Pedang Swedang dilibaskan pada udara terang
Kolo Dibrikso ngeroso ora trimo
terbelah kulit kesaktian Bahurekso
Dia mengalah bukan untuk kalah
melainkan mundur untuk meminta petuah
dari Ki Ageng Cempaluk sang ayah

Merasuk dalam keputren
lalu Bahurekso merayu Dibrusowati
memintanya untuk mencuri
sebilah pedang swedang milik kakaknya sendiri
Raja Uling alias Kolodibrikso

Tak ada lagi yang berani mbeling
atau usil menjahili Kedung Kramat
yang kuat merobohkan bendungan sudah sekarat
nyawanya di ujung paling mengkilat benda keramat
 

3/
Wedono Pesisir Kulon menyaksikan
sebatang kayu bersemedi
pada dasar aliran harapan

Keringat mengucur deras dari pori
melebihi arus kali pada Sungai Lojahan
puluhan lelaki yang sedang mengeraskan otot lengan,
perut dan paha mengencang padat seperti pohon jejawi
tak mampu mengankat barang satu centi batang kayu mati

Bahurekso sudah tidak tahan lagi
gilirannya sekarang untuk bersemedi
memusatkan energi, ngembat watang
dengan tangannya sendiri

16/04/2023

DEMIT DAN JIN ALAS ROBAN

santer kabar Alas Roban hunian jin tak bertuan
menanti korban untuk dimangsa demit dan koloninya.
demit dan jin tak ada di panjangnya hutan sana,
mereka asik berkaraoke bareng biduan dan sopir truk lainnya.

kadang mereka bersekongkol di tengah kebun jengkol
meniupi telinga kiri bupati untuk memperkaya diri,
hingga bisa bikin dinasti yang nyaman buat para kroni
merasuki pegawai negri untuk bekerja sesuka hati
terutama pemenang dorprize jabatan dari partai dukungan

Demit dan Jin Alas Roban kerap makan bebatuan
senyap bagai asap masakan dapur mertua idaman
turun ke pasar serupa merica, pedas di mata
ormas berbagai macam warna mengunyah basah
di antara rahang yang tak pernah merasa kenyang

Demit dan Jin Alas Roban bersembunyi
ditutupi ketelanjangannya sendiri

20/03/2023
 

SERABI KALIBELUK

Semerbak harum serabi mengecup leher mentari
merekahkan rindu seluas tanah mataram

nikmat serabi dengan kepulan asap kopi
mengingatkan kita tentang prahara Rantansari
yang lebih memilih menaruh jiwa pada kurir cinta
ketika Sultan mengirim seorang wakil
untuk menyampaikan seutas hasrat menggigil

serabi kalibeluk
gurih dengan cinta kasih purba
Sultan Mataram yang ingin Rantansari-nya

metuthuk mblenuk
anget dan empuk
seempuk tipu daya Bahureksa
si kurir pengirim cinta
Menukar putik bunga api sultan
dengan gadis pembuat serabi rumahan

Singgasana ratu mataram menjadi saksi
mengoyak jiwa si imitasi
ranum melati rontok tak terperi

Legitimasi yang lahir dari sulbi
menguap melalui tungku keturunan Endang Wiranti
seorang imitasi untuk ditukar dengan Rantansari
telah lama dijajakan pada urat nadi sejarah
riuh renyah Pasar Warungasem pecah

28/02/2023

SULASIH, SULANDONO

Sulandono menyelimuti dirinya
dengan selendang malam pemberian ibu
merapalkan suluk-suluk di pertapaan
kelak untuk mengaminkan pertemuan
antara dirinya dan Sulasih yang dicinta

semarak obor menembus sandaran awan
Dewi Rantansari menunggangi sepotong cahaya
purnama di atas taburan bintang musim kemarau panjang

restu turun menjelma teduh
pada riuh bersih desa di pantai utara
Sulasih menari hingga menetes embun pagi
dirasuki Dewi Rantansari yang terpikat
pada sangkar ayam berisi gadis suci

sebatang kara, merambat pada gending
bergairah bagai kuduk merinding
sepotong selendang Sulandono genggam
untuk dia lemparkan pada kekasihnya
yang sedang menarikan doa-doa

bidadari putih terpana
oleh aura kilat mata
lelaki segagah Merapi
yang menyambarkan selendang
sederas ombak lautan

Rantansari telah melangkah pergi
Sulandono memboyong batang tubuh kekasih
Sulasih yang letih

24/3/2023

BRENDUNG MENARIKAN HUJAN

ronce-ronce gelungan cempaka
pada rona muka sepotong bathok kelapa
berbalut baju wanita dewasa
dengan senyum girang
polesan benges dari pawang
menari kaku pada badan buluh, penuh keluh
bidadari telah mengerami sebatang tubuh

semerbak gending kembang telon
membuat brendung ingin melepaskan diri
dari jasad di tangan para lelaki
diiringi tabuhan penampi
bumbung dan buyung
memanggil hujan esok hari

angin meniupkan aroma kemenyan
bocah dengan lakuning rembulan
jatuh ke tanah seperti sedang ayan, ketakutan

1/4/2023

  • BACA puisi-puisi lain dari PENYAIR INDONESIA
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa
Puisi-puisi Kadek Desi Nurani | Sujud-Sujud Pagi Ulian
Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fête De La Musique | Cerpen Santos Philipus

Next Post

Kebebasan Ruang Menonton dalam Kolaborasi Muspus dan Fotografi Percakapan Selat Kelompok Sekali Pentas

Arif Billah

Arif Billah

Lahir di Batang, Jawa Tengah. Menyelesaikan studi Ilmu Komunikasi di UMY

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Kebebasan Ruang Menonton dalam Kolaborasi Muspus dan Fotografi Percakapan Selat Kelompok Sekali Pentas

Kebebasan Ruang Menonton dalam Kolaborasi Muspus dan Fotografi Percakapan Selat Kelompok Sekali Pentas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co