14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Gimien Artekjursi by Gimien Artekjursi
April 30, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Gimien Artekjursi

LEGENDA HARIMAU JAWA

aum harimau jawa
hanya tinggal gema di dinding-dinding gua
memantul di batang-batang pohon
merobek kesunyian belantara yang tinggal sepetak
sampai ke riuh kota
tinggal gema memantul-mantul di seluruh suasana
tak sirna-sirna

dan jejak-jejak kaki
hanya bayangan
terukir dari lobang-lobang daun
yang tergantung menunggu gugur

tak ada lagi
warna lorengnya tersisa hanya di kanvas para pelukis
di foto daur ulang para fotografer
di sajak-sajak para penyair
di makalah-makalah para peneliti
di angan-angan kaum ilmuwan

dan di jalan setapak menuju hutan:
harimau jawa muncul di tengah halusinasi para perambah hutan
menjelma menjadi legenda sepanjang masa
sampai ke dalam mimpi anak cucu turunan ke 7

tak ada lagi
harimau jawa
di alam nyata
:tinggal cerita
hanya cerita
hanya cerita

Kaliwungu, April 2023

SEPOTONG PESAN BUAT HARIMAU JAWA PENGHABISAN

harimau jawa
jika kau masih ada
jangan tunjukkan dirimu
bahkan pada rumput, semak dan ranting-ranting hutan
jangan sampai siapapun dan apapun tahu keberadaanmu
walau itu burung atau kupu-kupu atau jin
lebih-lebih manusia
(kecuali tuhan dan para malaikat)
jika kau masih, wahai hewan mengagumkan
larilah sejauh kau mampu, larilah dari keramaian
dan bersembunyilah
bersembunyilah serapi mungkin
dari pandangan apapun
(kecuali tuhan dan para malaikat)
bersembunyilah, o hewan bermantel indah
carilah gua tergelap dan terdalam, seperti gua qathmair
bersembunyilah kau di sudutnya
bersama keluargamu yang tersisa
(jika memang masih ada)
dan tidurlah layaknya ashabul kahfi
bersembunyilah kau, harimau jawa
dan tidurlah layaknya ashabul kahfi
walau tak ada anjing menjagamu
tidurlah dan jangan bangun
jangan bangun-bangun
walau mimpi tak pernah hadir dalam tidurmu
atau hanya mimpi buruk yang mengejar-ngejar jiwamu
seperti ketika kau di alam bebas
tetaplah tidur
walau mimpi buruk mengejar-ngejar dirimu
mimpi itu tak akan membunuhmu
atau kalau kau terbunuh juga di dalam mimpi
itu akan lebih baik
karena kau hanya mati di alam mimpi
jadi kau bisa terus tidur sampai berabad-abad kemudian
layaknya ashabul kahfi
tidur beratus-ratus tahun
sampai tuhan membangunkanmu
ratusan tahun yang akan datang
mungkin di masa itu dunia akan lebih baik
mungkin manusia bisa lebih beradab terhadap apapun
jadi kelak kau bisa hidup dengan tenang dan aman
bebas berkeliaran di manapun
seperti kucing-kucing kecil kerabatmu
berkeliaran di mana saja tanpa rasa takut akan dibunuh

Kaliwungu, 11 April 2023

KEPADA PEMBURU JEJAK HARIMAU JAWA

  • kepada: Didik Raharyono

yakinkah kau jika harimau jawa masih ada?
percayakah kau jika sang legenda itu belum habis?

tak lelah kau jelajah seluruh hutan pulau jawa
hingga kau kenal tiap sudutnya
seperti kau kenal halaman rumahmu sendiri

kau kenal tiap rasa udara
yang menghadirkan hujan atau sekedar embun
dari usapan angin di kulitmu
kau tahu siapa yang menjejak di tanah-tanah yang kau lewati
dengan melihat goresan yang membekas di tiap benda
kau tahu apa yang melintas di pucuk pepohonan
atau bergelayutan di cabang-cabang rimba
hanya melihat dahan-dahan yang bergoyang
kau bisa bedakan tiap suara yang menggema di tengah sepi hutan
atau di riuhnya gemerisik dedaunan dan hembusan angin
dengan sebelah pendengaranmu

kau mengerti semua kehadiran tiap langkah di hutan
di tanah, di batang-batang, di cabang, di ranting dan dedaunan
di semak, di rumputan dan timbunan humus dan akar-akar
dan di seluruh isi hutan

tapi aum kucing besar itu
tak pernah melintas meski hanya gemanya di pendengaranmu
kehadiran sosoknya hanya kau terima
dari kabar burung-burung yang terbang para perambah hutan
yang tiap kau tiba di tempat konon si loreng muncul
yang kau lihat hanya bayang-bayang matahari
yang hampir tenggelam menembus rimbun pepohonan

“tapi banyak kemungkinan berawal dari tidak mungkin,” ujarmu
dan terus melangkah
menembus rimbun hutan-hutan pulau jawa yang semakin habis
dengan gairah, tanpa merasa lelah
tanpa sedikitpun kehilangan harapan
apalagi putus asa

(semoga bagi banyak orang sudah tidak mungkin
benar-benar jadi mungkin pada dirimu
semoga)

Kaliwungu, 13 April 2023

TAK ADA HUTAN UNTUK HARIMAU DI PULAU JAWA

hutan tempat harimau di pulau jawa
tinggal sepelemparan batu
tak bisa untuk menyembunyikan loreng kulitnya
tak cukup untuk tempat berburu

hutan-hutan di jawa telah berganti
menjadi hutan konsumsi, kebun dan ladang dan bangunan
menjadi hutan kota, hutan industri, hutan rekreasi
kebun karet, kebun pinus
kebun kopi, kebun kakao, kebun sengon

hutan-hutan di pulau jawa telah berubah
menjadi hutan pabrik-pabrik kayu
hutan para wisatawan, hutan penjelajah alam
kebun penyadap karet
penyadap pinus, penyadap gula
ladang petani tebu, petani jagung dan singkong
menjadi hutan-hutan gedung dan beton
hanya sisa sepelemparan batu
itupun tak lepas dari tangan-tangan perambah hutan

hutan tempat harimau di jawa
hanya sisa sepelemparan batu
dan suara aum harimau
akan menembus dinding-dinding kamar
penghuni kampung dan kota tepi hutan
menciptakan ketakutan dan ancaman
dan runcing taring harimau
tak kan sanggup menandingi tajamnya pisau manusia
loreng kulitnya tak kebal mesiu senjata
dan mengaum di hutan yang sisa
adalah kematian

hutan tempat harimau di jawa
hanya sisa sepelemparan batu
hewan yang tinggal di dalamnya hanya tikus, ular dan serangga
dan mungkin monyet ekor panjang
tak ada lagi hewan buruan
dan harimau di hutan jawa akhirnya mati kelaparan
atau mati bunuh diri karena merambah tempat warga

tak ada lagi hutan tempat harimau di pulau jawa
jika masih ada harimau di pulau jawa ingin hidup
ia harus tinggal di kandang kebun binatang
di penangkaran para pelindung hewan
di balik pagar taman rekreasi
atau berlatih bersama badut-badut
menjadi pemain sirkus

Kumendung, 16 April 2023

BANTENG-BANTENG HUTAN BALURAN

wahai, banteng-banteng hutan baluran
adakah yang pernah bertanya
apa yang kau impikan terakhir kali
sebelum mereka menembakmu mati
lalu mengambil daging atau tandukmu?
adakah yang pernah memikirkan
keinginan apa yang terlintas di benakmu
sebelum terkapar di savana atau semak belukar
(karena sakit atau usia tua)
lalu mereka menemukanmu tinggal rangka?

bermusim-musim sudah waktu berlalu
hijau hutan dan rerumputan itu adalah surgamu di dunia
tak kau tahu tempat lain selain yang kau kenal kini
tak kau tahu dunia lain selain hutan itu
ke mana lantas harus bersembunyi
jika ketakutan akan kematian selalu memburu?
ke mana pula harus menghindar
jika bayang-bayang kepunahan terus menghantui?

hari ini para penjaga hutan masih bisa menghitungmu
mengikuti jejakmu tahu ke mana kau berendam8
atau sekedar bergerombol melepas lelah
hari ini mereka masih bisa melihatmu
menikmati rerumputan savana
masih bisa menanda tanduk dan punukmu
dan para wisatawan masih bisa memotret dan merekam
semua aktifitasmu
meski harus menunggu saat-saat tertentu
mengabadikanmu dalam dunia digital dan maya

tapi suatu ketika nanti
semua hanya akan jadi kenangan
penjaga hutan yang mengikutimu di kamera pengintai
hanya sekilas melihatmu melintas
lalu menghilang tak tahu ke mana pergimu
jangankan tanduk atau kerangka
jejak pun tak tertanda di tempatmu berkubang

dan kelak di savana itu
para wisatawan hanya bisa memotret rimbun
rerumputan
dengan kupu-kupu dan capung beterbangan di atasnya
dan kau, banteng-banteng?
tinggal tengkorak dengan sepasang tanduk
(koleksi para penjaga hutan)
berjajar rapi dalam etalase kaca tertutup

dan kehadiranmu di hutan baluran kelak hanya tinggal
cerita
di portal-portal berita on line
dalam blog-blog para traveler
dalam catatan pelajaran anak-anak sekolah
ditengah dongeng-dongeng legendaris
pengantar tidur

Kumendung, Maret 2023

[][][]

BACA puisi-puisi lain dari penyair Indonesia

Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya

Next Post

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Gimien Artekjursi

Gimien Artekjursi

Lahir 3 Agustus 1963. Tinggal di Banyuwangi. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan esei sastra dimuat di media cetak di Bali. Juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) dimuat di majalah Panyebar Semangat dan Jaya Baya (Surabaya).

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co