24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Gimien Artekjursi by Gimien Artekjursi
April 30, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Gimien Artekjursi

LEGENDA HARIMAU JAWA

aum harimau jawa
hanya tinggal gema di dinding-dinding gua
memantul di batang-batang pohon
merobek kesunyian belantara yang tinggal sepetak
sampai ke riuh kota
tinggal gema memantul-mantul di seluruh suasana
tak sirna-sirna

dan jejak-jejak kaki
hanya bayangan
terukir dari lobang-lobang daun
yang tergantung menunggu gugur

tak ada lagi
warna lorengnya tersisa hanya di kanvas para pelukis
di foto daur ulang para fotografer
di sajak-sajak para penyair
di makalah-makalah para peneliti
di angan-angan kaum ilmuwan

dan di jalan setapak menuju hutan:
harimau jawa muncul di tengah halusinasi para perambah hutan
menjelma menjadi legenda sepanjang masa
sampai ke dalam mimpi anak cucu turunan ke 7

tak ada lagi
harimau jawa
di alam nyata
:tinggal cerita
hanya cerita
hanya cerita

Kaliwungu, April 2023

SEPOTONG PESAN BUAT HARIMAU JAWA PENGHABISAN

harimau jawa
jika kau masih ada
jangan tunjukkan dirimu
bahkan pada rumput, semak dan ranting-ranting hutan
jangan sampai siapapun dan apapun tahu keberadaanmu
walau itu burung atau kupu-kupu atau jin
lebih-lebih manusia
(kecuali tuhan dan para malaikat)
jika kau masih, wahai hewan mengagumkan
larilah sejauh kau mampu, larilah dari keramaian
dan bersembunyilah
bersembunyilah serapi mungkin
dari pandangan apapun
(kecuali tuhan dan para malaikat)
bersembunyilah, o hewan bermantel indah
carilah gua tergelap dan terdalam, seperti gua qathmair
bersembunyilah kau di sudutnya
bersama keluargamu yang tersisa
(jika memang masih ada)
dan tidurlah layaknya ashabul kahfi
bersembunyilah kau, harimau jawa
dan tidurlah layaknya ashabul kahfi
walau tak ada anjing menjagamu
tidurlah dan jangan bangun
jangan bangun-bangun
walau mimpi tak pernah hadir dalam tidurmu
atau hanya mimpi buruk yang mengejar-ngejar jiwamu
seperti ketika kau di alam bebas
tetaplah tidur
walau mimpi buruk mengejar-ngejar dirimu
mimpi itu tak akan membunuhmu
atau kalau kau terbunuh juga di dalam mimpi
itu akan lebih baik
karena kau hanya mati di alam mimpi
jadi kau bisa terus tidur sampai berabad-abad kemudian
layaknya ashabul kahfi
tidur beratus-ratus tahun
sampai tuhan membangunkanmu
ratusan tahun yang akan datang
mungkin di masa itu dunia akan lebih baik
mungkin manusia bisa lebih beradab terhadap apapun
jadi kelak kau bisa hidup dengan tenang dan aman
bebas berkeliaran di manapun
seperti kucing-kucing kecil kerabatmu
berkeliaran di mana saja tanpa rasa takut akan dibunuh

Kaliwungu, 11 April 2023

KEPADA PEMBURU JEJAK HARIMAU JAWA

  • kepada: Didik Raharyono

yakinkah kau jika harimau jawa masih ada?
percayakah kau jika sang legenda itu belum habis?

tak lelah kau jelajah seluruh hutan pulau jawa
hingga kau kenal tiap sudutnya
seperti kau kenal halaman rumahmu sendiri

kau kenal tiap rasa udara
yang menghadirkan hujan atau sekedar embun
dari usapan angin di kulitmu
kau tahu siapa yang menjejak di tanah-tanah yang kau lewati
dengan melihat goresan yang membekas di tiap benda
kau tahu apa yang melintas di pucuk pepohonan
atau bergelayutan di cabang-cabang rimba
hanya melihat dahan-dahan yang bergoyang
kau bisa bedakan tiap suara yang menggema di tengah sepi hutan
atau di riuhnya gemerisik dedaunan dan hembusan angin
dengan sebelah pendengaranmu

kau mengerti semua kehadiran tiap langkah di hutan
di tanah, di batang-batang, di cabang, di ranting dan dedaunan
di semak, di rumputan dan timbunan humus dan akar-akar
dan di seluruh isi hutan

tapi aum kucing besar itu
tak pernah melintas meski hanya gemanya di pendengaranmu
kehadiran sosoknya hanya kau terima
dari kabar burung-burung yang terbang para perambah hutan
yang tiap kau tiba di tempat konon si loreng muncul
yang kau lihat hanya bayang-bayang matahari
yang hampir tenggelam menembus rimbun pepohonan

“tapi banyak kemungkinan berawal dari tidak mungkin,” ujarmu
dan terus melangkah
menembus rimbun hutan-hutan pulau jawa yang semakin habis
dengan gairah, tanpa merasa lelah
tanpa sedikitpun kehilangan harapan
apalagi putus asa

(semoga bagi banyak orang sudah tidak mungkin
benar-benar jadi mungkin pada dirimu
semoga)

Kaliwungu, 13 April 2023

TAK ADA HUTAN UNTUK HARIMAU DI PULAU JAWA

hutan tempat harimau di pulau jawa
tinggal sepelemparan batu
tak bisa untuk menyembunyikan loreng kulitnya
tak cukup untuk tempat berburu

hutan-hutan di jawa telah berganti
menjadi hutan konsumsi, kebun dan ladang dan bangunan
menjadi hutan kota, hutan industri, hutan rekreasi
kebun karet, kebun pinus
kebun kopi, kebun kakao, kebun sengon

hutan-hutan di pulau jawa telah berubah
menjadi hutan pabrik-pabrik kayu
hutan para wisatawan, hutan penjelajah alam
kebun penyadap karet
penyadap pinus, penyadap gula
ladang petani tebu, petani jagung dan singkong
menjadi hutan-hutan gedung dan beton
hanya sisa sepelemparan batu
itupun tak lepas dari tangan-tangan perambah hutan

hutan tempat harimau di jawa
hanya sisa sepelemparan batu
dan suara aum harimau
akan menembus dinding-dinding kamar
penghuni kampung dan kota tepi hutan
menciptakan ketakutan dan ancaman
dan runcing taring harimau
tak kan sanggup menandingi tajamnya pisau manusia
loreng kulitnya tak kebal mesiu senjata
dan mengaum di hutan yang sisa
adalah kematian

hutan tempat harimau di jawa
hanya sisa sepelemparan batu
hewan yang tinggal di dalamnya hanya tikus, ular dan serangga
dan mungkin monyet ekor panjang
tak ada lagi hewan buruan
dan harimau di hutan jawa akhirnya mati kelaparan
atau mati bunuh diri karena merambah tempat warga

tak ada lagi hutan tempat harimau di pulau jawa
jika masih ada harimau di pulau jawa ingin hidup
ia harus tinggal di kandang kebun binatang
di penangkaran para pelindung hewan
di balik pagar taman rekreasi
atau berlatih bersama badut-badut
menjadi pemain sirkus

Kumendung, 16 April 2023

BANTENG-BANTENG HUTAN BALURAN

wahai, banteng-banteng hutan baluran
adakah yang pernah bertanya
apa yang kau impikan terakhir kali
sebelum mereka menembakmu mati
lalu mengambil daging atau tandukmu?
adakah yang pernah memikirkan
keinginan apa yang terlintas di benakmu
sebelum terkapar di savana atau semak belukar
(karena sakit atau usia tua)
lalu mereka menemukanmu tinggal rangka?

bermusim-musim sudah waktu berlalu
hijau hutan dan rerumputan itu adalah surgamu di dunia
tak kau tahu tempat lain selain yang kau kenal kini
tak kau tahu dunia lain selain hutan itu
ke mana lantas harus bersembunyi
jika ketakutan akan kematian selalu memburu?
ke mana pula harus menghindar
jika bayang-bayang kepunahan terus menghantui?

hari ini para penjaga hutan masih bisa menghitungmu
mengikuti jejakmu tahu ke mana kau berendam8
atau sekedar bergerombol melepas lelah
hari ini mereka masih bisa melihatmu
menikmati rerumputan savana
masih bisa menanda tanduk dan punukmu
dan para wisatawan masih bisa memotret dan merekam
semua aktifitasmu
meski harus menunggu saat-saat tertentu
mengabadikanmu dalam dunia digital dan maya

tapi suatu ketika nanti
semua hanya akan jadi kenangan
penjaga hutan yang mengikutimu di kamera pengintai
hanya sekilas melihatmu melintas
lalu menghilang tak tahu ke mana pergimu
jangankan tanduk atau kerangka
jejak pun tak tertanda di tempatmu berkubang

dan kelak di savana itu
para wisatawan hanya bisa memotret rimbun
rerumputan
dengan kupu-kupu dan capung beterbangan di atasnya
dan kau, banteng-banteng?
tinggal tengkorak dengan sepasang tanduk
(koleksi para penjaga hutan)
berjajar rapi dalam etalase kaca tertutup

dan kehadiranmu di hutan baluran kelak hanya tinggal
cerita
di portal-portal berita on line
dalam blog-blog para traveler
dalam catatan pelajaran anak-anak sekolah
ditengah dongeng-dongeng legendaris
pengantar tidur

Kumendung, Maret 2023

[][][]

BACA puisi-puisi lain dari penyair Indonesia

Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya

Next Post

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Gimien Artekjursi

Gimien Artekjursi

Lahir 3 Agustus 1963. Tinggal di Banyuwangi. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan esei sastra dimuat di media cetak di Bali. Juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) dimuat di majalah Panyebar Semangat dan Jaya Baya (Surabaya).

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Pertemuan | Cerpen Sonhaji Abdullah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co