4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 29, 2023
in Esai
Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya

Ilustrasi tatkala.co

ANAK-ANAK tidak akan mampu memilih orang tua seperti apa yang diinginkan. Namun, kita mampu menentukan akan menjadi orang tua seperti apa, kelak ketika memiliki anak.

Tentu, menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah memilih pasangan yang baik.

Pasangan yang baik, akan jauh dari kata toxic. Dan pasangan yang toxic memang harus ditinggalkan. Jika masih ada yang mempertahankannya, berarti itu orang aneh, nggak waras, atau… jangan-jangan dia memang kena guna-guna. Hehe.

Ya, begitulah kata-kata yang tepat untuk mereka yang saat ini masih mempertahankan hubungan toxic relationship.

Kesempatan untuk melakukan toxic relationship biasanya lahir dari perasaan sayang yang teramat besar kepada seseorang, yang tanpa sadar akan membuat kita memaklumi hal-hal yang bahkan tidak seharusnya dilakukan. Seperti memaklumi perselingkuhan, memaklumi tindakan-tindakan kasar karena pelampiasan emosi, dan posesif yang berlebihan. Hingga aturan-aturan tidak masuk akal yang dibuat, dengan alasan saling menyayangi.

Tapi, bagi sebagian orang, toxic relationship seperti candu, bahkan banyak orang yang “belum dewasa” menganggap bahwa hubungan toxic relationship adalah hal yang menantang ketika dijalani. Padahal, tanpa disadari mereka telah mempertaruhkan masa depannya.

Seperti seorang teman saya, misalnya, yang terbiasa dikekang, dibatasi, tapi ketika tiba-tiba dia dibebaskan, justru dia merasa rindu akan hal itu.

Artinya, seolah-olah kita terbebas, justru semakin tersiksa. Hidup menjadi sepi dan tidak berwarna, hanya karena terbiasa ada yang posesif. Hubungan toxic rasanya memang seperti bermain roller coster, yang menegangkan tapi menyenangkan.

Toxic relationship dikenal sebagai hubungan yang beracun, hubungan ini dapat berdampak buruk bagi keadan fisik maupun mental seseorang yang ada didalamnya. Toxic relationship tidak hanya terjadi dalam hubungan kekasih, hal ini bisa saja terjadi dalam hubungan persahabatan, pertemanan, friendzone, bahkan dikeluarga.

Bagi sebagian orang tidak menyadari, bahwa dirinya sedang berada di sebuah hubungan toxic, mereka akan menganggap itu merupakan bentuk kasih sayang pasangannya, meskipun sedikit berlebihan. Tetapi bukankah hal yang berlebihan selalu tidak baik?

Buat Anda yang tidak sadar ada di hubungan toxic, Anda bisa baca ciri-ciri seperti di bawah ini, siapa tahu relate dan anda belum menyadarinya:

Tidak bisa menjadi diri sendiri

Bagaimana keadaan Anda ketika  menjalin sebuah hubungan? Masih tetap bisa menjadi diri sendiri? Atau justru sibuk menjadi orang lain, karena mengikuti ekspektasi pasangan anda?

Humm… hal ini sepertinya harus dipertanyakan, apakah tujuan pasanganmu baik, atau justru memang dia tidak menerima Anda apa adanya?

Jika tujuan pasanganmu baik, dan tidak memaksamu berubah secara instan, hal ini belum bisa dikatakan sebagai toxic relationship, justru menjadi motivasi agar Anda menjadi lebih baik.

Sering dibohongi

“Jika seseorang bisa berbohong tentang hal kecil, tentu dia juga bisa berbohong tentang hal besar.” Begitulah ungkapan yang diberikan, kepada mereka yang selalu berbohong. Untuk menutupi satu kebohongan, seseorang akan membuat kebohongan yang lainnya.

Jadi, berhati-hatilah ketika Anda suka berbohong, atau bersama dengan seseorang yang suka berbohong, karena ini akan membentuk karakter seseoran—karena kebohongan tetaplah kebohongan, tidak bisa dibenarkan.

Cemburu dan mengekang berlebihan

Perasaan cemburu adalah hal normal dan wajar di sebuah hubungan, lalu bagaimana jika berlebihan?

Nah, hal ini yang bahaya, dan bisa dikatakan sebagai toxic relationship. Ketika perasaan cemburu dijadikan alasan menyakiti satu sama lain, tidak menggambarkan hubungan yang dijalani sehat.

Hal ini sejalan dengan pasangan yang selalu mengontrol kita.

Adanya kekerasan fisik

Jika Anda sudah menerima kekerasan fisik, dalam sebuah hubungan, hal ini sudah tidak dapat dibenarkan lagi. Apalagi jika hanya sebatas pacaran. Hufttt.

Untuk kaum wanita terutama, coba Anda bayangkan, ketika Anda membiarkan tubuh Anda menjadi samsak pelampiasan emosi oleh pasangan? Bagaiman jika hal tersebut terjadi berulang-ulang? Tidakkah Anda membayangkan perasaan orang tua Anda? Ketika anak-anaknya diberikan nutrisi yang baik, justru orang lain yang menyakiti Anda.

***

Setelah membaca ciri-ciri di atas, sudah tentu Anda bertanya-tanya bukan? Tentang bagaimana cara terlepas dari toxic relationship, coba baca ulasan di bawah ini, semoga bisa membantu Anda perlahan keluar dari ruang gelap toxic relationship.

Menyadari Yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahanmu

Orang-orang yang berada dalam toxic relationship, akan dibunuh oleh perasaannya sendiri, perasaan-perasaan bersalah yang timbul akibat doktrin dari pasangan akan membuat kita semakin susah terlepas dari hubungan toxic.

Dengan memahami bahwa hal-hal yang terjadi, bukan kesalahanmu, akan membuat Anda bisa menerima hal-hal yang terjadi dan tidak menghakimi pasangan atau dirimu sendiri.

Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik

“You deserve better”, kata-kata ini sudah tentu sering Anda dengar, ketika curhat dengan teman Anda. Ya, kalimat tersebut, bukan hanya sekadar kalimat penenang.

Ketika Anda diperlakukan buruk oleh satu orang, bukan berarti kamu akan diperlakukan buruk oleh orang lain.

Sudah seharusnya Anda beranjak untuk mencari orang baik, yang lebih menghargai Anda.

Mencintai diri sendiri

Hal ini sudah mungkin terdengar sangat klise untuk Anda, atau hal ini justru hal yang paling sulit Anda lakukan?

Hmmm… mencintai diri sendiri merupakan hal yang cukup sulit dilakukan, apalagi seperti saya. Hahaha

Tetapi hal ini harus tetap dilakukan ya. Dengan kita mencintai diri sendiri, itu juga bentuk kita menghargai diri sendiri. Ketika kita menghargai diri sendiri, bukankah orang lain juga akan menghargai kita?

Cari bantuan profesional

Terbiasa berada dalam toxic relationship akan menyulitkan kita ketika ingin melangkah keluar. Kita akan merasa ketakutan, merasa sendiri, tidak berdaya, dan kasihan, sehingga membuat kita terus terjebak. Jika ada diposisi tersebut, Anda bisa meminta bantuan kepada mereka yang lebih profesional.

Nah, itu tadi, beberapa pembahasan tentang cara agar Anda bisa beranjak dari hubungan toxic, jangan mewajarkan hal yang tidak seharusnya ya, karena hidup adalah pilihan kita sendiri, jadi jangan mau terus-terusan terjebak di hubungan yang toxic.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Tags: cintacinta kasihesai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Seni Kebo Iwa: Anak Adalah Aset Kebudayaan Kita

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co