2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!

Musti Ariantini by Musti Ariantini
April 16, 2023
in Esai
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!

Ilustrasi tatkala.co

LOVE LANGUAGE, kata yang belakangan ini tidak pernah absen disebutkan oleh generasi muda yang sedang menjalin kasih. Atau mungkin kawan-kawan juga sering menggunakan istilah keren itu dalam keseharian?

Love Language dicetuskan oleh Gary Chapman, seorang penulis sekaligus pembawa acara talk show radio dari Amerika Serikat, dalam buku berjudul “5 Love Language” (barangkali ada kawan-kawan yang belum tahu asal muasal kata Love Language).

Love Language atau bahasa cinta adalah cara untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang kepada seseorang.

Biasanya digunakan untuk bisa saling memahami dan menyenangkan pasangan, sangat penting untuk memahami keinginan pasangan untuk dicintai dengan cara yang seperti apa. Kalau kata ABG (Anak Baru Gede) zaman sekarang, mencintai seseorang tidak cukup hanya dengan perasaan yang tulus harus ada effort.

Terdapat 5 bahasa cinta yang sangat popular belakangan ini:

  • Word Of Affirmation (Mengungkapkan cinta melalui kata-kata)

Cara mengungkapkan rasa cinta yang paling dasar dan paling mudah, namun jarang disadari.

Mengekspresikan cinta juga bisa melalui kata-kata manis dan menenangkan, sehingga pasangan merasa spesial. Kalimat seperti “ada cerita apa hari ini”, atau sesimpel ucapan “selamat pagi” bisa membuat pasangan bersemangat dalam menjalani hari.

Sesekali memuji pasangan atau menenangkan ketika pasangan sedang memasuki fase down juga merupakan bentuk ungkapan cinta, yang sangat berarti bagi sebagian orang (mungkin semua orang).

Cara mencintai ini harus dimiliki oleh semua orang (menurut saya), karena pada dasarnya semua manusia memerlukan pengakuan, semua manusia membutuhkan pujian.

Tak jarang seutas kalimat yang kita ucapkan bisa menenangkan dan membangkitkan seseorang yang mungkin ingin menyerah pada hidupnya. Namun, kebanyakan orang menganggap bahwa bentuk ungkapan cinta tersebut adalah hal sepele dan tidak penting.

  • Quality Time (Menghabisakan waktu yang berkualitas Bersama)

Kebersamaan dalam menghabiskan waktu yang berkualitas sangat penting untuk menunjukan cinta kepada pasangan, yang berarti kita meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama dan merangkai kenangan indah.

Membangun suasana yang nyaman, bercengkrama dalam ruang yang hanya milik berdua, tanpa adanya gangguan dari orang lain atau aktivitas lain. Seperti olahraga bersama, memasak bersama, menonton film atau berlibur ke tempat favorit.

Dengan melakukan Quality time, pasangan akan merasa di hargai dan diprioritaskan, bukan malah membiarkan pasangan kesepian atau istilah gaulnya feeling lonely. Apalagi kawan-kawan lebih memilih menghabiskan semua waktu berkumpul dengan teman atau mencari kesibukan sendiri untuk mengabaikan pasangan.

  • Act Of Service (Mengungkapkan cinta melalui Tindakan)

Mengungkapkan cinta dengan tindakan secara langsung bahkan tanpa disuruh adalah Bahasa cinta yang mungkin disukai oleh semua orang.

Act Of Service biasanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang bisa mengungkapkan cintanya dengan kata-kata atau bisa disebut sedikit bicara banyak bertindak. Namun bukan berarti tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, hanya saja jarang.

Seperti misalnya membantu pasangan sebelum dimintai tolong, membawakan barang ketika pasangan terlihat kesulitan, membelikan makanan untuk pasangan dan banyak lagi tindakan-tindakan kecil yang bisa dilakukan oleh orang dengan bahasa cinta act of service untuk mengungkapkan cinta. Yuk, belajar peka!

  • Receiving Gift (Mengungkapkan cinta dengan memberi/menerima hadiah)

Menunjukan cinta dengan kejutan-kejutan manis yang berkesan adalah bahasa cinta yang sangat spesial. Saya rasa semua orang suka diberi kejutan manis, apalagi dari orang terkasih (termasuk saya sendiri).

Hadiah-hadiah kecil yang mampu membuat senyum pasanganmu merekah sepanjang hari. Seperti memberi coklat, bunga atau makanan kesukaan pasangan; memberi ucapan ulang tahun atau hari jadi yang dikemas dengan manis dan penuh kesan. Atau bisa juga membelikan barang-barang yang dibutuhkan oleh pasangan.

Hadiah tidak harus mahal, cukup dengan kesan dan effort yang tulus.

  • Physical Touch

Mengekspresikan cinta melalui sentuhan fisik kepada pasangan, seperti menggenggam tangan, memeluk, mencium atau mengusap rambut pasangan yang membuat pasangan merasakan kenyamanan.

Namun, tentunya ada perbedaan “sentuhan” yang dimaksud, sesuai dengan tingkat hubungan yang dijalani.

Physical touch suami istri dengan physical touch pacaran tentunya jauh berbeda, tergantung dari budaya dan norma adat yang dianut.

Untuk hubungan tingkat pacaran, bersentuhan fisik yang bisa dilakukan di antaranya: berpegangan tangan, mengusap rambut pasangan atau menghapus air mata pasangan ketika sedang bersedih.

Berbeda dengan bersentuhan fisik pasangan yang sudah menikah, maka boleh saja dan tidak ada larangan, karena mereka sudah sah secara hukum maupun agama.

Nah, semua bentuk ekspresi cinta tersebut seharusnya dilakukan, bukan hanya memilih salah satu. Dengan begitu kerekatan hubungan akan semakin terjalin dan bisa memahami pasangan dengan lebih baik lagi.

Mengungkapkan cinta dengan kata-kata sudah sepatutnya diimbuhi dengan tindakan dan dibumbui dengan kejutan yang manis.

Seperti misalnya, kawan-kawan hanya mengatakan betapa besarnya rasa cinta yang kawan-kawan miliki terhadap pasangan, namun tidak pernah menunjukannya melalui tindakan, tidak pernah meluangkan waktu dengan pasangan atau tidak pernah memberi kejutan manis walau hanya sekedar setangkai mawar merah kepada pasangan. Hal tersebut sama saja dengan bullshit.

Begitupula jika kawan-kawan hanya menunjukan cinta dengan tindakan (tanpa meyakinkannya dengan pengakuan dan pujian), sudah pasti pasangan kawan-kawan akan ragu dengan cinta yang kawan-kawan berikan untuknya—khususnya perempuan yang sangat memerlukan pengakuan.

Kawan-kawan tentu tidak kaget ketika pasangan menanyakan: “apakah kamu menyayangiku?” atau “apakah kamu mencintaiku?” yang dikatakan berulang-ulang dan entah sampai kapan akan berakhir (saya juga sering melakukannya).

Padahal, sudah jelas-jelas kawan-kawan meluangkan banyak waktu untuk dia, sudah membelikan banyak hadiah atau bahkan sudah melakukan apapun untuk pasangan kalian, namun mereka masih menanyakan kata-kata di atas. Maka kawan-kawan jangan heran, “kata-kata cinta” dalam suatu hubungan memiliki peran yang sangat penting untuk mengusir keraguan.

Namun perlu dicatat, semua bentuk cinta tersebut pasti ada porsinya masing-masing, jangan sampai disalahgunakan atau terkesan memanfaatkan. Jangan sampai kawan-kawan memanfaatkan bentuk cinta word affirmation untuk menipu pasangan dengan janji-janji manis yang efeknya lebih mengerikan daripada penyakit diabetes.

Jangan memanfaatkan bentuk cinta act of service untuk menjadikan pasangan kalian babu pribadi, yang bisa disuruh melakukan apapun yang bahkan di luar nalar pasangan secara gratis.

Jangan memanfaatkan bentuk cinta quality time untuk membunuh semua aktivitas pasangan, bahkan sampai merenggut pekerjaan atau waktu pasangan untuk me time. Jangan menguasai waktu pasangan, kalau kawan-kawan ingin memiliki pasangan yang selalu ada disetiap menitnya, maka carilah pengangguran.

Jangan pula jadikan bentuk cinta receiving gift, untuk memeras pasangan–dalam artian meminta hadiah mewah dan mahal, karena sesungguhnya bentuk cinta receiving gift itu memberikan kejutan-kejutan kecil yang bermakna, tidak harus mahal dan tidak harus berupa barang, bisa saja berupa surat cinta, video kebersamaan dan masih banyak lagi.

Nah, yang terakhir-–yang mungkin bisa menimbulkan kesalah pahaman bahkan kerugian yang besar—yaitu bentuk cinta phisycal touch, yang mana porsi sentuhan fisik yang berlebihan untuk ukuran pasangan yang baru tahap pacaran.

Dengan adanya bentuk cinta ini, bisa menjadi modus yang mengarah pada kekerasan seksual, yang bisa merenggut masa depan anak bangsa (khususnya perempuan).

Jadi, untuk kawan-kawan, perlu diingat, semua bahasa cinta di atas memiliki posisi yang sama-sama penting dan tidak bisa hanya memilih salah satunya saja, namun harus diingat porsinya, supaya tidak ada yang dirugikan, karena cinta tidak menimbulkan untung dan rugi.[T]

Bukan Mau Su’udzon, tapi Orang Bilang Itu Friendzone
Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!
Tags: Bahasacintacinta kasih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Next Post

Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Perjanjian Pohon Kopi dengan Semut Hitam

Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co