12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!

Musti Ariantini by Musti Ariantini
April 16, 2023
in Esai
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!

Ilustrasi tatkala.co

LOVE LANGUAGE, kata yang belakangan ini tidak pernah absen disebutkan oleh generasi muda yang sedang menjalin kasih. Atau mungkin kawan-kawan juga sering menggunakan istilah keren itu dalam keseharian?

Love Language dicetuskan oleh Gary Chapman, seorang penulis sekaligus pembawa acara talk show radio dari Amerika Serikat, dalam buku berjudul “5 Love Language” (barangkali ada kawan-kawan yang belum tahu asal muasal kata Love Language).

Love Language atau bahasa cinta adalah cara untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang kepada seseorang.

Biasanya digunakan untuk bisa saling memahami dan menyenangkan pasangan, sangat penting untuk memahami keinginan pasangan untuk dicintai dengan cara yang seperti apa. Kalau kata ABG (Anak Baru Gede) zaman sekarang, mencintai seseorang tidak cukup hanya dengan perasaan yang tulus harus ada effort.

Terdapat 5 bahasa cinta yang sangat popular belakangan ini:

  • Word Of Affirmation (Mengungkapkan cinta melalui kata-kata)

Cara mengungkapkan rasa cinta yang paling dasar dan paling mudah, namun jarang disadari.

Mengekspresikan cinta juga bisa melalui kata-kata manis dan menenangkan, sehingga pasangan merasa spesial. Kalimat seperti “ada cerita apa hari ini”, atau sesimpel ucapan “selamat pagi” bisa membuat pasangan bersemangat dalam menjalani hari.

Sesekali memuji pasangan atau menenangkan ketika pasangan sedang memasuki fase down juga merupakan bentuk ungkapan cinta, yang sangat berarti bagi sebagian orang (mungkin semua orang).

Cara mencintai ini harus dimiliki oleh semua orang (menurut saya), karena pada dasarnya semua manusia memerlukan pengakuan, semua manusia membutuhkan pujian.

Tak jarang seutas kalimat yang kita ucapkan bisa menenangkan dan membangkitkan seseorang yang mungkin ingin menyerah pada hidupnya. Namun, kebanyakan orang menganggap bahwa bentuk ungkapan cinta tersebut adalah hal sepele dan tidak penting.

  • Quality Time (Menghabisakan waktu yang berkualitas Bersama)

Kebersamaan dalam menghabiskan waktu yang berkualitas sangat penting untuk menunjukan cinta kepada pasangan, yang berarti kita meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama dan merangkai kenangan indah.

Membangun suasana yang nyaman, bercengkrama dalam ruang yang hanya milik berdua, tanpa adanya gangguan dari orang lain atau aktivitas lain. Seperti olahraga bersama, memasak bersama, menonton film atau berlibur ke tempat favorit.

Dengan melakukan Quality time, pasangan akan merasa di hargai dan diprioritaskan, bukan malah membiarkan pasangan kesepian atau istilah gaulnya feeling lonely. Apalagi kawan-kawan lebih memilih menghabiskan semua waktu berkumpul dengan teman atau mencari kesibukan sendiri untuk mengabaikan pasangan.

  • Act Of Service (Mengungkapkan cinta melalui Tindakan)

Mengungkapkan cinta dengan tindakan secara langsung bahkan tanpa disuruh adalah Bahasa cinta yang mungkin disukai oleh semua orang.

Act Of Service biasanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang bisa mengungkapkan cintanya dengan kata-kata atau bisa disebut sedikit bicara banyak bertindak. Namun bukan berarti tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, hanya saja jarang.

Seperti misalnya membantu pasangan sebelum dimintai tolong, membawakan barang ketika pasangan terlihat kesulitan, membelikan makanan untuk pasangan dan banyak lagi tindakan-tindakan kecil yang bisa dilakukan oleh orang dengan bahasa cinta act of service untuk mengungkapkan cinta. Yuk, belajar peka!

  • Receiving Gift (Mengungkapkan cinta dengan memberi/menerima hadiah)

Menunjukan cinta dengan kejutan-kejutan manis yang berkesan adalah bahasa cinta yang sangat spesial. Saya rasa semua orang suka diberi kejutan manis, apalagi dari orang terkasih (termasuk saya sendiri).

Hadiah-hadiah kecil yang mampu membuat senyum pasanganmu merekah sepanjang hari. Seperti memberi coklat, bunga atau makanan kesukaan pasangan; memberi ucapan ulang tahun atau hari jadi yang dikemas dengan manis dan penuh kesan. Atau bisa juga membelikan barang-barang yang dibutuhkan oleh pasangan.

Hadiah tidak harus mahal, cukup dengan kesan dan effort yang tulus.

  • Physical Touch

Mengekspresikan cinta melalui sentuhan fisik kepada pasangan, seperti menggenggam tangan, memeluk, mencium atau mengusap rambut pasangan yang membuat pasangan merasakan kenyamanan.

Namun, tentunya ada perbedaan “sentuhan” yang dimaksud, sesuai dengan tingkat hubungan yang dijalani.

Physical touch suami istri dengan physical touch pacaran tentunya jauh berbeda, tergantung dari budaya dan norma adat yang dianut.

Untuk hubungan tingkat pacaran, bersentuhan fisik yang bisa dilakukan di antaranya: berpegangan tangan, mengusap rambut pasangan atau menghapus air mata pasangan ketika sedang bersedih.

Berbeda dengan bersentuhan fisik pasangan yang sudah menikah, maka boleh saja dan tidak ada larangan, karena mereka sudah sah secara hukum maupun agama.

Nah, semua bentuk ekspresi cinta tersebut seharusnya dilakukan, bukan hanya memilih salah satu. Dengan begitu kerekatan hubungan akan semakin terjalin dan bisa memahami pasangan dengan lebih baik lagi.

Mengungkapkan cinta dengan kata-kata sudah sepatutnya diimbuhi dengan tindakan dan dibumbui dengan kejutan yang manis.

Seperti misalnya, kawan-kawan hanya mengatakan betapa besarnya rasa cinta yang kawan-kawan miliki terhadap pasangan, namun tidak pernah menunjukannya melalui tindakan, tidak pernah meluangkan waktu dengan pasangan atau tidak pernah memberi kejutan manis walau hanya sekedar setangkai mawar merah kepada pasangan. Hal tersebut sama saja dengan bullshit.

Begitupula jika kawan-kawan hanya menunjukan cinta dengan tindakan (tanpa meyakinkannya dengan pengakuan dan pujian), sudah pasti pasangan kawan-kawan akan ragu dengan cinta yang kawan-kawan berikan untuknya—khususnya perempuan yang sangat memerlukan pengakuan.

Kawan-kawan tentu tidak kaget ketika pasangan menanyakan: “apakah kamu menyayangiku?” atau “apakah kamu mencintaiku?” yang dikatakan berulang-ulang dan entah sampai kapan akan berakhir (saya juga sering melakukannya).

Padahal, sudah jelas-jelas kawan-kawan meluangkan banyak waktu untuk dia, sudah membelikan banyak hadiah atau bahkan sudah melakukan apapun untuk pasangan kalian, namun mereka masih menanyakan kata-kata di atas. Maka kawan-kawan jangan heran, “kata-kata cinta” dalam suatu hubungan memiliki peran yang sangat penting untuk mengusir keraguan.

Namun perlu dicatat, semua bentuk cinta tersebut pasti ada porsinya masing-masing, jangan sampai disalahgunakan atau terkesan memanfaatkan. Jangan sampai kawan-kawan memanfaatkan bentuk cinta word affirmation untuk menipu pasangan dengan janji-janji manis yang efeknya lebih mengerikan daripada penyakit diabetes.

Jangan memanfaatkan bentuk cinta act of service untuk menjadikan pasangan kalian babu pribadi, yang bisa disuruh melakukan apapun yang bahkan di luar nalar pasangan secara gratis.

Jangan memanfaatkan bentuk cinta quality time untuk membunuh semua aktivitas pasangan, bahkan sampai merenggut pekerjaan atau waktu pasangan untuk me time. Jangan menguasai waktu pasangan, kalau kawan-kawan ingin memiliki pasangan yang selalu ada disetiap menitnya, maka carilah pengangguran.

Jangan pula jadikan bentuk cinta receiving gift, untuk memeras pasangan–dalam artian meminta hadiah mewah dan mahal, karena sesungguhnya bentuk cinta receiving gift itu memberikan kejutan-kejutan kecil yang bermakna, tidak harus mahal dan tidak harus berupa barang, bisa saja berupa surat cinta, video kebersamaan dan masih banyak lagi.

Nah, yang terakhir-–yang mungkin bisa menimbulkan kesalah pahaman bahkan kerugian yang besar—yaitu bentuk cinta phisycal touch, yang mana porsi sentuhan fisik yang berlebihan untuk ukuran pasangan yang baru tahap pacaran.

Dengan adanya bentuk cinta ini, bisa menjadi modus yang mengarah pada kekerasan seksual, yang bisa merenggut masa depan anak bangsa (khususnya perempuan).

Jadi, untuk kawan-kawan, perlu diingat, semua bahasa cinta di atas memiliki posisi yang sama-sama penting dan tidak bisa hanya memilih salah satunya saja, namun harus diingat porsinya, supaya tidak ada yang dirugikan, karena cinta tidak menimbulkan untung dan rugi.[T]

Bukan Mau Su’udzon, tapi Orang Bilang Itu Friendzone
Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!
Tags: Bahasacintacinta kasih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Skala dan Citra | Catatan Selepas Menonton Layar Mulatari: Arsitektur Tubuh

Next Post

Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Perjanjian Pohon Kopi dengan Semut Hitam

Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co