4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
April 28, 2023
in Esai
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Ilustrasi tatkala.co

PERNAHKAN KALIAN memikirkan tentang apa saja yang menjadi pertimbangan untuk putus bagi mereka yang memiliki pasangan?

Banyak hal sebenarnya yang bisa menjadi pertimbangan untuk putus, atau mengakhiri hubungan yang notabennya masih belum sah secara hukum, seperti pacaran.

Dalam hubungan pacaran, kita masih bisa melakukan seleksi terhadap pasangan kita. Apakah hubungan tersebut masih bisa kita pertahankan atau sudah seharusnya untuk diakhiri (jika hubungan tersebut lebih cenderung ke toxic relationship).

Jangan pernah ragu untuk mengakhiri hubungan jika pasangan kalian memiliki sifat-sifat yang cenderung membuat kita merasa tidak nyaman. Dan tentu jangan pernah takut untuk mengambil keputusan tersebut, yang mungkin akan terasa susah di awalnya.

Namun yakinlah, jika kita berani tegas dalam hal ini, pastinya kita akan mendapat dampak yang lebih positif, ketimbang terus mempertahankan hubungan yang tidak memberikan rasa nyaman tersebut.

Nah, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk putus bagi teman-teman, jika doi memiliki tanda-tanda seperti ini:

Sering Bohong

Kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah hubungan perlu adanya rasa saling percaya, baik itu hubungan persaudaraan, pertemanan, bahkan pacaran sendiri. Kepercayaan ini bersumber dari adanya jalinan komunikasi yang baik.

Rasa saling percaya bisa tumbuh karena seseorang selalu terbuka dan tidak ada hal yang disembunyikan dari pasangannya. Sederhananya begini, seseorang akan memiliki kepercayaan ketika pasangannya dapat mempertanggungjawabkan perkataannya dan tidak berbohong. 

Berbohong memang hal yang seharusnya dihindari dalam menjalin hubungan, apalagi jika alasan berbohong tersebut untuk kepentingan pribadi dan dapat berdampak buruk bagi pasangan. Berbohong sering dimulai dari hal-hal yang sepele.

Misalnya saja, ketika doi berbohong saat pergi keluar rumah bersama orang lain tanpa sepengetahuan kita. Dan ketika ditanya, alasannya kebanyakan dibuat-buat. Kemudian sering merekayasa atau memanipulasi keadaan.

Kebohongan yang dilakukan tersebut bisa menjadi kebiasaan ketika dibiarkan terlalu sering. Mungkin jika sekali dua kali masih bisa dimaklumi.Tapi, sekali lagi, jika kebohongan sudah menjadi kebiasa… Ah, teman-teman tentu bisa menilainya sendiri.

Selain itu, berbohong dengan menutupi kebenaran-kebenaran yang seharusnya didiskusikan bersama dan dicari penyelesaiannya, sebenarnya malah akan menjadi bom waktu jika terus-menerus disembunyikan.

Namun, perlu digaris bawahi. Terkadang, orang-orang tidak mudah mengaku bahwa mereka berbohong, sehingga kita juga tidak dapat menuduh pasangan berbohong tanpa bukti yang kuat. Karena, jika seperti itu keadaannya, sama saja kita akan mengundang masalah baru dalam berhubungan.

Jadi, ketika doi sudah terbukti sering berbohong, maka pertimbangkanlah untuk membuat keputusan mengakhiri hubungan seperti ini.

Mengontrol Kehidupan Kita

Siapa sih yang mau kehidupannya di kontrol oleh orang lain? Selain menimbulkan ketidaknyamanan karena harus menuruti perkataan orang tersebut, kita juga pastinya akan merasa tertekan dengan segala macam aturan yang dibuatnya.

Pasangan yang terlalu mengontrol kehidupan kita pasti akan membuat aturan-aturan yang sangat ketat. Tak jarang, dengan adanya aturan tersebut, membuat kita tidak bisa mengekspresikan diri sendiri. Apalagi jika doi sangat posesif dan tidak memberikan kesempatan kepada kita, untuk dapat menghabiskan waktu bersama orang lain, selain dirinya. Sehingga kita tidak memiliki waktu untuk bermain bersama teman-teman atau sekadar berkumpul dengan kerabat dekat.

Biasanya, pasangan yang sudah mulai mengontrol kehidupan kita tidak akan segan-segan mengkritik penampilan atau hal yang kita senangi. Kemudian dengan perlahan mereka mulai ingin mengubahnya agar sesuai dengan apa yang mereka mau.

Dalam hal berpakaian misalnya, jika pasanganmu sudah mulai berani mengatur baju apa yang harus kamu pakai, kemudian kamu diharuskan untuk berdandan jika ingin keluar bersamanya, itu berarti, dia sudah mulai mengontrol hidupmu. Karena secara individu, kita memiliki gaya masing-masing dalam berpenampilan.

Kenyamanan menjadi hal yang utama dalam penampilan, jika kita tidak merasa nyaman dengan aturan yang diciptakan doi, untuk apa kita mengikutinya? Dan hidup kita tidak harus dikontrol oleh orang yang benar-benar menyayangi kita.

Sering Menyalahkan Kita

Saling memahami dalam hubungan sangat diperlukan. Bagaimana cara kita memahami satu sama lain akan memiliki pengaruh dalam menghadapi permasalahan yang ada. Tidak egois dengan perasaan sendiri, kemudian mulai belajar memahami pasangan adalah modal utama dalam mempertahankan sebuah hubungan.

Hal inilah yang seharusnya kita tanamkan sedari awal agar hubungan dapat terjalin dengan baik dan langgeng. Tidak malah sebaliknya, memiliki sikap egois dan sering menyalahkan pasangan adalah hal yang tidak pantas untuk dipertahankan.

Apakah teman-teman pernah ada di posisi merasa selalu disalahkan? Atau mungkin pernah ada di posisi menjadi orang yang harus selalu meminta maaf kepada doi?

Tentunya, jika kalian pernah ada di posisi tersebut, rasanya pasti sangat tidak nyaman. Berbeda jika kesalahannya benar-benar kita lakukan, mungkin tidak akan menjadi masalah jika kita meminta maaf terlebih dahulu.

Namun, kita tidak akan merasa nyaman, jika tindakan yang kita lakukan tidak ada yang salah. Tapi doi marah-marah tidak jelas, dan mulai menyalahkan kita. Sudah dapat dilihat bahwa, sifat egois terhadap pasangan masih ada di dalam dirinya.

Alih-alih bisa introspeksi diri sendiri, pasangan yang sering menyalahkan kita akan terus melimpahkan segala bentuk kesalahan, seolah-olah memang kita akar penyebab dari masalah yang terjadi.

Dalam hal ini, mereka akan merasa menjadi yang paling benar, dan terkesan tidak mau mengalah apalagi disalahkan. Seharusnya ketika terjadi permasalahan di dalam hubungan, ada baiknya masing-masing dari kita dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda, agar kesalahan tidak ada di satu pihak saja.

Jadi, jika pasangan teman-teman sudah memperlihatkan ketiga hal di atas. Sudah saatnya kita mempertimbangkan kembali, untuk mengakhiri hubungan yang bisa dibilang kurang sehat ini. Sehingga kita bisa merasa nyaman, aman, dan tidak tertekan dalam menjalani  kehidupan.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?
Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya
Tags: cintacinta kasihesaiputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Next Post

Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co