4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
April 28, 2023
in Esai
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Ilustrasi tatkala.co

PERNAHKAN KALIAN memikirkan tentang apa saja yang menjadi pertimbangan untuk putus bagi mereka yang memiliki pasangan?

Banyak hal sebenarnya yang bisa menjadi pertimbangan untuk putus, atau mengakhiri hubungan yang notabennya masih belum sah secara hukum, seperti pacaran.

Dalam hubungan pacaran, kita masih bisa melakukan seleksi terhadap pasangan kita. Apakah hubungan tersebut masih bisa kita pertahankan atau sudah seharusnya untuk diakhiri (jika hubungan tersebut lebih cenderung ke toxic relationship).

Jangan pernah ragu untuk mengakhiri hubungan jika pasangan kalian memiliki sifat-sifat yang cenderung membuat kita merasa tidak nyaman. Dan tentu jangan pernah takut untuk mengambil keputusan tersebut, yang mungkin akan terasa susah di awalnya.

Namun yakinlah, jika kita berani tegas dalam hal ini, pastinya kita akan mendapat dampak yang lebih positif, ketimbang terus mempertahankan hubungan yang tidak memberikan rasa nyaman tersebut.

Nah, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk putus bagi teman-teman, jika doi memiliki tanda-tanda seperti ini:

Sering Bohong

Kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah hubungan perlu adanya rasa saling percaya, baik itu hubungan persaudaraan, pertemanan, bahkan pacaran sendiri. Kepercayaan ini bersumber dari adanya jalinan komunikasi yang baik.

Rasa saling percaya bisa tumbuh karena seseorang selalu terbuka dan tidak ada hal yang disembunyikan dari pasangannya. Sederhananya begini, seseorang akan memiliki kepercayaan ketika pasangannya dapat mempertanggungjawabkan perkataannya dan tidak berbohong. 

Berbohong memang hal yang seharusnya dihindari dalam menjalin hubungan, apalagi jika alasan berbohong tersebut untuk kepentingan pribadi dan dapat berdampak buruk bagi pasangan. Berbohong sering dimulai dari hal-hal yang sepele.

Misalnya saja, ketika doi berbohong saat pergi keluar rumah bersama orang lain tanpa sepengetahuan kita. Dan ketika ditanya, alasannya kebanyakan dibuat-buat. Kemudian sering merekayasa atau memanipulasi keadaan.

Kebohongan yang dilakukan tersebut bisa menjadi kebiasaan ketika dibiarkan terlalu sering. Mungkin jika sekali dua kali masih bisa dimaklumi.Tapi, sekali lagi, jika kebohongan sudah menjadi kebiasa… Ah, teman-teman tentu bisa menilainya sendiri.

Selain itu, berbohong dengan menutupi kebenaran-kebenaran yang seharusnya didiskusikan bersama dan dicari penyelesaiannya, sebenarnya malah akan menjadi bom waktu jika terus-menerus disembunyikan.

Namun, perlu digaris bawahi. Terkadang, orang-orang tidak mudah mengaku bahwa mereka berbohong, sehingga kita juga tidak dapat menuduh pasangan berbohong tanpa bukti yang kuat. Karena, jika seperti itu keadaannya, sama saja kita akan mengundang masalah baru dalam berhubungan.

Jadi, ketika doi sudah terbukti sering berbohong, maka pertimbangkanlah untuk membuat keputusan mengakhiri hubungan seperti ini.

Mengontrol Kehidupan Kita

Siapa sih yang mau kehidupannya di kontrol oleh orang lain? Selain menimbulkan ketidaknyamanan karena harus menuruti perkataan orang tersebut, kita juga pastinya akan merasa tertekan dengan segala macam aturan yang dibuatnya.

Pasangan yang terlalu mengontrol kehidupan kita pasti akan membuat aturan-aturan yang sangat ketat. Tak jarang, dengan adanya aturan tersebut, membuat kita tidak bisa mengekspresikan diri sendiri. Apalagi jika doi sangat posesif dan tidak memberikan kesempatan kepada kita, untuk dapat menghabiskan waktu bersama orang lain, selain dirinya. Sehingga kita tidak memiliki waktu untuk bermain bersama teman-teman atau sekadar berkumpul dengan kerabat dekat.

Biasanya, pasangan yang sudah mulai mengontrol kehidupan kita tidak akan segan-segan mengkritik penampilan atau hal yang kita senangi. Kemudian dengan perlahan mereka mulai ingin mengubahnya agar sesuai dengan apa yang mereka mau.

Dalam hal berpakaian misalnya, jika pasanganmu sudah mulai berani mengatur baju apa yang harus kamu pakai, kemudian kamu diharuskan untuk berdandan jika ingin keluar bersamanya, itu berarti, dia sudah mulai mengontrol hidupmu. Karena secara individu, kita memiliki gaya masing-masing dalam berpenampilan.

Kenyamanan menjadi hal yang utama dalam penampilan, jika kita tidak merasa nyaman dengan aturan yang diciptakan doi, untuk apa kita mengikutinya? Dan hidup kita tidak harus dikontrol oleh orang yang benar-benar menyayangi kita.

Sering Menyalahkan Kita

Saling memahami dalam hubungan sangat diperlukan. Bagaimana cara kita memahami satu sama lain akan memiliki pengaruh dalam menghadapi permasalahan yang ada. Tidak egois dengan perasaan sendiri, kemudian mulai belajar memahami pasangan adalah modal utama dalam mempertahankan sebuah hubungan.

Hal inilah yang seharusnya kita tanamkan sedari awal agar hubungan dapat terjalin dengan baik dan langgeng. Tidak malah sebaliknya, memiliki sikap egois dan sering menyalahkan pasangan adalah hal yang tidak pantas untuk dipertahankan.

Apakah teman-teman pernah ada di posisi merasa selalu disalahkan? Atau mungkin pernah ada di posisi menjadi orang yang harus selalu meminta maaf kepada doi?

Tentunya, jika kalian pernah ada di posisi tersebut, rasanya pasti sangat tidak nyaman. Berbeda jika kesalahannya benar-benar kita lakukan, mungkin tidak akan menjadi masalah jika kita meminta maaf terlebih dahulu.

Namun, kita tidak akan merasa nyaman, jika tindakan yang kita lakukan tidak ada yang salah. Tapi doi marah-marah tidak jelas, dan mulai menyalahkan kita. Sudah dapat dilihat bahwa, sifat egois terhadap pasangan masih ada di dalam dirinya.

Alih-alih bisa introspeksi diri sendiri, pasangan yang sering menyalahkan kita akan terus melimpahkan segala bentuk kesalahan, seolah-olah memang kita akar penyebab dari masalah yang terjadi.

Dalam hal ini, mereka akan merasa menjadi yang paling benar, dan terkesan tidak mau mengalah apalagi disalahkan. Seharusnya ketika terjadi permasalahan di dalam hubungan, ada baiknya masing-masing dari kita dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda, agar kesalahan tidak ada di satu pihak saja.

Jadi, jika pasangan teman-teman sudah memperlihatkan ketiga hal di atas. Sudah saatnya kita mempertimbangkan kembali, untuk mengakhiri hubungan yang bisa dibilang kurang sehat ini. Sehingga kita bisa merasa nyaman, aman, dan tidak tertekan dalam menjalani  kehidupan.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?
Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya
Tags: cintacinta kasihesaiputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Next Post

Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co