24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
April 28, 2023
in Esai
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Ilustrasi tatkala.co

PERNAHKAN KALIAN memikirkan tentang apa saja yang menjadi pertimbangan untuk putus bagi mereka yang memiliki pasangan?

Banyak hal sebenarnya yang bisa menjadi pertimbangan untuk putus, atau mengakhiri hubungan yang notabennya masih belum sah secara hukum, seperti pacaran.

Dalam hubungan pacaran, kita masih bisa melakukan seleksi terhadap pasangan kita. Apakah hubungan tersebut masih bisa kita pertahankan atau sudah seharusnya untuk diakhiri (jika hubungan tersebut lebih cenderung ke toxic relationship).

Jangan pernah ragu untuk mengakhiri hubungan jika pasangan kalian memiliki sifat-sifat yang cenderung membuat kita merasa tidak nyaman. Dan tentu jangan pernah takut untuk mengambil keputusan tersebut, yang mungkin akan terasa susah di awalnya.

Namun yakinlah, jika kita berani tegas dalam hal ini, pastinya kita akan mendapat dampak yang lebih positif, ketimbang terus mempertahankan hubungan yang tidak memberikan rasa nyaman tersebut.

Nah, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk putus bagi teman-teman, jika doi memiliki tanda-tanda seperti ini:

Sering Bohong

Kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah hubungan perlu adanya rasa saling percaya, baik itu hubungan persaudaraan, pertemanan, bahkan pacaran sendiri. Kepercayaan ini bersumber dari adanya jalinan komunikasi yang baik.

Rasa saling percaya bisa tumbuh karena seseorang selalu terbuka dan tidak ada hal yang disembunyikan dari pasangannya. Sederhananya begini, seseorang akan memiliki kepercayaan ketika pasangannya dapat mempertanggungjawabkan perkataannya dan tidak berbohong. 

Berbohong memang hal yang seharusnya dihindari dalam menjalin hubungan, apalagi jika alasan berbohong tersebut untuk kepentingan pribadi dan dapat berdampak buruk bagi pasangan. Berbohong sering dimulai dari hal-hal yang sepele.

Misalnya saja, ketika doi berbohong saat pergi keluar rumah bersama orang lain tanpa sepengetahuan kita. Dan ketika ditanya, alasannya kebanyakan dibuat-buat. Kemudian sering merekayasa atau memanipulasi keadaan.

Kebohongan yang dilakukan tersebut bisa menjadi kebiasaan ketika dibiarkan terlalu sering. Mungkin jika sekali dua kali masih bisa dimaklumi.Tapi, sekali lagi, jika kebohongan sudah menjadi kebiasa… Ah, teman-teman tentu bisa menilainya sendiri.

Selain itu, berbohong dengan menutupi kebenaran-kebenaran yang seharusnya didiskusikan bersama dan dicari penyelesaiannya, sebenarnya malah akan menjadi bom waktu jika terus-menerus disembunyikan.

Namun, perlu digaris bawahi. Terkadang, orang-orang tidak mudah mengaku bahwa mereka berbohong, sehingga kita juga tidak dapat menuduh pasangan berbohong tanpa bukti yang kuat. Karena, jika seperti itu keadaannya, sama saja kita akan mengundang masalah baru dalam berhubungan.

Jadi, ketika doi sudah terbukti sering berbohong, maka pertimbangkanlah untuk membuat keputusan mengakhiri hubungan seperti ini.

Mengontrol Kehidupan Kita

Siapa sih yang mau kehidupannya di kontrol oleh orang lain? Selain menimbulkan ketidaknyamanan karena harus menuruti perkataan orang tersebut, kita juga pastinya akan merasa tertekan dengan segala macam aturan yang dibuatnya.

Pasangan yang terlalu mengontrol kehidupan kita pasti akan membuat aturan-aturan yang sangat ketat. Tak jarang, dengan adanya aturan tersebut, membuat kita tidak bisa mengekspresikan diri sendiri. Apalagi jika doi sangat posesif dan tidak memberikan kesempatan kepada kita, untuk dapat menghabiskan waktu bersama orang lain, selain dirinya. Sehingga kita tidak memiliki waktu untuk bermain bersama teman-teman atau sekadar berkumpul dengan kerabat dekat.

Biasanya, pasangan yang sudah mulai mengontrol kehidupan kita tidak akan segan-segan mengkritik penampilan atau hal yang kita senangi. Kemudian dengan perlahan mereka mulai ingin mengubahnya agar sesuai dengan apa yang mereka mau.

Dalam hal berpakaian misalnya, jika pasanganmu sudah mulai berani mengatur baju apa yang harus kamu pakai, kemudian kamu diharuskan untuk berdandan jika ingin keluar bersamanya, itu berarti, dia sudah mulai mengontrol hidupmu. Karena secara individu, kita memiliki gaya masing-masing dalam berpenampilan.

Kenyamanan menjadi hal yang utama dalam penampilan, jika kita tidak merasa nyaman dengan aturan yang diciptakan doi, untuk apa kita mengikutinya? Dan hidup kita tidak harus dikontrol oleh orang yang benar-benar menyayangi kita.

Sering Menyalahkan Kita

Saling memahami dalam hubungan sangat diperlukan. Bagaimana cara kita memahami satu sama lain akan memiliki pengaruh dalam menghadapi permasalahan yang ada. Tidak egois dengan perasaan sendiri, kemudian mulai belajar memahami pasangan adalah modal utama dalam mempertahankan sebuah hubungan.

Hal inilah yang seharusnya kita tanamkan sedari awal agar hubungan dapat terjalin dengan baik dan langgeng. Tidak malah sebaliknya, memiliki sikap egois dan sering menyalahkan pasangan adalah hal yang tidak pantas untuk dipertahankan.

Apakah teman-teman pernah ada di posisi merasa selalu disalahkan? Atau mungkin pernah ada di posisi menjadi orang yang harus selalu meminta maaf kepada doi?

Tentunya, jika kalian pernah ada di posisi tersebut, rasanya pasti sangat tidak nyaman. Berbeda jika kesalahannya benar-benar kita lakukan, mungkin tidak akan menjadi masalah jika kita meminta maaf terlebih dahulu.

Namun, kita tidak akan merasa nyaman, jika tindakan yang kita lakukan tidak ada yang salah. Tapi doi marah-marah tidak jelas, dan mulai menyalahkan kita. Sudah dapat dilihat bahwa, sifat egois terhadap pasangan masih ada di dalam dirinya.

Alih-alih bisa introspeksi diri sendiri, pasangan yang sering menyalahkan kita akan terus melimpahkan segala bentuk kesalahan, seolah-olah memang kita akar penyebab dari masalah yang terjadi.

Dalam hal ini, mereka akan merasa menjadi yang paling benar, dan terkesan tidak mau mengalah apalagi disalahkan. Seharusnya ketika terjadi permasalahan di dalam hubungan, ada baiknya masing-masing dari kita dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda, agar kesalahan tidak ada di satu pihak saja.

Jadi, jika pasangan teman-teman sudah memperlihatkan ketiga hal di atas. Sudah saatnya kita mempertimbangkan kembali, untuk mengakhiri hubungan yang bisa dibilang kurang sehat ini. Sehingga kita bisa merasa nyaman, aman, dan tidak tertekan dalam menjalani  kehidupan.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Penggemar Boys Love Series Thailand, Apakah Salah?
Generasi Santuy, Deadliner, dan Dampak Buruknya
Tags: cintacinta kasihesaiputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Next Post

Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co