4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
April 28, 2023
in Esai
Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Ilustrasi tatkala.co

KITA SEMUA pasti pernah merasakan rasa lelah bukan? Rasa lelah yang muncul secara tiba-tiba, menggerogoti tubuh. Tapi saat kita sedang melakukan aktivitas, hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

Itu merupakan bentuk alarm alami dari tubuh kita, sebagai pengingat kita untuk sekadar berdiam diri sejenak. Tujuannya agar kita tidak terlalu memfosir tenaga, karena sudah banyak energi yang terkuras.

Kelelahan merupakan suatu kondisi yang memiliki tanda berkurangnya kapasitas yang dimiliki seseorang untuk beraktivitas, dan biasanya hal ini disertai dengan perasaan 3 L (Letih, Lemah dan Lesu). Kondisi ini juga terjadi ketika tubuh kekurangan energi, baik secara fisik atau mental.

Penyebab munculnya rasa lelah sangatlah beragam, seperti melakukan aktivitas berlebihan, kurangnya waktu istirahat, stres, pola makan kurang baik, dan gaya hidup tidak sehat.

Misalnya, dalam lingkungan kerja, kamu pasti pernah merasa putus harapan dan stres melanda. Nah, biasanya kondisi ini disebut dengan burn out. Born out terjadi ketika kamu berada dalam kondisi stres yang berlebihan, di mana kamu merasa lelah fisik, mental bahkan emosional juga kena imbasnya.

Tentu saja, hal ini biasa menjadi makanan kita sehari-hari. Bagimana tidak? Sejatinya setiap pekerjaan selalu memiliki kesulitan dan tantangannya tersendiri. Tak jarang, ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kita merasa sangat lelah, sehingga ini akan memakan waktu yang cukup banyak untuk menyelesaikannya, hingga kita akan mencapai pada titik jenuh.

Rasa lelah yang muncul dapat dikatakan normal jika mampu diatasi dengan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas harian.

Namun, hal klise yang sering kita lakukan untuk mengatasi rasa lelah, tak lain dan tak bukan adalah tidur. Mayoritas orang saat merasa kelelahan dan merasa energinya habis, pasti akan langung berpikir untuk menelentangkan badan di atas tempat tidur. Seolah-olah berbaring itu menjadi satu-satunya obat paling mujarab dalam hal mengatasi segala rasa lelah. Seperti halnya orang akan berkoar-koar mengatakan “kalau capek ya tidur”.

Memang, tidur merupakan salah satu cara untuk mengisi kembali energi setelah seharian beraktivitas. Oleh karena itu, orang-orang yang merasa peduli kesehatan akan berkata, “Penting untuk mencukupi kebutuhan tidur setidaknya 8 jam setiap malam” agar kamu tidak mudah merasa lelah. Sebisa mungkin juga untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.

Lalu, bagaimana jika sudah tidur tapi masih capek? Pernah nggak sih kamu merasakan hal ini?

Tetap merasa lelah walaupun kamu sudah beristirahat, itu bisa jadi merupakan salah satu tanda bahwa kamu membutuhkan jenis istirahat yang berbeda. Atau mungkin karena istirahatnya belum tepat?

Yaps, ternyata istirahat juga memiliki jenisnya tersendiri loh. Sebenarnya kamu harus mampu memahami, istirahat apa yang kamu butuhkan untuk bisa kembali memulihkan jiwa raga ke dalam situasi sehat dan bugar.

Ok, mari kita kupas tuntas! Istirahat apa yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Physical rest (istirahat fisik)

Selain tidur, kamu juga bisa melakukan pijat refleksi. Konon katanya, pijat relfeksi ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan dari fungsi dan sistem yang terdapat pada tubuh.

Refleksi juga dapat membantu tubuh agar merasa lebih relaks, sehingga mampu mengurangi rasa lelah yang timbul, karena tekanan dan rasa stres berlebihan.

Eits! Selain itu, kamu juga bisa menerapkan istirahat aktif. Terkadang ada orang yang dapat melenyapkan rasa lelahnya, dengan cara berolahraga.

Ya, kamu bisa melakukan kegiatan fisik seperti yoga, gym atau sekadar jalan-jalan di taman kota pada sore hari.

Sensory rest (istirahat panca indra)

Yuk kita puasa, maksudnya puasa mantengin layar benda pipih canggih itu. Tanpa sadar, terkadang kita terlalu tenggelam ke dalam aktivitas-aktivitas yang tanpa kita sadari dapat membuat tenaga kita terkuras.

Bagaimana tidak? Mata yang selalu menatap layar, telinga yang seharian mendengar riuh kebisingingan suara manusia-manusia berisik rasanya. Arghh! melelahkan sekali bukan?

Mental rest (istirahat mental)

Kamu bisa slowing down pikiran, dengan cara meditasi. Sesekali jiwa juga membutuhkan istirahat, dengan cara mengeluarkan segala beban yang terparkir tak beraturan di dalam pikiran.

Cobalah mulai mendengarkan musik-musik tenang, seperti memutar musik Gus Teja, misalnya. Hah.. rasanya seperti sedang berada di Ubud.

Emotional rest (istirahat emosi)

Keluarin uneg-uneg yang kamu simpan, biar lega. Siapa sih yang engga pernah emosi? Mungkin hanya orang-orang tanpa perasaan saja. Ahh.. sepertinya itu mustahil.

Istirahat secara emosi merupakan bagaimana kamu mengistirahatkan semua emosi yang ada di dalam dirimu, dengan cara meluangkan waktu untuk mendengarkan apa yang seharian ini kamu rasakan hingga mengekspresikan dirimu dari segala emosi yang tercipta.

Nah, kamu bisa mengekspresikan dirimu lewat hobi yang kamu senangi, misalnya melukis. Ini juga dapat menjadi terapi untuk meluapkan segala emosi yang kamu rasakan.

Social rest (istirahat sosial)

Cape nggak sih bersosialisasi? Harus basa-basi ke sana-ke mari. Huh! Tak apa, jika mundur sementara dari interaksi sosial. Termasuk istirahat dari nongkrong dan ngopi bareng cirle kamu. Kamu juga butuh waktu untuk sendiri, dan menyepi dari hingar-bingar panggung sandiwara kehidupan.

Tak jarang kita juga pernah merasa bahwa orang-orang itu selalu saja membawa bahkan membuat perasaan negatif terhadap diri kita, maka tak masalah jika kamu menjauh sejenak dari lingkungan toxic itu.

Gimana? Kamu udah tahu jenis istirahat mana yang cocok untuk lelah kamu? Lakukanlah secara bertahap. Karena lelah secara mental itu lebih berat daripada lelah fisik.

Kalau kamu tidak mampu mengatasi rasa lelah dan istirahat belum juga membantu, sebaiknya kamu segera konsultasi dengan alhinya. Agar kedaan ini tidak membawa kamu ke jalan penyakit mental atau depresi.

Yuk, mulai kenali dan sayangi diri sendiri.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Usia 20-an, Masa Paling Melelahkan dalam Hidup dan Cara Memaknainya
Pendekatan untuk Menambah Imun Kesehatan Mental dan Jiwa Kita
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Tags: anak mudaesaikesehatan mentaltips
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak

Next Post

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co