24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
April 28, 2023
in Esai
Istirahat Bukan Hanya Perihal Rebahan dan Tidur Saja

Ilustrasi tatkala.co

KITA SEMUA pasti pernah merasakan rasa lelah bukan? Rasa lelah yang muncul secara tiba-tiba, menggerogoti tubuh. Tapi saat kita sedang melakukan aktivitas, hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

Itu merupakan bentuk alarm alami dari tubuh kita, sebagai pengingat kita untuk sekadar berdiam diri sejenak. Tujuannya agar kita tidak terlalu memfosir tenaga, karena sudah banyak energi yang terkuras.

Kelelahan merupakan suatu kondisi yang memiliki tanda berkurangnya kapasitas yang dimiliki seseorang untuk beraktivitas, dan biasanya hal ini disertai dengan perasaan 3 L (Letih, Lemah dan Lesu). Kondisi ini juga terjadi ketika tubuh kekurangan energi, baik secara fisik atau mental.

Penyebab munculnya rasa lelah sangatlah beragam, seperti melakukan aktivitas berlebihan, kurangnya waktu istirahat, stres, pola makan kurang baik, dan gaya hidup tidak sehat.

Misalnya, dalam lingkungan kerja, kamu pasti pernah merasa putus harapan dan stres melanda. Nah, biasanya kondisi ini disebut dengan burn out. Born out terjadi ketika kamu berada dalam kondisi stres yang berlebihan, di mana kamu merasa lelah fisik, mental bahkan emosional juga kena imbasnya.

Tentu saja, hal ini biasa menjadi makanan kita sehari-hari. Bagimana tidak? Sejatinya setiap pekerjaan selalu memiliki kesulitan dan tantangannya tersendiri. Tak jarang, ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kita merasa sangat lelah, sehingga ini akan memakan waktu yang cukup banyak untuk menyelesaikannya, hingga kita akan mencapai pada titik jenuh.

Rasa lelah yang muncul dapat dikatakan normal jika mampu diatasi dengan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas harian.

Namun, hal klise yang sering kita lakukan untuk mengatasi rasa lelah, tak lain dan tak bukan adalah tidur. Mayoritas orang saat merasa kelelahan dan merasa energinya habis, pasti akan langung berpikir untuk menelentangkan badan di atas tempat tidur. Seolah-olah berbaring itu menjadi satu-satunya obat paling mujarab dalam hal mengatasi segala rasa lelah. Seperti halnya orang akan berkoar-koar mengatakan “kalau capek ya tidur”.

Memang, tidur merupakan salah satu cara untuk mengisi kembali energi setelah seharian beraktivitas. Oleh karena itu, orang-orang yang merasa peduli kesehatan akan berkata, “Penting untuk mencukupi kebutuhan tidur setidaknya 8 jam setiap malam” agar kamu tidak mudah merasa lelah. Sebisa mungkin juga untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.

Lalu, bagaimana jika sudah tidur tapi masih capek? Pernah nggak sih kamu merasakan hal ini?

Tetap merasa lelah walaupun kamu sudah beristirahat, itu bisa jadi merupakan salah satu tanda bahwa kamu membutuhkan jenis istirahat yang berbeda. Atau mungkin karena istirahatnya belum tepat?

Yaps, ternyata istirahat juga memiliki jenisnya tersendiri loh. Sebenarnya kamu harus mampu memahami, istirahat apa yang kamu butuhkan untuk bisa kembali memulihkan jiwa raga ke dalam situasi sehat dan bugar.

Ok, mari kita kupas tuntas! Istirahat apa yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Physical rest (istirahat fisik)

Selain tidur, kamu juga bisa melakukan pijat refleksi. Konon katanya, pijat relfeksi ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan dari fungsi dan sistem yang terdapat pada tubuh.

Refleksi juga dapat membantu tubuh agar merasa lebih relaks, sehingga mampu mengurangi rasa lelah yang timbul, karena tekanan dan rasa stres berlebihan.

Eits! Selain itu, kamu juga bisa menerapkan istirahat aktif. Terkadang ada orang yang dapat melenyapkan rasa lelahnya, dengan cara berolahraga.

Ya, kamu bisa melakukan kegiatan fisik seperti yoga, gym atau sekadar jalan-jalan di taman kota pada sore hari.

Sensory rest (istirahat panca indra)

Yuk kita puasa, maksudnya puasa mantengin layar benda pipih canggih itu. Tanpa sadar, terkadang kita terlalu tenggelam ke dalam aktivitas-aktivitas yang tanpa kita sadari dapat membuat tenaga kita terkuras.

Bagaimana tidak? Mata yang selalu menatap layar, telinga yang seharian mendengar riuh kebisingingan suara manusia-manusia berisik rasanya. Arghh! melelahkan sekali bukan?

Mental rest (istirahat mental)

Kamu bisa slowing down pikiran, dengan cara meditasi. Sesekali jiwa juga membutuhkan istirahat, dengan cara mengeluarkan segala beban yang terparkir tak beraturan di dalam pikiran.

Cobalah mulai mendengarkan musik-musik tenang, seperti memutar musik Gus Teja, misalnya. Hah.. rasanya seperti sedang berada di Ubud.

Emotional rest (istirahat emosi)

Keluarin uneg-uneg yang kamu simpan, biar lega. Siapa sih yang engga pernah emosi? Mungkin hanya orang-orang tanpa perasaan saja. Ahh.. sepertinya itu mustahil.

Istirahat secara emosi merupakan bagaimana kamu mengistirahatkan semua emosi yang ada di dalam dirimu, dengan cara meluangkan waktu untuk mendengarkan apa yang seharian ini kamu rasakan hingga mengekspresikan dirimu dari segala emosi yang tercipta.

Nah, kamu bisa mengekspresikan dirimu lewat hobi yang kamu senangi, misalnya melukis. Ini juga dapat menjadi terapi untuk meluapkan segala emosi yang kamu rasakan.

Social rest (istirahat sosial)

Cape nggak sih bersosialisasi? Harus basa-basi ke sana-ke mari. Huh! Tak apa, jika mundur sementara dari interaksi sosial. Termasuk istirahat dari nongkrong dan ngopi bareng cirle kamu. Kamu juga butuh waktu untuk sendiri, dan menyepi dari hingar-bingar panggung sandiwara kehidupan.

Tak jarang kita juga pernah merasa bahwa orang-orang itu selalu saja membawa bahkan membuat perasaan negatif terhadap diri kita, maka tak masalah jika kamu menjauh sejenak dari lingkungan toxic itu.

Gimana? Kamu udah tahu jenis istirahat mana yang cocok untuk lelah kamu? Lakukanlah secara bertahap. Karena lelah secara mental itu lebih berat daripada lelah fisik.

Kalau kamu tidak mampu mengatasi rasa lelah dan istirahat belum juga membantu, sebaiknya kamu segera konsultasi dengan alhinya. Agar kedaan ini tidak membawa kamu ke jalan penyakit mental atau depresi.

Yuk, mulai kenali dan sayangi diri sendiri.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Usia 20-an, Masa Paling Melelahkan dalam Hidup dan Cara Memaknainya
Pendekatan untuk Menambah Imun Kesehatan Mental dan Jiwa Kita
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Tags: anak mudaesaikesehatan mentaltips
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak

Next Post

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co