4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 25, 2023
in Esai
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!

Ilustrasi tatkala.co

“WAKTU TIDAK BISA DIPUTAR”. Ya, begitulah kata-kata bijak yang sering saya dengar dan baca di beberapa buku atau quotes di sosial media. Dan beberapa dari kita kadang selalu menyesali apa yang kita lakukan di masa lalu, sehingga kita akan merasa bahwa kehidupan hari ini adalah kesalahan.

Pernahkah Anda overthinking tentang masa depan? Pertanyaan-pertanyaan penting tidak penting tentang masa depan pasti pernah terlintas, entah saat sedang melamun, atau tak jarang saat sedang berkendara.

Tentang pekerjaan apa yang diambil setelah lulus kuliah; tentang kelanjutan pendidikan (bisakah sampai lanjut S2?), atau tentang, sanggupkah membanggakan orang tua nanti? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering sekali muncul di kepala overthinker seperti saya.

Terkadang saya heran dengan diri saya sendiri, bagamaimana tidak, yang hari ini saja belum selesai, saya sudah sibuk memikirkan masa depan yang masih abu-abu.

Atau jangan-jangan, manusia memang cenderung hidup di masa lalu dan masa depan? Kehidupan di bawah bayang-bayang masa lalu dan kehidupan yang sibuk khawatir dengan masa depan.

Lantas, di antara dua kehidupan itu, Anda hidup di mana? Atau justru Anda tidak tahu sedang menjalani hidup di bawah bayang-bayang masa lalu atau khawatir tentang masa depan?

Baiklah. Saya jelaskan sedikit terkait hal tersebut:

Hidup di masa lalu

Orang-orang yang masih hidup di masa lalu tanpa sadar akan melakukan bebarapa hal, seperti sulit memaafkan kesalahan orang lain atau terus mengenang kemenangan-kemenangan di masa lalu secara berlebihan, sehingga semua yang dilakukan saat ini menjadi tidak maksimal

Selain itu, orang yang masih terjebak masa lalu cenderung pesimis dengan tindakan dan usahanya sendiri karena kegagalannya di masa lalu.

Padahal, masa lalu baiknya memang cukup dijadikan pelajaran untuk memperbaiki diri di masa sekarang, bukan malah menghambat masa depan, dan tidak membuat kita berkembang.

Hidup di masa depan

Orang-orang yang mengkhawatirkan masa depan pasti memiliki banyak rencana yang akan dijalankan di masa mendatang. Namun, tanpa disadari orang-orang yang sibuk mempersiapkan masa depan, justru mengabaikan masa sekarang yang memiliki peran penting untuk kehidupannya.

Orang-orang seperti itu pada kenyataannya justru tidak menyiapkan apa-apa untuk kehidupan di masa depan. Ya, sebab mereka terlalu sibuk memikirkan kemungkinan terburuk, sehingga lebih memilih tidak menyiapkan apapun.

Padahal, apapun yang menjadi masa depan, sudah menjadi takdir kita. Artinya, yang bisa kita lakukan saat ini hanya berproses sebaik mungkin, agar tidak menyesalinya di masa depan ketika kesempatan itu sudah menjadi masa lalu.

***

Tetapi sekarang, jika ada yang bertanya kepada saya, lebih memilih hidup dalam bayang-bayang masa lalu atau penuh khayalan masa depan? Saya akan memilih hidup di waktu ini, detik ini, menit ini, di saat ini, di masa sekarang ini, di hari ini.

Seperti nasihat kura-kura tua, Grand Master Oogway, kepada Po dalam film Kung Fu Panda: “Yesterday is history, tommorow is mystery, but today is a gift, thats why its called present.”

Dan tentu saya tidak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu karena penyesalan, apapun itu, saya akan berusaha bersyukur. Seperti pesan dalam filsafat Stoik Yunani kuno melalui salah satu tokohnya, Zeno dari Citium berpandangan bahwa “manusia harus mampu mengontrol emosinya agar bisa bersyukur atas apa yang terjadi”.

Menurut pandangan filsafat Stoik, bahwa dengan mensyukuri usaha kita, maka kita akan jauh lebih bahagia dalam menjalani kehidupan.

Lalu, apakah pandangan Stoik di atas mengajarkan kita untuk pasrah? Terima nasib saja? Tentu saja tidak, karena ada beberapa poin penting yang harus dipahami dalam filsafat ini, di antaranya adalah:

“Kita hanya bisa mengendalikan apa yang ada dalam kendali kita, yakni pikiran dan tindakan kita sendiri. Selain itu merupakan hal eksternal di luar kendali kita. Oleh karenanya, yang dapat kita kendalikan adalah penilaian kita terhadap hal eksternal seperti peristiwa, situasi, pikiran, dan pendapat orang lain terhadap kita.”

“Mengharapkan yang terbaik tapi juga mempersiapkan skenario terburuk yang mungkin akan terjadi.”

“Memahami bahwa di hidup ini tidak ada yang permanen (apa yang kita miliki bisa rusak atau hilang. Tak terkecuali orang tercinta, kekusaan, reputasi). Tidak ada kepastian.

“Menghargai apa yang ada di sekitar kita dengan tidak menyia-nyiakannya.”

Sesuai pandangan tersebut, sekarang saya akan mensyukuri segala usaha dan tidak akan menyesal sampai berlarut-larut ketika usaha saya tidak memenuhi ekspetasi. Saya akan selalu bersusaha maksimal dalam segala tindakan, setiap hari.

Jadi, jika kalian merasa galau, karena hidup di dua keadaan, bayang-bayang masa lalu dan khawatir masa depan, ayolah mulai hidup di masa sekarang. Masa lalu tidak akan bisa kita rubah, masa depan tidak akan bisa kita buat, tapi di masa sekarang kita bisa melakukan banyak hal.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Ayah, Sosok yang Saya Kagumi
Tags: esaifilsafatkehidupanrefleksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

Next Post

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co