3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Jaswanto by Jaswanto
April 26, 2023
in Khas
Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Muslikhin | Dok. Pribadi

PAGI-PAGI sekali, pria kelahiran Tuban, 06 September 1994 itu, mulai sibuk dengan pasir Malang, tanah, kotoran kambing dan pupuk slow release osmocote. Ia mencampur bahan-bahan tersebut menjadi satu. Kemudian memasukkannya ke dalam pot-pot berukuran kecil. Lalu batang-batang pohon berukuran 5-30 cm itu ia tancapkan dengan hati-hati.

Muslikhin, pemuda Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu, memang sedang menanam bibit bonsai. Sudah hampir empat tahun ia membudidayakan tanaman hias tersebut.

Muslikhin / Dok. Pribadi

Sekadar informasi, menurut beberapa sumber, bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Bonsai berasal dari bahasa Jepang, yaitu bon dan sai. Bon berarti pot (dangkal), sedangkan sai berarti pohon.

Lebih dari itu, tak hanya sekadar menanam, bonsai juga menyangkut soal pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Dan pemuda yang akrab dipanggil Ukin ini, mulai menyukai tanaman kerdil (yang estetik) itu sejak pertama menikah pada tahun 2020. Ia mengaku, awalnya tergoda untuk membeli bonsai milik tetangga.

“Awalnya saya main ke tetangga, orangnya sudah tua, setiap hari ia mendongkel bahan bonsai di hutan untuk dijual ke penghobi bonsai, terus saya terinspirasi (tergoda) ikut membeli bahan bonsainya,” terangnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada hari Selasa, 25 April 2023.

Berawal dari situ, di kemudian hari, Ukin memilih untuk budidaya sendiri.

Dasar rezeki siapa yang tahu, barang iseng ia memosting beberapa bonsai hasil budidayanya di Facebook dengan akun JoHn GLondor, ternyata ada yang berminat untuk membelinya. “Sejak saat itu saya mulai semangat untuk posting-posting dan banyak menggali informasi tentang bonsai,” katanya sambil tersenyum.

Hingga hari ini, bonsai hasil budidayanya sudah terjual ke penjuru Nusantara. “Tapi paling banyak ke Bali, si,” jelasnya.

Ukin membandrol bonsai-bonsainya dari 50 ribuan hingga jutaan rupiah.

Lebih suka yang mini

Dari berbagai macam jenis bonsai, Ukin lebih senang membudidayakan bonsai mini. Padahal, pembuatannya lebih sulit daripada bonsai biasa.

Bonsai mini atau yang lazim di sebut bonsai mame adalah salah satu tipe bonsai dengan ukuran yang sangat kecil. Dalam kelas-kelas kompetisi tertentu, biasanya ukuran bonsai mini memiliki ketinggian maksimal 0-15 cm.

Karena bonsainya mini, secara otomatis potnya juga mini. Tetapi jangan salah, meskipun ukurannya mini, harga jualnya tidaklah mini. Menurut Ukin, dari segi harga, bahkan bisa dibilang bonsai mini memiliki harga jual yang lebih tinggi ketimbang bonsai dengan ukuran yang biasa.

Mengapa demikian? Bagi Ukin, selain karena tingkat perawatannya yang sulit, membuat bonsai mini yang benar-benar sesuai dengan kriteria juga terbilang sangat sulit, bahkan bahan-bahan bonsai di alam yang berukuran mini sangat sulit untuk didapat. Tak salah bila harganya selangit.

“Selain harganya, alasan saya membuat bonsai ukuran 1-30 cm—atau orang sering menyebut ukuran shito, mame, atau small—karena keterbatasan lahan,” akunya.

Selama ini, ia banyak membudidayakan pohon sancang, beringin kimeng, waru, dan sianci. Ukin membudidayakannya dengan cara cangkok dan stek. “Tak punya waktu untuk mendongkel di alam. Soalnya saya harus bantu jualan di toko istri saya,” ujarnya.

Bahan stek / Dok. Pribadi

Untuk perawatannya sendiri, pria anak satu ini, melakukan penyiraman 2x sehari, dan setiap 3-6 bulan sekali wajib mengganti media tanamnya. Sedangkan 1 bulan sekali ia menyemprot tanaman bonsainya dengan fungisida untuk mencegah hama.

Hasil stek / Dok. Pribadi

Ukin tak hanya sekadar budidaya pasif, beberapa kali ia mengikuti kompetisi (pameran) bonsai. Ia juga cukup aktif terlibat dalam organisasi bonsai yang diikutinya, PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Tuban.

Hasil cangkok / Dok. Pribadi

Bukan sekadar hobi

Bagi Ukin, budidaya bonsai tak hanya sekadar hobi, tapi juga terapi. Dalam hal ini sama dengan musik, olahraga, menulis, memancing, atau beberapa hobi yang bisa menjadi media terapi, seperti memelihara hewan, mengoleksi barang dll.

“Bonsai menurut saya bukan hanya hobi, tapi juga bisa melatih kesabaran dan mampu merefresh emosional dan kejenuhan,” katanya.

Benar. Ukin tak sedang membual. Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (26/4/2023), bonsai memang memiliki beberapa manfaat, di antaranya: pereda stres, pembersih udara, mempromosikan hidup sehat, menumbuhkan kesabaran, memberikan energi kembali pada ruang hidup, dan menjadi teman seumur hidup.

Dalam hal pereda stres, misalnya, bonsai membawa begitu banyak zen dan kedamaian ke dalam hidup manusia, sehingga tidak mungkin untuk menjadi gelisah atau frustrasi ketika kita berada di sekitarnya. Menambahkan bonsai ke meja kerja kita adalah yang paling bermanfaat karena selama hari-hari sibuk, ini akan membantu kita tetap tenang dan rileks.

“Merawat tanaman bonsai membantu saya menghilangkan stres—karena konsentrasi yang tidak terganggu yang diperlukan untuk pembentukan tanaman” ujar Ukin.

Beberapa bonsai budidaya Muslikhin di Desa Montongsekar, Kecamatan Monton, Tuban / Dok. Pribadi

Sedangkan dalam hal mempromosikan hidup sehat, menurut penelitian di Agricultural University of Norway yang dilakukan oleh profesor universitas Tove Fjeld di Oslo, memelihara bonsai di dalam ruangan dapat mengurangi sakit tenggorokan, batuk kering, pilek, kulit kering, serta kelelahan.

Hal ini terjadi sebab tanaman dalam ruangan dapat membantu menjaga tingkat kelembapan dalam keseimbangan yang baik. Namun, penting untuk diingat bahwa jenis pohon bonsai tertentu dapat bekerja lebih baik dalam meningkatkan tingkat kelembapan daripada yang lain. Kita akan langsung merasa berenergi dan segar di sekitar tanaman bonsai.

Selain manfaat kesehatan, tanaman estetik itu juga memiliki efek psikologis yang positif. Sekali lagi, kita akan merasa rileks secara mental dan nyaman.

Tetapi, bonsai juga bukan tentang senang-senangnya saja. Muslikhin, misalnya, dalam proses budidaya, ia mengaku penuh suka duka. “Banyak yang mati dan dicuri orang. Saya juga pernah ditipu saat membeli bibit. Uang sudah saya transfer, tapi barangnya tidak dikirim, semua akun media sosial saya diblokir. Tapi, semenjak saya jualan, alhamdulillah pelanggannya baik-baik,” ujarnya sambil mengenang.

Dan dalam hal prospek bisnis, menurut Ukin, sangat menjanjikan. Bosai menurutnya adalah investasi jangka panjang. “Kuncinya adalah konsisten, sabar, dan memiliki lahan luas,” katanya sambil tertawa.

Jadi, bagaimana, Anda berminat untuk memelihara pohon hanya untuk dikerdilkan itu? Jika berminat, silakan hubungi Muslikhin—orang yang menganggap bonsai bukan hanya sekadar hobi itu.[T]

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan
Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]
Bonsai: Tentang Memahami Pohon – [2]
Tags: bisnisbonsaiekonomiekonomi kreatifpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!

Next Post

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co