3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Jaswanto by Jaswanto
April 26, 2023
in Khas
Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Muslikhin | Dok. Pribadi

PAGI-PAGI sekali, pria kelahiran Tuban, 06 September 1994 itu, mulai sibuk dengan pasir Malang, tanah, kotoran kambing dan pupuk slow release osmocote. Ia mencampur bahan-bahan tersebut menjadi satu. Kemudian memasukkannya ke dalam pot-pot berukuran kecil. Lalu batang-batang pohon berukuran 5-30 cm itu ia tancapkan dengan hati-hati.

Muslikhin, pemuda Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu, memang sedang menanam bibit bonsai. Sudah hampir empat tahun ia membudidayakan tanaman hias tersebut.

Muslikhin / Dok. Pribadi

Sekadar informasi, menurut beberapa sumber, bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Bonsai berasal dari bahasa Jepang, yaitu bon dan sai. Bon berarti pot (dangkal), sedangkan sai berarti pohon.

Lebih dari itu, tak hanya sekadar menanam, bonsai juga menyangkut soal pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Dan pemuda yang akrab dipanggil Ukin ini, mulai menyukai tanaman kerdil (yang estetik) itu sejak pertama menikah pada tahun 2020. Ia mengaku, awalnya tergoda untuk membeli bonsai milik tetangga.

“Awalnya saya main ke tetangga, orangnya sudah tua, setiap hari ia mendongkel bahan bonsai di hutan untuk dijual ke penghobi bonsai, terus saya terinspirasi (tergoda) ikut membeli bahan bonsainya,” terangnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada hari Selasa, 25 April 2023.

Berawal dari situ, di kemudian hari, Ukin memilih untuk budidaya sendiri.

Dasar rezeki siapa yang tahu, barang iseng ia memosting beberapa bonsai hasil budidayanya di Facebook dengan akun JoHn GLondor, ternyata ada yang berminat untuk membelinya. “Sejak saat itu saya mulai semangat untuk posting-posting dan banyak menggali informasi tentang bonsai,” katanya sambil tersenyum.

Hingga hari ini, bonsai hasil budidayanya sudah terjual ke penjuru Nusantara. “Tapi paling banyak ke Bali, si,” jelasnya.

Ukin membandrol bonsai-bonsainya dari 50 ribuan hingga jutaan rupiah.

Lebih suka yang mini

Dari berbagai macam jenis bonsai, Ukin lebih senang membudidayakan bonsai mini. Padahal, pembuatannya lebih sulit daripada bonsai biasa.

Bonsai mini atau yang lazim di sebut bonsai mame adalah salah satu tipe bonsai dengan ukuran yang sangat kecil. Dalam kelas-kelas kompetisi tertentu, biasanya ukuran bonsai mini memiliki ketinggian maksimal 0-15 cm.

Karena bonsainya mini, secara otomatis potnya juga mini. Tetapi jangan salah, meskipun ukurannya mini, harga jualnya tidaklah mini. Menurut Ukin, dari segi harga, bahkan bisa dibilang bonsai mini memiliki harga jual yang lebih tinggi ketimbang bonsai dengan ukuran yang biasa.

Mengapa demikian? Bagi Ukin, selain karena tingkat perawatannya yang sulit, membuat bonsai mini yang benar-benar sesuai dengan kriteria juga terbilang sangat sulit, bahkan bahan-bahan bonsai di alam yang berukuran mini sangat sulit untuk didapat. Tak salah bila harganya selangit.

“Selain harganya, alasan saya membuat bonsai ukuran 1-30 cm—atau orang sering menyebut ukuran shito, mame, atau small—karena keterbatasan lahan,” akunya.

Selama ini, ia banyak membudidayakan pohon sancang, beringin kimeng, waru, dan sianci. Ukin membudidayakannya dengan cara cangkok dan stek. “Tak punya waktu untuk mendongkel di alam. Soalnya saya harus bantu jualan di toko istri saya,” ujarnya.

Bahan stek / Dok. Pribadi

Untuk perawatannya sendiri, pria anak satu ini, melakukan penyiraman 2x sehari, dan setiap 3-6 bulan sekali wajib mengganti media tanamnya. Sedangkan 1 bulan sekali ia menyemprot tanaman bonsainya dengan fungisida untuk mencegah hama.

Hasil stek / Dok. Pribadi

Ukin tak hanya sekadar budidaya pasif, beberapa kali ia mengikuti kompetisi (pameran) bonsai. Ia juga cukup aktif terlibat dalam organisasi bonsai yang diikutinya, PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Tuban.

Hasil cangkok / Dok. Pribadi

Bukan sekadar hobi

Bagi Ukin, budidaya bonsai tak hanya sekadar hobi, tapi juga terapi. Dalam hal ini sama dengan musik, olahraga, menulis, memancing, atau beberapa hobi yang bisa menjadi media terapi, seperti memelihara hewan, mengoleksi barang dll.

“Bonsai menurut saya bukan hanya hobi, tapi juga bisa melatih kesabaran dan mampu merefresh emosional dan kejenuhan,” katanya.

Benar. Ukin tak sedang membual. Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (26/4/2023), bonsai memang memiliki beberapa manfaat, di antaranya: pereda stres, pembersih udara, mempromosikan hidup sehat, menumbuhkan kesabaran, memberikan energi kembali pada ruang hidup, dan menjadi teman seumur hidup.

Dalam hal pereda stres, misalnya, bonsai membawa begitu banyak zen dan kedamaian ke dalam hidup manusia, sehingga tidak mungkin untuk menjadi gelisah atau frustrasi ketika kita berada di sekitarnya. Menambahkan bonsai ke meja kerja kita adalah yang paling bermanfaat karena selama hari-hari sibuk, ini akan membantu kita tetap tenang dan rileks.

“Merawat tanaman bonsai membantu saya menghilangkan stres—karena konsentrasi yang tidak terganggu yang diperlukan untuk pembentukan tanaman” ujar Ukin.

Beberapa bonsai budidaya Muslikhin di Desa Montongsekar, Kecamatan Monton, Tuban / Dok. Pribadi

Sedangkan dalam hal mempromosikan hidup sehat, menurut penelitian di Agricultural University of Norway yang dilakukan oleh profesor universitas Tove Fjeld di Oslo, memelihara bonsai di dalam ruangan dapat mengurangi sakit tenggorokan, batuk kering, pilek, kulit kering, serta kelelahan.

Hal ini terjadi sebab tanaman dalam ruangan dapat membantu menjaga tingkat kelembapan dalam keseimbangan yang baik. Namun, penting untuk diingat bahwa jenis pohon bonsai tertentu dapat bekerja lebih baik dalam meningkatkan tingkat kelembapan daripada yang lain. Kita akan langsung merasa berenergi dan segar di sekitar tanaman bonsai.

Selain manfaat kesehatan, tanaman estetik itu juga memiliki efek psikologis yang positif. Sekali lagi, kita akan merasa rileks secara mental dan nyaman.

Tetapi, bonsai juga bukan tentang senang-senangnya saja. Muslikhin, misalnya, dalam proses budidaya, ia mengaku penuh suka duka. “Banyak yang mati dan dicuri orang. Saya juga pernah ditipu saat membeli bibit. Uang sudah saya transfer, tapi barangnya tidak dikirim, semua akun media sosial saya diblokir. Tapi, semenjak saya jualan, alhamdulillah pelanggannya baik-baik,” ujarnya sambil mengenang.

Dan dalam hal prospek bisnis, menurut Ukin, sangat menjanjikan. Bosai menurutnya adalah investasi jangka panjang. “Kuncinya adalah konsisten, sabar, dan memiliki lahan luas,” katanya sambil tertawa.

Jadi, bagaimana, Anda berminat untuk memelihara pohon hanya untuk dikerdilkan itu? Jika berminat, silakan hubungi Muslikhin—orang yang menganggap bonsai bukan hanya sekadar hobi itu.[T]

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan
Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]
Bonsai: Tentang Memahami Pohon – [2]
Tags: bisnisbonsaiekonomiekonomi kreatifpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!

Next Post

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co