24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Jaswanto by Jaswanto
April 26, 2023
in Khas
Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Muslikhin | Dok. Pribadi

PAGI-PAGI sekali, pria kelahiran Tuban, 06 September 1994 itu, mulai sibuk dengan pasir Malang, tanah, kotoran kambing dan pupuk slow release osmocote. Ia mencampur bahan-bahan tersebut menjadi satu. Kemudian memasukkannya ke dalam pot-pot berukuran kecil. Lalu batang-batang pohon berukuran 5-30 cm itu ia tancapkan dengan hati-hati.

Muslikhin, pemuda Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu, memang sedang menanam bibit bonsai. Sudah hampir empat tahun ia membudidayakan tanaman hias tersebut.

Muslikhin / Dok. Pribadi

Sekadar informasi, menurut beberapa sumber, bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Bonsai berasal dari bahasa Jepang, yaitu bon dan sai. Bon berarti pot (dangkal), sedangkan sai berarti pohon.

Lebih dari itu, tak hanya sekadar menanam, bonsai juga menyangkut soal pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Dan pemuda yang akrab dipanggil Ukin ini, mulai menyukai tanaman kerdil (yang estetik) itu sejak pertama menikah pada tahun 2020. Ia mengaku, awalnya tergoda untuk membeli bonsai milik tetangga.

“Awalnya saya main ke tetangga, orangnya sudah tua, setiap hari ia mendongkel bahan bonsai di hutan untuk dijual ke penghobi bonsai, terus saya terinspirasi (tergoda) ikut membeli bahan bonsainya,” terangnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada hari Selasa, 25 April 2023.

Berawal dari situ, di kemudian hari, Ukin memilih untuk budidaya sendiri.

Dasar rezeki siapa yang tahu, barang iseng ia memosting beberapa bonsai hasil budidayanya di Facebook dengan akun JoHn GLondor, ternyata ada yang berminat untuk membelinya. “Sejak saat itu saya mulai semangat untuk posting-posting dan banyak menggali informasi tentang bonsai,” katanya sambil tersenyum.

Hingga hari ini, bonsai hasil budidayanya sudah terjual ke penjuru Nusantara. “Tapi paling banyak ke Bali, si,” jelasnya.

Ukin membandrol bonsai-bonsainya dari 50 ribuan hingga jutaan rupiah.

Lebih suka yang mini

Dari berbagai macam jenis bonsai, Ukin lebih senang membudidayakan bonsai mini. Padahal, pembuatannya lebih sulit daripada bonsai biasa.

Bonsai mini atau yang lazim di sebut bonsai mame adalah salah satu tipe bonsai dengan ukuran yang sangat kecil. Dalam kelas-kelas kompetisi tertentu, biasanya ukuran bonsai mini memiliki ketinggian maksimal 0-15 cm.

Karena bonsainya mini, secara otomatis potnya juga mini. Tetapi jangan salah, meskipun ukurannya mini, harga jualnya tidaklah mini. Menurut Ukin, dari segi harga, bahkan bisa dibilang bonsai mini memiliki harga jual yang lebih tinggi ketimbang bonsai dengan ukuran yang biasa.

Mengapa demikian? Bagi Ukin, selain karena tingkat perawatannya yang sulit, membuat bonsai mini yang benar-benar sesuai dengan kriteria juga terbilang sangat sulit, bahkan bahan-bahan bonsai di alam yang berukuran mini sangat sulit untuk didapat. Tak salah bila harganya selangit.

“Selain harganya, alasan saya membuat bonsai ukuran 1-30 cm—atau orang sering menyebut ukuran shito, mame, atau small—karena keterbatasan lahan,” akunya.

Selama ini, ia banyak membudidayakan pohon sancang, beringin kimeng, waru, dan sianci. Ukin membudidayakannya dengan cara cangkok dan stek. “Tak punya waktu untuk mendongkel di alam. Soalnya saya harus bantu jualan di toko istri saya,” ujarnya.

Bahan stek / Dok. Pribadi

Untuk perawatannya sendiri, pria anak satu ini, melakukan penyiraman 2x sehari, dan setiap 3-6 bulan sekali wajib mengganti media tanamnya. Sedangkan 1 bulan sekali ia menyemprot tanaman bonsainya dengan fungisida untuk mencegah hama.

Hasil stek / Dok. Pribadi

Ukin tak hanya sekadar budidaya pasif, beberapa kali ia mengikuti kompetisi (pameran) bonsai. Ia juga cukup aktif terlibat dalam organisasi bonsai yang diikutinya, PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Tuban.

Hasil cangkok / Dok. Pribadi

Bukan sekadar hobi

Bagi Ukin, budidaya bonsai tak hanya sekadar hobi, tapi juga terapi. Dalam hal ini sama dengan musik, olahraga, menulis, memancing, atau beberapa hobi yang bisa menjadi media terapi, seperti memelihara hewan, mengoleksi barang dll.

“Bonsai menurut saya bukan hanya hobi, tapi juga bisa melatih kesabaran dan mampu merefresh emosional dan kejenuhan,” katanya.

Benar. Ukin tak sedang membual. Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (26/4/2023), bonsai memang memiliki beberapa manfaat, di antaranya: pereda stres, pembersih udara, mempromosikan hidup sehat, menumbuhkan kesabaran, memberikan energi kembali pada ruang hidup, dan menjadi teman seumur hidup.

Dalam hal pereda stres, misalnya, bonsai membawa begitu banyak zen dan kedamaian ke dalam hidup manusia, sehingga tidak mungkin untuk menjadi gelisah atau frustrasi ketika kita berada di sekitarnya. Menambahkan bonsai ke meja kerja kita adalah yang paling bermanfaat karena selama hari-hari sibuk, ini akan membantu kita tetap tenang dan rileks.

“Merawat tanaman bonsai membantu saya menghilangkan stres—karena konsentrasi yang tidak terganggu yang diperlukan untuk pembentukan tanaman” ujar Ukin.

Beberapa bonsai budidaya Muslikhin di Desa Montongsekar, Kecamatan Monton, Tuban / Dok. Pribadi

Sedangkan dalam hal mempromosikan hidup sehat, menurut penelitian di Agricultural University of Norway yang dilakukan oleh profesor universitas Tove Fjeld di Oslo, memelihara bonsai di dalam ruangan dapat mengurangi sakit tenggorokan, batuk kering, pilek, kulit kering, serta kelelahan.

Hal ini terjadi sebab tanaman dalam ruangan dapat membantu menjaga tingkat kelembapan dalam keseimbangan yang baik. Namun, penting untuk diingat bahwa jenis pohon bonsai tertentu dapat bekerja lebih baik dalam meningkatkan tingkat kelembapan daripada yang lain. Kita akan langsung merasa berenergi dan segar di sekitar tanaman bonsai.

Selain manfaat kesehatan, tanaman estetik itu juga memiliki efek psikologis yang positif. Sekali lagi, kita akan merasa rileks secara mental dan nyaman.

Tetapi, bonsai juga bukan tentang senang-senangnya saja. Muslikhin, misalnya, dalam proses budidaya, ia mengaku penuh suka duka. “Banyak yang mati dan dicuri orang. Saya juga pernah ditipu saat membeli bibit. Uang sudah saya transfer, tapi barangnya tidak dikirim, semua akun media sosial saya diblokir. Tapi, semenjak saya jualan, alhamdulillah pelanggannya baik-baik,” ujarnya sambil mengenang.

Dan dalam hal prospek bisnis, menurut Ukin, sangat menjanjikan. Bosai menurutnya adalah investasi jangka panjang. “Kuncinya adalah konsisten, sabar, dan memiliki lahan luas,” katanya sambil tertawa.

Jadi, bagaimana, Anda berminat untuk memelihara pohon hanya untuk dikerdilkan itu? Jika berminat, silakan hubungi Muslikhin—orang yang menganggap bonsai bukan hanya sekadar hobi itu.[T]

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan
Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]
Bonsai: Tentang Memahami Pohon – [2]
Tags: bisnisbonsaiekonomiekonomi kreatifpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!

Next Post

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co