2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu

Ahmad Muzanni by Ahmad Muzanni
November 9, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu

Ahmad Muzanni

SUASANA LANGIT MALAMMU

Suasana langit malam tergambar di depan mata
Kau akan mencoba membingkainya dengan puisi
Orang-orang dapat memandanginya dari kata
Yang kau bentuk dari lensa matamu

Di sana bergelantung kabel-kabel listrik
Di antara tiang-tiang dan atap-atap rumah
Dan bulan meludahinya dengan bercak-bercak
Sepasang burung tertegun memandang
Balutan sepi di atas reranting

Kau ingin mengabadikan pandanganmu itu
Pada dinding-dinding kertas yang putih bersih
Tempat kau menaruh seluruh gambar

Jatisela, 2024

POTRET HITAM PUTIH

  • Kepada: S.D

Kau menangkap dunia ini
Menjadi hitam dan putih
Pada bidikan mata
Dan jarimu

Segalanya
Kau samarkan
Dan samakan
Untuk orang lain

Supaya warna
Tak merusak makna
Yang kau berikan
Dalam cerita-cerita
Di potretmu.

Jatisela, 2024

SAJAK-SAJAK RINGKAS

1.
bait-bait puisi
berdenting di lembaran
bisu,
di sana ada suaramu
yang tidak kau sadari
pelan-pelan kau kenali

2.
burung yang terbang
dengan liar menerobos angin
sampai bulunya gugur
adalah kata
yang hinggap pada dahanmu
dahan yang sedikit lagi akan jatuh
ke tangan api

3.
burung yang merdu kicaunya
di waktu sepi dan rindu
terbang meninggalkan sangkar
mencari ranum buah ke seberang

harapan-harapan telah menunggunya
kembali memecah sepi meretas rindu
saat sangkar kosong lama murung
meninggalkan bunyi seperti puisi

4.
– kepada: Lailatul Kiptiyah

telah kembali
seekor burung
pada ranting kata dan batu
yang tetap bersiul merdu
di tiap bacaan pagi

lalu di kepala
ia membuat sarang
menelurkan puisi-puisi
menetas jadi burung api
yang terbang
menyampai pesan-pesan
kembali

5.
Empat biji benih kata
Kau tanam dalam diriku
Yang akan tumbuh
Menjadi pohon kata
Yang besar dan rindang
Di ladang sajak kita
Untuk meneduhkan orang-orang
Yang singgah dari kecewa
Dan menyelamatkan orang-orang
Yang akan kehilangan hidupnya.

6.
Engkau ciptakan malam
Dari remang cahaya
Pada ranum bulan
Mataku menyala
Menuliskan kata
Yang sudah redup
Dilenyapkan mata hari

7.
Malam ini puisi melelehkan diri
Di dalam kopi yang aku seruput
Membiarkan dirinya tertelan
Supaya menyatu dengan tubuhku
Supaya terjaga di malam
Di mana segala kata
Masuk secara diam-diam.

8.
Setelah kata bekerja keras
Ia tidur pulas dalam buku
Nanti ia akan terbangun di kepalamu
Membentuk semesta lagi.

9.
Jangan kau berpaling padanya
Di saat ia sudah nyaman dekat padamu
Ia bisa saja pergi meninggalkanmu
Atau kembali dalam paras lain
Yang tidak bisa kau kenali lagi.

Jatisela, 2024

APA KANDUNGAN PUISIMU?

Bubuk apa yang kau tabur pada puisimu itu?
Mataku perih sekali ketika aku membacanya.

Cairan apa yang kau tuang pada puisimu itu?
Hatiku terasa mengental seketika aku membacanya.

Apa yang kau sisakan pada puisimu itu?
Jantungku berdebar kembali lagi menemukan rasa cinta
Yang sudah lama mati.

Jatisela, 2024

AWAS, IBUKU TAK MENGERTI PUISI

Ibuku tak mengerti puisi
Ia hanya tahu
Buku tergeletak
Kertas tertulis banyak
Walupun puisi banyak
Menulisnya
Ia hanya memperhatikan
Apa-apa yang terlihat
Di luar puisi
Yang bisa membuatnya
Berubah menjadi selain ibu.

Jatisela, 2024

BATU

Aku yang sekeras batu
Menerimamu seperti air
Yang menjatuhkan tetes-tetes
Sampai melubangi dadaku
Agar sinar menembus ke dalam

Aku terus memandangmu
Di ketinggian itu
Melihat binar keindahanmu bergelantung
Di ranting kering
Sedangkan aku di bawah selalu merasa hitam dan measa keras

Jatisela, 2024

DRAMA MONOLOGMU

Kau terkurung di sangkar itu
Seperti binatang yang histeris

Panggung pertunjukan ini
Panggung penyiksaan
Bagi semua mata

Mengucapkan
Kata “tolong” berulang kali
Kau menyisakan semua rasa sakit padaku
Di akhir adegan
Dengan lampu-lampu yang sudah dipadamkan.

Mataram, 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Meditasi Akhir Tahun
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Bawah Langit Bulan Juli
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Gemuruh, Hilang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melali ke Seririt, Harus Coba “Healing” Menikmati Sunset di Pantai Sulanyah

Next Post

Dunia Jero Sekarini | Cerpen I Made Ariyana

Ahmad Muzanni

Ahmad Muzanni

Lahir di Jatisela, Gunungsari, Lombok Barat, 8 Februari 1998. Ia adalah alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, bidang studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia juga turut bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Dunia Jero Sekarini | Cerpen I Made Ariyana

Dunia Jero Sekarini | Cerpen I Made Ariyana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co