6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia

Gimien Artekjursi by Gimien Artekjursi
November 3, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia

Gimien Artekjursi

KUPU-KUPU

jadilah kupu kupu
lupakan ulat bulu
dan kepompong masa lalumu

terbang, terbanglah sesuka kau mau
jelajah semesta dan alam raya

kembangkan, kembangkan sayapmu
jangan ragu, jangan jera
meski sayap-sayapmu rapuh mudah remuk

terbang sejauh kau mampu
walau badai akan mengoyak-menghancurkan akhirnya
terbanglah!

setidaknya kau sudah tunjukkan pada dunia
kau pernah ada
sebagai kupu-kupu yang bisa terbang
bukan hanya ulat yang cuma merayap

Kumendung, 2022/2023

HARI-HARI AKHIR SEORANG LANSIA

i
yang dirindu-diimpikan di hari tua
kegembiraan di tengah keluarga
menikmati hari-hari dengan rasa senang
duduk di beranda mengenang masa-masa silam
di halaman melihat burung-burung terbang
memandang warna-warna alam

tapi hidup kadang begitu liar
di luar kendali dan nalar
siang malam rindu berhenti di ambang pintu
menunggu canda tawa anak cucu
tinggal melaju terlewati waktu

tubuh kian renta terseret usia
rindu menggebu-gebu tak juga terpadamkan
mimpi tak lelah-tak bosan memburu kenyataan

ii
pada akhirnya tinggal sendiri
menghabiskan hari-hari
lewati detik demi detik

mimpi tak ada lagi
angan pun percuma

hanya kenangan
melintas-lintas senantiasa
tak lebih dari sekedar ingatan
karena waktu tak akan kembali

dalam sepi sendiri
yang pasti menunggu mati
karena merindukan keriuhan anak cucu
hanya ingin yang tertiup angin
sementara canda tawa kerabat dan teman sejawat
telah lalu di masa yang lewat

di hari-hari yang tinggal
usia makin akrab berteman ajal
yang setiap saat siap memenggal

sampai maut menjemput
tak juga bersua yang diidamkan

Kumendung, Juli – Agustus 2024

TETANGGAMU

I
lihatlah tetanggamu
siapa tahu ia sedang kelaparan
tengoklah tetanggamu
siapa tahu ia mati karena tak makan
jenguklah tetanggamu
siapa tahu sudah membusuk tapi tak dikuburkan

II
karena sibuk mencari tuhan
kau tak tahu tetanggamu kelaparan
karena sibuk memuja tuhan
kau tak tahu tetanggamu mati tak makan
karena sibuk memeluk tuhan
kau tak tahu tetanggamu membusuk tak dikuburkan
harusnya tuhan tak membuatmu lupa menengok tetangga

Kumendung, 25 Maret 2024

SANG JANIN

jangan salahkan bunda yang mengandung
jika janin merasa tak tepat menempati rahim
bunda tak punya kuasa apapun
atas kandungannya

bunda tak bisa memilih siapa yang dikandung
janin lebih tak tahu
di mana selagi benih disemaikan menjadi bayi

di rahim kristen, islam atau majusi
janin tetaplah suci
sampai ayah bunda memperkenalkan warna dunia
di situ pengetahuanmu membukakan mata
:pilihan sorga atau neraka
akhirnya ada pada dirimu sendiri

jangan salahkan siapa
andai kau salah melangkah
hanya janin yang menjelma bayi
berhak mengklaim dirinya suci

kau yang merangkak dewasa
sepenuhnya manusia
harus menimbang dan memilih
bukan lagi masalah dari mana terlahir

ibrahim, ayah para nabi
tak pernah menganggap matahari atau bulan
apalagi patung
sebagai tuhan
meski ayahnya pencipta berhala
yang dipuja kaumnya

tapi jika kau merasa yakin
lembah yang kau pilih
tempat terbaik yang menyimpan kebenaran hakiki
tak harus kau ikut mendaki gunung terjal
meski itu diyakini orang lain
tempat terakhir yang diinginkan tuhan
sampai akhir zaman

pilihan sepenuhnya akhirnya ada pada dirimu
juga sorga dan neraka
karena kau manusia
bukan lagi janin

Kumendung, 9 Maret 2024

ANAK DI MATA IBU

bagi ibu anak adalah permata
bagaimanapun bentuk tingkah dan rupa anak
di mata ibu semua menjelma pesona

tak ada cela dan noda
bisa memalingkan cinta kasih ibu pada anaknya
bahkan nyawa ibu tak ada arti
dibanding hidup dan kesejahteraan anaknya
segalanya akan ibu korbankan demi sang anak

dan ketika anak jauh
doa ibu tak putus-putusnya sepanjang waktu
dengan penuh harapan siang malam menunggu
pintu terbuka dan buah hati hadir dihadapan

sampai ketika anak mulai keriput dan beruban
dalam pandangan ibu
anak tetaplah si kecil yang dibuai dan disayang
kehadirannya senantiasa mendatangkan canda riang
yang tak pernah hilang

Kumendung, 4 Mei 2024

NASEHAT ORANG TUA UNTUK ANAKNYA

nak
di usia muda ini
pergilah sejauh tempat kau tuju
seberapa lama waktu kau mau

berangkat telah kulepas kau dengan rasa
hari-hari menunggu
tak henti
kami bersimpuh
berharap
meminta
sehat sejahtera dan sentosa
dalam berbagai suasana

sampai nanti
jika tahun-tahun tak lagi mengingat usia
dan musim demi musim berhenti mencatat cuaca
kembalilah ke tempat dimana dulu kau berada

jangan turuti hembusan angan
walau inginnya menusuk menembus tulang
tak usah kau hirau hati bersuara
meski kerasnya memekakkan gendang telinga
pun tak perlu tergoda rupa suasana
walau silaunya sampai membutakan mata

pada akhirnya
tidak pada setiap harus dicecap
tidak pada segala mesti dirasa
ada batas yang tidak bisa dilintas
ada penghalang yang tak harus diterjang
ada masa yang tidak bisa dipaksa

pada akhirnya
seberapapun jauh pengembara bertualang
ada saat untuk pulang
lupakan semua yang tak terpegang
meski di dalamnya ada peluang
relakan terbuang
dengan dada lapang dan hati yang riang
agar tidur pun bisa tenang

Kumendung, 24 Juni 2024

TENTANG ANAK

1
ketika anak hanya diajarkan sorga dan neraka
ia tak mengenal isi dunia
dan tak tahu apa arti cinta

2
sodorkan dunia sesuap demi sesuap
jadikan akhirat sebagai lauknya
dewasa kelak akan tahu
kenikmatan makan
tak hanya pada nasi atau lauknya saja

3
jangan anak dijejali guna gizi dan nutrisi
anak tak tahu dan belum mengerti
karena kelak ia lebih mengingat
manfaat nasi dan ikan teri

4
meski akhir abadi adalah akhirat
tapi dunia fana tak harus dilupa
karena anak lebih mengerti yang nyata
dan ada saat yang maya harus tahu juga

Kumendung, 3 Maret 2024

PESAN UNTUK ORANG TUA

semua orang tua mencintai anaknya
semua orang tua ingin anaknya jaya
tapi memaksa anak menjadi cepat tua
bukanlah sikap bijaksana

jangan paksa anakmu berlari
jika baru bisa belajar berdiri
jangan malah kau beri api
jika apapun belum ia mengerti

Kumendung, 14 Februari 2024

SEPOTONG DOA UNTUK ANAK DI PERANTAUAN

nak, ketika seseorang punya rindu
artinya ia berpikir tentang hari esok
ada yang diharap
entah kapan
ada yang diingat
entah di mana

lelah payahnya terus dibawa
di antara timbunan mimpi
yang semakin usang
dari hari ke hari

daun-daun gugur di masa kecilnya
tak pernah dilupa
meski bukan masa lalu dikejarnya
(sampai semua menjauh)

nikmati saja, nak, yang bisa
rindumu untuk semua
tak masalah selalu kau bawa

dari sini –jauh dari tempatmu kini–
doa kami tak putus-putusnya
mencari tautan ke langit
untuk yang terbaik
tentu sampai untuk kehidupan mendatang

sambil tak henti berharap
angin bisa membawamu kembali
ke tempat masa kecilmu merangkai guguran daun-daun
kembali bersenda gurau
dengan mimpi-mimpi kecilmu
sampai kami berbaring abadi
berselimut doa-doamu setiap waktu

Kumendung, 18 April 2024

SEPOTONG RINDU


-untuk seorang perantau-

jika memang pulang
jangan lupa arah mata angin:
utara atau selatan
timur dan barat

itu yang sisa
dari masa kecilmu

garis pantai
lama terkikis waktu

tak akan kembali

batu-batu
telah jadi debu

hanya ada utara selatan
juga timur dan barat
itu yang tersisa
dari masa lalumu

arah itu mesti kau tahu
agar kau kembali ingat
di mana dulu pernah tinggal
dan aku tahu:
kau benar-benar telah pulang

Kumedung, 15 April 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Meditasi Akhir Tahun
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Bawah Langit Bulan Juli
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Gemuruh, Hilang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HIBACHI: Spektakel Rasa dan Api di Atas Panggangan

Next Post

“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

Gimien Artekjursi

Gimien Artekjursi

Lahir 3 Agustus 1963. Tinggal di Banyuwangi. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan esei sastra dimuat di media cetak di Bali. Juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) dimuat di majalah Panyebar Semangat dan Jaya Baya (Surabaya).

Related Posts

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails
Next Post
“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co