14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia

Gimien Artekjursi by Gimien Artekjursi
November 3, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia

Gimien Artekjursi

KUPU-KUPU

jadilah kupu kupu
lupakan ulat bulu
dan kepompong masa lalumu

terbang, terbanglah sesuka kau mau
jelajah semesta dan alam raya

kembangkan, kembangkan sayapmu
jangan ragu, jangan jera
meski sayap-sayapmu rapuh mudah remuk

terbang sejauh kau mampu
walau badai akan mengoyak-menghancurkan akhirnya
terbanglah!

setidaknya kau sudah tunjukkan pada dunia
kau pernah ada
sebagai kupu-kupu yang bisa terbang
bukan hanya ulat yang cuma merayap

Kumendung, 2022/2023

HARI-HARI AKHIR SEORANG LANSIA

i
yang dirindu-diimpikan di hari tua
kegembiraan di tengah keluarga
menikmati hari-hari dengan rasa senang
duduk di beranda mengenang masa-masa silam
di halaman melihat burung-burung terbang
memandang warna-warna alam

tapi hidup kadang begitu liar
di luar kendali dan nalar
siang malam rindu berhenti di ambang pintu
menunggu canda tawa anak cucu
tinggal melaju terlewati waktu

tubuh kian renta terseret usia
rindu menggebu-gebu tak juga terpadamkan
mimpi tak lelah-tak bosan memburu kenyataan

ii
pada akhirnya tinggal sendiri
menghabiskan hari-hari
lewati detik demi detik

mimpi tak ada lagi
angan pun percuma

hanya kenangan
melintas-lintas senantiasa
tak lebih dari sekedar ingatan
karena waktu tak akan kembali

dalam sepi sendiri
yang pasti menunggu mati
karena merindukan keriuhan anak cucu
hanya ingin yang tertiup angin
sementara canda tawa kerabat dan teman sejawat
telah lalu di masa yang lewat

di hari-hari yang tinggal
usia makin akrab berteman ajal
yang setiap saat siap memenggal

sampai maut menjemput
tak juga bersua yang diidamkan

Kumendung, Juli – Agustus 2024

TETANGGAMU

I
lihatlah tetanggamu
siapa tahu ia sedang kelaparan
tengoklah tetanggamu
siapa tahu ia mati karena tak makan
jenguklah tetanggamu
siapa tahu sudah membusuk tapi tak dikuburkan

II
karena sibuk mencari tuhan
kau tak tahu tetanggamu kelaparan
karena sibuk memuja tuhan
kau tak tahu tetanggamu mati tak makan
karena sibuk memeluk tuhan
kau tak tahu tetanggamu membusuk tak dikuburkan
harusnya tuhan tak membuatmu lupa menengok tetangga

Kumendung, 25 Maret 2024

SANG JANIN

jangan salahkan bunda yang mengandung
jika janin merasa tak tepat menempati rahim
bunda tak punya kuasa apapun
atas kandungannya

bunda tak bisa memilih siapa yang dikandung
janin lebih tak tahu
di mana selagi benih disemaikan menjadi bayi

di rahim kristen, islam atau majusi
janin tetaplah suci
sampai ayah bunda memperkenalkan warna dunia
di situ pengetahuanmu membukakan mata
:pilihan sorga atau neraka
akhirnya ada pada dirimu sendiri

jangan salahkan siapa
andai kau salah melangkah
hanya janin yang menjelma bayi
berhak mengklaim dirinya suci

kau yang merangkak dewasa
sepenuhnya manusia
harus menimbang dan memilih
bukan lagi masalah dari mana terlahir

ibrahim, ayah para nabi
tak pernah menganggap matahari atau bulan
apalagi patung
sebagai tuhan
meski ayahnya pencipta berhala
yang dipuja kaumnya

tapi jika kau merasa yakin
lembah yang kau pilih
tempat terbaik yang menyimpan kebenaran hakiki
tak harus kau ikut mendaki gunung terjal
meski itu diyakini orang lain
tempat terakhir yang diinginkan tuhan
sampai akhir zaman

pilihan sepenuhnya akhirnya ada pada dirimu
juga sorga dan neraka
karena kau manusia
bukan lagi janin

Kumendung, 9 Maret 2024

ANAK DI MATA IBU

bagi ibu anak adalah permata
bagaimanapun bentuk tingkah dan rupa anak
di mata ibu semua menjelma pesona

tak ada cela dan noda
bisa memalingkan cinta kasih ibu pada anaknya
bahkan nyawa ibu tak ada arti
dibanding hidup dan kesejahteraan anaknya
segalanya akan ibu korbankan demi sang anak

dan ketika anak jauh
doa ibu tak putus-putusnya sepanjang waktu
dengan penuh harapan siang malam menunggu
pintu terbuka dan buah hati hadir dihadapan

sampai ketika anak mulai keriput dan beruban
dalam pandangan ibu
anak tetaplah si kecil yang dibuai dan disayang
kehadirannya senantiasa mendatangkan canda riang
yang tak pernah hilang

Kumendung, 4 Mei 2024

NASEHAT ORANG TUA UNTUK ANAKNYA

nak
di usia muda ini
pergilah sejauh tempat kau tuju
seberapa lama waktu kau mau

berangkat telah kulepas kau dengan rasa
hari-hari menunggu
tak henti
kami bersimpuh
berharap
meminta
sehat sejahtera dan sentosa
dalam berbagai suasana

sampai nanti
jika tahun-tahun tak lagi mengingat usia
dan musim demi musim berhenti mencatat cuaca
kembalilah ke tempat dimana dulu kau berada

jangan turuti hembusan angan
walau inginnya menusuk menembus tulang
tak usah kau hirau hati bersuara
meski kerasnya memekakkan gendang telinga
pun tak perlu tergoda rupa suasana
walau silaunya sampai membutakan mata

pada akhirnya
tidak pada setiap harus dicecap
tidak pada segala mesti dirasa
ada batas yang tidak bisa dilintas
ada penghalang yang tak harus diterjang
ada masa yang tidak bisa dipaksa

pada akhirnya
seberapapun jauh pengembara bertualang
ada saat untuk pulang
lupakan semua yang tak terpegang
meski di dalamnya ada peluang
relakan terbuang
dengan dada lapang dan hati yang riang
agar tidur pun bisa tenang

Kumendung, 24 Juni 2024

TENTANG ANAK

1
ketika anak hanya diajarkan sorga dan neraka
ia tak mengenal isi dunia
dan tak tahu apa arti cinta

2
sodorkan dunia sesuap demi sesuap
jadikan akhirat sebagai lauknya
dewasa kelak akan tahu
kenikmatan makan
tak hanya pada nasi atau lauknya saja

3
jangan anak dijejali guna gizi dan nutrisi
anak tak tahu dan belum mengerti
karena kelak ia lebih mengingat
manfaat nasi dan ikan teri

4
meski akhir abadi adalah akhirat
tapi dunia fana tak harus dilupa
karena anak lebih mengerti yang nyata
dan ada saat yang maya harus tahu juga

Kumendung, 3 Maret 2024

PESAN UNTUK ORANG TUA

semua orang tua mencintai anaknya
semua orang tua ingin anaknya jaya
tapi memaksa anak menjadi cepat tua
bukanlah sikap bijaksana

jangan paksa anakmu berlari
jika baru bisa belajar berdiri
jangan malah kau beri api
jika apapun belum ia mengerti

Kumendung, 14 Februari 2024

SEPOTONG DOA UNTUK ANAK DI PERANTAUAN

nak, ketika seseorang punya rindu
artinya ia berpikir tentang hari esok
ada yang diharap
entah kapan
ada yang diingat
entah di mana

lelah payahnya terus dibawa
di antara timbunan mimpi
yang semakin usang
dari hari ke hari

daun-daun gugur di masa kecilnya
tak pernah dilupa
meski bukan masa lalu dikejarnya
(sampai semua menjauh)

nikmati saja, nak, yang bisa
rindumu untuk semua
tak masalah selalu kau bawa

dari sini –jauh dari tempatmu kini–
doa kami tak putus-putusnya
mencari tautan ke langit
untuk yang terbaik
tentu sampai untuk kehidupan mendatang

sambil tak henti berharap
angin bisa membawamu kembali
ke tempat masa kecilmu merangkai guguran daun-daun
kembali bersenda gurau
dengan mimpi-mimpi kecilmu
sampai kami berbaring abadi
berselimut doa-doamu setiap waktu

Kumendung, 18 April 2024

SEPOTONG RINDU


-untuk seorang perantau-

jika memang pulang
jangan lupa arah mata angin:
utara atau selatan
timur dan barat

itu yang sisa
dari masa kecilmu

garis pantai
lama terkikis waktu

tak akan kembali

batu-batu
telah jadi debu

hanya ada utara selatan
juga timur dan barat
itu yang tersisa
dari masa lalumu

arah itu mesti kau tahu
agar kau kembali ingat
di mana dulu pernah tinggal
dan aku tahu:
kau benar-benar telah pulang

Kumedung, 15 April 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Meditasi Akhir Tahun
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Bawah Langit Bulan Juli
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Gemuruh, Hilang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HIBACHI: Spektakel Rasa dan Api di Atas Panggangan

Next Post

“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

Gimien Artekjursi

Gimien Artekjursi

Lahir 3 Agustus 1963. Tinggal di Banyuwangi. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan esei sastra dimuat di media cetak di Bali. Juga menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) dimuat di majalah Panyebar Semangat dan Jaya Baya (Surabaya).

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails
Next Post
“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co