14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
March 31, 2025
in Panggung
Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Ogoh-ogoh dan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

MENONTON Wayang Sapuh Leger mungkin sudah biasa. Tetapi, kalau menyaksikan garapan Fragmentari Sapuh Leger dipadu dengan karya seni Ogoh-ogoh, ini mungkin yang baru. Ya, karya pragmentari itu disajikan oleh anak-anak muda dari Sekaa Teruna (ST) Eka Karya Bhakti di Jalan Raya Desa Padangbulia, Singaraja, Buleleng-Bali, pada Hari Pengupukan serangkaian Nyepi Caka 1947, Jumat 28 Maret 2025.

Ketika pragmentari ini dimulai, penonton kemudian mendekat seakan tak mau ketinggalan dengan kisah klasik yang dikemas dalam sajian seni gerak yang ekpresif itu. Sebanyak 18 penari bergerak lincah memperagakan tema yang penuh makna dan pesan, agar bisa sampai kepada penonton. Hal tersebut tentu dikuatkan dengan kostum yang ditata apik, sehingga karakter penari tampak lebih kuat.  

Karya seni ini merupakan garapan bersama dari Ketut Tara Listiawan sebagai penggarap tari dan Gede Ryan yang menata tabuh bleganjur. Mereka mengeksplorasi ogoh-ogoh Komang Restu Arya Sandhi yang merupakan undagi di desa itu. Kemudian sepakat mengangkat tema “Sapuh Leger” yang telah mentradisi di masyarakat Bali khususnya. “Cerita Sapuh Leger ini erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana,” kata Tara Listiawan usai pentas.

Ogoh-ogoh dan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Cerita Sapuh Leger ini sengaja diangkat karena ingin menyampaikan pesan untuk refleksi diri, menjaga keseimbangan hidup dengan pedoman Tri Hita Karana. Pedoman yang menjaga keseimbangan antara manusia dengan penciptaNya, manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alamnya. “Di jaman ini, sangat penting mengingatkan semua orang untuk hidup harmonis,” imbuhnya. 

Lulusan Magister Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Bali tahun 2023 ini tampak fokus dalam menata gerak tari yang dituangkan ke dalam suatu karya tari syarat pesan. Setiap geraknya mangandung makna yang dapat diinterpretasikan penonton maupun penikmat tari secara umum. “Ide geraknya, kami peroleh dari eksplorasi atau penjelajahan yang didapat berdasar gagasan pokok pikiran dalam penciptaan karya yang disesuaikan dengan tema atau ide cerita,” ujarnya.

Ogoh-ogoh dan Sekaa Teruna (ST) Eka Karya Bhakti, Desa Padangbulia | Foto: Ist

Seniman akademis kelahiran Padangbulia, 20 Juni 1999 itu mengaku, dalam menata pragmentari ini dirinya menggunakan teori Angripta Sesolahan, lima dasar yang meliputi Ngrencana, Nuasen, Makalin, Nelesin, dan Ngebah. Kelima itu menjadi acuannya dalam menciptakan sebuah karya tari. ⁠”Sesungguhnya tidak ada perbedaan dalam menggarap tari kreasi dan pragmentari Ogoh-ogoh, semuanya sama saja,” ucapnya.

Termasuk menata kostum penari yang tetap menggunakan busana tari Bali yang di desain sesuai dengan kebutuhan peran dan pementasan karya tari. “Kendalanya, hanya pada minumnya dana, sehingga dalam proses pembuatan karya seni itu ST. Eka Karya Bhakti mengadakan penggalangan dana dalam bentuk penjualan Baju sebagai tambahan dari dana yang dimiliki selanjutnya bantuan dari beberapa donatur yang mensupport kegiatan ini,” papar pendiri Sanggar Seni Eka Ulangun Santhi ini.

Sinopsis Pragmentari Sapuh Leger

Dalam Kala Tattwa diceritakan Bhatara Siwa bersama saktinya Dewi Giriputri atau Uma, sedang bercengkrama di laut. Tiba-tiba birahi Dewa Siwa bangkit dan langsung menyatakan kehendaknya kepada Saktinya Dewi Uma. Hasrat tersebut dibantah oleh Dewi Uma Karena dianggap tidak sesuai dengan prilaku para dewa-dewa di Kahyangan.

Ogoh-ogoh dan para penari Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Tetapi, dalam waktu bersamaan Dewa Siwa Membantah, karena tidak dapat menahan nafsu, pada waktu itu kama, sukla Bhatara Siwa keluar dengan sendirinya dan jatuh di laut. Setelah itu sebagai Ardhanareswari, Bhatara Siwa dan Dewi Uma kembali ke Siwa Loka.

Diceritakan pada waktu tersebut Bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu pergi ke laut dan melakukan tapa yoga dan akibat yoga tersebut kama/sukla Bhatara Siwa dapat berkumpul menjadi satu dan Kama itu berubah wujud menjadi raksasa yang sangat amat besar.

Salah satu adegan dalam Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Sosok raksasa yang lahir tesebut bernama Bhatara kala lahir tepat pada Wuku atau Weton Wayang lalu diberikan anugerah oleh Bhatara Siwa dan Dewi Uma boleh memakan orang yang lahir pada wuku wayang.

Pada wuku yang sama, lahirlah Hyang Rare Kumara yang merupakan adik dari Bhatara Kala. Karena hal tersebut Bhatara Kala meminta ijin untuk memakan adiknya. Karena rasa sayang Bhatara Siwa menangguhkan percintaan Bhatara Kala akan boleh memakannya pada umur 7 tahun (sapta warsa).

Hyang Rare Kumara diberikan anugerah agar tetap menjadi “rare” hal itu diketahui oleh Bhatara Kala. Terjadilah Pengejaran Bhatara Kala dan Hyang Rare Kumara menuju Mayapada. Pada pengejaran tersebut Hyang Rare Kumara melakukan persembunyian di gulungan alang alang dan

tumpukan kayu bakar, sehingga terjadinya kutukan bagi siapa yang tidak melepas ikatan alang-alang dan kayu bakar akan menjadi makanan bagi Bhatara Kala.

Tara Listiawan, penggarap tari pada Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Hyang Rare Kumara berhasil dikejar dan ditelannya kemudian Bhatara Siwa dan Dewi Uma memastu Bhatara Kala agar muntah. Pengejaran berlangsung sangat lama dan bertemulah Hyang Rare Kumara dengan Sang Mangku Dalang yang sedang mengadakan pementasan wayang guna pengeruwatan terhadap anak-anak yang lahir pada wuku wayang.

Hyang Rare Kumara memohon perlindungan dan mengatakan bahwa dirinya dikejar oleh Bhatara Kala. Seketika Hyang Rare Kumara disembunyikan pada “plawah gender”. Bhatara Kala menuju tempat tersebut dan terkagum melihat kelihaian dari Sang Dalam dalam memainkan wayang dengn menyisipkan tutur yang baik. Karena tidak dapat menahan rasa lapar Bhatara Kala kemudian memakan banten serta caru sampai habis.

Perdebatan pun terjadi antara Sang Dalang dengan Bhatara Kala hingga akhirnya Bhatara Kala mengakui kesalahnnya dan Sang Dalang diberikan waranugraha apabila anak-anak yang lahir pada wuku atau weton wayang apabila telah melakukan upacara pengeruwatan akan selamat dari mara bahaya. Upacara Ringgit tersebut ialah Sapuh Leger.

Cerita ini telah mentradisi dalam Masyarakat Bali dan menjadi suatu keyakinan bahwa orang yang lahir pada wuku/runggit wayang melakukan upacara Pengeruwatan Wayang Sapuh Leger guna memohon harapan agar terbebas dari pengaruh buruk wuku wayang. [T]

Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tradisi “Ngoncang” di Desa Padangbulia, Mengusir Energi Negatif, Bersama-sama Tapi Tidak Sama
Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
“Meamuk-amukan” di Padangbulia: Percik Amarah yang Padam oleh Percik Api
Tara Listiawan, Kesetiaan Membina Anak-anak Menari di Desa Padang Bulia
Tags: Desa PadangbuliaHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I ❤ Bali : Masyarakat Bali yang Merasa Asing di Tanahnya Sendiri

Next Post

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

Read moreDetails

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails
Next Post
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co