3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
March 31, 2025
in Panggung
Ogoh-ogoh dengan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia: Refleksi Keseimbangan Hidup

Ogoh-ogoh dan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

MENONTON Wayang Sapuh Leger mungkin sudah biasa. Tetapi, kalau menyaksikan garapan Fragmentari Sapuh Leger dipadu dengan karya seni Ogoh-ogoh, ini mungkin yang baru. Ya, karya pragmentari itu disajikan oleh anak-anak muda dari Sekaa Teruna (ST) Eka Karya Bhakti di Jalan Raya Desa Padangbulia, Singaraja, Buleleng-Bali, pada Hari Pengupukan serangkaian Nyepi Caka 1947, Jumat 28 Maret 2025.

Ketika pragmentari ini dimulai, penonton kemudian mendekat seakan tak mau ketinggalan dengan kisah klasik yang dikemas dalam sajian seni gerak yang ekpresif itu. Sebanyak 18 penari bergerak lincah memperagakan tema yang penuh makna dan pesan, agar bisa sampai kepada penonton. Hal tersebut tentu dikuatkan dengan kostum yang ditata apik, sehingga karakter penari tampak lebih kuat.  

Karya seni ini merupakan garapan bersama dari Ketut Tara Listiawan sebagai penggarap tari dan Gede Ryan yang menata tabuh bleganjur. Mereka mengeksplorasi ogoh-ogoh Komang Restu Arya Sandhi yang merupakan undagi di desa itu. Kemudian sepakat mengangkat tema “Sapuh Leger” yang telah mentradisi di masyarakat Bali khususnya. “Cerita Sapuh Leger ini erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana,” kata Tara Listiawan usai pentas.

Ogoh-ogoh dan Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Cerita Sapuh Leger ini sengaja diangkat karena ingin menyampaikan pesan untuk refleksi diri, menjaga keseimbangan hidup dengan pedoman Tri Hita Karana. Pedoman yang menjaga keseimbangan antara manusia dengan penciptaNya, manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alamnya. “Di jaman ini, sangat penting mengingatkan semua orang untuk hidup harmonis,” imbuhnya. 

Lulusan Magister Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Bali tahun 2023 ini tampak fokus dalam menata gerak tari yang dituangkan ke dalam suatu karya tari syarat pesan. Setiap geraknya mangandung makna yang dapat diinterpretasikan penonton maupun penikmat tari secara umum. “Ide geraknya, kami peroleh dari eksplorasi atau penjelajahan yang didapat berdasar gagasan pokok pikiran dalam penciptaan karya yang disesuaikan dengan tema atau ide cerita,” ujarnya.

Ogoh-ogoh dan Sekaa Teruna (ST) Eka Karya Bhakti, Desa Padangbulia | Foto: Ist

Seniman akademis kelahiran Padangbulia, 20 Juni 1999 itu mengaku, dalam menata pragmentari ini dirinya menggunakan teori Angripta Sesolahan, lima dasar yang meliputi Ngrencana, Nuasen, Makalin, Nelesin, dan Ngebah. Kelima itu menjadi acuannya dalam menciptakan sebuah karya tari. ⁠”Sesungguhnya tidak ada perbedaan dalam menggarap tari kreasi dan pragmentari Ogoh-ogoh, semuanya sama saja,” ucapnya.

Termasuk menata kostum penari yang tetap menggunakan busana tari Bali yang di desain sesuai dengan kebutuhan peran dan pementasan karya tari. “Kendalanya, hanya pada minumnya dana, sehingga dalam proses pembuatan karya seni itu ST. Eka Karya Bhakti mengadakan penggalangan dana dalam bentuk penjualan Baju sebagai tambahan dari dana yang dimiliki selanjutnya bantuan dari beberapa donatur yang mensupport kegiatan ini,” papar pendiri Sanggar Seni Eka Ulangun Santhi ini.

Sinopsis Pragmentari Sapuh Leger

Dalam Kala Tattwa diceritakan Bhatara Siwa bersama saktinya Dewi Giriputri atau Uma, sedang bercengkrama di laut. Tiba-tiba birahi Dewa Siwa bangkit dan langsung menyatakan kehendaknya kepada Saktinya Dewi Uma. Hasrat tersebut dibantah oleh Dewi Uma Karena dianggap tidak sesuai dengan prilaku para dewa-dewa di Kahyangan.

Ogoh-ogoh dan para penari Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Tetapi, dalam waktu bersamaan Dewa Siwa Membantah, karena tidak dapat menahan nafsu, pada waktu itu kama, sukla Bhatara Siwa keluar dengan sendirinya dan jatuh di laut. Setelah itu sebagai Ardhanareswari, Bhatara Siwa dan Dewi Uma kembali ke Siwa Loka.

Diceritakan pada waktu tersebut Bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu pergi ke laut dan melakukan tapa yoga dan akibat yoga tersebut kama/sukla Bhatara Siwa dapat berkumpul menjadi satu dan Kama itu berubah wujud menjadi raksasa yang sangat amat besar.

Salah satu adegan dalam Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Sosok raksasa yang lahir tesebut bernama Bhatara kala lahir tepat pada Wuku atau Weton Wayang lalu diberikan anugerah oleh Bhatara Siwa dan Dewi Uma boleh memakan orang yang lahir pada wuku wayang.

Pada wuku yang sama, lahirlah Hyang Rare Kumara yang merupakan adik dari Bhatara Kala. Karena hal tersebut Bhatara Kala meminta ijin untuk memakan adiknya. Karena rasa sayang Bhatara Siwa menangguhkan percintaan Bhatara Kala akan boleh memakannya pada umur 7 tahun (sapta warsa).

Hyang Rare Kumara diberikan anugerah agar tetap menjadi “rare” hal itu diketahui oleh Bhatara Kala. Terjadilah Pengejaran Bhatara Kala dan Hyang Rare Kumara menuju Mayapada. Pada pengejaran tersebut Hyang Rare Kumara melakukan persembunyian di gulungan alang alang dan

tumpukan kayu bakar, sehingga terjadinya kutukan bagi siapa yang tidak melepas ikatan alang-alang dan kayu bakar akan menjadi makanan bagi Bhatara Kala.

Tara Listiawan, penggarap tari pada Fragmentari Sapuh Leger dari Desa Padangbulia, Buleleng | Foto: Ist

Hyang Rare Kumara berhasil dikejar dan ditelannya kemudian Bhatara Siwa dan Dewi Uma memastu Bhatara Kala agar muntah. Pengejaran berlangsung sangat lama dan bertemulah Hyang Rare Kumara dengan Sang Mangku Dalang yang sedang mengadakan pementasan wayang guna pengeruwatan terhadap anak-anak yang lahir pada wuku wayang.

Hyang Rare Kumara memohon perlindungan dan mengatakan bahwa dirinya dikejar oleh Bhatara Kala. Seketika Hyang Rare Kumara disembunyikan pada “plawah gender”. Bhatara Kala menuju tempat tersebut dan terkagum melihat kelihaian dari Sang Dalam dalam memainkan wayang dengn menyisipkan tutur yang baik. Karena tidak dapat menahan rasa lapar Bhatara Kala kemudian memakan banten serta caru sampai habis.

Perdebatan pun terjadi antara Sang Dalang dengan Bhatara Kala hingga akhirnya Bhatara Kala mengakui kesalahnnya dan Sang Dalang diberikan waranugraha apabila anak-anak yang lahir pada wuku atau weton wayang apabila telah melakukan upacara pengeruwatan akan selamat dari mara bahaya. Upacara Ringgit tersebut ialah Sapuh Leger.

Cerita ini telah mentradisi dalam Masyarakat Bali dan menjadi suatu keyakinan bahwa orang yang lahir pada wuku/runggit wayang melakukan upacara Pengeruwatan Wayang Sapuh Leger guna memohon harapan agar terbebas dari pengaruh buruk wuku wayang. [T]

Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tradisi “Ngoncang” di Desa Padangbulia, Mengusir Energi Negatif, Bersama-sama Tapi Tidak Sama
Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
“Meamuk-amukan” di Padangbulia: Percik Amarah yang Padam oleh Percik Api
Tara Listiawan, Kesetiaan Membina Anak-anak Menari di Desa Padang Bulia
Tags: Desa PadangbuliaHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I ❤ Bali : Masyarakat Bali yang Merasa Asing di Tanahnya Sendiri

Next Post

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

“Pengerupukan” di Desa Guwang, Parade Ogoh-ogoh dan Tradisi yang Menghidupkan Kebersamaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co