5 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tara Listiawan, Kesetiaan Membina Anak-anak Menari di Desa Padang Bulia

Gede Dedy Arya Sandy by Gede Dedy Arya Sandy
October 23, 2023
in Khas
Tara Listiawan, Kesetiaan Membina Anak-anak Menari di Desa Padang Bulia

Tara Listiawan | Foto: Dok Pribadi

CERITA inspiratif dari Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, kali ini adalah tentang seorang  pemuda kreatif yang setia mengabdi pada desa dan dunia kesenian. Namanya, Ketut Tara Listiawan, S.Sn., M,Sn.

Ia lahir di Padang Bulia dan kini berusia 24 tahun. Setelah menamatkan pendidikannya di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ia membangun sanggar tari di desanya. Dan, sejak itulah, gema pelestarian seni dan tradisi terdengar terus dari sanggar itu.

Setelah Upacara Ngusabha Sarin Taun

Tara menuntaskan pendidikanya di ISI Denpasar tahun 2021. Pada jenjang S1 ia kuliah pada program studi tari (penciptaan), lalu ia melanjutkan pada program magister pengkajian seni di kampus yang sama. Begitu lulus, ia menularkan aura kesenian di desanya dengan begitu semangat.

Ceritanya bermula pada 22 Desember 2016. Setelah digelarnya upacara ngusabha sarin taun di Desa Padang Bulia ia menyadari satu hal. Pada upacara itulah ia tahu bahwa betapa besarminat anak anak di desa untuk mempelajari tari bali.

Untuk itulah ia punya ide untuk membangun sanggar tari untuk menampung minat anak-anak di bidang tari, khususnya tari bali.

Akhirnya dia dibantu tiga temannya, yakni Meistya Pratiwi, Githa Candra Dewi, dan Wida Surya Pratiwi, untuk mewujudkan keinginannya itu. Mereka sepakat untuk mendirikan wadah untuk adik-adik mereka di desa. Wadah itu berupa sanggar tari.

Dari sanggar itu ia berharap nantinya anak-anak dapat menyalurkan minat dan bakatnya, khususnya dalam bidang seni tari bali, di sanggar itu.

Akhirnya terbentuklah sanggar yang bernama  “Sanggar Seni Eka Ulangun Shanti” dengan moto “Widya Dharma Werdi Budhaya”. Artinya, “Melestarikan kesenian berdasarkan pengetahuan dan kebenaran.”

Tara mengatakan, tujuan pendirian sanggar ini ialah untuk juga memberikan wawasan bahwa menari itu bukan hanya tentang bergerak di atas panggung. “Menari itu lebih tentang bagaimana gerak itu agar diolah dengan rasa, sehingga dengan rasa itulah penari nantinya mendapatkan taksunya,” kata Tara.

Berdirinya sanggar ini, kata Tara, juga untuk memperkenalkan nama desa. Sebab Desa Padang Bulia masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, terutama tentang potensi-potensi warganya, terutama lagi tentang potensi seninya.

Tara memang pemuda desa yang mencintai desanya. Melalui berbagai prestasi yang sempat diraihnya, ia begitu bersemangat membangun desa.

Prestasi yang pernah diraihnya adalah sebagai “Top 10 Bagus Buleleng 2015”, “Runner Up 2 Putra Kampus ISI Denpasar 2017”, “Putra Pariwisata Bali 2022” dan sebagai “Mister Geopark Indonesia 2023”.

Sanggarnya memang belum pernah meraih prestasi, namun Ketut Tara mengatakan sanggarnya tetap ikut berbagai lomba untuk memberi pengalaman kepada anak-anak asuhan di sanggar itu.

Di antara lomba yang sempat sanggarnya ikuti  adalah Lomba Tari Condong di Gedung asana Budaya Singaraja dan Lomba Tari Condong Di ISI Denpasar.

Saat ini sanggarnya sedang mempersiapkan untuk ikut lomba di bulan november mendatang, yaitu Lomba Tari Legong Keraton di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Tara menuturkan untuk saat ini ia juga sedang mempersiapkan berkas-berkas dan persyaratan yang dibutuhkan untuk sertifikasi sanggarnya. Mudah-mudahan dengan adanya sertifikasi nanti bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah desa.

Rancang Program Bulan Menari

Untuk perkembangan sanggarnya ke depan Ketut Tara mengatakan, setelah ulang tahun sanggar di bulan Desember ini ia dan pengurus sanggar berencana akan menerapkan sistem iuran perbulan bagi anggota sanggar. Tujuannya bukan untuk komersil, melainkan untuk konsistensi sanggar, dan para anggota bisa bertanggung jawab dan disiplin mengikuti latihan. 

“Selain itu kami akan membuat program Bulan Menari dan dimulai dari bulan Januari 2024,” katanya.

Program Bulan Menari akan diumumkan nanti pada serangkaian ulang tahun sanggar 24 Desember 2023.  Program Bulan Menari adalah sebuah program dimana setiap akhir bulan akan diadakan pertunjukan seni sebagai hiburan masyarakat dan program tersebut akan menggunakan biaya tiketing masuk yang akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat

.

“Tujuanya adalah untuk memberikan ruang pentas pada adik-adik anggota sanggar,” kata Tara.

Dengan program itu diharapkan anak-anak tidak bosan dalam belajar menari sebab kesempatan untuk pentas selama ini hanya didapat pada saat hari-hari tertentu, misalnya saat odalan di Pura maupun acara-acara keagamaan lainnya.

Sementara uang dari hasil penjualan tiket itu akan dipergunakan untuk mengganti uang yang telah dipergunakan untuk keperluan pertunjukkan.

Ketut tara juga menyampaikan bahwa untuk saat ini jumlah adik-adik yang belajar menari di samggarnya berjumlah 26 orang. Mereka memperlajari Tari Baris Tunggal, Tari Marga Pati, dan Tari Prahduala Nihlayam.

“Materi-materi itu diajarkan setiap enam bulan secara bergantian,” katanya.

Tari Prahduala Nihlayam adalah tari yang menceritakan tentang para bidadari yang di turun dari kahyangan. Tari itu diciptakan oleh Tari Eka Shanti Dewi dengan komposer I Gede Pande Olit.

Apakah waktu 6 bulan sudah cukup untuk menguasai materi tari?  Tara mengatakan, enam bulan sudah cukup, tapi kembali lagi pada personal masing-masing, seberapa cepat mereka dapat menangkap materi yang diberikan guru tari.

“Bagi yang rajin dan cepat menangkap maka waktu 6 bulan sudah sangat cukup,” katanya.

Prinsip yang diterapkan di sanggarnya adalah kehadiran 80% dan juga penguasaan tari yang diajarkan. Jika prinsip itu terpenuhi maka anak-anak baru akan diikutsertakan dalam setiap pertunjukan ataupun lomba-lomba.

Tara juga menceritakan bagaimana proses awal mengajar  di awal mula pendirian sanggarnya. Saat itu ia sudah mulai memasuki semester satu dan dia sedang menetap di Denpasar. Sedangkan sanggarnya berada di Desa Padang Bulia. Bagaimana ia harus mencari peserta-peserta yang mau belajar menari.

Ia mencari anak-anak berawal dari mulut ke mulut. Artinya ia memanfaatkan cerita adik-adik yang sudah bergabung dengannya untuk nantinya bisa mengajak teman-temannya yang lain untuk ikut bergabung. Terus begitu, sampai akhirnya sanggar itu menjadi ramai.

Waktu itu dia juga harus mengatur waktu bagaimana agar di setiap Jumat sore ia bisa pulang ke Padang Bulia untuk nantinya di hari Sabtu dan Minggu bisa mengajar adik-adik menari. Itu dilakukan agar tidak mengganggu perkuliahanya, juga tidak mengganggu sekolah adik-adik peserta sanggar.

Lebih Banyak Sukanya

Lanjut mengenai suka-duka juga harapan kedepannya, Tara menyebutkan sebenarnya lebih banyak sukanya. Ketika proses mengajar berbagi ilmu untuk adik-adik di sanggar, melihat semangat mereka dalam berlatih, itulah sukacita yang dirasakannya.

.

“Saya sungguh mendapatkan perasaan yang tak bisa diungkapkan yang juga mampu membangkitkan semangat dalam diri saya sendiri, bisa sharing mengenai seni tari, bagaimana mengolah rasa dan jiwa, itu sungguh pengalaman yang luar biasa,” kata Tara.

Untuk harapan ke depannya, Tara hanya berharap agar sanggar yang ia bangun bersama teman-temannya di Desa Padang Bulia ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah desa.

Namun tetap secara pribadi Tara tetap tidak berharap banyak, misalnya tidak berharap sanggar yang ia bangun bersama teman-temanya harus diprioritaskan. Sebab ia mendirikan sanggar karena rasa kecintaannya terhadap seni tari.

Tara juga menegaskan pada dasarnya jangan bertanya apa yang sudah didapat atau diberikan oleh desa kepada kita, tetapi apa yang sudah bisa ia perbuat dan berikan untuk desanya. [T]

Struktur organisasi Sanggar Seni Eka Ulangun Sari

  • Penanggung jawab/pendiri: Ketut Tara Listiawan S,Sn., M,Sn.
  • Ketua : Ni Made Meistya Pramista
  • Sekretaris: Ni Komang Githa Chandra Dewi
  • Bendahara: Ni Made Winda Surya Surya Pratiwi A.Md., Keb.
  • No HP: 081 917 084 633

Baca juga artikel atau tulisan menarik lainnya GEDE DEDY ARYA SANDY

Reporter: Gede Dedy Arya Sandy
Penulis: Gede Dedy Arya Sandy
Editor: Made Adnyana

Orang-Orang Dusun Prabakula, Mengukir Kehidupan di Atas Pasir Hitam
Tags: bulelengDesa Padangbuliakesenian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Membaca Sanghyang”: Tentang Ritual, Arsip, Posisi Perempuan, dan Pertanian

Next Post

Sering Disebut-Sebut Netizen, Siapa Presiden Gen Z?

Gede Dedy Arya Sandy

Gede Dedy Arya Sandy

Kerap dijuluki "Orang Gila dari Utara". Pelukis dan seniman tato. Tinggal di desanya di Padangbulia sembali membuka studio melukis sekaligus studio tato. Jika datang ke studionya, ia banyak punya cerita menarik bukan hanya soal tato, tapi juga soal kehidupan

Related Posts

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails
Next Post
Sering Disebut-Sebut Netizen, Siapa Presiden Gen Z?

Sering Disebut-Sebut Netizen, Siapa Presiden Gen Z?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja
Khas

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

by Gading Ganesha
May 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co