14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
March 29, 2025
in Khas
Kemeriahan Total Menyambut Sunyi pada “Pengerupukan Festival” di Singaraja

Dua Penari dari Banjar Kaliuntu sedang melakukan pragmentari "Sangkala Tiga Sakti" | Foto Rusdy Ulu

BANJAR-banjar yang berada di Kota Singaraja, menampilkan ogoh-ogoh terbaiknya dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947, pada malam pengerupukan, Jumat, 28 Maret 2025. Acara itu bertajuk “Pengerupukan Festival” yang digelar oleh Desa Adat Buleleng.

Acara itu sangat meriah, banyak orang tumpah di areal Tugu Singa di Jalan Ngurah Rai. Dengan kostum khas asal banjar mereka, ogoh-ogoh itu diarak menuju Jalan Veteran atau tepatnya di depan Gedung Sasana Budaya, dengan finish terakhir di Setra Buleleng di Jalan Gajah Mada.

Sebelum ke setra—akan dibakar, beberapa pertunjukan lebih dulu digelar di areal lampu lalu-lintas dekat patung kuda di Jalan Veteran, Singaraja. Ada sekitar 14 ogoh-ogoh dari 14 banjar yang melakukan pentas. Pragmentari dipertunjukan di sana berdasarkan cerita ogoh-ogoh yang dibawakan.

Di antara ogoh-ogoh berderet panjang di Jalan Ngurah Rai menuju Jalan Veteran, sebuah epitaf bertuliskan “Sang Kala Tiga Sakti” diangkat seorang perempuan. Ia dari Seka Teruna Satya Eka Dharma Banjar Adat Kaliuntu.

Diikuti oleh 13 perempuan pembawa obor, dan tiga puluh laki-laki memonggok ogoh-ogoh itu, suara tetabuhan baleganjur mengiringi mereka berjalan satu kelompok dari Jalan Ngurah Rai—Jalan Veteran.

Ogoh-ogoh “Sangkala Tiga Sakti” diponggok 30 orang bajang-bajang kuat | Foto Rusdy Ulu

“Sang Kala Tiga Sakti” bak monster besar dengan tampilan yang seram. Kepalanya tiga, dan—tiga-tiganya iblis. Bhuta Kala itu sedang berhadapan dengan orang suci seperti sedang adu sihir. Selain hanya diponggok dan digoyang-goyang, ogoh-ogoh ini akan dipentaskan melalui sebuah pragamentari.

Sesampainya “Sang Kala Tiga Sakti” di lokasi pementasan, seseorang menjerit di depan enam penari,

“Ketika ada yang jatuh seperti kancing atau apapun di kostum, abaikan. Tetap fokus senyum, fokus menari. Sekarang waktunya lomba. Habiskan semua tenaga!” kata perempuan itu ketika saya mencuri dengar. Ya, mereka akan tampil sebentar lagi.

Proses Mecaru dalam Pragmentari “Sangkala Tiga Sakti” | Foto Rusdy Ulu

Perempuan yang berteriak itu bernama Sri Mustya, seorang koreografer dari Seka Teruna Banjar Kaliuntu. Ada enam penari perempuan dan tujuh orang laki-laki yang akan membawakan cerita “Sangkala Tiga Sakti”.

“Tarian ini diangkat dari Bhuta Kala Sangakala Tiga Sakti. Menceritakan tentang rakyat yang buruk dan bhuta kala yang marah. Rakyat di sini digambarkan memiliki ciri khas buruk seperti senang foya-foya, suka mabuk-mabukan, suka berantakin sampah (buang sampah). Intinya buat onar di lingkungan hingga membuat bhuta kala itu marah besar,” kata Sri.

Kemudian ia juga menjelaskan, setelah menyaksikan rakyat teler—terlena pada apa yang buruk itu, di sanalah kemurkaan bhuta kala muncul—melalui penyakit gaib. Cetik atau santet, atau apa saja—juga entah itu virus. Dan untuk menghentikan kemurkaan bhuta kala semacam ini, rakyat mesti pergi ke Ida Pedangda (orang suci), atau melakukan upacara mecaru secara kolektif.

Setelah pengarahan dan persiapan semua selesai, pertunjukan pun dimulai.

Para pembawa obor “Sangkala Tiga Sakti” | Foto: Rusdy

Obor kemudian dinyalakan. Bhuta Kala bangkit dari tidurnya dibopong banyak orang—setelah rehat sejenak. Mereka segera bergegas ke tempat utama untuk tampil.

Sebuah penghalang berwarna putih dibuka, dan tiga perempuan masuk melakukan tarian dengan liukan tangan dan tubuh yang eksotis dan erotis. Mereka melakukan selebrasi modern—menggunakan kacamata dan selfi dengan ponsel.

Setelah itu beberapa laki-laki masuk dan menari, lalu melakukan obrolan sembari mabuk dan buang sampah. Tiga perempuan itu masih menari. Di susul beberapa perempuan membersamai tiga laki-laki sedang mabuk, juga sambil menari. Perempuan itu juga membuang sampah sembarang di pusaran mabuk.

Setelah semua tenggelam pada apa yang buruk—bernama mabuk dan buang sampah sembarang, tiga laki-laki digambarkan sebagai iblis—Sang Bhuta Kala Sakti itu, masuk melalui tirai penghalang yang dibuka orang-orang dibalik layar.

Tiga iblis itu melakukan keonaran dengan sangat marah. Marah-marah. Beberapa penari pria dan perempuan yang berperan sebagai rakyat itu panik dan kacau sekali. Suasana menjadi chaos dan tetabuhan semakin kencang ritmenya. Suasana mencekam…

Tiga penari dalam peran utama “Sangkala Tiga Sakti” dalam pragmentari | Foto Rusdy Ulu

Pada akhirnya mereka melakukan mecaru dengan mendatangi orang suci. Tarian itu ditutup ketika Ida Pedanda masuk dan begulat dengan bhuta kala itu dengan mantra dan air suci, ya, dupa masih menyala. Iblis-iblis itu lenyap kemudian setelah semua obor dinyalakan dan bunyi-bunyi dikeraskan, juga doa dirapal keras-keras.

Penampilan itu berakhir dengan suara gemuruh penonton melalui tepuk tangan yang kencang…

Memang, semua penampilan yang digelar malam itu menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, para penonton rela berjubel. Ada yang duduk di pagar, berdiri di bawah patung, di trotoar di mana-mana mencari celah.

Sehingga festival semacam ini seakan merupa ritual yang heboh. Karena semua orang membawa spirit keakraban dan keharmonisan di tengah desak-desakan badan, tentu, sebelum akhirnya akan benar-benar mensunyikan diri masing-masing.

Seperti pada Widya Astiti, ia mengangkat ponselnya tinggi-tinggi demi mengambil momen video dan foto ketika ogoh-ogoh yang ia tonton, dihadang punggung penonton lain. Tangannya tetap kokoh menjulang ke atas, matanya meliuk—melihat celah lubang seakan mengintip.

“Keren, Kak. Apalagi yang gotong ogoh-ogohnya ganteng-ganteng, hehe,”  kata Astiti di sela menonton pragmentari tadi. “Saya dari Kampung Baru, saya mau nonton ogoh-ogoh dari banjar saya,” lanjut Astiti hendak menonton lagi.

Seorang koreografer pragmentari, Sri Mustya, sedang memperbaiki topeng pemain | Foto: Rusdy Ulu

Semua yang hadir, nyaris—semua memiliki jagoannya masing-masing. Ada empat belas peserta dari berbagai macam banjar dengan hasil kreativitasnya yang unik, dan memiliki pesan terbaik tentang moral tentu saja.

Seperti tadi dari Banjar Kaliuntu yang membawa ogoh-ogoh bertajuk “Sangkala Tiga Sakti”—mengingatkan kita semua sebagai masyarakat jangan mabok aja, juga jangan buang sampah sembarang aja; di kali atau di laut, atau di lingkungan sekitar. Nanti ada yang marah, Bhuta Kala.

Selain dari Banjar Kaliuntu, ada juga dari Banjar Peguyangan membawa ogoh-ogoh “Kala Raksa” yang melakukan pragmentari. Terus ada juga pragmentari “Bhuta Kala Jenggitan” dari Banjar Adat Penataran, Bhuta Dasa Angkara dari Banjar Liligundi.

Kemudian “Kharisma Kroda Geni Rupa” dari Banjar Adat Delodpeken, “Bhuta Wilis” dari Banjar Adat Bali, “Sang Kala Samar” dari Banjar Adat Paketan, “Buta Bun Pamastu” dari Banjar Adat Tengah,  “Buta Cuil” dari Banjar Adat Petak,

“Sang Kala Catur Buta” dari Banjar Adat Kampung Anyar, “Bhuta Kala Dangen” dari Banjar Adat Tegal, dan “Nyi Rimbit” dari Banjar Adat Bale Agung. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Nyepi, Lailatul Qadar, Idulfitri, Meleburlebarkan Fitrah Umat Manusia.
Refleksi Spiritual Nyepi, Tumpek Wariga, dan Idulfitri dalam Pendidikan Pertanian
Ogoh-Ogoh, Nyepi, dan Idulfitri 
Tags: Hari Raya Nyepiogoh-ogohSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Daging Sapi Pesanan Ibu | Cerpen Eyok El-Abrorii

Next Post

Setelah Nyepi, Warga Desa Banjar Ramai-ramai “Nyakan Diwang” atawa Memasak di Luar Rumah

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Setelah Nyepi, Warga Desa Banjar Ramai-ramai “Nyakan Diwang” atawa Memasak di Luar Rumah

Setelah Nyepi, Warga Desa Banjar Ramai-ramai “Nyakan Diwang” atawa Memasak di Luar Rumah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co