RUMAH REBAH SI TUBUH ALAH terimakasih orang-orang baik di bumi, yang melempar buah bajik ke petala, berharap disambut Ta'ala, lalu...
Read moreDetailsTemanku, Nengah Sukerta, sangat menyukai keris. "Memiliki keris, lebih berharga dari mempunyai uang, membuat tidurku nyenyak!" Begitu kata Nengah Sukerta...
Read moreDetailsLENYAP Tiga windu telah berlaluAku nikmati wajah dalam bayangPada siapa aku mengaduKala rindu memenuhi sumsum tulangSerupa dasar laut dipenuhi karangSeperti...
Read moreDetailsDeru motor mengacaukan pikiranku. Kuas yang tadinya ingin kuusapkan pada sketsa berbentuk bunga, malah menyapu zona langit. Aku berdecak. Kesal...
Read moreDetailsKITA ADALAH PENDATANG ASING Masih saja kita tergeriap waktu. Membaca tugas-tugas yang lewat. Menggelontorkan kesah pada sepatu usang. Sebentar lagi...
Read moreDetails“Gugurkan saja!” Suara berat Danu memecah keheningan kala senja itu. Langit belum sepenuhnya menghitam. Guratan-guratan cakrawala yang kemerahan masih menghias...
Read moreDetailsLembaran Lebaran 1.0Perjalanan bak berhentitentang angkatentang usiatentang pahalatentang dosatentang nerakatentang surgatentang kesabaran,dan tentang keikhlasan langkah hidupdemi masa atas nama hamba...
Read moreDetailsLemukih masih berselimut mendung. Gerimis terasa begitu dingin dalam hembusan angin. Darah terasa seperti getah, bergerak lambat mengikuti rima detak...
Read moreDetailsNUR ILLAHI aku tak mungkin bisa menulis nama Allah dengan benarsebab kau tahu aku datang dari kegelapanseperti jelaga dari pijar...
Read moreDetailsAYAM TERTAWA Kudengar ayam berkokok, suaranya miriporang tertawa. Menertawai kemalanganyang kian hari dianggap lucu dan biasa. Bumi bergetar, terjadi gempa...
Read moreDetailsSiwa menyiapkan semua keperluannya dengan tergesa-gesa untuk tugas sore ini di rumah sakit. Ia sangat cemas dan tertekan karena saat...
Read moreDetailsSEBUAH WAJAH YANG TAK PERNAH BISA KULUKIS selalu bisa kusapugurat-gurat zaman di wajahdengan segar warna merahtabur bedak pada coklat noda-nodadan...
Read moreDetailsTILEM Tilemcemasku laksana gadis dengan haid pertama gelisahku bak pengantin di tepian ranjang malam pertama Tilemkumohon jangan pergipergimu adalah pendar...
Read moreDetails“Namaku Winda. Aku sedang hamil! Kau kenal Aditya? Ia pacarku, dan sekarang aku sedang mengandung anaknya! Kudengar kau pacaran dengannya!”...
Read moreDetailsSudah hampir dua jam Gede Sura mondar-mandir di ruang tunggu rumah sakit. Sesekali dia duduk, kakinya tak henti-hentinya digerakkan, kemudian...
Read moreDetailsKOTA TAK PERNAH TIDUR kota tak pernah tidurjangan harap larut malam hadir di ranjangmukarena lampu-lampu kota menggantikan terangsebelum matahari menghilang...
Read moreDetailsBIBIR Luh Sekar dan Gusti Komang berpagutan. Asmara mereka begitu panas. Ini malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri yang...
Read moreDetailsBukankah hidup adalah sebuah pilihan, tapi mengapa hidup kerap kali menyuguhkan hal-hal yang tidak pernah dipilih sebelumnya? Setidaknya itulah yang...
Read moreDetailsSEPERTI PERJALANAN ISRA-MIRAJ:PERDAMAIAN DAN PEPERANGAN TEREKAM ALBUM SEMESTA Ketika malam ituTuhan menghentikan gerak ruang, menjeda putaran waktudan memindahkan jiwa matahari...
Read moreDetailsSejak subuh, kakek sibuk menebar jala untuk ikan-ikan yang berenang-renang mengitari jukung. Dengan lampu terang untuk menarik perhatian ikan, suara...
Read moreDetailsJantung berdebar. Peluh membasahi tirus wajahku. Napasku memburu, Cepat. Aku berhenti pada rimbun lebat semak-semak. Ini rimbun yang cocok untukku...
Read moreDetailsDi hadapan cermin besar di kamarnya, seusai mandi, Dayu Inten melepas handuk yang meliliti tubuhnya. Dan, ia seperti kagum sendiri,...
Read moreDetails"Mereka mungkin serupa Singa Nemea, Burung Simurgh, atau hewan-hewan mengerikan di Mitologi Nordik bahkan mungkin lebih buruk dari itu, hanya...
Read moreDetailsPan Darma terbangun tengah malam setelah bermimpi buruk dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Di sampingnya, istrinya masih tertidur pulas dengan...
Read moreDetailsRumah sakit di kabupaten kecil itu heboh. Seorang dokter, suatu malam, tidur dan bermalam di ruang pasien. Ia bercerita bersama...
Read moreDetailsHANYA MATAHARI Di ujung waktuKita bertemuTiga seteruYang jadi guruDalam gundahAda yang salahHanya matahariSelalu mengabari Umah Menuh, 22/01/2022 TAMU Tamu yang...
Read moreDetailsAku tak akan menghampiri rumah si Kerudung Merah jika bukan karena hantu ayahku; ia mati sepuluh tahun lalu dengan perut...
Read moreDetailsKE MANA KUBAWA LARI saat membacaberlembar lembar kisahdi atas bait kehidupan bersuluh pada heningdan hingar bingaryang berputar pada otak,tak jua...
Read moreDetailsPerkampungan mulai bergerak memenuhi waktu. Para ibu sejak pagi telah disibukan kandang babi, para bapak pergi ke tegalan dan mengurus...
Read moreDetailsTUHAN DI ATAS KITA "di mana kau sembunyi, adam?" tanya tuhan--adam di balik belukar sorga-- tapi di mana kita sembunyi...
Read moreDetailsPADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...
Read moreDetailsSATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...
Read moreDetailsSejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...
Read moreDetails

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...
CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...
Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co