
- Judul: Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
- Penerbit: PT Tatkala Sekala Media
- Penulis: Putri Wijaya
- ISBN: Masih dalam proses
- Tebal: vi + 140 halaman
- Cetakan Pertama: November, 2026
“Bahasa Alien” dan Metode Pertahanan yang Agak Sehat
Di halaman-halaman buku ini, kamu akan menemukan metafora jenaka yang—semoga—nggak bikin kamu garuk-garuk kepala. Bisa disebut “bahasa alien”, meski mungkin sebenarnya itu cuma peran-peran ajaib yang kita mainkan di sekolah bernama bumi.
Welas Jiwa:
Makhluk yang lahir dari empati terdalam, terdiri dari kasih, bersemayam dengan iba, namun masih menuai luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mungkin ia tidak diciptakan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang luka, tapi ia hadir dalam misi menemani. Ikut merasakan, membuai, merayakan dan dengan rasa bangga sama-sama bertahan dalam elegi kehidupan. Tiap heningnya terselip doa tulus, agar koloni welas jiwa sama-sama pulang dalam kedamaian utuh. Bukan sekedar fatamorgana utopia belaka.
Perempuan Lumut:
Spesies perempuan yang udah capek jadi “manusia sempurna” dan akhirnya memilih jadi lumut. Hidupnya lebih slow, lebih dekat tanah, dan jujur aja… jauh lebih damai ketimbang terus berjuang ngejar standar orang. (Bonus: nggak perlu “perform” tiap hari, boleh melamun dengan manis sambil berfotosintesis.)
Mayat Hidup:
Bukan zombie film horor, tapi versi kita yang kadang bangun pagi tanpa jiwa. Hidup sih hidup, tapi rasanya kosong. Mayat hidup biasanya muncul setelah terlalu lama pura-pura kuat. Menyimpan luka yang kadang lupa untuk dirawat. Untungnya, beda sama zombie beneran, kita bisa pelan-pelan hidup lagi kalau nemu tempat aman buat rebahan dan napas lega.
Koloni Lembut:
Kumpulan jiwa-jiwa yang nggak pernah berisik di dunia nyata, tapi di dalam dada selalu bergetar kayak speaker bass. Kita saling nemu lewat tatapan kosong yang paham, atau lewat buku aneh ini. Koloni ini nggak punya seragam, cuma kode rahasia: hati yang masih mau hidup.
Manusia Beta:
Manusia versi “belum selesai”—yang tiap hari di-update sama luka, tawa getir, dan sedikit keberanian. Kalau hidup ini software, kita semua masih dalam mode beta. Dan mungkin itu bagus, karena artinya kita selalu bisa di-debug dan diperbaiki pelan-pelan. Entah apa tujuanku menulis kamus alien ini, anggap saja ini metode pertahanan yang agak sehat— lagi. Sudah dulu, silahkan membaca buku ini para sobat welas jiwaku. Kalau malas baca berurutan sangat diperbolehkan buka secara acak—asal tetap dijaga kesopanannya. [T]






















