Kelahiran Pupuan 01 Februari 1991. Menetap di Kota Singaraja, Provinsi Bali-Indonesia. Ia merupakan Instruktur Bahasa Inggris di sekolah pariwisata di Singaraja-Bali. Karyanya termuat di beberapa media online seperti Media Bali, Competer Indonesia, Dermagasastra, Riau Sastra, Tajdid.id, Buletin Kapas, Ngewiyak.com, Semesta Seni, Pahatan Sastra, TirasTimes, Umakalada News dan SKSP Literary. Beberapa karya antologi yang telah terbit yaitu Dongeng Rimba Cerita bersama Made Taro, Tinta Pelangi Cinta, Semprong Puun, Ekploit Organ Dalam, Pijar Sebuah Ruang dan Manuskrip Bintoro. Buku antologi solo pertamanya berjudul Lelakut. Ia merupakan Juara 1 Lomba Cipta Puisi AIS (Agustus-September 2021) dan Peraih Anugerah COMPETER Indonesia 2022. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER) - Indonesia. Belajar di Asqa Imagination School (AIS). Ia tergabung dalam grup kepenulisan KEPUL, Komunitas Kembang Rampai Bali, dan Genitri.
ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...
Read moreDetailsBALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...
Read moreDetailsPAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...
Read moreDetails

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...
HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...
SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co