25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 26, 2022
in Puisi
Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Angga Wijaya

AYAM TERTAWA

Kudengar ayam berkokok, suaranya mirip
orang tertawa. Menertawai kemalangan
yang kian hari dianggap lucu dan biasa.

Bumi bergetar, terjadi gempa di banyak tempat,
sementara kita sibuk menulis status di media sosial;
itu kebodohan atau kemajuan, aku tak tahu pasti.

Basa-basi biasa kita ucapkan, tanpa mau
rasakan kesedihan kaum papa. Di negeri ini,
kini banyak orang kaya baru bermunculan.

Omongan mereka selalu dipercaya, walau tak
bermakna apa-apa. Terdengar indah, seperti
motivator terkenal di siaran radio dan televisi

Hidup untuk diri sendiri dan keluarga dekat
Tak pernah memikirkan semesta yang sekarat
Harta membuat mereka silau dan lupa diri.

Tangan yang memberi itu lebih jauh berarti
Asalkan tak diketahui orang, atau swafoto agar
banyak orang tahu mereka adalah dermawan.

Jika itu dilakukan, kita hanya seperti ayam,
menepuk dada dan bersuara mirip tertawa
Tanda keangkuhan yang tidak kita sadari.

2021

PERCAKAPAN SORE

Setelah ini, aku akan terus menulis. Bukan hanya soal terapi,
lebih jauh dari itu; aku hanya ingin bermain-main. Dunia kini
bagiku adalah taman bermain, tempat senda-gurau abadi.

Kita mesti terus hidup, bukan? Kewajiban yang baiknya
dijalankan dengan kesadaran, meski kadang berat dan berliku.
Jalani peran dengan bahagia, tak bertanya apa tujuan ini semua;
seperti eksistensialis yang kau singgung pada percakapan kita.

Minum kopimu, aku membuatnya khusus sebagai kawan.
Asap rokok penuhi ruangan, keluar perlahan melalui jendela
dan lubang angin, pada tahun penuh kecemasan. Wabah tak
kunjung usai, kesulitan hidup beri petunjuk dan hikmah.

Lukisan dan puisi yang kau buat bagus. Keadaan jiwa
bahagia sekaligus resah. Teruslah berkarya; tidak untuk
apa-apa, selain untuk hidup dan merayakan kehidupan.

2021

HUJAN BERHENTI SAAT KAMI SAMPAI

Selepas hujan, kami tiba di tujuan. Desa telah lama menjadi kota,
petani tinggal sedikit, gontai menuju sawah-sawah terakhir.

Turis tak berbaju melaju kencang di jalan, kemerdekaan yang
tak dirasa di negerinya.Berselancar di pantai yang kini sepi sekali.

Burung kudengar berkicau, di kabel listrik tak beraturan, pemandangan
biasa negara dunia ketiga. Banyak hal yang masih kusut dan semrawut.

Kami berselisih tentang hujan, sementara air menerjang dari mobil
sebelah, basahi baju seragam yang baru tadi kau setrika rapi.

Mesin absen kabarkan keterlambatan, itu artinya ada uang yang
akan dipotong. Aturan adalah kesepakatan, walau kau pulang telat.

Kusut dan berdebu, rambutmu berbau abu. Aku masih mencintaimu,
seperti dulu pertama kali bertemu. Percaya cinta berujung bahagia.

2021

PARANOIA

Virginia, apa yang kau pikirkan? Seharian mengurung diri di kamar, bersama lembaran kertas sebagian berserakan di lantai. Kau belum makan dari kemarin, beberapa kali pembantu kita mengetuk pintu kamar, engkau bergeming. Itu membuatku khawatir.
Ingatkah engkau, di peron stasiun kau terlihat cemas. Kemana-mana aku mencarimu, aku takut kau tersesat di desa yang baru kita tinggali. Kau pernah berkata tak betah dengan suasana sepi dan ingin kembali ke kota asalmu.
Aku mengkhawatirkanmu. Tak pernah terbayangkan, jika mimpi-mimpi dalam tidurku menjadi nyata; kau dirawat di rumah sakit jiwa, berada di ruang isolasi, kaki dan tanganmu diikat. Kau melawan sekuat tenaga, hingga perawat dan penjaga sal kewalahan.
Bukumu disukai banyak orang, beberapa dari mereka menulis surat untukmu. Kau penulis jenius. Kuharap semua baik-baik saja, sayangi dirimu, engkau berharga. Kau bisa bicara tentang apa pun padaku, seperti percakapan dalam cerita yang kau tulis. Kelam, gambaran hati dan jiwamu.

2021

RIWAYAT PENYAIR

Subuh sebentar lagi tiba,
aku menunggu dengan sabar.

Kamar dingin. Suara burung
kabarkan kemerduan hari berlalu.

Kelam jiwa penyair asing
Puisi-puisi penuh luka
Membaca itu aku teringat diri
Kami punya duka yang sama

Lapar membuat tidur tak nyenyak
Sementara lukisan—juga puisi—
tak hasilkan apa-apa.

Kita tak bisa makan dari itu.
Wabah tunjukkan sifat asli;
Individualis dan egois.

Bunuh diri pilihan bodoh.
Itu aku pahami kini.

Lari dari peperangan,
Kenyataan di depan mata.

“Bertempurlah, hadapi semua!”
Sahabat sejati berkata padaku
Meringkuk aku dalam gelap.

2021

LAGU CINTA UNTUK TUHAN

Tuhan, sudah jauh aku berjalanan
Kerap kali melupakan nama-Mu
Tersesat aku di tempat yang asing
Aku tak lagi lantunkan doa-doa

Dini hari ini aku terbangun
Mimpi buruk ingatkan aku
Wajah kematian menakutkan
Berpaling aku pada rupa-Mu

Masihkah ada kesempatan itu
Kau menghiburku kala sedih
Menegurku saat aku lengah
Betapa baik dirimu, Tuhan

Engkau kekasih diri ini
Beri aku satu petunjuk
Dunia buatku terlena
Jauhkanku dari-Mu

2021

____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAIN

Puisi-puisi Mettarini | Aku Mencumbu Waktu
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Next Post

Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co