4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 26, 2022
in Puisi
Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Angga Wijaya

AYAM TERTAWA

Kudengar ayam berkokok, suaranya mirip
orang tertawa. Menertawai kemalangan
yang kian hari dianggap lucu dan biasa.

Bumi bergetar, terjadi gempa di banyak tempat,
sementara kita sibuk menulis status di media sosial;
itu kebodohan atau kemajuan, aku tak tahu pasti.

Basa-basi biasa kita ucapkan, tanpa mau
rasakan kesedihan kaum papa. Di negeri ini,
kini banyak orang kaya baru bermunculan.

Omongan mereka selalu dipercaya, walau tak
bermakna apa-apa. Terdengar indah, seperti
motivator terkenal di siaran radio dan televisi

Hidup untuk diri sendiri dan keluarga dekat
Tak pernah memikirkan semesta yang sekarat
Harta membuat mereka silau dan lupa diri.

Tangan yang memberi itu lebih jauh berarti
Asalkan tak diketahui orang, atau swafoto agar
banyak orang tahu mereka adalah dermawan.

Jika itu dilakukan, kita hanya seperti ayam,
menepuk dada dan bersuara mirip tertawa
Tanda keangkuhan yang tidak kita sadari.

2021

PERCAKAPAN SORE

Setelah ini, aku akan terus menulis. Bukan hanya soal terapi,
lebih jauh dari itu; aku hanya ingin bermain-main. Dunia kini
bagiku adalah taman bermain, tempat senda-gurau abadi.

Kita mesti terus hidup, bukan? Kewajiban yang baiknya
dijalankan dengan kesadaran, meski kadang berat dan berliku.
Jalani peran dengan bahagia, tak bertanya apa tujuan ini semua;
seperti eksistensialis yang kau singgung pada percakapan kita.

Minum kopimu, aku membuatnya khusus sebagai kawan.
Asap rokok penuhi ruangan, keluar perlahan melalui jendela
dan lubang angin, pada tahun penuh kecemasan. Wabah tak
kunjung usai, kesulitan hidup beri petunjuk dan hikmah.

Lukisan dan puisi yang kau buat bagus. Keadaan jiwa
bahagia sekaligus resah. Teruslah berkarya; tidak untuk
apa-apa, selain untuk hidup dan merayakan kehidupan.

2021

HUJAN BERHENTI SAAT KAMI SAMPAI

Selepas hujan, kami tiba di tujuan. Desa telah lama menjadi kota,
petani tinggal sedikit, gontai menuju sawah-sawah terakhir.

Turis tak berbaju melaju kencang di jalan, kemerdekaan yang
tak dirasa di negerinya.Berselancar di pantai yang kini sepi sekali.

Burung kudengar berkicau, di kabel listrik tak beraturan, pemandangan
biasa negara dunia ketiga. Banyak hal yang masih kusut dan semrawut.

Kami berselisih tentang hujan, sementara air menerjang dari mobil
sebelah, basahi baju seragam yang baru tadi kau setrika rapi.

Mesin absen kabarkan keterlambatan, itu artinya ada uang yang
akan dipotong. Aturan adalah kesepakatan, walau kau pulang telat.

Kusut dan berdebu, rambutmu berbau abu. Aku masih mencintaimu,
seperti dulu pertama kali bertemu. Percaya cinta berujung bahagia.

2021

PARANOIA

Virginia, apa yang kau pikirkan? Seharian mengurung diri di kamar, bersama lembaran kertas sebagian berserakan di lantai. Kau belum makan dari kemarin, beberapa kali pembantu kita mengetuk pintu kamar, engkau bergeming. Itu membuatku khawatir.
Ingatkah engkau, di peron stasiun kau terlihat cemas. Kemana-mana aku mencarimu, aku takut kau tersesat di desa yang baru kita tinggali. Kau pernah berkata tak betah dengan suasana sepi dan ingin kembali ke kota asalmu.
Aku mengkhawatirkanmu. Tak pernah terbayangkan, jika mimpi-mimpi dalam tidurku menjadi nyata; kau dirawat di rumah sakit jiwa, berada di ruang isolasi, kaki dan tanganmu diikat. Kau melawan sekuat tenaga, hingga perawat dan penjaga sal kewalahan.
Bukumu disukai banyak orang, beberapa dari mereka menulis surat untukmu. Kau penulis jenius. Kuharap semua baik-baik saja, sayangi dirimu, engkau berharga. Kau bisa bicara tentang apa pun padaku, seperti percakapan dalam cerita yang kau tulis. Kelam, gambaran hati dan jiwamu.

2021

RIWAYAT PENYAIR

Subuh sebentar lagi tiba,
aku menunggu dengan sabar.

Kamar dingin. Suara burung
kabarkan kemerduan hari berlalu.

Kelam jiwa penyair asing
Puisi-puisi penuh luka
Membaca itu aku teringat diri
Kami punya duka yang sama

Lapar membuat tidur tak nyenyak
Sementara lukisan—juga puisi—
tak hasilkan apa-apa.

Kita tak bisa makan dari itu.
Wabah tunjukkan sifat asli;
Individualis dan egois.

Bunuh diri pilihan bodoh.
Itu aku pahami kini.

Lari dari peperangan,
Kenyataan di depan mata.

“Bertempurlah, hadapi semua!”
Sahabat sejati berkata padaku
Meringkuk aku dalam gelap.

2021

LAGU CINTA UNTUK TUHAN

Tuhan, sudah jauh aku berjalanan
Kerap kali melupakan nama-Mu
Tersesat aku di tempat yang asing
Aku tak lagi lantunkan doa-doa

Dini hari ini aku terbangun
Mimpi buruk ingatkan aku
Wajah kematian menakutkan
Berpaling aku pada rupa-Mu

Masihkah ada kesempatan itu
Kau menghiburku kala sedih
Menegurku saat aku lengah
Betapa baik dirimu, Tuhan

Engkau kekasih diri ini
Beri aku satu petunjuk
Dunia buatku terlena
Jauhkanku dari-Mu

2021

____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAIN

Puisi-puisi Mettarini | Aku Mencumbu Waktu
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Next Post

Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co