4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 26, 2022
in Puisi
Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Angga Wijaya

AYAM TERTAWA

Kudengar ayam berkokok, suaranya mirip
orang tertawa. Menertawai kemalangan
yang kian hari dianggap lucu dan biasa.

Bumi bergetar, terjadi gempa di banyak tempat,
sementara kita sibuk menulis status di media sosial;
itu kebodohan atau kemajuan, aku tak tahu pasti.

Basa-basi biasa kita ucapkan, tanpa mau
rasakan kesedihan kaum papa. Di negeri ini,
kini banyak orang kaya baru bermunculan.

Omongan mereka selalu dipercaya, walau tak
bermakna apa-apa. Terdengar indah, seperti
motivator terkenal di siaran radio dan televisi

Hidup untuk diri sendiri dan keluarga dekat
Tak pernah memikirkan semesta yang sekarat
Harta membuat mereka silau dan lupa diri.

Tangan yang memberi itu lebih jauh berarti
Asalkan tak diketahui orang, atau swafoto agar
banyak orang tahu mereka adalah dermawan.

Jika itu dilakukan, kita hanya seperti ayam,
menepuk dada dan bersuara mirip tertawa
Tanda keangkuhan yang tidak kita sadari.

2021

PERCAKAPAN SORE

Setelah ini, aku akan terus menulis. Bukan hanya soal terapi,
lebih jauh dari itu; aku hanya ingin bermain-main. Dunia kini
bagiku adalah taman bermain, tempat senda-gurau abadi.

Kita mesti terus hidup, bukan? Kewajiban yang baiknya
dijalankan dengan kesadaran, meski kadang berat dan berliku.
Jalani peran dengan bahagia, tak bertanya apa tujuan ini semua;
seperti eksistensialis yang kau singgung pada percakapan kita.

Minum kopimu, aku membuatnya khusus sebagai kawan.
Asap rokok penuhi ruangan, keluar perlahan melalui jendela
dan lubang angin, pada tahun penuh kecemasan. Wabah tak
kunjung usai, kesulitan hidup beri petunjuk dan hikmah.

Lukisan dan puisi yang kau buat bagus. Keadaan jiwa
bahagia sekaligus resah. Teruslah berkarya; tidak untuk
apa-apa, selain untuk hidup dan merayakan kehidupan.

2021

HUJAN BERHENTI SAAT KAMI SAMPAI

Selepas hujan, kami tiba di tujuan. Desa telah lama menjadi kota,
petani tinggal sedikit, gontai menuju sawah-sawah terakhir.

Turis tak berbaju melaju kencang di jalan, kemerdekaan yang
tak dirasa di negerinya.Berselancar di pantai yang kini sepi sekali.

Burung kudengar berkicau, di kabel listrik tak beraturan, pemandangan
biasa negara dunia ketiga. Banyak hal yang masih kusut dan semrawut.

Kami berselisih tentang hujan, sementara air menerjang dari mobil
sebelah, basahi baju seragam yang baru tadi kau setrika rapi.

Mesin absen kabarkan keterlambatan, itu artinya ada uang yang
akan dipotong. Aturan adalah kesepakatan, walau kau pulang telat.

Kusut dan berdebu, rambutmu berbau abu. Aku masih mencintaimu,
seperti dulu pertama kali bertemu. Percaya cinta berujung bahagia.

2021

PARANOIA

Virginia, apa yang kau pikirkan? Seharian mengurung diri di kamar, bersama lembaran kertas sebagian berserakan di lantai. Kau belum makan dari kemarin, beberapa kali pembantu kita mengetuk pintu kamar, engkau bergeming. Itu membuatku khawatir.
Ingatkah engkau, di peron stasiun kau terlihat cemas. Kemana-mana aku mencarimu, aku takut kau tersesat di desa yang baru kita tinggali. Kau pernah berkata tak betah dengan suasana sepi dan ingin kembali ke kota asalmu.
Aku mengkhawatirkanmu. Tak pernah terbayangkan, jika mimpi-mimpi dalam tidurku menjadi nyata; kau dirawat di rumah sakit jiwa, berada di ruang isolasi, kaki dan tanganmu diikat. Kau melawan sekuat tenaga, hingga perawat dan penjaga sal kewalahan.
Bukumu disukai banyak orang, beberapa dari mereka menulis surat untukmu. Kau penulis jenius. Kuharap semua baik-baik saja, sayangi dirimu, engkau berharga. Kau bisa bicara tentang apa pun padaku, seperti percakapan dalam cerita yang kau tulis. Kelam, gambaran hati dan jiwamu.

2021

RIWAYAT PENYAIR

Subuh sebentar lagi tiba,
aku menunggu dengan sabar.

Kamar dingin. Suara burung
kabarkan kemerduan hari berlalu.

Kelam jiwa penyair asing
Puisi-puisi penuh luka
Membaca itu aku teringat diri
Kami punya duka yang sama

Lapar membuat tidur tak nyenyak
Sementara lukisan—juga puisi—
tak hasilkan apa-apa.

Kita tak bisa makan dari itu.
Wabah tunjukkan sifat asli;
Individualis dan egois.

Bunuh diri pilihan bodoh.
Itu aku pahami kini.

Lari dari peperangan,
Kenyataan di depan mata.

“Bertempurlah, hadapi semua!”
Sahabat sejati berkata padaku
Meringkuk aku dalam gelap.

2021

LAGU CINTA UNTUK TUHAN

Tuhan, sudah jauh aku berjalanan
Kerap kali melupakan nama-Mu
Tersesat aku di tempat yang asing
Aku tak lagi lantunkan doa-doa

Dini hari ini aku terbangun
Mimpi buruk ingatkan aku
Wajah kematian menakutkan
Berpaling aku pada rupa-Mu

Masihkah ada kesempatan itu
Kau menghiburku kala sedih
Menegurku saat aku lengah
Betapa baik dirimu, Tuhan

Engkau kekasih diri ini
Beri aku satu petunjuk
Dunia buatku terlena
Jauhkanku dari-Mu

2021

____

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAIN

Puisi-puisi Mettarini | Aku Mencumbu Waktu
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Next Post

Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails
Next Post
Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co