4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
June 26, 2022
in Khas
Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Para gadis di atas Bale Petemu Tengah tempat prosesi Perang Pandan. | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-Kare adalah sebuah tradisi ritual di Desa Tenganan Pagringsingan, Kabupaten Karangasem, sebuah ritus pemujaan kepada Dewa Indra yang dipercaya sebagai manifestasi Tuhan sebagai Dewa Hujan.  

Desa Tenganan Pagrinsingan, masuk salah satu desa tua di Bali dan desa ini disebut Bali Aga. Upacara Mekare-kare dilakukan setiap sasih kelima kalender Tenganan yang berkaitan dengan tradisi sambah muran, yang berlangsung pada akhir bulan Juni atau awal Juli.

Upacara ini tak luput disaksikan oleh para gadis di atas Bale Petemu Tengah tempat prosesi Perang Pandan. Mereka berias menggunakan kain pegrinsingan sebagai kain khas Desa Tenganan. Grinsing adalah kain yang diyakini sebagai kain penolak bala. Grin artinya sakit dan sing berarti tidak. Jadi Grinsing berarti penolak sakit. Kain ini merupakan simbol Tuhan.

Foto: Prosesi “Melelawang” | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-kare dilakukan oleh para laki-laki Tenganan, baik anak-anak maupun dewasa. Mereka yang naik ke Bale Petemu Tengah, tempat pertunjukan Perang Pandan harus membuka baju.

Tahun ini upacara Mekare-kare dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2022. Mekare-kare atau perang pandan dimulai pukul 13.30 Wita. Sebelumnya dilakukan acara ngunya desa “melelawang”, yakni upacara berkeliling desa selama 2 kali putaran. Kegiatan “melelawang” diikuti oleh pemuda desa, dan krma desa Banjar Pande dan juga krama adat Tenganan lainnya dengan membawa atribut upakara ritual. Upacara ini dimulai pukul 12.35 Wita yang diiringi dengan tabuh gamelan Baleganjur.

Foto: Prosesi “Melelawang” | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-kare ini diiringi dengan gamelan Selonding. Salah satu gamelan Bali yang tergong tua. Kata Selonding, itu sudah ada pada zaman kerajaan Kediri di Jawa Timur pada abad XI tercantum pada lontar Kakawin Bharatayuddha (Tusan, 2001:17).

Menurut penuturan I Putu Suardana, turunnya gamelan Selonding terdapat 3 bilah sebagai penganugrahan dari Hyang Maha Kuasa,  1 bilah gong, 1 bilah petuduh, 1 bilah nyongnyongan. Gamelan Selonding Tenganan sangat disakralkan. Mereka memuja Ratu Bagus Selonding sebagai dewa yang berstana di gamelan Selonding.

Gamelan Selonding sakral Tenganan tidak boleh dipegang oleh siapapun, kalau itu terjadi harus dilakukan upacara pembersihan dengan sarana upakara. Begitu juga para pemainnya. Penabuh Selonding ini terpilih dan dipilih oleh Klian Desa. Penabuhnya adalah kaum laki-laki, yang tidak mengalami kelainan fisik (Wawancara dengan I Putu Suardana, 47 tahun). Regenerasinya dilakukan oleh senior ke junior. Mereka belajar Selonding dengan gamelan Selonding duplikat dari Selonding sakral Tenganan yang ditempatkan di Bale Musium sebelah utara.

Mereka yang sudah dianggap mampu bermain Selonding akan dinobatkan menjadi penabuh Selonding inti yang menabuh saat upacara Mekare-Kare (Perang Pandan) dengan perangkat Selonding sakral yang ada di Bale PetemuTengah. Gamelan Selonding Tanganan hanya digunakan untuk mengiringi tari Mekare-kare dan iringan Tari Rejang.

 Tabuh pembuka dimainkan gending Geguron yang hanya dimainkan oleh 4 orang, di instrumen peneman, petuduh, Gong ageng dan gong Alit, sebagai pokok, dan instrumen Nyongnyongan bisa main bisa tidak. Gending Geguron sangat disakralkan oleh masyarakat Tenganan. Gending ini tidak boleh di rekam oleh siapapun. Tabuh ini hanya boleh dimainkan oleh pemain Selonding Tenganan saja.

Selanjutnya lagu kedua mulai dimainkan gending Mekare-kare sebagai musik iringan ritual Mekare-kare atau Perang Pandan/Megeret Pandan dengan iringan Selonding menggunakan saih Puja Semara Ageng (nada ding di sadi menjadi deng). Mekare-kare atau Perang Pandan/Megeret Pandan, perang dengan mempergunakan daun pandan berduri sebagai senjata dan tameng atau alat untuk menghindari serangan lawan. Pandan berduri menurut keyakinan Hindu, adalah salah satu sarana penolak bala. Sarana ritual ini digunakan juga pada upacara lainnya.

Foto: Prosesi Mekare-Kare (Perang Pandan) | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Pada prosesi Mekare-Kare/Perang Pandan, ada strategi yang dimainkan. Tangan kiri selain memegang tameng, juga difungsikan untuk menjepit tangan lawan sehingga tidak bisa menggeretkan pandannya ke badan lawan. Tangan kanan memegang pandan berduri yang sembari menggeretkan pandan di tubuh lawan. Tak jarang, duri  pandan pun tertancap jelas di badan pemainnya. Akan tetapi, diantara meraka, tidak terlihat rasa sakit. Ekspresi mereka terlihat kegirangan. Mereka bangga dapat melakukan tradisinya. Sebuah tanda keiklasan dari persembahan yang mereka persembahkan. Kesetiaan pada Hyang di puja dan sujud bakti kepada tanah kelahiran dan dewa yang dipuja.

Mereka adalah pewaris tradisi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab akan keberlangsungannya di masa depan. Hujan turun rintik-rintik. Turunnya hujan ini disambut kemeriahan dan keberkatan dari Dewa Indra. 

Secara visual ritus ini mengandung pesan bahwa, generasi penerus Tenganan dipersiapkan untuk melanjutkan kehidupannya. Keberanian, menjadi hal terpenting dalam menjalankan hal apapun. Tidak ada dendam tersirat. Keteguhan hati, kontrol diri, dan bersahaja merupakan nilai yang dapat diambil.dari ritus Mekare-Kare ini.

Gending ketiga dimainkan gending Nyanjangan dengan saih nada Selonding ding di saih sadi menjadi dang. Panggung pun roboh ketika Perang Pandan berlangsung kurang lebih dalam durasi 1 jam. Upacara jeda, dikarenakan kondisi panggung yang roboh. Semangat yang menggebu- gebu dari para pemain Perang Pandan pun menjadi spirit rirual ini. Gending ke empat dimainkan gending Rejang Renteng sebagai gending penutup prosesi Perang Pandan. [T]

Tags: Desa TengananDesa Tenganan PegringsinganPerang PandanritualTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksi “Magangsing” dari Sekeha Gangsing Kayu Sambuk, Desa Gobleg, Pukau Penonton

Next Post

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co