24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
June 26, 2022
in Khas
Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Para gadis di atas Bale Petemu Tengah tempat prosesi Perang Pandan. | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-Kare adalah sebuah tradisi ritual di Desa Tenganan Pagringsingan, Kabupaten Karangasem, sebuah ritus pemujaan kepada Dewa Indra yang dipercaya sebagai manifestasi Tuhan sebagai Dewa Hujan.  

Desa Tenganan Pagrinsingan, masuk salah satu desa tua di Bali dan desa ini disebut Bali Aga. Upacara Mekare-kare dilakukan setiap sasih kelima kalender Tenganan yang berkaitan dengan tradisi sambah muran, yang berlangsung pada akhir bulan Juni atau awal Juli.

Upacara ini tak luput disaksikan oleh para gadis di atas Bale Petemu Tengah tempat prosesi Perang Pandan. Mereka berias menggunakan kain pegrinsingan sebagai kain khas Desa Tenganan. Grinsing adalah kain yang diyakini sebagai kain penolak bala. Grin artinya sakit dan sing berarti tidak. Jadi Grinsing berarti penolak sakit. Kain ini merupakan simbol Tuhan.

Foto: Prosesi “Melelawang” | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-kare dilakukan oleh para laki-laki Tenganan, baik anak-anak maupun dewasa. Mereka yang naik ke Bale Petemu Tengah, tempat pertunjukan Perang Pandan harus membuka baju.

Tahun ini upacara Mekare-kare dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2022. Mekare-kare atau perang pandan dimulai pukul 13.30 Wita. Sebelumnya dilakukan acara ngunya desa “melelawang”, yakni upacara berkeliling desa selama 2 kali putaran. Kegiatan “melelawang” diikuti oleh pemuda desa, dan krma desa Banjar Pande dan juga krama adat Tenganan lainnya dengan membawa atribut upakara ritual. Upacara ini dimulai pukul 12.35 Wita yang diiringi dengan tabuh gamelan Baleganjur.

Foto: Prosesi “Melelawang” | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-kare ini diiringi dengan gamelan Selonding. Salah satu gamelan Bali yang tergong tua. Kata Selonding, itu sudah ada pada zaman kerajaan Kediri di Jawa Timur pada abad XI tercantum pada lontar Kakawin Bharatayuddha (Tusan, 2001:17).

Menurut penuturan I Putu Suardana, turunnya gamelan Selonding terdapat 3 bilah sebagai penganugrahan dari Hyang Maha Kuasa,  1 bilah gong, 1 bilah petuduh, 1 bilah nyongnyongan. Gamelan Selonding Tenganan sangat disakralkan. Mereka memuja Ratu Bagus Selonding sebagai dewa yang berstana di gamelan Selonding.

Gamelan Selonding sakral Tenganan tidak boleh dipegang oleh siapapun, kalau itu terjadi harus dilakukan upacara pembersihan dengan sarana upakara. Begitu juga para pemainnya. Penabuh Selonding ini terpilih dan dipilih oleh Klian Desa. Penabuhnya adalah kaum laki-laki, yang tidak mengalami kelainan fisik (Wawancara dengan I Putu Suardana, 47 tahun). Regenerasinya dilakukan oleh senior ke junior. Mereka belajar Selonding dengan gamelan Selonding duplikat dari Selonding sakral Tenganan yang ditempatkan di Bale Musium sebelah utara.

Mereka yang sudah dianggap mampu bermain Selonding akan dinobatkan menjadi penabuh Selonding inti yang menabuh saat upacara Mekare-Kare (Perang Pandan) dengan perangkat Selonding sakral yang ada di Bale PetemuTengah. Gamelan Selonding Tanganan hanya digunakan untuk mengiringi tari Mekare-kare dan iringan Tari Rejang.

 Tabuh pembuka dimainkan gending Geguron yang hanya dimainkan oleh 4 orang, di instrumen peneman, petuduh, Gong ageng dan gong Alit, sebagai pokok, dan instrumen Nyongnyongan bisa main bisa tidak. Gending Geguron sangat disakralkan oleh masyarakat Tenganan. Gending ini tidak boleh di rekam oleh siapapun. Tabuh ini hanya boleh dimainkan oleh pemain Selonding Tenganan saja.

Selanjutnya lagu kedua mulai dimainkan gending Mekare-kare sebagai musik iringan ritual Mekare-kare atau Perang Pandan/Megeret Pandan dengan iringan Selonding menggunakan saih Puja Semara Ageng (nada ding di sadi menjadi deng). Mekare-kare atau Perang Pandan/Megeret Pandan, perang dengan mempergunakan daun pandan berduri sebagai senjata dan tameng atau alat untuk menghindari serangan lawan. Pandan berduri menurut keyakinan Hindu, adalah salah satu sarana penolak bala. Sarana ritual ini digunakan juga pada upacara lainnya.

Foto: Prosesi Mekare-Kare (Perang Pandan) | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Pada prosesi Mekare-Kare/Perang Pandan, ada strategi yang dimainkan. Tangan kiri selain memegang tameng, juga difungsikan untuk menjepit tangan lawan sehingga tidak bisa menggeretkan pandannya ke badan lawan. Tangan kanan memegang pandan berduri yang sembari menggeretkan pandan di tubuh lawan. Tak jarang, duri  pandan pun tertancap jelas di badan pemainnya. Akan tetapi, diantara meraka, tidak terlihat rasa sakit. Ekspresi mereka terlihat kegirangan. Mereka bangga dapat melakukan tradisinya. Sebuah tanda keiklasan dari persembahan yang mereka persembahkan. Kesetiaan pada Hyang di puja dan sujud bakti kepada tanah kelahiran dan dewa yang dipuja.

Mereka adalah pewaris tradisi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab akan keberlangsungannya di masa depan. Hujan turun rintik-rintik. Turunnya hujan ini disambut kemeriahan dan keberkatan dari Dewa Indra. 

Secara visual ritus ini mengandung pesan bahwa, generasi penerus Tenganan dipersiapkan untuk melanjutkan kehidupannya. Keberanian, menjadi hal terpenting dalam menjalankan hal apapun. Tidak ada dendam tersirat. Keteguhan hati, kontrol diri, dan bersahaja merupakan nilai yang dapat diambil.dari ritus Mekare-Kare ini.

Gending ketiga dimainkan gending Nyanjangan dengan saih nada Selonding ding di saih sadi menjadi dang. Panggung pun roboh ketika Perang Pandan berlangsung kurang lebih dalam durasi 1 jam. Upacara jeda, dikarenakan kondisi panggung yang roboh. Semangat yang menggebu- gebu dari para pemain Perang Pandan pun menjadi spirit rirual ini. Gending ke empat dimainkan gending Rejang Renteng sebagai gending penutup prosesi Perang Pandan. [T]

Tags: Desa TengananDesa Tenganan PegringsinganPerang PandanritualTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksi “Magangsing” dari Sekeha Gangsing Kayu Sambuk, Desa Gobleg, Pukau Penonton

Next Post

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co