4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
June 26, 2022
in Khas
Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna

Para gadis di atas Bale Petemu Tengah tempat prosesi Perang Pandan. | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-Kare adalah sebuah tradisi ritual di Desa Tenganan Pagringsingan, Kabupaten Karangasem, sebuah ritus pemujaan kepada Dewa Indra yang dipercaya sebagai manifestasi Tuhan sebagai Dewa Hujan.  

Desa Tenganan Pagrinsingan, masuk salah satu desa tua di Bali dan desa ini disebut Bali Aga. Upacara Mekare-kare dilakukan setiap sasih kelima kalender Tenganan yang berkaitan dengan tradisi sambah muran, yang berlangsung pada akhir bulan Juni atau awal Juli.

Upacara ini tak luput disaksikan oleh para gadis di atas Bale Petemu Tengah tempat prosesi Perang Pandan. Mereka berias menggunakan kain pegrinsingan sebagai kain khas Desa Tenganan. Grinsing adalah kain yang diyakini sebagai kain penolak bala. Grin artinya sakit dan sing berarti tidak. Jadi Grinsing berarti penolak sakit. Kain ini merupakan simbol Tuhan.

Foto: Prosesi “Melelawang” | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-kare dilakukan oleh para laki-laki Tenganan, baik anak-anak maupun dewasa. Mereka yang naik ke Bale Petemu Tengah, tempat pertunjukan Perang Pandan harus membuka baju.

Tahun ini upacara Mekare-kare dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2022. Mekare-kare atau perang pandan dimulai pukul 13.30 Wita. Sebelumnya dilakukan acara ngunya desa “melelawang”, yakni upacara berkeliling desa selama 2 kali putaran. Kegiatan “melelawang” diikuti oleh pemuda desa, dan krma desa Banjar Pande dan juga krama adat Tenganan lainnya dengan membawa atribut upakara ritual. Upacara ini dimulai pukul 12.35 Wita yang diiringi dengan tabuh gamelan Baleganjur.

Foto: Prosesi “Melelawang” | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Upacara Mekare-kare ini diiringi dengan gamelan Selonding. Salah satu gamelan Bali yang tergong tua. Kata Selonding, itu sudah ada pada zaman kerajaan Kediri di Jawa Timur pada abad XI tercantum pada lontar Kakawin Bharatayuddha (Tusan, 2001:17).

Menurut penuturan I Putu Suardana, turunnya gamelan Selonding terdapat 3 bilah sebagai penganugrahan dari Hyang Maha Kuasa,  1 bilah gong, 1 bilah petuduh, 1 bilah nyongnyongan. Gamelan Selonding Tenganan sangat disakralkan. Mereka memuja Ratu Bagus Selonding sebagai dewa yang berstana di gamelan Selonding.

Gamelan Selonding sakral Tenganan tidak boleh dipegang oleh siapapun, kalau itu terjadi harus dilakukan upacara pembersihan dengan sarana upakara. Begitu juga para pemainnya. Penabuh Selonding ini terpilih dan dipilih oleh Klian Desa. Penabuhnya adalah kaum laki-laki, yang tidak mengalami kelainan fisik (Wawancara dengan I Putu Suardana, 47 tahun). Regenerasinya dilakukan oleh senior ke junior. Mereka belajar Selonding dengan gamelan Selonding duplikat dari Selonding sakral Tenganan yang ditempatkan di Bale Musium sebelah utara.

Mereka yang sudah dianggap mampu bermain Selonding akan dinobatkan menjadi penabuh Selonding inti yang menabuh saat upacara Mekare-Kare (Perang Pandan) dengan perangkat Selonding sakral yang ada di Bale PetemuTengah. Gamelan Selonding Tanganan hanya digunakan untuk mengiringi tari Mekare-kare dan iringan Tari Rejang.

 Tabuh pembuka dimainkan gending Geguron yang hanya dimainkan oleh 4 orang, di instrumen peneman, petuduh, Gong ageng dan gong Alit, sebagai pokok, dan instrumen Nyongnyongan bisa main bisa tidak. Gending Geguron sangat disakralkan oleh masyarakat Tenganan. Gending ini tidak boleh di rekam oleh siapapun. Tabuh ini hanya boleh dimainkan oleh pemain Selonding Tenganan saja.

Selanjutnya lagu kedua mulai dimainkan gending Mekare-kare sebagai musik iringan ritual Mekare-kare atau Perang Pandan/Megeret Pandan dengan iringan Selonding menggunakan saih Puja Semara Ageng (nada ding di sadi menjadi deng). Mekare-kare atau Perang Pandan/Megeret Pandan, perang dengan mempergunakan daun pandan berduri sebagai senjata dan tameng atau alat untuk menghindari serangan lawan. Pandan berduri menurut keyakinan Hindu, adalah salah satu sarana penolak bala. Sarana ritual ini digunakan juga pada upacara lainnya.

Foto: Prosesi Mekare-Kare (Perang Pandan) | Dokumentasi I Nyoman Mariyana, Tahun 2022

Pada prosesi Mekare-Kare/Perang Pandan, ada strategi yang dimainkan. Tangan kiri selain memegang tameng, juga difungsikan untuk menjepit tangan lawan sehingga tidak bisa menggeretkan pandannya ke badan lawan. Tangan kanan memegang pandan berduri yang sembari menggeretkan pandan di tubuh lawan. Tak jarang, duri  pandan pun tertancap jelas di badan pemainnya. Akan tetapi, diantara meraka, tidak terlihat rasa sakit. Ekspresi mereka terlihat kegirangan. Mereka bangga dapat melakukan tradisinya. Sebuah tanda keiklasan dari persembahan yang mereka persembahkan. Kesetiaan pada Hyang di puja dan sujud bakti kepada tanah kelahiran dan dewa yang dipuja.

Mereka adalah pewaris tradisi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab akan keberlangsungannya di masa depan. Hujan turun rintik-rintik. Turunnya hujan ini disambut kemeriahan dan keberkatan dari Dewa Indra. 

Secara visual ritus ini mengandung pesan bahwa, generasi penerus Tenganan dipersiapkan untuk melanjutkan kehidupannya. Keberanian, menjadi hal terpenting dalam menjalankan hal apapun. Tidak ada dendam tersirat. Keteguhan hati, kontrol diri, dan bersahaja merupakan nilai yang dapat diambil.dari ritus Mekare-Kare ini.

Gending ketiga dimainkan gending Nyanjangan dengan saih nada Selonding ding di saih sadi menjadi dang. Panggung pun roboh ketika Perang Pandan berlangsung kurang lebih dalam durasi 1 jam. Upacara jeda, dikarenakan kondisi panggung yang roboh. Semangat yang menggebu- gebu dari para pemain Perang Pandan pun menjadi spirit rirual ini. Gending ke empat dimainkan gending Rejang Renteng sebagai gending penutup prosesi Perang Pandan. [T]

Tags: Desa TengananDesa Tenganan PegringsinganPerang PandanritualTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksi “Magangsing” dari Sekeha Gangsing Kayu Sambuk, Desa Gobleg, Pukau Penonton

Next Post

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Puisi-puisi Angga Wijaya | Hujan Berhenti Saat Kami Sampai

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co