23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kambali Zutas | tikus-tikus pandemi

Kambali Zutas by Kambali Zutas
September 24, 2022
in Pilihan Editor, Puisi
Puisi-puisi Kambali Zutas | tikus-tikus pandemi

Kambali Zutas

Lembaran Lebaran

1.0
Perjalanan bak berhenti
tentang angka
tentang usia
tentang pahala
tentang dosa
tentang neraka
tentang surga
tentang kesabaran,
dan tentang keikhlasan

langkah hidup
demi masa atas nama hamba

2.0
Malam takbir telah tiba
tak terasa mengalir air mata
kesedihan di penghujung,

penyelasan di perbatasan waktu,
menghitung umur
mengundang sejuta rindu
tanpa pernah terlaksana

bayang-bayang ketiadaan, ketidakterimaan,
penggembaraan kewajiban, ketaatan, dan pengabdian
di belantara malam-malam
di hamparan siang terik tak berisik

sejuta asa penuh makna
sekali lagi
tanpa keluh, peluh seorang hamba

3.0
Bulan pergi dengan sendiri
ingin hati bertemu lagi
pengharapan tiada henti
mengulang di kanvas altar penuh arti
menggapai buah ridha Illahi

4.0
Dan kini berganti
syawal, lebaran
putih nan fitri cakrawala suci
seluas bentangan langit kata terucap
sekuat indera dan anggota melangkah
sedalam keyakinan

tentang makna hidup
tergores, terlukis, dan tertulis
di lembaran lebaran

2019

sajak semut dan perkutut di negeri lumut

1
semut dan perkutut
di negeri lumut
bertekuk lutut
di sudut selimut
datang belut
lalu kentut
2
semut dan belut
beradu mulut
sahut-menyahut
turut-menurut
tuntut-menuntut
rebut-merebut
ekor atau buntut
carut-marut
3
dasar semut!
dasar perkutut!
dasar belut!
dasar lumut!
4
semut, perkutut,
belut, dan lumut,
demi isi perut
atas nama salut
lumut luput
patut dan tak patut
larut bergelut hasut
5
hasut-menghasut saling sulut
hasut menghasut saling sundut
hasut-menghasut saling sikut
hasut menghasut hingga kusut
hasut-menghasut hingga kalut
hasut-menghasut hingga kemelut
hasut menghasut hingga akut
hasut-menghasut hingga kalang kabut
hasut-menghasut jadi maut

2019

Anak-anak pandemi

Bayi kecil kurus terkulai
tergeletak tertidur di lantai
beralaskan sehelai kain pantai
di kamar kecil di dusun tengah kota

Setelah jam yang lalu,
bayi menangis tersedu-sedan
hingga air matanya tak lagi berderai
tangan mungilnya bergerak meraba tubuh sang ibu

Bayi sehari tak tersusui
apa daya susu tak punya
tetek ibu tak lagi mengeluarkan ASI
air putih mendidih bercampur beras
tak sanggup menipu

Sang ibu memeluk, air mata meneteskan
tangan mengusap pipi sang bayi
lalu berkata;
“Bersabarlah Nak, bapak segera pulang membawa susu.”
kata-kata yang sama beberapa jam yang lalu
kalimat pengobat penenang hati

Sang kakak mendekati dan memeluk ibunya
berbisik lirik; “Ibu kakak lapar sekali.”
ibu membalikkan badan
telinganya mendengar begitu jelas
bunyi perut keroncongan
tangannya ibu memegang perut anak
lalu memeluk anaknya dan berkata;
“Bersabarlah Nak, bapak segera pulang membawa makanan.”
“Bapak kapan pulangnya?”
“Ya, sebentar lagi.
Bersabarlah Nak, bapak segera pulang membawa makanan.”
Kedua anaknya tertidur dengan keadaan haus dan lapar

Ibu bangkit dan beranjak
bersandar di daun pintu kayu
matanya memandang
kota sejuta harapan dan impian
kota penabur bunga kerinduan
kota cinta dan kasih sayang
kini berubah menjadi kota mati
kota tempat mengubur mayat dan jenazah
ia pun teringat kata-kata terakhir suaminya;
“Aku di-PHK
aku akan cari kerja
hanya beberapa hari saja
rawatlah anak-anak kita.”

Rasa sedih menoleh melihat kedua anaknya,
dipeganginya perutnya
“Ini sudah sembilan bulan.
mengapa engkau tak kunjung pulang.
anak-anak belum makan.
anak-anak lapar.”
Tangannya memegangi perutnya yang kosong
tak makan beberapa hari ini,
sedih, iba dan pikiran tak karuan
ia kini lemas
dan terkulai

2020

Di sepanjang jalan durian

Di sepanjang jalan durian
pedestarian di tengah kota denpasar
penuntas jalan kaliasem
bertemu jalan veteran
kau buka tanda kopi propaganda,
melangkah melewati kopi satu,
mendekat di kopi terdekats,
menuntun sebuah cerita;

Di sepanjang jalan durian
kisah impian terpendam
harapan memupuk kasih sayang
tentang perihal hidup nan panjang
tentang kenistaan dan kemulian
tentang sunah dan kewajiban
tentang hamba dan tuhan

Di sepanjang jalan durian
jika mendung pertanda perundungan
maka, apakah aku terjerumus
dalam asmara kepalsuan?
jika gerimis pertanda picisan
maka, apakah aku terjebak
dalam syahwat kerinduan?
jika hujan pertanda kebaikan
maka, apakah aku tertolong
dalam cinta atas nama kebahagian?
dan mendung, gerimis, hujan datang
maka, tampak medium garis penenang

Di sepanjang jalan durian
tiga hati berkecamuk meniti
suka, duka, cinta, dan cita
berselimut kerinduan
awan mendung
langit gerimis
bumi hujan
pagi, siang, malam,
tak pernah sepi
hingga dini hari sunyi
di akhir cerita
asa mendera ridha sang pencipta

2020

tikus-tikus pandemi

Tikus elit rapat di istana sempit
cokelat, hitam dan berkantung
jinak, ramah sekaligus cerdas
pas mengenakan setelan jas
mondar-mandir membahas
rencana berkelas!

Mencit perut buncit
keluar dari rumah sebelah
di mulutnya tersisa kayu kecil
gigi atas dan bawah memanjang
maklum baru diasah bakul milik tuan

Tikus elit bertemu mencit
menyapa dan bergerombol
mengobrol sepakat bersekongkol
target sayur jengkol dan tongkol

Tikus abu-abu semakin kurus,
diam di depan kamar
tak lama tikus betina keluar
bersama 10 ekor bayi tikus kembar
tikus abu-abu bengong
tak ada makanan, menunggu bantuan

Tikus atap berdiam di atas lemari,
mengintai tikus tamak, rakus dan tak berhati
alih posisi sembunyi di laci

Tikus monster tiba-tiba mendobrak
tubuh sebesar tangan atau kaki ini berontak
marah, berat badan turun dari 1,36 kg,
membawa banyak makanan

Tak berselang lama datang tikus got
ekor pendek dan tubuhnya berotot

tikus monster dan tikus got berkomplot
tak peduli basah-basah
masuk di saluran berbau amis
malam mencari
siang terdiam
dan pagi beraksi

Tikus abu-abu
melarat dan sekarat
jatahnya hanya seperempat
diambil para tikus laknat!

tikus monster dan tikus got ditangkap
terperangkap, operasi tangkap tangan tikus atap
tikus elit dan mencit beserta kerabat ikut terjerat
barang bukti sayur jengkol dan tongkol yang masih hangat
mereka diikat menunggu keputusan hukuman berat

tikus abu-abu selamat
bersatu menjadi kerabat

2020

  • Puisi-puisi ini termuat dalam buku kumpulan puisi Anak-anak Pandemi
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Listibiya Kuta Jembatani 4 Sanggar Seni Raih Sertifikasi Lembaga Seni Provinsi Bali 2022

Next Post

Mahar Nikah Paling Mahal | Cerpen Ni Wayan Wijayanti

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Mahar Nikah Paling Mahal | Cerpen Ni Wayan Wijayanti

Mahar Nikah Paling Mahal | Cerpen Ni Wayan Wijayanti

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co