"Bapa Kelian, jangan tenget ya. Subak ini bukan milik Bapa. Jangan sok-sok Bapa membela Pura Subak?” Bapa Darma, kelian subak...
Read moreDetailsTETANGGA sebelah rumahku gemar memelihara merpati. Ia pecinta merpati. Beberapa penyuka merpati berkunjung ke rumahnya. Ia memang mengembangkan merpati. Ia...
Read moreDetailsKETIKA MAS ABU menghubungi saya petang itu, saya merasa akan mendapat pengalaman hidup yang luar biasa. Itu karena dia minta...
Read moreDetailsSAJAK PENDEK SUKMAAN UNTUK SONIAN BARU I. Di Jalan Titiran Bandung di dua ruangan kamarsangat dalam penggalian jiwaputik-putik puisi liar...
Read moreDetails“Maaf, Bu, jika boleh saya tahu, kenapa baru sekarang suami ibu diajak berobat?” Kata-kata Dokter Ary tidak terdengar sebagai sebuah...
Read moreDetailsSejak mengetahui keberadaan diri sebagai perempuan, sejak itulah aku selalu berusaha agar aku tidak sampai disebut sebagai Luh Jalir atau...
Read moreDetailsSURGA BUATAN ORANG Surga bunga, dimanakah gerangan sayang?Bunga-bunga itu mencariku….Tunggu kau disana! Jangan layu ya,dan tolaklah yang memetikmuAku kan masuk...
Read moreDetailsBIARLAH KITA ABADI BEGINI Nama abadi pada sebuah hati adalah yang mengubah pemberang menjadi penyair dan mengubah segala petir dan...
Read moreDetailsKakek Merdi mengusap peluh di kening, sembari tetap menyelesaikan pekerjaan membajak sepetak sawah. Sawah itu peninggalan leluhur turun temurun yang...
Read moreDetailsSenja itu terlihat begitu pekat dan gelap. Sepi. Pohon tua di Pura desa kami seperti bertapa di punjak keheningan. Guruh,...
Read moreDetailsDI BAWAH POHON HUJAN pada merah kursi besikau kenang wajah silamsetelah meneguk kopi hitam“di sini rumah puisi,”katamu kau tiup panas...
Read moreDetailsAku sedang bermain Crash Bandicoot di PS ketika Ibu mengatakan: Bapak kena bom. Ibu pernah bilang kita tidak boleh menangis...
Read moreDetailsSudah setengah jam hujan. Got sempit di kiri kanan jalan Dewi Sri sedikit lagi meluap. Genangan mulai terlihat di beberapa...
Read moreDetailsPURNAMA KAPAT Lembut cahaya bulanPurnama kartikaDari angkasaMenembus kepulan putihAsap pasepanDibelah irama bayangangenerasi peniti sucikaluhuran Memandang barisanSang rahayuBerserah diri,hati dan ragamenerima...
Read moreDetailsSaat menikmati segelas susu kental manis coklat di teras, ketika hujan dengan riangnya bergurau bersama tanah, aku teringat padamu. Kulitmu...
Read moreDetailsJIKA AKU menapak langkahdi geliat keringatentahlah mengucuratau sisakan lembabmenguap di udara, jangan sia sia aku manusia berkalang tanahtiada takut berganti...
Read moreDetailsGede Tandung melangkah dengan sangat hati-hati. Tubuhnya bergerak, menerabas rerimbunan padang gajah. Jalannya sedikit sempoyongan. Ia baru saja selesai pesta...
Read moreDetailsLelaki tua itu menyisiri rambut istrinya. Uban yang tumbuh subur menjadi salah satu bukti ketuaan. “Sayang, cinta kita ternyata sampai...
Read moreDetailsAIR DANAU GUNUNG Aku berjalan ke hulu, naik ke danau gunungDi sana hidup mulai, hidup dirawat, budaya terbentukOrang-orang menari, di...
Read moreDetailsSuara kesakitan terdengar sayup-sayup dari pinggir kota yang masih basah karena hujan. Itu suara Satya. Lengan kanannya dipenuhi luka. Darah...
Read moreDetailsMEMBACA SENJA Senja menggiring matahari ke baratadakah rindumu melesatmelewati batas samudra?mengekor timur tak sampai terjangkaudi atas gelombang membuncahmengayun sepanjang harikapan...
Read moreDetailsSAJAK TANAH IBU ibukutanah di sepanjang pesisir balitanah yang memeramperih luka sayat sembiludi detak jantungkumuara sengketayang tak berakhir dps, maret...
Read moreDetailsAngin aroma jerami kering berhembus dari selatan. Seekor capung merah terbang rendah, hinggap di dahan ciplukan. Bayang-bayang daun menaunginya dari...
Read moreDetails“I have always imagined that Paradise will be a kind of library.” — Jorge Luis Borges Hanya debu-debu yang dalam...
Read moreDetailsMENARA CINTA di pantaimu laut Lovinaakan kubangun menara cintasenantiasa menggemakan suarabercerita tanpa jedapercintaan abadi perindu dan pencintaperairan raya jangan dera...
Read moreDetailsNYANYIAN SEPASANG MATA percakapan kitaadalah panggung baginyanyian sepasang matabertunas di ujung kepalayang kelak tumbuh pada dua jiwamendamba masa depanyang resah...
Read moreDetailsMalam turun menggigil ketika Gancang menggamit lengan Sukantun ke luar gubuk, berdiri di tengah sawah yang baru sepekan ditanami padi....
Read moreDetailsDalam sebuah perang yang penuh raguPersahabatan kadang muncul tak terdugadan abadi… SELAIN mewariskan puisi pendek tentang perang dan persahabatan, Kakek...
Read moreDetailsHIDUP DI RAHIM BUMI kerap kalinaluri basi dari sepercik khayalanmenyergah siapa saja menjadi latahuntuk bergaya laiknya sang kaya raya di...
Read moreDetailsPercayakah kau bahwa manusia tak pernah merasa puas. Selalu ingin lebih. Selalu tak merasa lengkap dengan apa yang dimiliki. Meskipun...
Read moreDetailsBAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...
Read moreDetailsPADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...
Read moreDetailsSATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...
Read moreDetails

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...
CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...
Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co