13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Ida Bagus Dharmadiaksa | Biarlah Kita Abadi Begini

Ida Bagus Dharmadiaksa by Ida Bagus Dharmadiaksa
November 12, 2022
in Puisi
Puisi-puisi Ida Bagus Dharmadiaksa | Biarlah Kita Abadi Begini

Ida Bagus Dharmadiaksa | Foto: Istimewa

BIARLAH KITA ABADI BEGINI

Nama abadi pada sebuah hati adalah yang mengubah pemberang menjadi penyair dan mengubah segala petir dan badai menjadi nyanyian di antara bunga-bunga

Wajah abadi pada sebuah hati adalah yang mengubah api menjadi air mengalir dan pelepas dahaga bagi singa lapar yang luka

Rindu abadi pada sebuah hati adalah yang ditakdirkan terpisah oleh jarak dan waktu tiada batas, meski masing-masing memendam kata-kata yang tak mungkin terkatakan sepanjang langit masih biru.

Pantai Langit Jingga, 26 September 2022

KESUNYIAN

Menangis hanya mengganggu kesunyian saja, karena tak lagi mendengar bisikan mesra dan pelukan masa lalu

Kesunyian itu mahal di era hiruk pikuk ini karena semua tiada lelah memerjuangkan kelangsungan desah nafas dan menjaga irama detak jantungnya agar tak lenyap ditelan keputusasaan

(Ingin merenung dalam sunyi namun apa daya terganggu hiruk pikuk siapa saja yang ingin memenangkan pertempuran)

Kesunyian itu mengundang sejarah buat mengenang betapa gigih perjuangannya menyatukan jiwamu dan jiwanya menjadi satu jiwa

(Namun sayang jiwamu tak menyatu dengan jiwaku)

Kesunyian adalah kesunyian namun mampu menghitung sejauh mana kesetiaan itu hidup di hati.

Pantai Langit Jingga, 29 September 2022

LANGIT DAN LAUT

Saling memimpikan dan tak saling bertemu adalah langit dan laut, ketika gagal mengikat janji buat menyatukan deru langit dengan debur ombak

Tidak menyatu akan membiarkan langit dengan derunya dan laut dengan debur ombaknya

Bila pun saling tatap akan terbaca di mata masing-masing sejauh mana mimpi dan rindu yang membelenggu seumur langit dan laut, yang sesungguhnya berkata-kata hanya dalam hati yang telah remuk redam.

Pantai Langit Jingga, 4 Oktober 2022

JADI ABU ATAU DEBU

Bila jadi abu atau debu taburlah di laut sunyi tanpa ucapan selamat tinggal karena laut adalah rumah pemersatu semua masa depan abu atau debu

Hidup sudah selesai entah pernah ceritanya dijadikan sandiwara atau sandiwara dijadikan nyata

Tak ada yang tertinggal kecuali luka-luka siapa saja yang pernah tersakiti dan belum tentu pulih meski abu atau debu sudah menyatu dengan samudera biru.

(Katakan kamu memaafkanku agar samudera biru mengantarku ke mana saja dengan gembira).

Pantai Langit Jingga, 8 Oktober 2022

HATI YANG HILANG

Bila sayap masih kuat berkepak dan leher masih sanggup menyangga kepala, akan kujelajah angkasa mencari tahu di mana hati tertinggal dan tak pernah sampai pada tujuannya

Sesungguhnya sudah kubelah dada buat menunjukkan hati yang masih segar untuk kuhadiahkan buat menemani hatinya

Apadaya hati ini masih hilang ditelan zaman dan sampai kedua sayapku patah tak akan ditemukan

Bila hati itu ditemukan barangkali sudah menjadi batu dan terlambat membasuhnya dengan air mata.

Pantai Karang Sanur, 12 Oktober 2022

TELAH KUBELAH DADAKU

Aku tak punya sepatu dari kulit rusa atau dari gelas kaca dan hanya punya dada yang kubelah buat mengurai ada apa dalam dadaku

Namun kamu tak suka isi dadaku.karena tak ada masa depan dan hanya menemukan hutan belantara gelap gulita tanpa sinar setitik pun

Kamu memunggungiku dari delapan penjuru mata angin, dan tak pernah tahu bagaimana perjalananku menantang badai dan mencari secercah sinar di hutan belantara di bawah ancaman taring-taring singa lapar.

Pantai Langit Jingga, 17 Oktober 2022

LANGIT DAN HATI

Pernah kutanya pada langit, di manakah ujungnya, dan langit menjawab ujungnya ada di sudut hati
Langit pun bertanya padaku, di mana hatiku yang pernah hilang di saat menggapai bulan di balik kabut hitam

Aku tak bisa menjawab karena tak tahu, adakah yang mencuri hatiku di kala masih digulung kabut hitam?

Pantai Langit Jingga, 20 Oktober 2022

RAJAWALI

  • Kata Penghiburnya: NASIB

Sebagai burung rajawali penjaga sarang, terlihat gagah perkasa dengan kekuasaannya di antara burung-burung kecil

Apadaya kekuasaannya hanyalah sebutan di balik pintu, yang tak tahu mangsa apa dibuat pesta oleh burung-burung kecil

Rajawali menggigil kelaparan di tengah hujan badai di antara burung-burung pipit yang berpesta pora dari pagi sampai malam

Sebagai penjaga sarang, harus semakin kuat melindungi sarangnya karena tanggung jawab tak bisa hanya dari balik pintu.

Pantai Langit Jingga, 4 November 2022

HIDUP DI BAWAH LANGIT BIRU

Hidup adalah gunung berhias lengkungan pelangi

Di bawah langit biru, bermain dengan warna-warni pelangi
Bila malam tiba, bermain dengan bintang dan bulan

Besok pagi ditunggu matahari dengan senyum cintanya
Begitu indahnya hidup di bawah langit biru

Pada lereng gunung terhampar taman bunga warna-warni dengan kupu-kupunya

Menuju puncak ada tantangan jurang dengan batu cadasnya
Masih beranikah menuju puncak?

Lereng sampai puncak, seindah mimpi bermain di taman bunga, meski magma masih menyimpan api pemusnah cita-cita

Bila tiba saatnya langit akan menunjukkan hidup itu apa dan bagaimana

Masih sanggupkah mendaki gunung sampai puncak ?
Jurang dan batu cadas akan menantang
Api magma sudah menunggu meski tak tahu kapan memunculkan api petaka

Matahari telah membakar semangat perjuangan
Bulan telah memperindah nuansa kegelapan
Bintang-bintang menunjukkan cita-cita setinggi langit
Sudahkah bertekad meraihnya dengan penuh cinta?

HATI DAN MATA

Menatap dengan hati dan berpikir dengan mata adalah membongkar jeroan tubuh dan jiwa sesungguhnya

Hati dan mata mampu menguliti lapis demi lapis daging tubuh siapa saja sampai melihat jiwa apa yang sembunyi di baliknya

Mata adalah jendela hati dan hati adalah manifestasi kejujuran hakiki.
Aku tak tahu tentang hatimu, karena selalu berbalik arah setiap bertemu di pantai ketika menghirup udara pagi.

Pantai Langit Jingga, 7 November 2022

HIDUP

Hidup itu seni
Seni itu hidup
Hidup dan seni adalah kehidupan

Manis dan pahit
Panas dan dingin
Penyemangat jiwa
Pemerkuat kehidupan.

Pantai Langit Jingga, 12 November 2022

[][][]

BACA puisi-puisi lain

Karya Rupa dan Puisi-puisi Bakti Wiyasa | Purnama Kapat
Puisi-puisi Ketut Yuliarsa | Air Danau Gunung
Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Wayang Wahya, Kelir Tanpa Batas”, Keluasan Ekspresi Jero Dalang I Ketut Sudiana

Next Post

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Ida Bagus Dharmadiaksa

Ida Bagus Dharmadiaksa

Drs.Ida Bagus Dharmadiaksa, MSi.,Ak.,CA. Lahir di Denpasar, 21 Agustus 1956. Menulis karya sastra berupa puisi sejak tahun 1976 serta pernah memenangkan beberapa kali lomba penulisan puisi. Telah menerbitkan buku kumpulan puisi "Ijinkan Aku Memuisikanmu" yang akan diluncurkan akhir tahun 2022. Beberapa puisinya disertakan pada buku antologi puisi “Blengbong”. Ia adalah pensiunan dosen FEB Unud, dan kini menjadi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar yang menaungi ITB Stikom Bali, SMKTI Bali Global, Poltek dan Bisma Informatika.

Related Posts

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails
Next Post
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co