7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 19, 2023
in Ulas Buku
Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Buku "Introvert" | Dok. Teddy

GURU BAHASA BALI, menulis buku berbahasa Bali. Kiranya hal itu menjadi capaian ideal bagi seorang guru bahasa Bali. Memang tidak banyak guru dapat meraihnya. Tapi, seorang I Nyoman Sutarjana, guru bahasa Bali di SMAN Bali Mandara ini berhasil meraih capaian tersebut.

Lewat pupulan satua cutet “Introvert” ia menunjukkan bahwa guru memang harus dekat dengan aktivitas menulis, dan tentu saja, mempublikasikannya. Namun, sebelum jauh berbicara soal isinya, saya mau sedikit menceritakan perkenalan saya dengan penulis buku ini.

I Nyoman Sutarjana adalah guru bahasa Bali yang pernah mengajar di SMKN 1 Denpasar, sekolah tempat saya menempuh pendidikan sekitar tahun 2010 s.d 2013. Sudah cukup lama memang, tapi tentu kenangannya tidak mudah dilupakan. Hahaha.

Seingat saya, bapak satu ini lebih akrab disapa dengan “Pak Bintang Laut”—sapaan itu datang dari nama akun Facebooknya pada masa itu. Tidak hanya sebagai guru bahasa Bali, ia juga sempat dipercaya menjadi Pembina Pramuka, dan kebetulan, saya pun aktif di Pramuka. Meski berada dalam ruang lingkup serupa, tidak jamak komunikasi yang terbangun antara saya dan Pak Bintang Laut. Sekadar tahu saja, tidak lebih.

Setelah sekian lama, saya kembali bertemu Pak Bintang Laut di Universitas Udayana. Tepatnya pada saat saya menjadi panitia di salah satu kegiatan lomba cerdas cermat, dan saat itu Pak Bintang Laut mendampingi siswanya yang berlomba—saat itu ia sudah menjadi guru di SMAN Bali Mandara, mungkin sekitar tahun 2015.

Sejak saat itu, komunikasi pun mulai terjalin kembali, meski hanya lewat sosial media.

“Introvert” Karya Berbahasa Bali yang Ngepop

Lama tak berjumpa, pada akhirnya saya kembali berjumpa dengan Pak Bintang Laut melalui karyanya. Kumpulan cerita pendek berbahasa Bali berjudul “Introvert” menjadi karya pertamanya. Tentu ini menjadi sebuah kabar yang menggembirakan.

Dalam bagian pengantarnya, penulis sudah mengatakan bahwa buku ini mengambil genre komedi dan banyak mengadaptasi gaya tulisan dari Raditya Dika. Sketsa-sketsa komedi banyak ditampilkan oleh penulis di setiap ceritanya. Hal tersebut bisa dilihat di bagian ini:

“Kopi ané ngingetang titian sareng bapa. Bapa ané ngajahin tiang ngaé kopi. Gulané duang séndok, kopiné a séndok apang manisan dik idupé.” (Introvert, hlm. 4)

“Suba léwat tahun baru né Man. Dingeh-dingeh tahunné ené gubernuré ngelah program baru. Nyén ané umur sasur tiban kéwala enu jomblo lakar kasuntik mati,” (Truna Wayah, hlm. 7)

“Cara nebag lampu sign ibuk-ibuk negakin motor. Sign kanan bisa ia méngkol kiri. Woman is always right. Anak luh selalu benar.” (Tresnané Nutur (Tusing) Sadarana di Pasih Purnama, hlm. 13)

Lelucon-lelucon semacam itu kerap kali kita dengar, bahkan kita gunakan dalam percakapan sehari-hari atau menggambarkan situasi hidup yang sedang dihadapi. Tentu lelucon tersebut bertujuan untuk mencairkan suasana dalam percakapan—atau mungkin untuk sekadar menghibur diri saja.

Saya pikir, memberikan bumbu-bumbu komedi dalam sebuah tulisan adalah upaya untuk memudahkan pembaca dalam menerima pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Selain itu komedi juga bermanfaat untuk memangkas jarak antara karya dan pembaca.

Selain ditulis dengan gaya yang ngepop, penulis juga mengangkat tema yang sedang hangat diperbincangkan oleh generasi muda hari ini, yaitu kesehatan mental. Pelbagai istilah kesehatan mental, seperti skizofrenia, bipolar, introvert, dan lainnya. Ungkapan-ungkapan tersebut dapat dilihat pada bagian:

“Kurenan tiang suba bisa nérima kawéntenan tiang, diastun di kénkéné taén tiang orina pindah ka Koréa Utara di gumi ané terkenal ulian introvert ento.” (Introvert, hlm. 5)

“Luh Puji kocap kena gangguan kepribadian sané mawasta gangguan Bipolar. Gangguan punika makada Luh Puji tusing bisa ngundukang kenehné ané sriat-sriut buka ayunané.” (Luh Puji, hlm. 25)

“Buduhné kasambat és tabia, nyem lalah. Di ngentah pesu buduhné mamunyi uli semeng ngantos sanja. Yén sing ada ajake ngorta, ia mamunyi ajak didiané. Kemak-kemik nuturang keadaan ékonominé jani. Yén istilah médis gelemné kasambat Skizofrenia.” (Skizofrenia, hlm. 49)

Mengikuti perkembangan informasi. Itulah yang tercermin dari setiap tulisan yang hadir dalam buku ini. Setiap fenomena yang dihadirkan terasa begitu nyata. Fenomena Luh Puji, misalnya, tentu jamak kita melihat orang-orang semacam Luh Puji ini.

Luh Panji adalah individu yang memiliki kepribadian ganda—sehingga menyebabkan orang sekitar begitu sulit mengidentifikasi suasana hati seseorang yang menderita bipolar tersebut.

Begitu pula dengan lainnya. Jamak pula kita melihat bagaimana lingkungan sosial si penderita kesehatan mental ini abai. Alih-alih memberi perhatian dan perlakuan khusus, lingkungan sosialnya justru menganggap apa yang diderita hanyalah hal remeh—kemudian berdampak pada semakin buruknya kondisi si penderita.

Luh Puji adalah penggambaran sempurna dari buruknya situasi lingkungan di sekitarnya.

“Introvert” Adalah Potret Fenomena Hari Ini

Saat pertama kali melihat poster buku ini, saya berpikir, “Kenapa penulis memilih untuk menggunakan istilah introvert sebagai judul cerpen sekaligus judul bukunya?” Pikiran tersebut sempat terlintas dan berkelindan cukup lama di kepala saya, karena saya rasa penulis dapat memilih diksi yang kesan “Bali”-nya bisa dirasakan.

Hal ini terbukti, ketika saya mengunggah foto buku ini sebagai cerita di sosial media Instagram, sebagian besar tidak menyangka bahwa buku ini adalah kumpulan cerita berbahasa Bali. Sebagian mengira bahwa buku ini adalah buku bergenre pengembangan diri (self improvement).

Pemilihan diksi apalagi judul menurut saya penting, mengingat judul menjadi pintu gerbang awal dalam memberi kesan awal kepada calon pembaca.

Bagi saya, karya sastra sedikit banyak berangkat dari fenomena masyarakat yang berlangsung. Karya sastra sendiri memiliki fungsi untuk mendokumentasikan laku hidup manusia pada zamannya.

Apabila banyak karya sastra yang menyuguhkan laku manusia Bali seperti yang disampaikan dalam buku Introvert, maka hal ini dapat menjadi refleksi bagi manusia hari ini. Merefleksikan dan mengelola diri, karena hal utama yang harus dilakukan oleh manusia di zaman ini adalah berdamai dengan diri sendiri.[T]

Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri
Ayo Kolaborasi Untuk Layanan Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Mendengar “Haunted Psycho Notes” dari Kanekuro | Dari Kesehatan Mental ke Kesehatan yang Lain
Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja
Jatuh dan Berharap Kembali ke Titik Lebih Tinggi | Ulasan Buku “Bali Berlayar di Tengah Badai Covid-19”
Tags: Bahasa BaliBukubuku kumpulan cerpenkesehatan mental
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Next Post

GELUNG

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

by Luqi Aditya Wahyu Ramadan
February 11, 2026
0
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

SUDAH setahun lebih maestro puisi Indonesia, Joko Pinurbo, berpulang ke rumah yang sesungguhnya, meninggalkan jejak yang sunyi namun abadi dalam...

Read moreDetails

“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

by Dede Putra Wiguna
January 31, 2026
0
“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

“Aku belajar bahwa kunci untuk bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan untuk menerima.” Demikian salah satu penggalan...

Read moreDetails

Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

by Radha Dwi Pradnyani
January 29, 2026
0
Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

Judul Buku: 23:59 Penulis Buku: Brian Khrisna Penerbit: Media Kita Tahun Terbit: 2023 Halaman: 232 hlm “Tidak ada yang lebih...

Read moreDetails

Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

by Yahya Umar
January 26, 2026
0
Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 DOKTER seperti apa...

Read moreDetails

Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

by I Nengah Juliawan
January 20, 2026
0
Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Aksamayang atas kedangkalan yang saya miliki. Saya mencoba menantang diri dengan membaca dan memberikan pandangan pada buku kumpulan puisi "Memilih...

Read moreDetails

Mengepak di Tengah Badai 

by Ahmad Fatoni
January 19, 2026
0
Mengepak di Tengah Badai 

Judul : Kepak Sayap Bunda: “Anak Merah Putih Tak Takut Masalah!” Penulis : A. Kusairi, dkk. Editor : Dyah Nkusuma...

Read moreDetails

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

by Luh Putu Anggreny
January 13, 2026
0
Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

ADA jenis luka yang tidak berdarah, tetapi bergaung lebih lama dari suara jeritan. Ia hidup dalam ingatan, dalam rasa bersalah...

Read moreDetails

Jeda di Secangkir Kopi

by Angga Wijaya
January 2, 2026
0
Jeda di Secangkir Kopi

SIANG di Dalung, Badung, Bali, di penghujung 2025, bergerak pelan. Jalanan tidak benar-benar lengang, tapi cukup memberi ruang bagi pikiran...

Read moreDetails
Next Post
Nglanyig

GELUNG

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co