1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

GELUNG

Oka Rusmini by Oka Rusmini
March 19, 2023
in Esai
Nglanyig

tatkala.co

KOPLAK membuka lembar kertas rokoknya, lalu mengambil sejumput tembakau, menaruhnya di kertas, dan menggulungnya, nikmat rasanya.

Di usia setengah abad ini, dia merasa hidupnya makin menggairahkan. Ia bersyukur telah lolos dari gering gumi, bencana penyakit C-19 yang benar-benar menghajar seluruh kehidupan, mimpi, dan pikiran-pikirannya yang kadang-kadang nakal dan aneh. Terperangkap. Sembab. Hidup seperti berhenti bernapas. Teror terus mengepung, setiap hari ada saja orang mati, jumlahnya makin hari makin banyak. Teror terkejam di dalam sejarah kehidupan.

Koplak menarik napas, baru disadari bahwa kenikmatan dalam hidup itu begitu sederhana. Seperti misalnya, melinting rokok dengan tembakau yang ditanam dan diracik sendiri, makan makanan di warung-warung kecil di pinggi jalan-jalan desa, dan hubungan yang harmonis dengan teman-temannya semasa kecil, juga teman-teman minum kopi atau sesekali meneguk tuak asal Karangasem.

“Hidup yang seimbang itu perlu terus diperbaiki,” kata seorang teman saat minum tuak. Koplak pura-pura batuk. Lalu terdiam.

Ya, belakangan ini, karena kesibukannya sebagai kepala desa, dia jarang sekali memiliki waktu untuk berdialog dengan leluhurnya, juga Hyang Widhi di Sanggahnya sendiri. Pekerjaan Kades saat ini ternyata lumayan rumit, karena adanya dana desa yang harus dikelola, dicatat, dan dipergunakan dengan baik. Pokoknya rumit, kadang sempat juga membuat perutnya melilit ketika ada beberapa oknum mencoba menggodanya.

Koplak kembali memandang lintingan rokoknya yang sudah jadi. Harum tembakau memasuki dan mengepung hidungnya. Belum ada niat untuk mengambil korek lalu menyulutnya. Koplak menarik napas.

Setiap pagi Koplak memang rajin membuka media sosial, sehingga beragam hal bisa diketahuinya sebelum turun dari kasur seperti misalnya para bule yang ugal-ugalan di jalan dan merasa lebih bangsawan dari bangsawan.

Sebetulnya ini bukan persoalan baru. Sebagai lelaki dari desa yang tidak pernah sekali pun menginjak negara-negara tempat bule-bule itu tinggal, lelaki itu sudah merasa tidak nyaman, terutama ketika berada di kota, atau diundang untuk menghadiri acara-acara berbau nasional atau internasional.

Biasanya para pelayan itu memperlakukan warga lokal seperti bukan manusia. Pariwisata telah membuat manusia-manusia di Bali mendewakan bule-bule, padahal kelihatannya dari berita-berita yang dibaca, tidak semua bule itu kaya.

“Nak liu maseh bule ngaleh amah di gumin rage e…” “Banyak kok bule nyari makan dengan bekerja serabutan di Bali,” begitu kata teman Koplak sambil berbisik.

Semoga saja larangan dan rambu-rambu yang diucapkan para petinggi Bali itu benar-benar konsisten, sehingga warga lokal Bali tidak merasa asing di tanah mereka sendiri.

***

Kehidupan di Bali memang terus bergejolak. Dulu Koplak merasa adanya gering bisa membuat warga semakin menata ulang kehidupannya dengan baik. Saat warga sudah mencoba berlaku baik, masih saja ada peristiwa-peristiwa heboh.

Salah satu kehebohan yang sekaligus viral adalah informasi tentang seorang oknum sulinggih di Kabupaten B diduga membuat foto mesum. Foto yang diduga dibuat oknum sulinggih itu ternyata sedang bersama dengan seorang perempuan yang konon selingkuhannya. Pacarnya? Mimih dewa ratu — ya Tuhan.

Koplak menarik napas sambil menggerutu dan sedikit memaki ketika seorang temannya berkata:

“Kelihatannya kamu itu lelaki teraneh di dunia, Pan Koplak.”

“Aneh?”

“Pacar tidak punya, selingkuhan tidak ada. Apa Pan Koplak masih normal? Tahu ‘kan kabar sulinggih yang punya pacar? Dikalahin sulinggih kamu.”

Sambil tertawa terbahak-bahak, mata sahabatnya mengarah ke arah bawah. Koplak melotot. Gara-gara obrolan itulah Koplak berusaha mencari beragam data tentang sulinggih itu, bagaimana mungkin ada sulinggih seperti itu?

“Tang, ting, tung, teng, tong.” Telepon Koplak terus berbunyi, beragam komentar, juga foto-foto menumpuk. Dada Koplak makin terasa sesak, berdebar sekaligus kepo juga. Foto-foto tersebut telah menyebar secara luas di grup WhatsApp (WA) sejak beberapa hari terakhir, bahkan sampai hari ini. Konon foto itu menyebar karena si oknum “terpeleset”, alias salah mengirim foto.

Begini ceritanya: Tadinya foto itu hendak dikirim oleh oknum tersebut kepada selingkuhannya. Namun, celakanya, foto itu terkirim ke salah satu grup Whatsapp. Foto itu kemudian dengan cepat menyebar. Foto itu sempat diunggah di salah satu forum diskusi di Facebook.

Belakangan foto itu telah dihapus.Walaupun telah dihapus, namun masih ada yang menyimpan foto tersebut. Hingga kini fotonya juga masih terus menyebar di WhatsApp. Bahkan sudah sampai pula ke petinggi Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Kabupaten B. Bahkan ketua Ketua PHDI Bali yang juga teman masa sekolah Koplak mengatakan sulinggih itu sudah melakukan upacara Ngelukar Gelung.

“Tokoh agama kok bisa juga mesum, ya, Pan Koplak?”  kata temannya lagi, sedikit mengejek. Koplak terdiam. Sambil mengingat-ingat kata-kata anak perempuannya.

“Manusia itu semua sama, kita tidak perlu memuja manusia karena identitas sosial, agama, budayanya, atau apa pun. Selama dia masih jadi manusia semua orang bisa berbuat kesalahan. Bahkan kesalahan fatal,” kata Kemitir keras, ketika Koplak pernah ingin berguru kepada seseorang yang dianggap sakti dan mahir menguasai beragam hal, dan memiliki banyak murid. Kemitir tertawa. Kemitir benar.

Koplak menghidupkan rokoknya sambil memejamkan mata. Warna langit terlihat muram. Ada baiknya berguru kepada diri sendiri dulu, menenangkan diri lalu menyelam ke dalam diri.

Denpasar, 19 Maret 2023.[T]

“Men Coblong” dan “Koplak” karya Oka Rusmini: Perempuan dan Laki-laki Feminim
Berkenalan dengan Karya Sastra Kuno Lewat Cara Kekinian | Novel “Jerum” Oka Rusmini
Cinta dan Kematian dalam Novel Jerum Karya Oka Rusmini
Tags: bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Next Post

Pecalang dan Banser NU Siap Mengamankan Nyepi di Buleleng

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails
Next Post
Pecalang dan Banser NU Siap Mengamankan Nyepi di Buleleng

Pecalang dan Banser NU Siap Mengamankan Nyepi di Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co